KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
AWAL MULA.



Lamunan Tuan Han buyar seketika karena tiba-tiba beberapa orang menghampiri meja mereka dan menyajikan beberapa makanan yang sangat menggugah selera.


" Selamat datang Tuan Han, saya merasa tersanjung sekali anda bisa mampir ke restoran kami ini, sudah lama sekali kita tidak bertemu ya, tapi kau tetap terlihat tampan dan gagah, walau,, mmm,,, sudah tak muda lagi. " sapa seorang lelaki paruh baya menyapa Tuan Han.


Tuan Han hanya tersenyum kecut sambil melihat beberapa pegawai restoran itu menyajikan makanan nya dengan apik.


" Oh iya,, perkenalkan ini Tuan Kai, pengusaha muda yang sukses dan tentu saja tampan. " ucap Tuan Han mengenalkan Kai pada lelaki paruh baya itu.


Kai tersenyum dan beranjak dari dudukan nya ia memperkenalkan dirinya yang di ikuti oleh Sekertaris nya.


" Saya Kai tuan, senang bertemu dengan anda. " ucap Kai sopan sambil membungkuk.


" Saya Enji, Sekertaris pribadi Tuan Kai. " ucap Enji yang juga ikut membungkuk.


" Waahh, tampan-tampan sekali ya, aku jadi iri, hehehe,, saya Matteo Chef utama di restoran ini tuan-tuan senang bertemu dengan kalian. " ucap lelaki paruh baya itu yang di ketahui bernama Matteo Chef utama di restoran tersebut.


Kai dan Enji tersenyum lalu mereka duduk kembali ke kursinya.


" Baiklah, sudah perkenalannya, sekarang beritahu aku, kau menyajikan makanan apa saja ini?. " ucap Tuan Han sambil melihat makanan yang sudah tersaji di meja makan tersebut.


" Baiklah, karena kali ini pelanggan kami orang-orang istimewa jadi hidangannya juga harus istimewa bukan?. " tanya chef Matteo.


" Haishh,, kau terlalu berbelit-belit Matteo, cepat katakan saja makanan apa ini!. " ucap Tuan Han yang seperti orang sudah kelaparan setengah mati.


" Hehehe,, sepertinya kau ingin cepat-cepat memakan masakan ku ya Tuan Han. " ledek chef Matteo.


Tuan Han hanya berwajah masam dengan tatapan malas menatap Matteo.


Melihat wajah Tuan Han seperti orang yang sudah kesal setengah mati, membuat chef Matteo langsung bertindak cepat dan langsung memperkenalkan masakan apa saja yang di hidangkan untuk para tamu istimewa nya itu.


Setelah mendengar chef Matteo mempresentasikan masakannya, Tuan Han,Kai dan para Sekertaris nya itu langsung melahap makanan tersebut tanpa bertanya apapun lagi.


Acara makan bersama itu di penuhi dengan obrolan ringan dan kadang-kadang Tuan Han juga menyelipkan beberapa lelucon agar suasana semakin nyaman dan penuh kekeluargaan.


Setelah selesai makan, dan di akhiri dengan hidangan penutup, mereka kembali berbincang.


Mereka menghabiskan waktunya untuk berbincang dan tertawa bersama sepanjang hari, walaupun ini kali pertamanya bagi kedua pembisnis itu bertemu, tapi mereka semua terlihat akrab layaknya seorang teman.


Tak terasa matahari sudah hilang dan digantikan oleh cahaya bulan yang terang benderang di gelapnya malam.


Tuan Han, Kai, Enji, dan Kim Hyun pergi meninggalkan restoran itu.


" Sungguh menyenangkan ya bergabung dengan anak muda, aku jadi terasa seumuran kalian berdua. " ucap Tuan Han sambil menunjuk Kai dan Enji.


Kai dan Enji hanya tertawa begitu pula dengan Tuan Han dan Sekertaris Kim. Mereka ber empat benar-benar menikmati hari itu. Terlihat dari rona wajah dan suara tawa yang lepas seakan tak mempunyai beban.


" Aku harap kita bisa bertemu lagi Tuan Kai, sepertinya akan menyenangkan jika kita berbincang sambil berpesta barbeque, kau tidak keberatan kan?. " tanya Tuan Han dengan menaikan salah satu alisnya.


" Tentu saja, aku akan kabari kau lagi jika waktu ku senggang. " jawab Kai dengan tersenyum.


Tuan Han ikut tersenyum dan mengangguk, ia mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan dengan Kai, tanda perpisahan dan rasa terimakasih nya karena hari ini.


Kai menyambut uluran tangan Tuan Han dan menggenggam nya dengan mantab.


" Wahh, aku suka pria yang berjabat tangan dengan mantab!. " ucap Tuan Han lagi memuji.


Kai hanya tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya.


" Kau akan langsung pulang ke Indonesia Tuan Kai?. " tanya Tuan Han.


" Ahh, tidak Tuan Han, aku mungkin akan tinggal beberapa hari lagi di sini karena kebetulan aku mempunyai usaha juga di sini, dan aku berniat untuk mengeceknya. " jawab Kai ramah.


" Wahh, benarkah?,, Kim lihatlah Tuan Muda ini, mungkin dia bisa jadi saingan kita, usahanya bahkan berada di mana-mana!. " pekik Tuan Han kaget, karena ia tak tau jika Kai mempunyai bisnis juga di Negri Kincir Angin itu.


Kai hanya tersenyum manis, sedangkan Enji tersenyum dengan menampakkan gigi rapih nya.


" Baiklah, sepertinya kita akan berpisah sampai di sini Tuan Kai, karena aku akan langsung pulang ke Korea Selatan, aku sangat tersanjung bisa menghabiskan waktu bersamamu. Jaga dirimu ya. Aku pamit, terimakasih kebersamaannya. " ucap Tuan Han langsung berjalan dan berpaling meninggalkan Kai dan Enji.


Bahkan mereka berdua belum sempat membalas ucapan Tuan Han, karena ia langsung pergi begitu saja.


" HATI-HATI TUAN!!. " teriak Enji lantang yang sontak membuat Tuan mudanya itu langsung mengangkat kedua tangannya dan meletakkan di antara kedua telinganya.


Tuan Han hanya mengangkat tangannya tanpa menoleh lagi ke belakang. Kai dan Enji masih di tempat itu sambil melihat mobil yang di tumpangi oleh Tuan Han dan Sekertaris Kim menghilang.


Setelah kepergiannya Tuan Han, Kai dan Enji memasuki mobil mewah nya itu dan langsung meninggalkan tempat tersebut.


Enji melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang masih ramai itu menuju rumah mewah milik Tuan mudanya.


" Enji!. " ucap Kai tiba-tiba.


" Ya Tuan?. " jawab Enji sambil melirik kaca spion depannya itu, agar bisa melihat Tuan mudanya.


" Menurutmu, Tuan Han itu aneh tidak?. " tanya Kai sambil menyenderkan kepalanya ke kursi mobil yang empuk itu.


" Aneh?, aneh bagaimana maksudnya tuan?. " jawab Enji sambil mengerutkan keningnya.


" Kau tak ingat?, tadi sebelum pergi Tuan Han sempat mengatakan pada ku jaga dirimu, apa menurutmu itu tidak aneh?. Untuk seseorang yang baru saja di kenalnya, bahkan sehari pun tidak, kita hanya bertemu ketika jam makan siang, dan ia mengatakan hal itu padaku?, menurutku itu aneh!. " ucap Kai mengeluarkan pendapat nya.


Enji hanya diam, mencerna apa yang Tuan mudanya itu katakan.


" Menurutku, mungkin saja dia sudah merasa nyaman padamu Tuan, dan ku lihat tadi, sepertinya dia ingin sekali akrab denganmu, apa kau juga merasakannya?. " tanya Enji melirik lagi Tuan mudanya.


" Ya, mungkin kau benar, tapi tetap saja, aku merasa ada sesuatu pada Tuan Han. " ucapnya lagi yang kini dengan nada sedikit gelisah.


Enji hanya tersenyum melihat Tuan mudanya itu gelisah, ia juga tak menyangka jika feeling Kai sangat kuat. Jika sedikit saja salah berucap, mungkin Kai akan tau semuanya.


Selama perjalanan Kai terus memikirkan Pendapat-pendapatnya yang tiba-tiba muncul dalam kepalanya. Tentang sesuatu yang di rasakan nya pada Tuan Han.


Ada apa ya?, kenapa aku merasa jika Tuan Han memiliki maksud mendekatiku, apa yang dia rencanakan?, apa dia licik? tapi dari tampangnya dia tipe orang yang dapat dipercaya!!, aarrgghhh,, ada apa denganku?!! kenapa di kepalaku bermunculan hal-hal yang tak masuk akal?!!! sial sial, sial!!!!!.


Batin nya terus berkecamuk dengan hal-hal yang terus bermunculan dalam pikirannya.


Sedangkan Enji seperti tak ingin ikut campur dengan batin dan pikiran Kai yang sedang kalut itu, Sekertaris itu sangat menikmati alur dan tokoh yang diperankan nya. Tanpa memikirkan orang yang sudah masuk dalam perangkap nya.


Setelah beberapa jam perjalanan yang di tempuh oleh mereka, akhirnya mereka sampai di rumah mewah dengan desain bangunan Belanda modern. Rumah mewah yang sengaja di beli oleh Kai itu mempunyai 2 lantai dengan pemandangan yang di penuhi pepohonan hijau dan beberapa kebun bunga yang sangat terawat.


Kai membeli rumah itu bukan semata-mata hanya ingin menambah koleksi rumah mewahnya,mengingat ia mempunyai beberapa usaha di berbagai negara, membuatnya harus membeli tempat untuk berteduh dan melepaskan lelahnya karena penerbangan dari Indonesia ke luar negeri itu membutuhkan waktu yang cukup lama.


Walaupun Kai mempunyai orang kepercayaan di setiap usahanya di berbagai negara, tapi Kai tetap selalu mengontrol bisnisnya itu, dari satu negara ke negara lainnya. Membuat Kai jarang sekali berada di Indonesia.


Sesampainya di rumah mewah itu, Kai dan Enji di sambut oleh paman dan bibi yang merawat rumahnya selama ini.


" Selamat datang Tuan Kai, lama tak berjumpa, bagaimana kabarmu?. " tanya bibi pengurus rumah.


" Aku baik bibi, bagaimana kabar kalian?. " ucap Kai ramah.


" Kami sangat baik Tuan, apalagi ketika kami mendengar anda akan berkunjung ke rumah anda ini, kami sangat antusias." jawab paman pengurus rumah.


" Sepertinya kalian sangat merindukan Tuan Kai ya?, apa kalian tak merindukan aku juga?." tanya Enji dengan memasang wajah imutnya.


Kai hanya tersenyum, sedangkan bibi dan paman pengurus rumah terlihat tak enak hati pada Enji.


" Tentu saja Tuan Enji, selamat datang. " sapa bibi sambil tersenyum meringis menahan malu.


Enji tertawa, karena sebenarnya ia hanya bercanda dan malah di anggap serius oleh mereka berdua. Sekarang gantian Enji yang tak enak hati.


" Hehehe,, aku hanya becanda bibi, kau jangan anggap serius begitu!. " ucap Enji terkekeh sampai mata nya hilang tertutup oleh pipi karena mulutnya tertawa dengan lebar.


Kedua pengurus rumah itu hanya mengangguk dan tersenyum.


Setelah selesai sapa menyapa, kini mereka semua mulai memasuki rumah mewah itu. Ketika Kai masuk, senyuman terpancar di wajah tampannya saat melihat suasana dalam rumah itu.


" Bersih dan rapih, aku suka, terimakasih karena telah merawat rumah ini bibi Wilma, paman Larry. " ucap Kai tersenyum sambil membungkuk pada dua orang yang lebih tua darinya itu.


Bibi Wilma dan paman Larry balas tersenyum dan ikut membungkuk pada Tuan mudanya itu. Mereka merasa di hormati walau hanya seorang pembantu di rumah itu, tapi sikap dan perlakuan Kai pada mereka, membuat mereka berdua merasa di hargai walau hanya seorang pesuruh, karena itu mereka menaruh rasa hormat yang sangat tinggi pada Kai.


" Itu memang sudah kewajiban kami Tuan, dan harusnya kami yang berterimakasih padamu karena kau sudah mengijinkan kami bekerja untukmu. " ucap paman Larry yang di angguki oleh bibi Wilma.


Kai hanya tersenyum begitu pula dengan Enji. Enji merasa sikap Tuan mudanya itu membuat setiap orang yang sedang berbicara padanya menaruh rasa hormat dan kasih sayang karena kebaikan dan kbijakan nya dalam berucap.


Namun, entah kenapa sampai saat ini pun Enji tak tau kenapa sikap Kai berbeda ketika bertemu dengan lawan jenis yang seumuran dengannya.


Sikap Kai sangat berbeda jauh ketika ia bersikap pada seorang wanita, sikapnya yang baik dan bijak dalam berucap, tak bisa ia lakukan ketika bersama dengan wanita.


Malah sikap dingin dan frontal nya yang ia tunjukan pada para wanita yang mencoba mendekatinya.


Membuatnya susah berteman dengan lawan jenis apalagi mempunyai kekasih.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Like and komen nya jan lupa yaaa 🥰