
Detik Jam Dinding
Disaat Kak Freya memasuki kelas ku, suasana kelas ku menjadi hening. Tak ada obrolan dari ku ke Gita dan sebalik nya. Saat itu tangan Kak Freya membawa bekal yang ia bawa dari rumah, kemudian dia duduk di samping ku untuk makan siang. Kak Freya membuka bekal nya yang isinya berupa nasi omelette, kemudian Kak Freya meminta izin untuk makan.
"Raji kamu beli apa di kantin?"
"Cuma nasi standar, Kak Frey bawa bekal?"
"Iya aku bawa bekel dari rumah karena aku suka masak jadi ya begitulah."
"Wah keren..."
"Biasa aja kok, kan emang perempuan harus bisa masak..."
Karena perkataan Kak Freya itu, Gita mulai merasa kesal dengan perkataan nya itu.
"Anu maaf ya Kak Freya, kita lagi kerja kelompok jadi tolong agak diem dikit ya..."
"Oh gitu maaf ya kalau aku ganggu kalian berdua..."
"Oh gpp Kak Frey, ini cuma tugas kelompok biasa."
"Yaudah Aku bantuin ya, ini pelajaran apa emang?"
"Tugas PKN ini, di suruh bikin Mind Mapping Bab 3."
"Oh tugas itu, boleh tapi aku sambil makan ya..."
(Author : "Rama sialan, mau dua-duanya dia. Author nya ada belum ada...") #PressFforAuthor
Setelah itu Aku dan Gita melanjutkan tugas kami berdua dengan dibantu Kak Freya yang membantu kami sembari makan. Kak Freya menunjukan poin-poin yang harus di tulis oleh Gita, dan aku yang menggambar nya. Karena memang tulisan tangan ku agak sedikit jelek, atau mungkin emang jelek sih. Nah supaya lebih bisa di baca, tugas menulis aku berikan kepada Gita.
Kak Freya memberikan ku sedikit tips dari ilmu nya untuk menggambar sesuatu, yaitu jika ingin mengambar garis lurus jangan gerakan menggunakan lengan, harus menggunakan bahu jika ingin lurus. Itu ilmu baru yang mungkin berguna bagi ku kedepannya. Tapi tips dari Kak Freya langsung di tolak oleh Gita, karena Gita membawa penggaris dari rumahnya.
"Gak, Gak usah ngide. Mending pake penggaris..."
"Ok..."
Disini aku merasa kecemburuan Gita semakin kuat, mukanya sangat imut saat dia cemburu. Kecemburuan nya terlihat di wajah nya saat melihat ku, ia seperti mengalihkan pandangan nya ke lain hal dari pada ke mata ku. Karena aku tak bisa melakukan apa-apa, aku hanya melaksanakan tugas dengan baik. Tak terasa bell pelajaran selanjutnya berbunyi, tugas kami berdua selesai, dan kami juga sudah makan siang. Saat nya pelajaran selanjutnya.
Sebelum Kak Freya pergi dari kelas, Riyan datang dari luar kelas membawa minuman dan sebuah surat. Ia terkejut dengan aku yang mengobrol dengan dua gadis ini. Kemudian Kak Freya kembali ke kelas nya di atas, dan Aku bersama Gita ingin mengumpulkan tugas kami ke ruang guru. Riyan saat ini termenung setelah melihat ku bersama kedua gadis ini di depan pintu, kemudian tanpa basa-basi ku tepak bahu nya sampai ia sadar.
"Bro kok bisa kamu...?!"
"Ya bisa dong Rama..." Dengan nada yang sangat angkuh ku berkata seperti ini.
"Ajarin lah gimana cara nya."
"Cara nya 'cukup diam dan kamu akan mendapatkannya' seperti itu aku mendapatkannya..."
"Kamu lama banget..."
"Maaf tadi Riyan ngajak ngobrol."
"Riyan atau kamu yang ngajak ngobrol?"
"RIyan sumpah..."
"Yaudah ayo kita ke ruang guru."
Rasa Sakit
Hari ini lumayan melelahkan, karena semua hal yang dilewati ku hari ini merupakan pengalaman yang tak bisa kulupakan. Aku bisa membuat Gita cemburu di hadapan ku, dan terlebih aku membuat bingung Riyan hari ini. Eksperesi mereka berdua memang sangat lucu, tapi seperti nya sudah saat nya untuk istirahat dan pulang. Karena memang sudah jam pulang, kali ini kami pulang jam setengah 2. Karena minggu ini dan seterusnya kami akan pulang di jam seperti ini.
Setelah semua nya sudah ku rapihkan, Aku memutuskan pulang setelah piket kelas yang sudah di buat oleh ketua kelas kami yaitu Riyan. Ketua kelas kami, maksud ku Riyan sudah pulang terlebih dahulu tadi sepertinya masalah keluarga nya belum selesai. Kemudian Aku dan siswa/i yang piket hari ini keluar dari kelas seperti Abdul, Elisha, Fattah, dan lainnya yang piket hari ini.
Kami yang piket hari ini keluar dari kelas seperti orang-orang yang baru di hukum, kami keluar kelas sudah tidak ada siapa-siapa di sekolah. Hanya ada petugas kebersihan dan satpam yang berkeliling sekolah untuk memastikan sudah tidak ada siswa/i yang ada di sekolah, kecuali OSIS atau keanggotaan seperti Fotografi dan lainnya. Kemudian kami semua pulang dan kembali ke rumah.
Sampai Di Rumah...
Aku pulang kerumah dengan keadaan yang melelahkan, jalanan hari ini sangat macet dan sangat sesak. Kemudian aku beristirahat di sofa dan menyalakan televisi, kemudian ibu menegur ku untuk segera menganti baju agar badan ku tidak gerah. Tetapi sebelum aku mengganti baju ku, terdengar kabar bahwa artis muda yang Hiatus yang pernah ku lihat ingin kembali ke dunia hiburan.
Acara televisi ini menunjukan konfersi pers dari artis muda ini, ia mengkonfirmasi ingin kembali ke dunia hiburan tapi tak tahu kapan ia akan kembali. Setelah itu Ibu menegur ku untuk segera mengganti baju, karena bau ku ini seperti ikan asin yang di jemur di terik sinar matahari. Setelah mendapatkan teguran dari Ibu aku segera untuk mengganti pakaian dan beristirahat.
Salah Satu Kebohongan
Tak terasa malam tiba dengan cepat, melakukan hal biasa ku sebelum tidur. Seperti menggosok kaki dan tangan, kemudian dilanjut dengan gosok gigi, lalu pergi kebawah untuk mengambil minum. Setelah itu aku rebahkan tubuh ku dan langsung tidur. Beberapa menit setelah melewati fase tidur ayam, aku langsung masuk kedalam mimpi ku. Yaitu cerita Joseph dan Rosella.
Kali ini Aku berada di sebuah barak prajurit dari kerajaan ku, sebelum nya kenangan ku bersama Rosella di kerajaan nya tiba-tiba tidak bisa ku ingat. Seingat ku disitu Joseph dan Rosella semakin dekat dan keesokan nya mereka berdua resmi bertunangan. Seperti nya cerita kali ini alur nya, jauh setelah Joseph sudah bertunangan dengan Rosella.
Tiba-tiba dari belakang aku dipanggil seseorang, saat ku lihat kebelakang ternyata itu adalah pengirim surat kerajaan kami. Dia seperti membawa sebuah gulungan surat penting, kemudian ia memberikan itu kepada ku. Surat ini tertulis
"Putra ku Joseph, Aku sedang berada di ambang kejatuhan karena peperangan ini. Aku harap kau bisa membaca surat ini dan segera membawa pasukan bantuan. Tolong jika aku tidak selamat di peperangan ini, aku berharap kau dan Rosella bisa menjadi Raja dan Ratu yang baik..." Raja...
Tunggu dulu ada apa ini semua, peperangan? pasukan bantuan? apa yang sebenarnya terjadi? kemudian aku bertanya kepada pengirim surat apa yang sebenarnya terjadi.
"Hey kau sebenarnya apa yang sedang terjadi?"
"Maaf pangeran, bukannya ku lancang tapi seharunya kau lebih tau soal ini dari pada aku."
"Tidak-tidak jelas kan aku sejelas-jelasnya..."
"Baiklah..."
Setelah mendengarkan penjelasan dari pengirim surat, Aku mulai paham situasi nya kali ini. Para pemberontak melakukan kudeta kepada Ayah ku karena hal ekonomi. Saat aku sibuk berpikir, Olivia datang bersama prajurit mengabarkan ku bahwa pasukan siap untuk di turun kan ke arena pertarungan. Tanpa berpikir panjang, Olivia menarik tangan ku dan memberiku sebuah pedang. Kemudian kami pergi dengan pasukan bantuan yang di butuhkan ayahanda di sana...