KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
SURPRISE!!!!



Akhirnya, pesawat yang di tumpangi oleh Kai dan Enji pun landing di Bandar Udara Internasional Gimhae Busan, Korea Selatan.


Perjalanan yang mereka tempuh lewat udara kira-kira memakan waktu sampai sembilan jam lamanya, dan tentu saja itu membuat Tuan muda Kai lelah di tambah ia mendapatkan kejadian yang memalukan dan membuatnya sangat marah.


Setelah kejadian di pesawat itu, Kai berniat membeli sebuah pesawat pribadi untuk mengantarnya jika ia berpergian ke luar negeri.


Sebenarnya Enji sudah mengingatkannya saat itu untuk membeli pesawat pribadi saja agar memudahkan mereka untuk pulang pergi dari luar negeri, tapi Kai tak mendengarkannya ia mengatakan pesawat pribadi tak terlalu penting untuknya, jika sudah ada yang membuatnya nyaman itu sudah cukup, begitu pikirnya.


Tapi setelah kejadian itu, Kai berubah pikiran, ia menyuruh Enji untuk segera mempersiapkan pembelian pesawat pribadi untuknya.


" Kau segera siapkan pembelian pesawat pribadi ku, suruh orang mu untuk mengurusnya, aku ingin pulang di jemput oleh pesawat pribadi ku yang baru. " ucapnya sambil berjalan.


" Tapi Tuan, membeli pesawat pribadi itu tidak cukup satu hari, kita butuh..


" Aku tidak mau tau, kau pikir saja sendiri. " ucap Kai yang memotong ucapan Enji.


Enji hanya bisa menghela nafasnya, ia akan memikirkan permintaan Kai yang mendadak itu setelah ia bertemu dengan keluarga Yumame nanti.


Untung saja Enji punya teman di kota Busan itu yang bisa ia mintai tolong untuk mengurus penjemputan mereka dan mencarikan tempat penginapan yang cocok untuk tuan mudanya, plus mencarikan transportasi untuk mereka gunakan selama di Korea nanti, Jadi Enji tak usah repot-repot mengurusnya lagi.


Sesampainya di Hotel.


" Dia membantu juga. " ucap Enji yang sudah berada di kamar mewahnya.


Drrtt drrtt drrtt.


" Ya tuan?. "


" Kemari!. "


Tuutt tuutt.


" Haishh!!, orang ini!. " ucapnya kesal karena Kai sudah menutup teleponnya.


Tok tok tok


" Masuk!. "


" Ada apa tuan?. " tanya Enji.


" Duduk. " titahnya sambil mengusap-usapkan handuk kecil di rambut basahnya.


" Kau punya nomor telepon Tuan Han?. " tanya Kai menatap sekertarisnya.


" Punya, memangnya kenapa?. "


" Kau hubungi dia, katakan aku sudah berada di Busan. " ucap Kai menatapnya.


" Tapi katakan padanya, jangan beritahu pada gadis itu jika aku sudah disini. " ucapnya lagi.


" Memangnya kenapa?. " tanya Enji.


" Jangan banyak bertanya, lakukan saja!. " ucap Kai memelototinya.


" Baik. "


" Sekarang?. " tanyanya lagi, Kai tak menjawab ia hanya menatap sekertarisnya tanpa berkedip, dengan bergegas Enji langsung mengeluarkan ponselnya.


Tuutt tuutt..


" Sekertaris Enji!!, kau kemana saja?, aku menunggumu, tak ada yang menghubungi ku selama ini!!, bagaimana?, apa kau sudah bicara dengan Kai?. "


Rentetan pertanyaan yang ia dapatkan ketika panggilannya tersambung dengan Tuan Han.


" Tuan muda sudah berada di Busan tuan. " ucap Enji memberitahunya.


" APAA?!!, SUNGGUH??,, kau sedang tidak bercanda kan sekertaris Enji?. " pekik Tuan Han tak percaya dari balik telepon.


" Iya,, dia sedang beristirahat sekarang. " ucap Enji melirik Kai, dan Kai mengacungkan jempolnya.


" Ohh Tuhan!!, syukurlah,, aku sangat takut jika Kai tak mau datang kemari, aku akan beritahu Lisa tentang ini, pasti di..


Mendengar ucapan Tuan Han barusan Kai langsung melotot pada Enji.


" Tuan Han!, maaf sebelumnya, tapi Tuan Muda berpesan jika ia tak mau kedatangannya di ketahui oleh Nona Lisa. " ucapnya sambil menatap Kai.


" Kenapa?. " tanyanya dari balik telepon.


" Aku juga tidak tau, tapi sebaiknya kita turuti saja kemauannya tuan,, mungkin Tuan Muda ingin memberikan kejutan pada Nona Lisa. " ucap Enji sambil menahan senyumnya, dan tentu saja itu mengundang kemarahan dari Tuan mudanya.


DAAKK!


" Awww!!. " teriak Enji spontan karena kakinya di tendang keras oleh Kai.


" Kau kenapa Sekertaris Enji?. " tanya Tuan Han yang mendengar teriakan Enji.


" Ah,, tidak apa-apa, kaki ku hanya kesemutan tadi. " jawabnya berdalih sambil menahan sakit di kakinya.


" Oh, aku pikir kau terluka. "


" Baiklah, besok Tuan Kai akan ke rumahmu Tuan, jadi sekarang kau beristirahatlah, dan ingat, jangan sampai Nona Lisa tau ya, biarkan kedatangan Tuan Kai menjadi kejutan untuknya. " ucap Enji mengingatkan.


" Baik, terimakasih sekertaris Enji, dan sampaikan juga ucapan terimakasih ku pada Kai, kami akan menunggu kalian besok!. "


" Nanti saja berterimakasih nya jika kau sudah bertemu dengan Tuan Kai, baiklah,, aku tutup dulu telepon nya, selamat malam. " ucap Enji menutup sambungan telepon dengan Tuan Han.


" Hufftt,, beres. " ucapnya nyengir menatap Tuan mudanya.


Kai menatapnya dengan tatapan malas.


" Dasar!!, kenapa kau mengatakan itu tadi!!. " pekik Kai kesal.


" Mengatakan apa?. " tanyanya polos.


" Argh!!, sudahlah, sana!!, berbicara denganmu membuat ku kesal saja!. " ucap Kai mengusirnya.


" Yasudah,, aku menunggu kejutan mu untuk Nona Lisa Tuan Kai!!, selamat malam. " ucap Enji yang sudah berjalan meninggalkannya.


BRUKK!


" DASAR SIALAN!!. " teriak Kai melemparkan bantal sofa ke arahnya.


" Hahaha. " tawa Enji sambil berlari keluar.


**


" Ahh,,Syukurlah,, dia sudah berada di Busan Eden. " ucap Tuan Han memberitahu istrinya.


" Sungguh?!. " tanyanya tak percaya, dan Tuan Han mengangguk membenarkan.


" Tadi Enji menelepon, ia mengatakan jika Kai sudah berada di Busan, sekarang ia sedang beristirahat. " jawab Tuan Han menceritakan.


" Ohh!!, syukurlah, kita harus memberitahu Lisa soal ini Han. " ucap Nyonya Eden bersemangat.


" Jangan!, Enji bilang jika Kai tak mau keberadaannya di ketahui oleh Lisa. "


" Kenapa begitu?. " mengerutkan keningnya.


" Aku tak tau pasti, tapi tadi Enji bilang jika Kai ingin memberikan kejutan untuknya. " menatap istrinya.


" Kejutan?, kejutan apa?. " tanya Nyonya Eden.


" Aku tidak tau, sudahlah, kita berdoa saja semoga kejutan yang di berikan oleh Kai berdampak baik untuk puteri kita. " ucapnya berharap, dan di angguki oleh istrinya.


" Jadi kapan Kai akan kemari?. " tanya Nyonya Eden.


" Besok. " ucapnya tersenyum.


" Besok?!!. " terkejut, dan Tuan Han hanya mengangguk.


" Bersiaplah untuk tamu istimewa kita sayang. " ucap Tuan Han tersenyum menatap istrinya.


" Aku sungguh tidak sabar. "


*


Pagi pun tiba, terlihat kesibukan di kediaman Tuan Han, dan tentu saja itu menarik perhatian Lisa.


" Apakah akan ada acara?. " tanya Lisa yang melihat para pelayan membersihkan rumah secara bersamaan.


" Saya kurang tau Nona, Tuan dan Nyonya hanya menyuruh kita untuk membersihkan rumah saja. " jawab salah satu pelayan yang sedang membersihkan ruangan tamu.


Lisa hanya mengangguk mendengar jawaban dari pelayan itu, ia kemudian pergi dan berniat mencari mamanya.


" Lisa!. " teriak Nyonya Eden dari taman belakang.


Lisa menengok dan ia langsung menghampiri mamah dan papanya yang sedang duduk santai di taman itu.


" Kau sudah bangun sayang?. " tanya Nyonya Eden dan Lisa hanya mengangguk.


" Kemari, duduklah. " ucap Tuan Han.


" Ada apa?, kenapa rumah ramai sekali?. " tanya Lisa melirik kedua orang tuanya yang saling memandang.


" Ah, tidak ada apa-apa, itu kan kebiasaan sehari-hari, hanya saja mamah sedang ingin merapikan rumah agar lebih nyaman lagi. " ucapnya tersenyum menatap Lisa.


Lisa hanya mengangguk tanpa rasa curiga sedikitpun, sedangkan kedua orang tuanya sudah sangat takut jika Lisa sampai mengetahui kebohongan mereka.


Setelah itu Lisa langsung pergi meninggalkan Tuan Han dan Nyonya Eden, ia pergi ke kamarnya dan seperti biasa ia menghabiskan waktunya hanya di dalam kamar.


" Hufftt,, untung saja Lisa tak curiga. " ucap Nyonya Eden mengelus dadanya, dan Tuan Han hanya tertawa.


*


" Kenapa hidupku jadi seperti ini setelah pertemuan ku dengan lelaki dingin itu?, menyebalkan!, aku harap dia tak muncul lagi di dalam hidupku!. " ucapnya melamun mengingat pertemuan pertamanya dengan Kai di Indonesia kala itu.


Setelah pergi dari Indonesia, Lisa merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya, ia merasa kehilangan, entah apa yang hilang, yang jelas itu yang membuat dirinya menjadi seperti ini sekarang.


*


Pagi itu, Kai mengajak Enji untuk sarapan di luar, ia ingin melihat suasana kota Busan di pagi hari.


" Sudah lama sekali aku tak kesini. " ucapnya yang melihat suasana kota Busan yang pagi itu cukup ramai dari dalam mobilnya.


" Oh iya, Enji apakah kau sudah mengerjakan yang ku perintahkan?. " tanyanya melirik Enji dari belakang.


" Sudah, aku sudah menyuruh Devan untuk langsung ke perusahaannya. " jawabannya yang melirik Kai dari kaca spion dalam mobil.


" Lalu bagaimana?. " tanyanya.


" Seperti yang ku bilang, membeli pesawat itu tidak cukup satu hari Tuan, kita butuh waktu untuk membuat surat-surat kepemilikan dan surat ij..


" Sssttt!, katakan saja berapa lama aku harus menunggu!. " pekik Kai tiba-tiba yang memotong ucapan sekretarisnya.


" Devan bilang dua minggu, itu minimal, maksimalnya tiga sampai satu bulan. " ucap Enji memberitahunya.


" APA!?, kenapa lama sekali?. " ucapnya protes.


" Itu memang sudah kebijakannya Tuan, supaya mereka bisa menghindari permasalahan yang bisa timbul kapan saja. " ucap Enji.


" Enji!, bagaimana kalau kita sogok saja perusahaannya, supaya pembelian pesawat ku di percepat. " ucap Kai tiba-tiba yang membuat Enji langsung terkejut.


" APA!?, apa Tuan sudah tak waras?, itu akan membuat nama baik mu tercemar!. " pekik Enji yang tak habis pikir dengan pemikiran Tuan mudanya.


" LALU AKU HARUS BAGAIMANA?!!!, AKU BISA MENGGILA JIKA HARUS MENUNGGU SAMPAI SATU BULAN DI SINI!!. " pekik Kai meninggikan suaranya.


" Hmmppfftt,, ya sudah, akan aku usahakan. " pasrah Enji.


Akhirnya mereka sampai di restoran berbintang di kota itu, Kai dan Enji langsung masuk ke restoran dan duduk di tempat yang menurutnya nyaman.


Setelah tiga puluh menit mereka sarapan.


" Setelah ini mau kemana?. " tanya Enji sambil mengelap bibir tipisnya dengan serbet yang di sediakan disana.


" Menurutmu kemana?!!. " jawab Kai ketus, Enji hanya nyengir mendengar ucapan Kai barusan.


" Jangan seperti itu Tuan, nanti tampanmu hilang bagaimana?. " ucap Enji menahan senyum.


" Kau berani meledekku?, dasar sekertaris kurang ajar!. " ucap Kai menatapnya tajam.


" Hahaha,, aku hanya bercanda Tuan. " ucap Enji yang sudah tak bisa lagi menahan tawanya.


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan restoran itu dan menuju ke kediaman Tuan Han.


Di mobil..


" Kau tau arah ke rumahnya?. " tanya Kai pada Enji.


" Tau, semalam Tuan Han mengirimkan alamatnya kepadaku. " ucap Enji santai, dan Kai hanya mengangguk.


Setelah satu jam lamanya, akhirnya Kai dan Enji tiba di kediaman Tuan Han, terlihat kedua orang itu sudah menunggu Kai keluar dari mobil mewahnya.


" Selamat datang Kai. " sapa Nyonya Eden dan Tuan Han bersamaan, lalu mereka menghampirinya.


" Terimakasih Tuan, Nyonya. " jawabanya tersenyum.


" Sekertaris Enji, senang akhirnya kita bisa bertemu lagi. " sapa Tuan Han mengajaknya berjabat tangan dan langsung di sambut olehnya.


" Saya juga senang Tuan. " jawabnya tersenyum ramah.


" Ayo, kita mengobrol nya di dalam saja. " ucap Nyonya Eden mengajak para tamunya untuk masuk.


Mereka cukup lama mengobrol ringan, sampai Kai mengucapkan sesuatu yang membuat suasana di ruangan itu menjadi serius seketika.


" Sebenarnya tujuan anda menyuruh ku untuk datang kemari apa Tuan Han?, maaf jika aku kurang sopan. " ucap Kai menatap Tuan Han dan Nyonya Eden.


Enji ikut menatap kedua orang itu, Nyonya Eden dan Tuan Han juga saling memandang.


Tuan Han mulai menceritakan awal mula sikap Lisa sampai seperti ini, ketika kepulangannya dari Indonesia kala itu. Ia menceritakan perbedaan sikap Lisa saat dulu dan sekarang. Cukup lama Tuan Han berbicara, sampai akhirnya...


" Dimana dia?. " tanya Kai melihat sekelilingnya.


" Dia menghabiskan waktunya mengurung diri di dalam kamar. " ucap Nyonya Eden kembali sedih.


" Apa aku boleh melihatnya?. " tanya Kai santai.


Tuan Han dan Nyonya Eden saling memandang, begitu pula dengan Enji yang heran melihat sikap Kai saat ini.


" Tuan?. " ucap Enji menatapnya.


" Kenapa?, aku hanya ingin melihatnya saja,, itu juga kalau boleh, tujuan mu kan mempertemukan ku dengan dia, lalu kenapa kau malah aneh jika aku ingin menemuinya?. " ucap Kai menatap Enji.


" Tentu saja, aku akan mengantar mu ke atas. " ucap Nyonya Eden tersenyum dan ia beranjak dari dudukan nya.


Kai dan Enji mengikuti Nyonya Eden dari belakang, sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar Lisa.


" Terimakasih Nyonya, kau tunggu saja di bawah. " ucap Kai tersenyum ramah.


" Aku percaya padamu Kai. " ucapnya tersenyum menepuk pundak Kai, dan Kai hanya mengangguk, lalu Nyonya Eden pergi meninggalkannya.


" Apa kau sungguh-sungguh Tuan?. " tanya Enji menatapnya, tapi Kai tak menjawab ia hanya menatap Enji lalu menarik nafasnya dalam.


CKLEK!


Kai mulai masuk ke dalam kamar Lisa, tapi ia tak menemukan apapun selain barang-barang yang tertata rapih di kamar itu.


" Dimana dia?. " ucap Kai celingak celinguk mencari keberadaannya. Sampai tiba-tiba...


CKLEK..


Kai yang mendengar suara pintu terbuka pun langsung membalikan badannya, dan betapa terkejutnya ia melihat sosok wanita yang sedang di carinya sedang mematung dengan mata melotot tajam ke arahnya.


Maaf baru up gaes hehe,, selamat membaca ya, jangan lupa buat LIKE 👍 KOMEN 😍 and VOTE 😘