KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
MULAI MENGAGUMI.



Hari pun mulai menjelang malam, dan Tuan Han serta keluarganya memutuskan untuk menginap di rumah Tuan Adiwijaya.


Sebenarnya Tuan Han berniat menginap di hotel, tapi Tuan Adiwijaya memaksanya untuk menginap di rumahnya semalam saja, dan Tuan Han pun tak keberatan karenanya.


Enji yang biasanya pulang ke apartemen mewahnya pun malam itu di paksa oleh Kai untuk menginap di rumahnya, dengan alasan berjaga-jaga jika ia membutuhkan bantuannya.


Enji pun terpaksa mengiyakan permintaan Tuan mudanya yang konyol itu, Enji tau sebenarnya bukan itu alasan Kai memintanya menginap di rumahnya, melainkan karena Lisa yang malam itu juga menginap bersama keluarganya.


***


Ke dua keluarga itupun makan malam bersama layaknya keluarga besar yang kembali bertemu.


Mereka terlihat sangat bahagia dan suka cita,malam itu ruang makan pun di hiasi oleh canda tawa serta suasana yang hangat penuh kekeluargaan.


Selesai makan malam, Tuan Adiwijaya, Nyonya Dita, Tuan Han serta Nyonya Eden mereka berkumpul di ruang keluarga lantai atas.


Mereka mengobrol bersama, mengobati rasa rindunya yang sudah lama tak berjumpa, sekaligus membicarakan rencana untuk perjodohan anak mereka.


Lisa di antar oleh sekertaris Kim ke kamar yang di sediakan untuknya, karena Lisa mengatakan jika ia sangat lelah dan ingin beristirahat. Setelah mengantarkan Lisa ke kamarnya, sekertaris Kim kembali bergabung bersama Tuan Han.


Sedangkan Kai bersama Enji berada di lantai bawah, mereka duduk berdua di taman belakang rumahnya yang masih menyatu dengan bagian dalam rumah.


Ruang keluarga, lantai dua.


" Hahaha,, aku lupa, ternyata umur ku dan umur kau sama. " ucap tuan Han dengan tertawa.


" Memangnya kau pikir umur ku berapa Han?. " ucap tuan Adiwijaya dengan wajah kesal.


Nyonya Dita dan Nyonya Eden ikut tertawa melihat tingkah laku suami mereka yang seperti anak kecil itu.


" Haahh,, sudah sudah,, aku lelah Adi, bertemu denganmu membuatku lupa usia. " ucap tuan Han yang mulai berhenti tertawa dan mengambil teh hangat yang di sediakan untuknya.


" Tapi aku senang, akhirnya kita bisa bertemu lagi. " ucap tuan Han sambil meletakkan teh hangat yang sudah di minumnya.


" Iya, aku juga sangat senang Han, apalagi tentang rencana perjodohan anak kita. " ucap tuan Adiwijaya tersenyum menatap tuan Han.


" Benar, tuan Han,, aku sangat tenang jika Kai sampai menikah dengan Lisa, aku sangat yakin jika Lisa yang terbaik untuk Kai. " ucap Nyonya Dita menatap Tuan Han dan Nyonya Eden bergantian.


" Benar, Nyonya Dita,, aku juga akan sangat bersyukur jika Kai menjadi suami Lisa, mengingat dia anak perempuan kamu satu-satunya dan kami sangat menjaga Lisa, sampai Lisa mendapatkan seseorang yang tepat, yang mampu menjaga dan melindunginya lebih dari kami, dan aku sangat yakin jika Kai mampu melakukannya. " ucap Nyonya Eden menggenggam tangan Nyonya Dita.


Tuan Adiwijaya ikut tersenyum, begitu juga dengan Tuan Han dan sekertaris Kim.


" Aku setuju dengan Eden, selama ini kami menjaga Lisa dengan sangat ketat, aku bahkan tak mengizinkannya keluar rumah tanpa pengawasan, aku takut terjadi hal yang tak di inginkan kepada Lisa. " ucap Tuan Han menatap Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita.


" Lalu tunggu apa lagi sayang, percepat saja acara pernikahannya. " ucap Nyonya Eden menatap suaminya dengan penuh harap.


Tuan Han memandang Nyonya Eden seperti sedang berpikir dengan apa yang diucapkan oleh istrinya itu.


" Maaf sebelumnya Tuan, Nyonya, tapi menurut saya itu terlalu cepat bagi mereka berdua, alangkah baiknya kita beri waktu dulu untuk mereka saling mengenal satu sama lainnya. " ucap sekertaris Kim memberikan pendapatnya.


Mereka semua diam, dan mulai mempertimbangkan saran yang diberikan oleh sekertaris Kim.


" Iya, aku pikir juga begitu. " ucap Tuan Adiwijaya menatap mereka semua.


" Tapi aku takut, jika mereka malah makin menjauh. " ucap Nyonya Eden.


" Kita berikan mereka waktu satu bulan untuk saling mengenal. " ucap Tuan Han.


" Tapi sayang, aku takut jika mereka tak menggunakan kesempatan itu dengan baik. " ucap Nyonya Eden dengan wajah yang cemas.


" Aku sudah memutuskan nya, terserah mereka gunakan kesempatan itu dengan baik atau tidak, yang pasti perjodohan ini akan tetap di langsungkan. " ucap Tuan Han tegas menatap orang-orang yang berada di ruang keluarga itu dengan serius.


Tuan Adiwijaya, Nyonya Dita, Nyonya Eden, dan sekertaris Kim mengangguk bersamaan.


Nyonya Eden terlihat mulai tenang setelah ia mendengar keputusan dari suaminya itu.


Ia sangat berharap jika Kai dan Lisa bersatu dan hidup bersama seperti keinginannya, karena ia sudah memantapkan hatinya untuk memilih Kai sebagai calon suami untuk anaknya.


***


Lisa mulai merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang di sediakan Tuan Adiwijaya untuknya.


Ia sangat lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya itu.


" Hah, aku lelah sekali. " ucap Lisa yang mulai memejamkan matanya.


" Kai. " ucapnya lirih tersenyum tipis dengan mata yang masih terpejam.


Lisa lalu membuka matanya dan memandang langit-langit kamar tidurnya dengan tersenyum.


" Apa ini?, kenapa aku selalu memikirkannya?. " ucapnya dengan datar.


" Apa aku menyukainya?. " ucapnya lagi.


" Cinta pandangan pertama itu ada ya?. "


" Dia tampan,, apalagi saat ia menatap ku tadi,, ahhhh,, rasanya aku ingin pingsan saat itu. " ucapnya tersenyum sambil menutup wajahnya dengan guling dan menghentak-hentakan kakinya ke kasur.


Lisa menyukai Kai saat pandangan pertama tadi, ia menyukai sikap dingin Kai yang menurutnya terlihat sangat keren.


Entah kenapa, sifat Kai yang pendiam membuatnya penasaran dengan kepribadian Kai.


Rasanya Lisa ingin bertemu dengannya lagi dan berbicara langsung dengan Kai, karena ia tak sempat mengucapkan apapun saat ia bertemu dengan Kai pagi tadi, dan ia ingin menggantinya malam ini juga.


Lisa yang memiliki tekad yang kuat itu, berniat mencari Kai malam itu juga, ia tak bisa tidur dengan nyenyak jika terus memikirkan tentang Kai.


Lisa mulai bangun dari tidurnya, dan langsung keluar kamarnya, ia sudah memantapkan hatinya jika ia harus menemui Kai di malam yang mulai larut itu.


Lisa menyusuri lantai bawah karena kamarnya juga kebetulan berada di lantai bawah, jadi ia bisa leluasa mencari keberadaan Kai.


Lisa mulai menyusuri ruangan-ruangan yang berada di lantai itu, tapi ia tak melihat Kai dimanapun.


Lisa berhenti di dapur dan duduk di kursi yang disediakan disana.


" Kemana dia?, apa dia sedang tak ada di rumah?, atau mungkin sudah tidur ya?. " ucap Lisa sambil melihat sekelilingnya.


" Nona Lisa?. " ucap Enji yang tiba-tiba muncul di belakang Lisa


Sontak Lisa langsung terkejut karena tiba-tiba suara itu muncul tepat di belakangnya.


" Aaaagghh!!. " teriak Lisa yang kaget oleh keberadaan Enji yang tiba-tiba muncul itu.


Enji yang mendengar teriakan Lisa pun ikut berteriak entah apa maksudnya ia berteriak tapi ia tetap melakukannya.


Setelah berteriak bersama mereka saling memandang dengan raut wajah yang membingungkan.


" Nona Lisa kenapa kau berteriak!. " ucap Enji dengan wajah yang ketakutan.


" Kau juga, kenapa kau ikut berteriak?!. " tanya Lisa dengan ekspresi yang sama.


" Tidak tau. " ucapnya dengan wajah polos.


Lisa mengerutkan keningnya, ia malah bingung mendengar ucapan Enji barusan,.


" Aku terkejut, tiba-tiba saja kau datang dan memanggilku tepat di belakang ku!. " ucapnya.


Enji meringis mendengar ucapan Lisa barusan, sebenarnya ia tak bermaksud seperti itu.


" Maaf Nona Lisa, aku tak bermaksud mengagetkan mu. " ucap Enji tak enak hati.


" Tak apa. " ucap Lisa dan Enji mengangguk tersenyum.


Lisa yang tersadar jika yang berada di hadapannya itu Enji mulai melihat ke sekelilingnya dan mencari keberadaan Kai.


Ia berasumsi jika ada Enji pasti ada Kai, karena Enji selalu berada di samping Kai dimanapun mereka berada.


Lisa yang menyadari jika Enji mengikuti gerakannya pun mulai menghentikan aktivitasnya.


" Sekertaris Enji!, apa yang kau lakukan?. " tanya Lisa yang melirik Enji.


" Aku sedang membantumu. " ucap Enji yang seperti biasa dengan wajah polosnya.


" Membantuku?, membantu apa?. " tanya Lisa mengerutkan keningnya.


" Kau sedang mencari seseorang kan?. " ucap Enji menatap Lisa.


Sontak Lisa yang mendengar ucapan Enji itu langsung mematung seketika, ia takut jika Enji tau kalau ia sedang mencari Kai.


Lisa langsung diam dan menatap Enji lalu ia menggelengkan kepalanya.


" Uhh!!, aku pikir kau sedang mencari tuan mu..


" Enjii!!, kenapa lama sekali mengambil air minumnya aku sang...


ucap Kai tiba-tiba terhenti ketika ia melihat Lisa sedang duduk di temani Enji.


Enji yang mendengar namanya di panggil itu langsung menoleh ke belakang dan menatap tuan mudanya.


" Ahh,, Tuan muda Kai, maaf membuat mu menunggu lama, aku melihat Nona Lisa sedang duduk sendirian di sini, jadi aku menghampirinya. " ucap Enji yang memiringkan tubuhnya agar ia bisa melihat Kai.


Kai sempat diam beberapa saat karena pandangannya saling beradu dengan Lisa tapi ia kembali tersadar dan mengalihkan pandangannya.


" Aku haus, bawakan air dingin ke kamarku. " ucap Kai cuek melirik Enji dan ia langsung pergi begitu saja.


Lisa yang masih memandangi Kai sedari tadi mulai lupa dengan tujuannya malam itu, ia masih ter bengong dan matanya mengikuti kemana Kai pergi.


Enji yang melihat Lisa memandangi tuan mudanya itu langsung menyadarkan Lisa.


" Nona Lisa. " ucap Enji yang melirik Lisa dengan tersenyum.


" Hah,ahh, iya, ada apa?. " ucap Lisa gelagapan karena ia mulai tersadar.


" Kau memandangi nya ya?. " ucap Enji dengan tersenyum lebar.


" Tidak!!, aku tidak memandangi nya. " ucap Lisa seperti orang yang sedang panik.


" Benarkah?. " ucap Enji menatap Lisa dengan menaikan satu alisnya.


Lisa menatap Enji dan ia pun langsung mengalihkan pandangannya.


" Mmm,, aku sangat lelah sekertaris Enji, aku pergi tidur dulu ya, selamat malam. " ucap Lisa yang tak menjawab pertanyaan Enji dan ia pun pergi.


" Selamat malam Nona Lisa. " ucap Enji dengan tersenyum.


Di kamar Lisa.


" Hahhh, bodoh, bodoh, bodoh. " gerutu Lisa yang memukul-mukul kepalanya.


" Kenapa aku sampai lupa tadi!!, hah,, ini gara-gara wajahnya yang tampan!!!, ahhhh,, KAII!!!, aku bahkan belum sempat berbicara padamu, tapi kau sudah pergi begitu saja, menyebalkan!!!. " ucapnya memukul bantal yang ada di sampingnya.


Akhirnya Lisa pun memejamkan matanya dan tertidur dengan perasaan kecewa dalam hatinya, karena ia tak jadi berbicara dengan Kai malam itu.


" Tok tok!!.. "


" Masuk!. "


Enji membuka pintu kamar Kai dengan membawa segelas air dingin yang dimintanya tadi.


" Ini tuan. " ucapnya dengan memberikan air dingin tersebut.


Kai pun mengambilnya dan langsung meminum hampir setengahnya.


" Duduklah. " titah Kai pada Enji.


Enji pun duduk di sofa yang ada di kamar Kai, ia duduk di samping tuannya.


" Tuan!. " panggil Enji, Kai pun hanya melirik tanpa menjawabnya.


" Sepertinya Nona Lisa ingin mengenal anda. " ucap Enji menatap tuanya.


" Apa yang kau bicarakan!. " jawabnya dengan malas.


" Ia sepertinya mencari anda ketika kita di bawah tadi, aku melihat perilakunya seperti sedang mencari seseorang, sebenarnya aku mengawasinya dari awal, tapi aku pura-pura tidak tau saja. " ucap Enji menceritakan.


Kai tak merespon sedikit pun tentang cerita Enji, ia malah menyenderkan tubuhnya ke sofa dengan memejamkan matanya.


" Tuan, menurutku kau jangan terlalu dingin dengan seorang wanita, itu akan mempersulit mu suatu saat nanti. "


" Saran ku, kau lebih ramah lah pada Nona Lisa, jika kau tak mau melakukannya, yaa setidaknya kau melakukannya untuk Tuan Han, karena sebelumnya kita sudah mengenalnya dengan baik. " ucap Enji yang masih mencoba berbicara pada Kai walaupun ucapannya tak pernah di respon.


" Menurutku Nona Lisa gadis yang baik, aku tau banyak tentangnya, karena sebelumnya aku di tugaskan oleh Tuan Adiwijaya untuk mencari tau lebih banyak tentang Nona Lisa, bahkan Tuan Han pun membantuku, ia menceritakan semuanya tentang Nona Lisa padaku. "


Kai mulai membuka matanya ketika Enji mengucapkan sesuatu yang membuatnya sedikit penasaran.


" Seberapa banyak yang kau tau Enji? apa kau juga tau dengan siapa saja dia berkencan? hah!!?. " ucapnya dengan nada seperti meledek.


" Tentu saja, aku bahkan tau seperti apa gayanya ketika menjalin hubungan. " ucapnya mulai memancing Kai agar ia mau mendengarkan cerita tentang Lisa.


Kai langsung menatap Enji tanpa berbicara apapun.


" Ingin aku ceritakan?. " ucap Enji dengan tersenyum meledeknya.


Kai menatapnya, dan ia seperti berbicara cepat katakan padaku lewat tatapan matanya, tapi Kai seperti tak mau mengatakannya langsung pada Enji.


" Hahhh,, sepertinya hari ini aku banyak bicara, mulutku sampai sakit, hufftt,, lain kali saja aku ceritakan nya ya tuan, aku ingin mengistirahatkan mulutku dulu. " ucap Enji dengan mengelus-ngelus mulutnya.


Sontak Kai yang sudah menunggu Enji yang akan bercerita itu langsung menatapnya dengan tajam ia sampai mengerutkan keningnya karena kesal.


" Heyy, kalau berbicara itu jangan setengah-setengah, itu tidak baik!!. " pekik Kai yang sedikit meninggikan suaranya.


Enji hanya menahan senyumnya mendengar ucapan Kai barusan, Enji tau sebenarnya Kai juga mulai penasaran dengan Lisa, tapi ia tak mau terus terang mengungkapkannya.


" Uhh!!, jadi kau ingin mengetahuinya sekarang?, baiklah demi tuan muda Kai ku yang tertampan jadi aku akan menceritakannya malam ini juga. " ucap Enji berpura-pura seperti kesannya Kai yang sangat ingin mengetahui cerita tentang Lisa darinya.


Kai makin menatapnya dengan tajam, wajahnya mulai memerah dengan nafasnya yang menggebu,seperti tatapan singa yang melihat mangsa di hadapannya.


" Apa kau bilang?!!!, heyy!!! siapa yang ingin mendengar cerita tidak penting seperti itu hah???, membuang waktuku saja, daripada mendengarkan ceritamu itu, lebih baik aku gunakan waktu ku untuk hal yang lebih penting!!!. " ucap Kai dengan emosi meluap-luap.


" Tapi tadi kau bilang, jangan berbicara setengah-setengah itu tidak baik, jadi aku memutuskan untuk menceritakannya sekarang. " ucap Enji dengan wajah polos sambil menahan senyumnya.


" Hah!!, sudahlah berbicara denganmu membuat ku emosi saja!!, keluar sana!! aku ingin tidur!. " ucapnya mengusir Enji.


" Baiklah lain kali saja ya ceritanya. " ucapnya dengan wajah tak berdosa yang memancing kemarahan Kai lagi.


" ENJI!!!! KELUAR DARI KAMAR KU!!!!. " teriak Kai lantang dan Enji pun lari karena ia malah di lempari bantal sofa di tempat duduknya tadi.


Enji sudah tak bisa lagi menahan tawanya, ia pun tertawa terbahak ketika berlari menghindari bantal yang dilempar oleh tuan mudanya.


" Hahaha,, maafkan aku tuan muda, aku hanya bercanda saja!!. " ucap Enji dengan berlari menuju pintu kamar Kai.


" Selamat malam tuan Kai, semoga mimpi indah yaa. " ucapnya tersenyum lebar yang sudah berada di luar kamar Kai.


" PERGII SANAA!!. " ucap Kai yang masih emosi, dan Enji pun akhirnya pergi meninggalkan kamar Kai.


" Dasar sekertaris kurang ajar!. " ucapnya yang masih menatap pintu kamarnya.


Kai pun kembali ke tempat tidurnya dan memejamkan matanya, setelah ia menguras energinya karena ulah Enji malam itu.


LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA!!!!!!!💜💜