
Bagaimana Dengan Hari Kalian ?
Hari ini Aku dan Gita sudah berada di acara bincang-bincang sesama artis, saat ini Gita sedang di make up ia tampak sangat cantik pagi ini, benar-benar sangat berbeda jika dibandingkan ia ketika ada di sekolah. Kemudian Aku di hampiri oleh sang manajer, ia membawa sebuah kalung id card. Raut wajah nya berubah 180° derajat dari yang kulihat tadi, muka nya sumringah tak ada sesuatu yang menjanggal dari senyum nya itu. Tapi itulah yang Aku curigai.
"Permisi, kamu asisten baru Clarissa ya?"
(Author:"Oiya nama panggung Gita di Tv itu Clarissa, sebenernya itu nama depan nya dia
"Iya benar ada apa ya?"
"Oiya sebelum nya saya ini seorang manajer dari artis kita Clarissa dan nama saya Arfan Permana, panggil aja Pak Arfan."
"Nama saya Rama, salam kenal Pak Arfan."
"Kamu pakai ini ya, biar kamu gak di usir."
"Oh terima kasih Pak."
"Semoga ke depan nya kita bisa bekerja sama dengan baik ya..."
Setelah nya Gita sudah sangat cantik setelah di rias, namun Gita yang nampak natural tanpa make up adalah yang terbaik. Gita di panggil untuk masuk kedalam acara, diluar sudah banyak penonton dan para kru yang bertugas, Aku tidak bisa ikut Gita ke panggung karena aku bukan siapa-siapa. Aku menunggu sembari menonton Gita di Televisi yang di sediakan di backstage. Suara gemuruh penonton memenuhi studio, sampai-sampai gemuruh suara penonton masuk ke backstage tempat aku menonton.
Karena penasaran aku ingin sekali ikut melihat di bangku penonton, setelah itu manajer datang dan menawarkan ku untuk melihat Gita dari tempat yang spesial. Maka dengan semangat aku mengiyakan tawaran Pak Manajer ini, aku dibawa ke belakang kru yang bertugas yang dimana ada bangku yang khusus untuk orang yang mempunyai kalung Id card.
Di belakang kru aku menyemangati Gita dari jauh, Gita terlihat tak ada beban sama sekali saat berbicara di depan umum. Tak seperti di sekolah, ia sering sekali diam daripada berbicara dengan siswi lain di kelas, yang paling dekat di sekolah mungkin hanya diriku mungkin? Setelah itu aku menyimak perbincangan Gita dengan pembawa acara, Gita seperti memakai topeng yang dia pakai saat menjadi artis.
Percakapan...
"Selamat pagi Clarissa, selamat datang di acara kita hari ini. Bagaimana kabar baik?"
"Kabar baik..."
"Clarissa artis muda berbakat yang sedang hiatus, kami adalah satu satu nya media yang dapat berbicara dengan kamu, bagaimana perasaan mu saat hiatus, apakah ada keinginan untuk kembali ke dunia hiburan?"
"Sejujur aku sama sekali tak ada kepikiran untuk kembali lagi kedepannya, karena aku sedang menikmati masa muda ku yang indah ini."
"Oww, masa muda ya. Kata nya kamu sudah memiliki pacar?"
"Pacar? Seorang Clarissa seperti ku memiliki pacar? Kau mendapatkan informasi dari mana itu, itu sangat lucu..."
"Hahaha, mungkin itu hanya kabar burung belaka. Tapi apakah mungkin ada seseorang yang dapat meluluhkan hati seorang Clarissa?"
"Sudah ku bilang, aku ingin menikmati masa muda ku ini. Tak seperti kebanyakan orang, aku ingin fokus untuk mempelajari suatu bidang yang belum pernah aku rasakan."
"Boleh."
"Ok, tapi pertama-tama kamu harus menebak tamu misterius yang akan datang..."
"Eh siapa?"
"Tapi tunggu pesan-pesan yang satu ini."
*BGM On
Perbincangan yang sangat membuat ku gregetan dengan perkataan sang pembawa acara, Gita pergi ke backstage untuk melakukan briefing dengan acara yang akan di tayangkan. Kemudian Aku langsung menghampiri Gita yang nampak nya sedang berkeringat, Aku langsung memberikan botol air kepada Gita yang sedang duduk menunggu panggilan untuk briefing.
"Kamu keren banget tadi..."
"Ah biasa aja, terima kasih ya udah mau nemenin."
"Nih kamu minum dulu, keringet di dahi kamu ngalir nih aku lap boleh yah."
"Yaudah..."
Aku mengelap bagian yang berkeringat di dahi Gita. Saat aku mengelap nya, mata nya yang indah mengarah kepada ku kami saling berbagi tatapan di backstage ini. Tiba-tiba sang manajer memanggil Gita untuk briefing, manajer yang satu ini sangat mengganggu waktu ku dan Gita untuk berdua. Akhirnya Gita mengambil tisu itu dan mengelap nya sendiri.
Beberapa Menit Kemudian...
Gita dan lainnya bersiap untuk kembali memulai acara, cepat-cepat aku memberikan minum kepada Gita yang akan naik kembali ke panggung. Setelah Gita meminum air yang kuberikan, Gita pergi ke panggung dan aku pergi kembali ke belakang kru yang bertugas. Saat ku lihat, panggung nya sudah berubah tak seperti yang pertama kali Gita masuk.
Panggung itu sudah di sedia kan 5 kotak yang di depan nya di sediakan tirai putih, ntah game seperti apa yang mereka akan mainkan. Aku disini sangat bosan melihat para artis yang mencoba melucu tapi candaan nya membuat orang sakit hati, kotak-kotak itu ternyata berisi kan bintang tamu misterius yang ada kaitan nya dengan Gita.
Sebelum orang yang didalam kotak keluar, Gita akan di beri clue oleh pembawa acara siapa dia dan clue tersebut menurut ku seperti ejekan karena tidak mencerminkan para bintang tamu 'Misterius' Itu. Kotak yang dibuka sudah sampai ke kotak yang ke 4, saat ini aku sedang melihat Gita yang menangis ternyata para bintang tamu itu adalah teman-teman artis seperjuangan Gita.
Tiba-tiba manajer menarik ku untuk pergi ke belakang panggung untuk masuk ke kotak terakhir, sebelum masuk ke kotak itu manajer memberi ku sebuah kue lengkap dengan lilin. Ia membakar lilin itu lalu membuat aku masuk kedalam kotak itu. Lampu utama di matikan, dan lampu sorot pun di nyalakan mengarah ke kotak yang ada berisi diriku didalam nya.
Saat aba-aba dari manajer menyuruh ku untuk membuka tirai ini, tirai pun di buka oleh Gita sendiri tak seperti kotak lainnya. Gita terkejut, lalu muka nya memerah melihat ku membawa kan kue ulang tahun diri nya. Aku tak tahu sebelum nya bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Gita, bergetar tangan ku bergetar membawakan kue ulang tahun dirinya. Dengan enteng ia membawa ku ke tengah panggung dan seluruh orang disini menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Gita.
Saat selesai nyanyikan lagu selamat ulang tahun, Gita meniup kue nya lalu seseorang membawakan pisau kue untuk memotong kue. Gita memberikan suapan pertama kepada ku, tak tahu apa yang selanjutnya terjadi ia memberikan tamparan kue mengarah ke muka ku. Sekarang pipi ku sudah di penuhi oleh kue, ia selanjutnya memberikan kue kepada teman-teman artis nya.
***************
Hijau Rumput Bersemi DI Antara Pagi
Acara yang panjang, tapi ini sudah selesai. Gita dan Aku sudah selesai menjalani semua acara. Saat nya kami untuk pulang, sebelum pulang Gita membisikan ku untuk pergi ke sebuah taman yang Gita sangat ingin pergi saat itu...