Keep Silent And You Got It

Keep Silent And You Got It
Part 4 - Secarik Kertas



Aroma Semerbak Bunga


 Sore telah berlalu aku juga sudah mengerjakan tugas ku saat nya aku untuk masuk ke kamar karena malam sudah tiba. Sebelum itu aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan ku agar aku bisa nyaman saat tidur. Tak lupa juga menggosok gigi ku biar bersih dan aku juga mengganti pakaian ku agar semakin nyaman tidur ku. Ketika semua itu aku sudah laksanakan, Aku segera pergi ke kamar dan merebahkan badan ku di kasur.


 Aku merebahkan badan ku adalah sesuatu yang sangat aku nikmati, saat aku rebahan. Aku mengingat-ingat kejadian hari ini, seperti aku mendapatkan teman baru, kelas baru, dan bahkan bisa melihat wajah yang sama seperti Putri utara. Kejadian-kejadian hari ini tak akan ku lupakan. Setelah aku mengingat kejadian hari ini, tiba saat nya aku tidur untuk hari esok, wangi kamar ku yang semerbak bunga di hidung ku membuat Aku memejamkan mata ku dan berpindah posisi ke arah kanan. Di temani guling dan selimut ke sayangan ku, Aku akhirnya dapat tertidur dan mencapai mimpi ku.


Mimpi


 Suatu hari ada seorang petualang muda mencari serigala yang memakan domba-domba pengembala di desa. Pengembala itu meminta tolong kepada pemuda tersebut agar segera membasmi serigala itu dari desa, setelah ia membasmi serigala itu ia akan mendapatkan 18 perak jika ia membunuh 2 serigala itu. Karena tawaran yang sangat menarik petualang muda tersebut sepakat pada tawaran si pengembala, Petualang muda itu pun segera kehutan untuk mencari kawanan serigala yang membunuh domba-domba pengembala.


 Sesampainya dihutan, bukanya bertemu dengan serigala ia malah bertemu dengan sebuah pohon besar di tengah hutan, Pohon itu adalah pohon ajaib, Karena pohon itu dapat berbicara. Konon pohon itu dapat mengabulkan permintaan dari semua orang, namun petualang muda ini sangat lah tidak peduli dengan hal itu.


"Hey, Petualang Muda kemari lah."


"Apa kau ini bagaimana pohon seperti mu dapat berbicara?"


"Aku ini pohon ajaib dasar tidak tahu diri."


"Kenapa aku harus mendekati mu aku ini ingin mencari serigala."


"Kau ingin mencari serigala huh? Mau bantuan?"


"Bantu? Bagaimana kau membantu diriku, sedangkan kau tidak bisa berjalan seperti diriku."


"Kurang ajar kau, baiklah pergi dari sini."


"Baiklah."


 Setelah beberapa saat pemuda itu berkeliling hutan, akhirnya ia menemukan sarang dari kawanan serigala yang di carinya itu. Sarang serigala itu ada di sebuah lembah yang di apit oleh dua bukit. Kawanan serigala itu sepertinya sedang mengadakan pesta di sarang mereka. Para domba yang di culik dan beberapa kelinci ada di sarang serigala itu.


 Dengan keberanian petualang muda itu ia memancing semua serigala itu keluar dari sarang mereka. Petualang muda itu mengeluarkan mereka menggunakan batu, ia satu persatu melempar batu kearah mereka supaya keluar dari sarang mereka. Benar saja para serigala itu keluar dari sarang nya dan mengejar sang petualang muda itu. Tak kehabisan akal, ia menjebak serigala itu kearah jurang.


 Petualang muda itu berlari ke arah jurang yang tidak jauh dari sarang serigala itu. Saat berlari ia juga harus memperhatikan langkah nya karena banyak semak belukar yang sangat tajam, karena semak belukar itu satu persatu terluka dan hampir tidak ingin mengejar petualang muda itu lagi. Namun petualang muda itu terus mencari bahaya, ia melemparkan kembali batu kearah serigala itu dan mengenai mereka semua.


 Para serigala itu kembali mengejar petualang muda itu kearah jurang dengan keadaan terluka. Petualang muda itu kembali berlari sampai bertemu dengan jurang yang dimaksud, Saat jurang sudah di depan mata petualang muda itu melompat ke akar gantung dari sebuah pohon. Maka jatuhlah para serigala itu dari atas jurang dan mati mengenaskan.


 Setelah itu tiba-tiba akar gantung itu menarik petualang muda itu kembali ke pohon ajaib itu. Disini pohon ajaib itu kesal dan sangat marah terhadap petualang muda itu.


"Baru saja kau meninggalkan ku tapi kau malah membunuh pemuja ku, dasar manusia yang bodoh!!!!"


"Hey berhentilah ada apa dengan mu ini."


"Sudah ku bilang kau ini membunuh para pemuja ku!!!"


"Lalu?"


"Sebagai balasannya kau harus menjadi pesuruh ku dan pemuja ku!!!!"


"Apa-apaan ini.."


"Tidak ini adalah kutukan untuk mu karena membunuh para pemuja ku."


"Kau pasti bukan pohon ajaib yang benar-benar ajaib, kau hanya orang malas bekerja."


"Kurang ajar kau, baiklah aku akan menunjukan kepada mu sosok asli ku."


 Kemudian pohon ajaib itu berubah menjadi putri cantik yang menggunakan gaun hijau. Sontak petualang muda itu terkejut dan terjatuh karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu. Seorang wanita cantik atau mungkin seorang dewi yang menyamar menjadi sebuah pohon di tengah hutan.


"Jadi bagaimana? Apakah kau mau berpikir ulang dengan tidak meninggalkan ku dan menerima kutukan ku."


"Apakah kau seorang dewi?"


"Ya bisa dibilang seperti itu."


"Maka dari itu sembahlah aku."


"Tidak akan bahkan sampai aku mati." (tertawa)


"Sia-sia aku menunjukan sosok asli ku kepada mu." (Kesal)


"Tapi sungguh kau sangat cantik."


"Terima kasih, kaulah satu-satunya manusia yang melihatku dalam sosok seperti ini." (Wajah nya memerah)


 Tiba-tiba aku terbangun di sebuah kasur yang empuk, Aku tidak tahu dimana aku dan kebingungan di di atas kasur ini.


Kehidupan Pangeran


 Aku bangun dari kasur ku dan tiba-tiba datang seorang wanita dari luar jendela yang membuat ku terkejut.


"Kau sudah bangun pemuja ku?"


"Pemuja..? Apa yang kau maksud?"


"Apakah kau lupa siapakah aku? kita sudah bagaikan kekasih dan sekarang kau menanyakan aku siapa?"


"Maaf tapi Aku serius bertanya siapa kau dan siapa aku."


"Kau ini bagaikan seseorang yang sudah tidur puluhan tahun, kau ini adalah pangeran Joseph dan aku adalah Olivia sang dewi hutan apakah sekarang kau sadar..?"


"Apa..!! kau becanda bukan?" (Kaget)


"Aku tidak bercanda, sudah lah hentikan kegilaan ini apakah kau hilang ingatan setelah putri utara mencium mu?"


"Apakah kau membicarakan tentang pesta itu?"


"Iya, lagipula kenapa kau hanya mengingat putri utara itu saja sedang kan aku tidak kau ingat. Apakah dia lebih penting daripada diriku..?" (Kesal)


"Sudah lah berhenti berdebat, aku ingin hari yang tenang hari ini."


"Kalau begitu ayo kita turun untuk makan, Raja sudah menunggu di bawah."


 Lalu Aku dan Olivia keluar kamar dan turun ke ruang makan, dibawah Ayahanda, Ibunda dan lainnya sudah menunggu ku dibawah.


"Kalian berdua cepat lah sarapan kita akan segera akan berangkat  ke negeri utara untuk kunjungan kerajaan."


"Baiklah Ayahanda."


 Aku dan Olivia segera turun, sarapan hari ini adalah daging ayam yang besar di temani dengan olahan kentang yang menggugah selera. Aku dan Olivia dengan lahap memakan sarapan pagi ini sampai habis tak tersisa, setelah itu aku mandi dan berkemas memakai pakaian pangeran ku. Dibantu pelayan ku dengan cepat menjelma menjadi pangeran tampan.


"Kakak kau sangat tampan hari ini.." Kata adik


"Terima kasih.."


"Nak apakah kau sudah siap?" Ayahanda memanggil ku


"Sudah Ayahanda, tapi dimana Olivia?"


"Tenang lah nak dia sudah ada di dalam kereta ayo segera berangkat."


"Nak tunggu dulu, Ibunda punya sesuatu untuk Ratu utara sampaikan ini padanya ya." Ibunda berkata kepada ku dan memberikan surat.


"Baiklah Ibunda."


 Setelah itu Kami berangkat menuju negeri utara dengan keperluan kerja sama antar kerajaan yang akan menambah ikatan persaudaraan dari kedua kerajaan.