Keep Silent And You Got It

Keep Silent And You Got It
Part 14 - Sebuah Permainan



Panas


 Aku dan Riyan saat ini sedang menikmati makan siang kami, makan siang yang kami beli dari kantin tadi. Seperti biasa, Aku dan Riyan makan di bangku kantin yang di sedia kan sekolah. Hari ini seperti biasa ramai, tapi tak seramai kemarin. Mungkin karena kelas 11 sudah mulai mencari tempat untuk melaksanakan PKL, Aku pun tak tau. Kami menikmati makanan kami dan melihat sekitar.


 Saat itu pula Gifar menghampiri kami dengan makanan yang ada di tangan nya. Dia seperti nya membeli paket nasi standar di kantin ini.


"Gip cepat sini Gip..." Aku memanggil nya untuk segera kesini.


"Sabar ini banyak orang..."


"Ok!!"


Setelah itu dia datang dan duduk di sebelah Riyan.


"Eh ada Riyan, Sehat?"


"Sehat kok, kamu beli apa Gip?"


"Oh ini cuma nasi standar pake saos tambahan."


"Oiya gip, hari ini olahraga ya?"


"Iya harus nya..."


"Kamu bawa baju nya kan?"


"Iya, tenang aja kan olahraga nya kita bareng dua kelas di gabung."


"Yaudah..."


Olahraga...


 Setelah kami sudah menikmati santap siang kami, bell pelajaran selanjutnya berbunyi. Itu tanda nya kami harus masuk dan mengikuti pelajaran selanjutnya yaitu olahraga. Kami pergi ke kelas untuk mengambil baju kami, lalu menuju Wc untuk mengganti pakaian. Aku dan Riyan tak menyangka bahwa sudah banyak orang yang mengantri di depan kamar mandi.


 Kemudian GIfar datang tergesa-gesa menghampiri kami.


"Rame banget JI lama kita nunggu nya nih, mau ke Wc lain gak?"


"Wc yang deket lab? jauh Gip mending di sini aja..."


"Yaudah, aku ikut kamu aja..."


Beberapa menit kemudian...


"Aku duluan Gip, yan..."


"Iya..."


Setelah ganti baju...


 Aku keluar dari Wc dan melihat tidak ada Gifar dan Riyan di depan pintu, kemudian aku melihat ke lapangan sudah ada guru olahraga di bawah. Aku cepat-cepat ke kelas untuk menaruh baju ku di atas meja, lalu turun melewati tangga dekat ruang guru. Sesudahnya aku di bawah, aku menghampiri guru lalu meminta maaf kalau telat mengganti baju.


"Maaf pak saya lama..."


"Gak papa pelajaran belum di mulai kok santai aja 5 menit lagi..."


"Oke pak..."


Setelah itu datang lah Riyan dan GIfar turun ke bawah.


"Oy Ji, kok ninggalin?"


"Maaf tadi kirain udah mulai pelajaran nya..."


"Emang belum mulai?"


"Belum Yan katanya 5 menit lagi."


"Ok...!"


 Kami melakukan pemanasan standar dan meregangkan tangan. Setelah itu pelajaran dimulai, terlihat matahari sudah mulai berada di atas kepala kami. Panas sekali seperti musim kemarau yang melanda, tapi untung nya masih ada awan yang menutupi kami dari sinar matahari yang panas ini. Setelah itu pak guru memulai pelajaran olahraga.


"Ok anak-anak udah berkumpul semua kan?"


"Sepertinya udah pak."


"Udah waktu nya kita memulai pelajaran olahraga di pertemuan pertama kita yah..."


"Siap pak."


"Kalian udah kenal nama bapak kan?"


"Belum pak...!" Jawab salah satu siswi


"Belum? pas penyambutan masuk sekolah kamu kemana?"


"Yaudah, bapak akan memperkenalkan diri. Nama bapak Rusdi, kalian bisa panggil bapak Udi atau apalah yang penting jangan panggil saya Banci..."


Tertawa...


"Ok sebelum memulai kita baca doa dulu, berdoa sesuai agama masing-masing berdoa dimulai..."


"Selesai, ayo kita mulai pelajaran pertama kita."


 Setelah itu Pak Rusdi memberikan instruksi pada kami untuk melakukan pemanasan badan agar tubuh tidak sakit saat berolahraga. Pak Rusdi ini sangat kocak orang nya, dia yang memberi instruksi untuk ke kiri ia malah ke kanan. (Author : "Memang agak laen Pak Rusdi ini.")


 Kemudian setelah semua pemanasan sudah di lakukan, Pak Rusdi menunjuk ku dan Riyan untuk ikut dengan nya mengambil alat olahraga. Olahraga pertama kita kali ini adalah Atletik yaitu lari, Aku dan Riyan membawa cone kecil dari Ruang alat olahraga. Aku dan Riyan di suruh untuk menaruh cone kecil itu membentuk vertikal dari ruang guru sampai Wc Wanita.


"Ok anak-anak kali ini seperti yang kalian liat, kita akan melakukan sprint ya...!"


"Baik pak...!!"


Setelah itu Pak Rusdi mempraktekkan lari sprint bolak-balik, ia mempraktekkan nya dari start lalu melakukan ancang-ancang untuk berlari. Kemudian setelah melakukan ancang-ancang ia berlari sangat cepat dan mengambil cone kecil di ujung itu lalu kembali lagi ke tempat awal. Aku terkejut melihat manusia yang bisa berlari secepat itu. Setelah itu Pak Rusdi membagi kami kedalam 17 kelompok yang masing-masing kelas ada 4 orang didalamnya.


Air Yang Di Rindukan


 Kelompok demi kelompok sudah menjalani lari sprint, sudah saat nya kelompok ku untuk melakukan sprint. Di dalam kelompok ku, Aku di temani oleh anak lelaki bernama Rudi karena namanya di bawah no absensi ku. Aku akan memulai lari pertama, lalu nanti Rudi akan berbalik lagi untuk menaruh cone kecil itu ketempatnya. Aku melakukan start jongkok, lalu melakukan ancang-ancang, dan kemudian saat instruksi lari sudah berikan, Aku lari sekencang-kencang nya membawa cone kecil itu kepada Rudi.


 Aku memberikan cone kecil itu kepada Rudi dan kemudian Rudi mengambil nya, ia berlari sekencang-kencang nya sampai akhirnya kelompok kami lah yang memenangkan pertandingan. Riyan dan Gifar bersorak, aku segera mendatangi mereka. Tapi tiba-tiba kaki ku terasa mati rasa, detak jantung ku mulai melemah, dan akhirnya seorang Rama pingsan di tengah jalan.


(Author: "Kaya nya di setiap novel buatan saya pasti ada pingsan nya deh, maaf yah...")


Pingsan...


 Aku pingsan tak sadarkan diri. Ditengah aku tak sadarkan diri, Aku seperti dibawa ke dunia mimpi ku yaitu ketika Aku menjadi Joseph. Disini aku melihat Joseph dan Rosella sedang berada di perpustakaan, Joseph saat ini seperti tertidur di atas meja bersama Rosella di samping nya. Rosella terus mendorong-dorong bahu Joseph supaya ia bangun.


"Apakah itu aku terbangun untuk ke kamar mandi?" Tanya ku...


Tiba-tiba suara Rosella yang awalnya tidak terdengar, lama-kelamaan suaranya mulai terdengar jelas di telinga ku.


"Joseph bangun lah?" "Joseph apakah kau kelelahan...?" "Joseph...?"


Saat suara Rosella semakin menggema di telinga ku, Aku terbangun dari pingsan singkat ku dengan keadaan kebingungan dimana aku sekarang. Saat aku tersadar aku sudah ada di atas kasur Ruang UKS. Di sebelah ku sudah ada Riyan, Gita, dan Bu Cinta.


"Eh aku dimana...?"


"Rama...!! Akhirnya kamu sudah bangun, tadi kamu pingsan karena dehidrasi. Beruntung Gita langsung memberikan mu minum tadi sebelum di bawa ke UKS."


"Iya..." Kata Gita


"Terima kasih Gita, kali ini kamu menjadi sang penyelamat."