KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
WELCOME TO LONDON



Pagi itu Kai dan sekeluarga meninggalkan Indonesia menuju London, tempat dimana ia akan menikah dengan Lisa.


" Kau sudah menghubungi Devan?. " tanya Kai menatap sekertarisnya.


" Sudah Tuan, Devan bilang ia yang akan mengurus meeting hari ini dan menghandle semuanya selama kita tidak ada. " jawabnya, dan Kai hanya mengangguk.


*


Sementara itu, Lisa dan keluarga sudah berada di sebuah hotel mewah yang berada di London, Kai sengaja membooking satu hotel untuk tempat penginapan nya dan tamu-tamunya nanti selama ia berada di sana.


Terlihat rona kebahagiaan juga terpancar jelas di wajah Tuan Han dan Nyonya Eden, mereka terlihat sangat bahagia, bahkan senyuman mereka ukir setiap detiknya.


Begitu juga Lisa, ia tak percaya di balik sikap dinginnya Kai, ternyata Kai berniat untuk menikahinya, dan itu membuatnya semakin yakin, jika Kai mulai mencintainya.


" Selamat ya sayang, akhirnya Kau dan Kai akan segera bersatu. " ucap Nyonya Eden memeluknya.


" Iya mah, aku bahagia sekali, aku juga berterimakasih pada mama dan papa, karena telah mempertemukan ku dengan Kai. " ucap Lisa tersenyum sambil memejamkan matanya.


Mereka saling memeluk dan sangat bersyukur atas kebahagiaan yang Tuhan berikan pada keluarganya.


*


Akhirnya Kai dan keluargapun sampai di London setelah hampir tujuh belas jam lamanya penerbangan mereka.


Mereka kini langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel yang sudah di booking oleh Kai, dimana disana juga sudah ada Lisa dan keluarga yang sudah lama menunggu kedatangannya.


Setibanya di halaman hotel, mereka semua turun dari mobil dan mulai memasuki hotel mewah itu.


" Selamat datang Tuan Adiwijaya, Nyonya Dita, Tuan Kai, dan Tuan Enji, perkenalkan saya Alden Allard, pemilik hotel ini dan ini Earth manajer di hotel ini sekaligus orang yang akan mengurus segala kebutuhan Tuan-Tuan dan Nyonya sekeluarga di sini nantinya. " ucapnya dengan bahasa Inggris lalu membungkuk di ikuti oleh orang di sampingnya.


" Thank you Mr. Alden. " ucap Kai tersenyum dan pemilik hotel itupun balas mengangguk.


" Oh ya, Tuan Han juga sudah menunggu kedatangan kalian, mereka ada di atas, mari saya antarkan. " ucapnya mengajak Kai dan yang lainnya, lalu mereka semua mulai mengikuti Alden menuju ruangan VIP yang biasanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan pribadi para tamu.


" Silakan. " ucap pemilik hotel itu dan dengan sigap manajernya langsung membukakan pintu ruangan itu untuk Kai dan rombongan agar mereka masuk ke dalam.


Saat Kai melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu, terlihat Lisa dan kedua orang tuanya sedang duduk santai sambil mengobrol.


Manajer hotel yang melihat ketiga orang itu masih asyik mengobrol dan tak sadar akan keberadaan Kai dan keluarganya pun mencoba untuk memberitahunya.


" Maaf Tuan, Tuan Kai dan keluarga sudah datang. " ucapnya sopan.


Sontak saja ketiga orang yang sedang duduk membelakangi Kai pun dengan segera berdiri dan membalikan badannya.


" Kai, ahh... Kalian sudah datang. " ucap Tuan Han berjalan menghampiri Kai.


Sementara Lisa, ia terlihat sangat senang sekali, kala melihat orang yang di sukainya itu kini akan menjadi calon suaminya.


Kai yang sadar jika dirinya di pandangi oleh Lisa sedari tadi pun merasa risih, tapi ia mencoba menahannya.


" Lisa, apa kabar sayang?. " tanya Nyonya Dita tersenyum.


" Aku baik Nyonya, bagaimana kabar Nyonya dan Tuan?. " tanyanya.


" Ehh, kenapa kau memanggilku Nyonya?, kami kan calon mama papamu juga Lisa, mulai sekarang panggil Mama Dita dan Papa Adi saja ya. " ucapnya menatap Lisa seraya tersenyum kearahnya.


Lisa yang mendengar ucapan itupun langsung terpaku seketika, ia merasa salah tingkah saat itu juga.


Sedangkan Kai, lelaki dingin itu seperti tak mau terlibat dalam obrolan yang menurutnya sangat-sangat tidak penting itu, ia memilih diam dan tak ikut berkomentar.


**


Malam pun tiba, Tuan Adiwijaya berencana mengajak semua keluarganya untuk makan malam di luar bersama-sama, dan tentu saja rencananya itu di sambut meriah oleh semua orang, terkecuali Kai Alandy Maheswara.


Ya, Kai terpaksa mengiyakan ajakan papanya itu, karena bagaimanapun juga ia yang mengatakan jika ia akan menikahi Lisa, jadi Kai berusaha terlihat bersungguh-sungguh di depan orang tuanya dan orang tua Lisa, jika ia memang menyukainya dan ingin menikah dengan gadis itu.


Merekapun mulai meninggalkan hotel mewah itu dengan menggunakan dua mobil sedan berwarna hitam, di mobil urutan pertama ada Tuan Adiwijaya dan Tuan Han beserta istri-istri mereka dengan satu supir bersamanya.


Sedangkan di mobil urutan ke dua berisikan Kai dan Lisa bersama Enji yang mengemudikan mobilnya.


" Khemm... " dehem Lisa sambil menggeserkan badannya agar ia bisa duduk berdekatan dengan Kai.


" Jika batuk, batuk saja!. " menatap lurus kedepan.


" Tidak usah sambil menggeserkan tubuhmu!. " melirik Lisa dengan tatapan tidak suka.


Sontak saja Lisa yang mendengar ucapan Kai barusan pun hanya bisa memonyongkan bibirnya, sambil kembali menggeserkan dudukannya ke tempatnya semula.


Enji yang mendengar sekaligus melihat kejadian itu pun hanya bisa ikut menahan tawanya.


Akhirnya merekapun sampai di restoran yang berada di London, restoran dua lantai dengan dekorasi yang elegan sekaligus romantis itu berhasil membuat kagum semua orang, terkecuali... Yaa, kalian pasti sudah tau siapa dia.


Semua orang pun masuk ke dalam setelah mereka mendapat sambutan dari pegawai restoran tersebut.


Tuan Adiwijaya memesan ruang VIP untuk semua keluarganya, ruang makan yang besar dan nyaman, agar ia bisa makan bersama-sama dengan calon besan sekaligus calon menantunya.


" Baik Tuan, silakan ikuti saya. " ucap pegawai itu ramah, lalu ia menggiring keluarga besar itu ke lantai dua, dimana mereka akan disuguhkan sebuah ruangan besar dan nyaman dengan pemandangan langsung kota London di malam hari.


" Silakan Tuan- Tuan dan Nyonya-Nyonya, kami akan segera siapkan hidangan paling istimewa untuk kalian semua. " ucapnya tersenyum seraya pergi meninggalkan kedua keluarga itu.