
Ikan Berteduh Di Bawah Payung
Sudah seminggu Aku mulai menjalin hubungan bersama Gita di mimpi atau pun di dunia nyata, di mimpi dia menjadi istri ku dan di dunia nyata aku menjadi kekasih nya secara diam-diam. Hanya aku dan Gita yang mengetahui hubungan ini, aku merasa memiliki arti di hidup ku saat ini. Hubungan ini memang tidak serius, namun hati kami di persatu kan dengan tulus.
Hari ini adalah hari minggu, Gita mengajak ku untuk ke bioskop untuk menonton Film terbaru yang sudah ia tunggu-tunggu sejak dulu. Aku tak bisa berkata tidak kepada nya yang sedang tertarik dengan sesuatu, Aku berjanji akan bertemu dengan nya di bioskop. Kami sudah berjanji sejak 2 hari yang lalu, Aku tak mau menyakiti hati nya jika membatalkan janji temu kami.
Aku sudah menyiapkan pakaian terbaik ku untuk hari ini, aku bangun dengan keadaan penuh semangat untuk hari ini. Aku sampai kebingungan apa yang harus ku lakukan dulu, saat aku kebingungan ibu meneraki ku untuk mandi terlebih dahulu baru sarapan. Kemudian aku mengambil handuk dan segera mandi, aku mandi dengan penuh sumringah bahkan aku sampai bernyanyi-nyayi.
Setelah mandi aku langsung mengeringkan badan dan memakai baju terbaik ku untuk hari ini, setelah itu aku memakai parfum yang baru ku beli kemarin malam dan segera sarapan di bawah. Ayah melihat ku menuruni tangga dengan wajah yang gembira dan memang aku kalau gembira itu berbeda dengan biasanya. Kemudian ayah menegur ku mau kemana hari ini.
"Sayang seperti nya anak kita ini mau bertemu dengan seseorang ya..."
"Apa benar seperti itu nak...?"
"Ah Ayah bisa aja, aku mau jalan aja hari ini."
"Apa benar kaya gitu...?"
"Iya..."
"Yaudah siapa namanya? sini bisikan aja ke kuping ayah."
"Eh serius...?"
"Iya cepet sini."
Kemudian aku menghampiri Ayah dan membisikan nama Gita di kuping Ayah.
"Nama nya Gita yah..."
"Oh Gita, Rumah nya dimana?"
"Ntah aku belum tau, tapi aku ketemu nya di sekolah..."
"Oke baguslah kamu masih suka ama cewe."
"Ih kok gitu, Aku mah masih waras."
"Jangan kasih tau ibu ya...."
"Oke...."
Lalu aku duduk di meja makan, langsung ibu menaruh nasi dan juga lauk untuk sarapan pagi ini.
"Sayang seperti yang ku katakan, kau akan segera mendapatkan menantu."
"Ayah ayo lah jangan gitu dong..."
"Kenapa memang kalau kasih tau kami?"
"Ini baru mulai deket, doain aja dong."
"Kalau kamu mau kaya gitu kami sebagai orang tua akan mendoakan mu terbaik dengan jodoh pilihan mu nak."
"Ayah gak?"
"Iya dong Ayah juga."
"Yaudah yuk kita makan..."
Setelah itu kami sarapan pagi seperti biasa bersama keluarga harmonis ku ini, selagi makan kami kami membahas tentang kejadian-kejadian ayah alami kemarin. Tak terasa setelah sarapan yang sangat seru tadi, aku sudah kenyang, lalu aku mengambil kunci motor untuk memanaskan motor. Selagi menunggu motor panas, aku pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Motor ku sudah panas, sudah saat nya aku berangkat. Aku berpamitan dengan kedua orang tua ku, kemudian berangkat lah aku dengan motor tua ku ini. Angin seakan merestui perjalanan ku untuk bertemu dengan Gita, matahari juga tak sepanas hari lalu. Hari minggu memang hari yang paling menyebalkan, kalian tau kenapa hari minggu sangat menyebalkan bagiku? Ya betul, Karena macet yang sangat panjang hingga ke pusat kota.
Setelah melewati macet yang parah, sampai lah aku ke tempat yang di janji kan Gita yaitu mall yang terkenal di kota ku. Gita mengatakan akan bertemu dengan ku di pintu masuk sebelah timur jam 09:49, sekarang sudah jam 09:40 sebentar lagi gita akan datang dengan mobil nya. Aku menunggu nya cukup lama sehingga aku bosan, lalu aku membeli minuman supaya tidak terlihat kurang kerjaan.
12 menit berlalu, Gita datang terlambat 3 menit yang seharusnya dia janji kan. Itu tidak masalah untuk ku, yang paling penting hari ini Aku dan Gita dapat bersenang-senang bersama. Kemudian Aku dan Gita masuk kedalam mall ini, mall ini sangat lah besar dan terkenal. Didalam nya tidak hanya ada toko baju, bioskop dan hal-hal biasa di mall lain, tetapi disini juga ada toko buku, tempat bermain segala umur, dan yang yang paling spesial ada wall climbing dan juga tempat untuk memanah.
Aku dan Gita segera ke bioskop untuk memesan tiket film yang ingin kami tonton, saat di depan bioskop ternyata masih tutup akan buka di jam 11. Karena masih banyak waktu akhirnya kami berdua memutuskan untuk bermain-main sebentar di area tempat bermain. Karena bioskop ada di lantai 5 dan tempat bermain ada di lantai 2 kami turun menggunakan lift ke lantai 2.
Di tempat bermain banyak sekali anak-anak dan orang tua nya, tak hanya itu banyak juga para pemuda pemudi di sini. Gita penasaran dengan permainan boneka capit, karena itu aku membeli koin untuk memainkan permainan itu. Aku membeli 20 koin, setelah itu Aku dan Gita memainkan permainan itu. 3 koin aku pertaruhkan untuk mendapatkan boneka yang Gita tunjuk.
Di koin pertama aku hanya mendapatkan permen-permen, di percobaan kedua aku malah tak mendapatkan apa-apa, setelah koin kedua tak mendapatkan apa-apa, aku menjadi khawatir dengan koin ketiga ku ini. Aku tarik napas panjang, dan berdoa di dalam hati.
"Ya tuhan untuk sekali ini saja, lancarkan hari ku ini tuhan..."
Di koin ketiga ini aku pertaruhkan sisi keren ku untuk mendapatkan boneka yang di inginkan Gita, kali ini aku sangat fokus, fokus ku seperti ku melawan musuh stage 10 yang ada di Game center saat itu. Aku sangat fokus, sampai akhir nya capit ku menyangkut di boneka itu, Akhirnya boneka itu didapat kan oleh ku di koin ketiga ini, Gita bersorak akan hal itu dan memeluk ku.
Lautan Kedamaian
Kami sudah menghabiskan 20 koin kami untuk bermain bersama. Seperti bermain permainan basket, permainan dance, dan masih banyak lagi. Tak terasa waktu cepat berlalu, Gita melihat jam tangan nya ternyata sudah 2 jam kami habiskan di tempat bermain ini, Aku dan Gita cepat-cepat untuk ke bioskop untuk menonton film. Kami segera menaiki lift lalu naik kelantai 5
Setelah itu kami masuk ke dalam bioskop yang sudah buka itu, didalam sini banyak sekali pemuda pemudi yang membawa pasangan nya. Termasuk aku, bangga nya aku bisa mendapatkan Gita di dunia nyata dan bukan hanya didalam mimpi. Setelah itu Gita dan Aku memesan 2 tiket untuk menonton film yang akan kami tonton, yang judul nya "Hubungan Yang Idiot." Yang beruntung nya masih ada tiket yang tersisa untuk kami.
Karena yang membeli tiket adalah Gita, Aku akan membeli makanan dan sekalian minuman nya. Disini harga makanan nya sangat mahal, jika di luar harga nya 15 rb disini 25 rb, memang sangat menyebalkan. Terpaksa aku membeli makanan dan minuman itu agar menemani kami saat menonton film. Tiket sudah didapatkan, makanan sudah, minuman sudah, Pacar cantik yang menemani juga sudah saat nya kami masuk kedalam untuk menonton film.
Didalam studio...
Aku dan Gita duduk di tempat yang sangat nyaman untuk menonton, tak ada anak kecil di sekitar kami dan tak ada juga orang yang mengganggu. Film di mulai, semua penonton bersorak karena girang nya...
39 menit berlalu...
Alur cerita nya mulai memasuki babak yang mendalam, yang dimana si pria meninggalkan si perempuan di sekolah untuk membeli sesuatu untuk si perempuan...
15 menit berlalu...
Cerita yang awal nya comedy berubah menjadi sedih...
Akhir Film...
Namun Cerita berakhir bahagia, si pria mendapatkan waktu nya bersama si perempuan di sebuah pulau. Mereka berdua bersama hingga mendapatkan keturunan dan tamat...
(Author:"Kenapa harus Ikan Berteduh Di Bawah Payung? cuma candaan doang kok...")