
Hati Kecil
Aku dan Gita saat ini sudah berada di sebuah taman yang sangat indah, bunga matahari, bunga mawar merah, dan lainnya seperti nya ada disini. Di samping taman, ada sebuah danau kecil yang banyak sekali bunga teratai yang tumbuh di atas danau itu. Hari ini langit nya cerah dan tak ada awan mendung yang menutupi langit, walaupun hari mau mendekati siang.
Aku dan Gita duduk di sebuah bangku taman melihat indah nya danau ini, kemudian lewat lah seorang anak yang menawarkan pakan ikan untuk di berikan ikan di danau ini. Dengan semangat Gita, akhirnya Gita membeli dua kantong pakan ikan. Gita menarik ku untuk cepat memberi makan ikan-ikan yang ada di danau ini, kami menentukan dimana kami melempar pakan ikan ini ke danau.
"Rama... Kita mau sebarin dimana nih?"
"Sebentar, Aku mau pake jurus yang kakek ku ajarin pas lagi mancing dulu."
"Jurus? Kamu ngomong apa sih hahaha..."
"Ih Aku serius tau."
"Yaudah coba buktiin."
"Pertama kamu harus tarik napas."
"Terus...?"
"Terus kamu harus membuat kuda-kuda kaki."
"Oke??"
"Habis itu..."
Tak sengaja Aku kentut saat keadaan kuda-kuda seperti ini.
"Hahahahaha kamu jorok ih..."
"Hehehe."
Gita tertawa terbahak-bahak karena sebuah kentut yang ku keluar kan, tanpa sadar ikan pun mulai berdatangan ketempat kami berdiri.
"Loh, loh kok ikan nya pada kemari ya..."
"Yaudah kan ikan nya udah ada, kita sebarin aja pakan ikan nya Gita."
"Oke."
Aku dan Gita menyebarkan pakan ikan yang kami beli tadi, dengan cepat para ikan-ikan itu memakan pakan yang kami sebar. Gita sangat senang melihat ikan-ikan itu makan dengan lahap, tanpa sadar pakan ikan nya pun habis. Gita kecewa kerena pakan ikan nya habis, namun Aku mengusulkan untuk berjalan-jalan mengitari taman yang berada di pesisir kota ini.
Gita mau ngikuti usulan ku itu, dan kami mulai berjalan menjauh dari danau. Aku dan Gita mengitari taman dengan melihat pepohonan rindang yang di tanam disini, kemudian perut Gita berbunyi. Kemudian Gita menunjuk sebuah tempat yang nampak seperi cafe tua di pertigaan jalan di luar taman, walaupun terlihat seperti cafe tua, tetapi banyak sekali orang di sana. Setelah itu Aku dan Gita keluar dari taman itu menuju cafe kecil itu.
Pak sopir yang menunggu di luar mobil sembari ngopi pun kaget, ia langsung menyeruput habis kopi nya.
"Pak kita ke cafe yang di pertigaan itu ya."
"Oh siap tuan putri."
"Pak sopir harusnya tahan dikit rasa ingin ngopinya, padahal mau Aku beliin buat bapak..."
"Maaf tuan putri, kira saya lama."
"Yaudah kita berangkat."
Setelah berangkat ke cafe yang Gita mau, akhirnya kami sampai di cafe ini. Sebenernya Pak sopir bingung harus memarkirkan dimana, tapi saat ada mobil yang keluar dari parkiran, Pak sopir langsung mengisi tempat itu. Cafe ini bernama Grace Cafe, tanpa basa-basi Gita keluar lalu menarik tangan ku untuk masuk kedalam cafe ini. di dalam cafe kami di sambut oleh pelayan cantik yang menyambut kami. Terlihat seorang kakek tua yang membuat kopi dengan aroma nikmat masuk kedalam hidung ku.
Kakek tua itu di temani oleh seekor kucing oren yang sang sangat lucu, disini ada juga pegawai muda yang membantu kakek ini di sini. Kucing itu sangat menggemaskan, kami duduk sembari memesan 2 kopi dan 2 kue yang ada di menu sembari melihat kucing lucu itu. Pesanan kami datang dengan di antar pelayan cantik itu, kopi yang pesan adalah kopi top menu di cafe ini.
Aku dan Gita menikmati kopi ini di depan kakek yang sedang membuat kopi bersama kucing oren yang lucu ini.
"Selamat menikmati kopi andalan kami."
"Kalau di lihat-lihat kalian berdua mirip dengan cucu ku dan pacar nya."
"Semua orang punya kemiripan masing-masing."
"Kau benar, andai dia tidak tertabrak di hari itu ia pasti akan ada disini melihat kalian."
"Anu maaf, emang kenapa dengan cucu kakek?"
"Seperti yang ku bilang ia mengalami kecelakaan, sekarang ia sedang koma di rumah sakit."
"Semoga dia lekas bangun dari koma."
"Terima kasih, mau bagaimana lagi hanya tinggal tunggu waktu untuk dia bangun."
"Kau benar, tetap tabah ya kek."
Kemudian Kakek itu menceritakan cucu nya kepada ku dan Gita, sembari aku dan Gita menikmati kopi yang ia buat. Kopi ini nikmat sekali dengan di temani kue manis yang di sajikan di sini, suasana cafe ini sangat lah klasik dan juga terasa sangat nyaman. Kue yang kami nikmati sangat lah enak, krim di atas kue itu membuat Gita tergila-gila dengan kue ini.
Akhirnya Gita membeli satu lagi untuk di bawa pulang, karena Gita ingin mencicipi lagi kue ini. Aku menunggu Gita yang masih belum selesai meminum kopi nya, Gita berkata sehabis ini ia mau pulang.
"Nee Rama... sehabis ini kita langsung pulang Ok!"
"Iya tuan putri..."
"Eh jangan panggil aku tuan putri jika di luar."
"Maaf..."
"Aku kelelahan menghadapi orang-orang yang tak berguna itu."
"Sudah tau kau lelah kenapa, kamu mau terus lanjutin ini?"
"Sebenernya, seminggu lalu ada seorang artis muda juga sama seperti ku ia masih di bawah ku tapi manajer ingin kan ia menggantikan ku, Aku seperti ingin di ganti kan di dunia hiburan. Padahal aku hanya ingin istirahat sebentar dari dunia hiburan ini."
"Emang kenapa kalau di gantikan?"
"Ntah aku merasa seperti di khianati."
"Aku bisa merasakan itu, tapi tenang lah ikuti kata hati mu. Jika ini benar yang kamu mau Aku akan menemani mu."
"Terima kasih Rama..."
"Gimana udah kelar kan kopi nya."
"Iya mari kita pulang."
Gita telah menghabiskan kopi nya saat nya kami untuk pulang, Gita membayar semua tagihan yang kami pesan tadi. Setelah itu kami menghampiri pak sopir yang seperti nya ketiduran di dalam mobil menunggu kami berdua, yang lama sekali di dalam. Gita mengetuk pintu sembari berkata.
"Pak sopir bangun, bangun pak sopir.." *Tok Tok!!*
Terlihat pak sopir yang bangun di dalam mobil seperti orang linglung, setelah itu pak sopir keluar untuk membukakan pintu mobil nya untuk kami dan berkata.
"Maaf tuan putri saya ketiduran, salah tuan putri sendiri yang kelamaan mesra-mesraannya."
"Ihhh enak aja, yaudah nih minum kopi dulu aku pesan sekalian untuk di bawa pulang buat pak sopir."
"Makasih tuan putri..."
Setelah itu kami pulang, dengan aku di hantar ke depan gang rumah ku. Kemudian Gita pulang dengan pak sopirnya.
(Author:"Hallo semuanya... Ada yang kangen kah? Akhirnya author mulai enakan dan bisa melanjutkan novel ini. Author berharap bisa melanjutkan ini sampe tamat dengan lancar mohon dukungan nya!!!?")