
" Kai?, apa yang kau lakukan disini?. " tanya Tuan Han yang terkejut ketika bertemu Kai saat ia hendak masuk ke toilet itu.
Kai yang juga ikut terkejut terlihat kebingungan sambil melihat sekelilingnya untuk di jadikan sebagai alasan.
" Ohh, tidak, aku.. aku sedang mencuci tangan. " ucapnya sedikit terbata dengan wajah yang kebingungan.
Tuan Han hanya tersenyum melihat kelakuan calon menantunya itu.Ia kemudian menutup rapat pintu toilet itu dan mendekati Kai.
" Papa tau, kamu pasti sangat gugup kan?, karena ini pertama kalinya dalam hidupmu. " tersenyum ke arah Kai.
Kai terdiam sambil menunduk dengan pandangan kosong.
" Tak apa, Semuanya akan baik-baik saja Kai, semuanya akan berjalan dengan semestinya. " ucap Tuan Han sambil memegang pundak Kai kuat.
Kai hanya terdiam dan ikut menatap wajah calon mertuanya itu.
**
Tepat jam sembilan pagi waktu London, upacara pernikahan pun di langsungkan dengan hikmat, sampai tiba saatnya untuk Kai dan Lisa mengucapkan janji suci pernikahan mereka.
Hal yang paling membuat Kai gugup pun akhirnya tiba, saatnya ia mengucapkan janji suci pernikahannya di depan semua orang.
Aku yakin kau pasti bisa Kai. Lisa.
Kai terdiam cukup lama, sepertinya ia benar-benar sangat gugup saat ini, sampai tiba-tiba...
" Lisa Hadasa Yumame, aku Kai Alandy Maheswara, mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki, dan juga menjaga dari sekarang, sampai selama-lamanya. " ucap Kai mantab dengan suara lantang menatap Lisa.
Lisa yang tak menyangka jika Kai mampu melakukan itu dengan sangat baik pun meneteskan air matanya, ia terharu seketika, begitu juga dengan orang-orang yang melihatnya.
Kini giliran Lisa yang mengucapkan janji suci pernikahan mereka.
" Kai Alandy Maheswara, aku, Lisa Hadasa Yumame, mengambil engkau, menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki, dan juga menjaga, dari sekarang, sampai selama-lamanya. " ucap Lisa yang tak kalah mantab dan lantang dari Kai.
Kini mereka saling menyematkan cicin pernikahan di jari manisnya masing-masing. Cincin yang dilumuri dengan berlian asli yang harganya sudah pasti tak ternilai lagi makin memperindah jari mereka, lalu di tunjukannya ke hadapan semua orang.
Dan kini, mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami-istri yang di akui di agama dan negara.
Sorak sorai dan tepuk tangan para undangan kian menghiasi ruangan yang indah itu.
Kini para undangan dipersilahkan untuk mencicipi semua hidangan yang di sediakan di pesta itu, para pelayan yang di tugaskan untuk melayani para tamu pun kini mulai melakukan tugasnya.
Resepsi pernikahan akan dilangsungkan nanti malam, tepat jam delapan malam waktu London dan bertepatan di gedung itu.
Kai dan Lisa sampai lelah karena dari pagi sampai sore hari mereka telah mengganti baju sebanyak lima kali, dan akan mengganti pakaian lagi sebanyak lima kali lagi untuk resepsi nanti malam.
" Haahhhh. " lesuh Kai ketika merebahkan dirinya di kamar yang di sediakan di gedung itu.
" Pasti sangat melelahkan ya?. " tanya Enji.
" Sangat Enji. " ucap Kai lemas masih berbaring dan menutup matanya.
" Tuan Kai istirahat saja dulu sampai menunggu jam delapan malam, aku akan bilang pada pihak WO. " ucapnya yang merasa kasihan pada Tuan mudanya itu.
Kai hanya mengangguk sambil masih berbaring dan menutup matanya, ia terlihat sangat kelelahan.
Haripun berlalu dan tiba saatnya untuk acara resepsi pernikahan, Kai sudah dibangunkan oleh Enji dan bersiap di bantu oleh team WO.
Begitu juga Lisa yang berada di kamar yang berbeda tepat di depan kamar Kai, ia juga telah bersiap di bantu oleh team WO.
Akhirnya mereka berdua pun telah siap dengan gaun dan jas yang cantik dan tentu saja membuat mereka terlihat sangat menonjol di malam itu.
Kai keluar dari kamar di temani oleh Enji, sedangkan Lisa keluar dari kamar di temani oleh dua wanita dari team WO bersama Devan di sampingnya.
Ketika keluar dari kamar mereka pun langsung bisa saling bertatap muka karena kamar mereka memang saling berhadapan.
Kai yang memakai jas berwarna ungu kehitam-hitaman pun semakin terlihat gagah dan tampan, ia langsung mendekati Lisa dan menggandeng tangannya, begitu juga Lisa, ia memakai Gaun berwana ungu menyala yang serasi dengan jas yang digunakan oleh Kai.
Kemudian mereka turun kebawah untuk menghadiri acara resepsi pernikahan mereka bersama para tamu undangan yang lainnya.
Semua mata tertuju pada Kai dan Lisa ketika mereka mulai memasuki aula resepsi itu, bersama Enji dan Devan yang ikut berjalan di belakang mereka.
" Mereka serasi sekali. "
" Pasangan yang sempurna. "
" Andaikan itu aku, betapa bahagianya ya Tuhan. "
" Mereka membuatku iri. "
" Cantik dan tampan. "
Begitu kira-kira yang terdengar dari mulut para tamu, Kai dan Lisa memang terlihat sangat serasi dan terlihat sempurna, banyak mata tertuju pada mereka.
Merekapun menyambut para tamu undangan yang ingin berjabat tangan dengannya dengan senyum merekah, membuat mereka terlihat semakin indah.
" Selamat Tuan Kai dan Nyonya Lisa atas pernikahan kalian. " ucap rekan bisnis Kai bersama istrinya menjabat tangan Kai dan Lisa bergantian.
" Terimakasih. " ucap Lisa tersenyum sedangkan Kai ia hanya tersenyum dan mengangguk.
Tak semuanya bisa berjabat tangan langsung dengan kedua mempelai pengantin, bayangkan saja, tangan Kai dan Lisa akan kemper kalau sampai mereka menyalami semua tamu undangan yang jumlahnya ribuan orang itu.
Tiba saatnya untuk pesta dansa, pihak WO menyuruh Kai dan Lisa untuk dansa di aula yang sudah di sediakan disana.
Dengan berat hati Kai pun melakukan apa yang diminta oleh pihak WO.
Kurang ajar, bisa-bisanya aku mau di suruh-suruh oleh mereka. Kai.
Sedangkan Lisa, tentu saja ia menerima itu dengan senyuman yang merekah, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas di hari yang sangat spesial ini.
Mereka pun akhirnya berdansa dengan di iringi lagu yang romantis, semua orang pun ikut hanyut dalam suasana malam itu.
Semakin malam suasana pun semakin ramai, semua orang menikmati malam itu, begitu banyak suara tawa yang terdengar dalam ruangan itu.
" Apa kau lelah?. " tanya Lisa pada Kai, karena ia melihat sang suami hanya duduk saja tanpa bergabung bersama yang lain.
Kai yang tadinya berwajah lesu sambil menyenderpun langsung terlihat segar dan membenarkan dudukannya.
" Tidak!. " ucapnya melirik Lisa.
" Oh!, benarkah?, ku kira kau lelah. " ucapnya yang pura-pura salah duga pada suaminya, ia tau sebenarnya Kai sangat lelah, tapi ia menghargai usaha Kai yang juga berpura-pura tidak lelah didepannya dan di depan semua orang.
**
Haripun berlalu, jam menunjukan pukul dua pagi waktu London, kini giliran Lisa yang terlihat lelah, dan tanpa sadar ia pun sampai tertidur di kursi.
Kai yang baru sadar jika istrinya itu tertidur pun terkejut.
" Kenapa dia tidur disini!. " ucap Kai kaget.
Enji dan Devan yang juga melihat apa yang di lihat oleh Kai pun bergegas menghampirinya.
" Kenapa Nona Lisa tidur disini?. " tanya Devan, dan Enji pun ikut mengangguk sambil menatap tuannya meminta jawaban.
" Jangan tanya aku!, aku saja baru tau kalau dia tertidur!. " ucapnya kesal menatap Lisa dari ujung kaki sampai ujung kepala,
Devan yang pikirannya selalu ingin mengerjai orang pun langsung terpikir untuk mengerjai Tuan Mudanya.
" Ya sudah Tuan Muda tunggu apa lagi?, angkat Nona Lisa ke dalam, dia terlihat sangat lelah sekali, kasihan jika kita membangunkannya " ucapnya dengan senyuman tengilnya.
Enji yang tepat di sebelahnya pun langsung terkejut dengan ide gila yang di lontarkan oleh mulut Devan, begitu juga Kai ia sampai melotot pada Devan.
" Apa kau sudah gila!?. " ucapnya kesal yang menahan suaranya.
" Aku tidak mau!. " kekeuh Kai.
" Ck, ck, ck. " decak Devan sambil menggelengkan kepalanya.
" Apa kau mau, di malam pernikahanmu kau disebut SUAMI YANG KEJAM DAN TAK BERPERASAAN karena membiarkan istrinya tertidur di bangku pelaminan seperti ini dan membangunkannya untuk masuk ke dalam dengan berjalan kaki?, Tuan Muda aku rasa tidak!, kau harus menjaga nama baikmu kan? ikutilah perkataanku hmm?. " ucapnya dengan gaya menasehati sambil memejamkan matanya dan mengangguk- anggukkan kepalanya.
Enji hanya diam saja tanpa mau ikut campur dengan ocehan Devan.
Apa kau sudah bosan mengurus perusahaan Maheswara Group Devan? berani sekali kau bicara seperti itu!. Enji.
" Dasar Kau!!!!, hisss..haissh!! menyusahkan!. " pekiknya kesal setengah mati.
Dengan perasaan yang sangat terpaksa, Kai pun akhirnya mengikuti ucapan Devan, ia menggendong Lisa dari aula resepsi sampai ke kamarnya yang berada di atas.
" Hahh..haaahhh...Kau memang sangat menyusahkan dari awal!!. " ucapnya ngos-ngosan sambil merebahkan tubuh Lisa ke tempat tidurnya.
Kai lalu meninggalkan Lisa di dalam kamarnya, dan menemui dua orang kepercayaannya.
" Urus di bawah, aku mau istirahat. " titah Kai pada dua orang itu.
Enji dan Devan mengangguk bersamaan dan langsung pergi melaksanakan tugasnya.
**
LIKE KOMEN AND VOTE NYA DOOONGGGGG😚😚😚