KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
MENUJU PERNIKAHAN



Ketika hidangan Lisa sudah di letakan di meja makan, ia pun mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan nya pada Manager Earth, pada pelayan dan Koki yang masih terjaga itu.


Lisa menyuruh mereka untuk tidur dan tak usah menemaninya, mereka sempat menolak, tapi bukan Lisa namanya jika ia kehabisan akal untuk membujuk seseorang.


Akhirnya para pelayan dan Koki itupun menuruti perintahnya, walau agak sedikit kejam karena Lisa mengancamnya, Lisa mengancam jika ia akan mengatakan pada pimpinan mereka, jika pelayanan di hotel ini sangat buruk terhadap ia dan keluarganya.


Sontak saja para pelayan dan Koki itupun gelagapan karena ancaman Lisa, mereka sempat bingbang ketika Lisa meminta mereka untuk memilih antara menuruti perintahnya untuk tidur, atau tetap pada prinsipnya yang akan tetap menemani Lisa dan melayaninya dengan konsekuensi nya Lisa akan mengadu pada pimpinan mereka.


Mereka pun pamit pada Lisa dengan perasaan yang tak enak, walau bagaimana pun Lisa adalah tamu yang harus dilayaninya, tapi perlu di ingat, mereka hanyalah pelayan yang hanya bisa menuruti perintah majikannya, lagi pula ini semua bukan atas keinginannya, tapi atas keinginan tamu yang di prioritaskan nya begitu pikirnya.


Kini Lisa hanya seorang diri di ruang makan yang sangat luas itu, oh ralat!,, di hotel yang sangat luas itu.


Sebenarnya pegawai hotel yang bekerja tak berkurang satupun, hanya saja setelah Kai membooking hotel, mereka bekerja menggunakan metode Sip, ada Sip Pagi dan Sip malam. Tapi setelah para tamu undangan sudah tiba nanti, Para seluruh pekerja hotel akan di pekerjakan secara bersamaan untuk melayani para tamu undangan Kai dan Lisa nanti.


" Nona Lisa!. " panggil Enji tiba-tiba yang sontak saja membuat Lisa terkejut seketika.


" Aishh!!, yaa!!, sekertaris Enji, kau mengagetkan ku tau!. " ucapnya memonyongkan bibir mungilnya sambil mengelus-elus dadanya.


" Oh, aku minta maaf Nona. " ucap Enji panik dan berlari menghampirinya dengan wajah khawatir.


" Apa kau baik-baik saja?. " tanya Enji menatapnya dengan perasaan yang bersalah.


" Tidak papa, aku baik-baik saja, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya, aku terkejut. " ujarnya.


" Hehehe, maaf Nona, aku juga terkejut melihat mu duduk sendirian disini, tumben, kenapa sepi sekali?, kemana para pelayan hotel?, apa kau tidak di layani dengan baik?. " ucap Enji sambil menoleh ke sekelilingnya tapi ia tak menemukan apapun selain benda-benda mati yang terpajang disana.


" Ah, tidak, aku dilayani dengan sangat baik ko, hanya saja aku menyuruh mereka semua untuk segera tidur, aku kasihan melihat mereka, mereka terlihat sangat kelelahan sekali sekertaris Enji. " ucapnya.


Enji hanya tersenyum mendengar ucapan Lisa barusan.


" Kenapa kau tersenyum ?, apa aku terlihat se dermawan itu nya, sampai kau tak bisa berkata-kata. " ucapnya dengan senyum tengil.


" Apa aku boleh duduk?. " tanya Enji, dan Lisa pun mengangguk.


" Nona Lisa, apa kau tau, berapa banyak uang yang di keluarkan oleh Tuan Kai untuk menyewa hotel ini? . " tanya Enji menatapnya.


" Entah, tapi aku menduga bisa sampai ratusan atau miliyaran rupiah. " ucapnya sambil melihat seisi hotel itu.


" Biar aku beritahu. "


" Tuan Alden hanya memberikan lima puluh persen dari harga sewa biasanya, ia rekan bisnis Tuan Kai, jadi ia mengurangi biaya sewa hotel ini, tapi Tuan Kai menolak, alasannya cukup konyol, haha, ia takut jika biaya sewanya berkurang, maka pelayan di hotel ini juga berkurang. "


Lisa mengerutkan keningnya ia masih diam menyimak apa yang di ceritakan oleh Enji.


" Tapi kau tau Nona, ini yang paling aku kagumi dari Tuan Kai, di balik sikap dingin dan cueknya, ia lelaki yang sangat dermawan dan baik hati. " ujarnya.


" Ia tetap bersikukuh untuk membayar biaya sewa dengan harga normal, dan ia juga membayar tiga kali lipat seluruh pelayan di hotel ini. " ucapnya tersenyum melirik Lisa.


Apa?, pantas saja, wajah-wajah itu?...


Sontak saja Lisa yang mendengar ucapan Enji itu langsung tertunduk malu sambil memonyongkan bibir mungilnya.


" Aku hanya kasian melihat mereka yang bekerja seharian, mereka terlihat sangat letih, lagi pula ini sudah waktunya untuk tidur, tapi mereka malah bangun dan bekerja untuk melayani kita di malam yang sudah sangat larut ini. " ujarnya membela.


" Aku mengerti, tapi untuk hari ini saja ya, karena Nona sudah tau, jadi jangan pernah merasa tidak enak lagi pada mereka, Tuan Kai tau persis apa yang harus di lakukannya, ia tidak akan menyiksa seseorang yang bekerja keras untuk melayaninya dengan cara rendahan, ia akan membayar sebanyak keringat yang di keluarkan oleh orang-orang yang bekerja untuknya. " ucapnya tersenyum menatap Lisa.


Benar juga pikirnya, para pelayan hotel tidak mungkin masih melayani para tamunya setelah jam kerjanya sudah habis kalau tidak ada perjanjian dan persetujuan dari kedua belah pihak, bahkan manajer hotel pun sampai ikut turun tangan untuk melayaninya.


Lisa mengangguk mengerti, lalu ia melanjutkan makan malamnya di temani oleh Enji, setelah itu mereka pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat di malam yang semakin larut itu.


***


Tak terasa hari begitu cepat berganti, besok adalah hari bahagia dimana Kai dan Lisa akan melangsungkan pernikahannya.


Para tamu undangan yang diundang dalam acara pernikahan Kai dan Lisa pun sebagian sudah ada yang berada di hotel, dan sebagian juga masih ada yang masih berdatangan.


Pihak hotel sampai kewalahan karena tamu undangan ya di perkirakan tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan.


" Tuan Kai, sepertinya kita harus mengalihkan sebagian tamu undangan ke hotel yang lain, karena disini sudah hampir penuh, saya juga takut kalau nanti terlalu ramai bisa mengganggu kenyamanan anda dan keluarga. " ucap manajer Earth memberitahu.


Kai juga berpikir demikian, ia tak habis pikir pada kedua orang tuanya, ia juga tak tau kalau tamu yang di undang ke acara pernikahannya akan sebanyak ini.


" Ya, Alihkan sebagian para tamu undangan, dan juga para tamu yang masih dalam perjalanan kemari, kau carikan hotel yang terbaik, dan pelayanan yang bisa memuaskan mereka semua, pokonya carikan saja hotel yang paling terbaik di kota ini. " ucap Kai memerintahkannya.


Manajer Earth pun paham dan dengan segera mencarikan hotel terbaik sesuai permintaannya.


" Astaga, aku tak tau kalau Tuan dan Nyonya akan mengundang semua rekan bisnis mereka sebanyak ini. " ucap Enji sampai menganga dengan menggelengkan kepalanya ketika melihat ramainya halaman hotel dari jendela dalam kamar Kai.


" Lihat Tuan, mobil mereka sampai harus di parkir kan di halaman hotel karena sudah tidak muat. " imbuhnya.


" Untung kau berada di lantai paling atas, jika tidak, aku tak tau apa yang akan terjadi padamu. " ucap Enji lagi.


"Haishhh, apa kau bisa diam ENJI!. " ucapnya meninggikan intonasi suaranya karena sudah kesal pada sekertaris nya yang banyak bicara itu.


Enji yang juga merasa kalau dirinya banyak bicara itupun hanya nyengir saja dengan wajah tanpa bersalahnya.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba suara ketokan pintu kamar Kai pun terdengar, dan dengan sigap Enji pun langsung mengeceknya.


Tok.. tok..


Ckelek....


PLATAK!..


LIKE KOMEN VOTE jangan lupa 😉