
PLATAK!
" Awww.. " pekik Enji yang terkejut ketika keningnya tak sengaja di ketuk oleh orang itu.
" Hahaha.. rasakan kau, hahaha. "
Enji yang kesal setengah matipun membalas perbuatan orang itu dengan menyentil keningnya.
PLATAK!
" Aawww. "
" Hahaha..rasakan kau, hahaha. " tawanya terbahak kala berhasil membalas perbuatan orang itu.
Devan yang kesal setengah matipun langsung masuk ke dalam yang dengan sengaja menyenggol tubuh Enji sampai ia terdorong ke belakang.
" Hey!! Hey!!. " teriak Enji menghentikan Devan yang menerobos masuk menemui Tuan Mudanya.
" Selamat pagi Tuan Kai. " sapa Devan yang sudah menemukan Kai yang sedang duduk santai di sofa dalam kamarnya.
" Bagaimana kabar anda?. " sambungnya.
" Devan?!!. " pekik Kai yang terkejut setengah mati sampai matanya melotot.
" Sedang apa kau disini?. " tanyanya yang sudah berdiri berhadapan dengan Devan.
" Tentu saja aku ingin menjadi saksi penyatuan cinta tuan mudaku. " jawabnya nyengir sambil menaikan kedua alisnya dengan gaya tengil.
Kai sampai terdiam, ia melirik Enji berniat meminta jawaban atas pertanyaannya, tapi sepertinya sekertaris pribadinya pun tak mengetahui kedatangan Devan.
" Hey! Siapa yang mengundangmu kesini?. " tanya Enji menunjuknya.
" Aku diminta langsung oleh Tuan besar untuk datang kesini, apa beliau tidak mengatakannya pada kalian?. " tanya Devan melirik kedua orang di hadapannya, dan keduanya pun menggelengkan kepala tanda tak tau.
" Apa?!!, jadi kalian tidak tau?, jangan-jangan , kalian juga tidak tau ya jika semua orang-orang dibawah naungan Maheswara Grup juga di undang untuk menghadiri acara pernikahan Tuan Muda?, bahkan Tuan Besar sendiri yang menanggung semua akomodasi seluruh karyawan Maheswara Grup. " ucap Devan menggebu-gebu menceritakan semua yang di ketahuinya.
" APA?!!!. " pekik Kai dan Enji terkejut setengah mati, mereka tak menyangka jika Tuan Adiwijaya mengundang tamu sebanyak itu, belum lagi tamu-tamu istimewa yang lainnya.
" Waahh, Tuan Muda, apa mungkin Tuan besar juga menyewa 10 hotel tanpa sepengetahuan mu?. " ucap Enji membayangkan.
Kai sampai memijat keningnya, ia tak habis pikir pada papanya itu.
**
" Dy-na-na-na, na-na, na-na, eh
Dy-na-na-na, na-na, na-na, eh
Dy-na-na-na, na-na, na-na, eh
Light it up like dynamite.... "
Ucap Lisa yang terus menyanyikan lagu dari boyband ternama BTS asal Korea Selatan itu, sambil menari-nari di depan cermin dalam kamarnya.
Rasa bahagia tak bisa di sembunyikan lagi di wajahnya, wajahnya yang cantik kian berseri-seri kala hari bahagianya telah menunggunya besok pagi.
TOK.. TOK.. TOK..
Tiba-tiba suara ketukan pintu kamarnya pun berhasil membuatnya menghentikan aktifitas nya itu.
" Siapa?. " tanya Lisa memastikan.
" Ini mama sayang. " jawab Nyonya Eden dari luar.
" Masuk saja mah. " ucapnya.
Nyonya Eden akhirnya masuk ke dalam kamar Lisa, dengan wajah dan perasaan bahagia menyelimuti nya.
" Apa kau sedang mendengarkan musik dari BTS lagi?. " tanya Nyonya Eden yang menduga kebiasaan anaknya itu.
" Hehehe. " tawa Lisa sambil mengangguk.
" Mama kan tau aku sangat menyukai mereka, mulai dari musik, album, lighstick, dan banyak lagi, aku bahkan menyukai orangnya juga. " tertawa geli membayangkan kala dirinya waktu itu mengikuti fansign tahun lalu.
Sedikit bocoran, Lisa adalah penggemar berat BTS, dia juga ikut membuat kartu membership yang biasanya digunakan sebagai kartu tanda anggota ARMY.
Lisa juga tergabung dalam sebuah grup ARMY internasional yang berasal dari berbagai negara, dan sebagian besar temannya adalah sesama ARMY yang berbeda negara dengannya. Setiap satu tahun sekali, mereka akan mengadakan sebuah pertemuan yang biasanya di selenggarakan di negara yang berbeda. Misalnya, tahun ini Lisa yang akan menjadi Tuan rumahnya maka seluruh anggota ARMY yang tergabung di grup itu harus datang ke Korea untuk menghadiri pertemuan itu, dan satu tahun yang akan datang mereka akan pergi ke negara yang berbeda lagi, begitu juga seterusnya.
**
" Lisa, kau boleh mengagumi siapapun, tapi mama harap jangan terlalu berlebihan ya, apalagi sekarang kau akan menjadi seorang istri, kau harus lebih menjaga perasaan suamimu nanti, dan kau juga harus memprioritaskan suami dan anak-anak mu suatu saat nanti, jaga perasaan suamimu, kau juga harus melayani suami dan anak-anakmu dengan baik, ya sayang. " ucap Nyonya Eden membelai rambut Lisa, mengingat besok adalah hari dimana ia dan suaminya akan melepaskan anak semata wayang mereka dengan lelaki yang dicintainya untuk menjalani kehidupan yang sesungguhnya.
Lisa hanya tersenyum sambil menatap wajah wanita yang sangat di cintainya itu.
" Terimakasih telah merawatku, membesarkanku dan menyayangiku dengan sepenuh hatimu, aku harap mama dan papa tetap sehat, dan menyaksikan gadis mu ini hidup bahagia bersama keluarga kecilnya, aku selalu mengharapkan doa-doa darimu untuk kebahagiaanku mah. " ucap Lisa dengan suara teduh menatap wajah mamanya dengan tulus sambil berlinang air mata.
Nyonya Eden yang juga ikut sedih tak bisa lagi membendung air matanya, ia menangis terisak bersama Lisa dalam pelukannya.
***
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu banyak orang pun tiba. Hari ini, adalah hari dimana Kai dan Lisa akan saling bertukar cincin di depan orang tua mereka dan di saksikan oleh ribuan tamu undangan. Hari yang sangat mendebarkan seumur hidupnya, Kai dan Lisa pun tak bisa menutupi rasa gugup mereka.
Hari itu semua penghuni hotel mewah pun pergi menuju ke tempat di langsungkannya pernikahan Kai dan Lisa tepat di sebuah gedung mewah berlantai tiga di kota London itu.
Kai dan Lisa pergi bersama menggunakan mobil mewah ditemani oleh Enji dan Devan yang akan menemani mereka ketika hendak memasuki gedung nanti.
Sedangkan Tuan Adiwijaya, Nyonya Dita, Tuan Han, dan Nyonya Eden, mereka di antar oleh supir pribadinya masing-masing.
*
Sesampainya di halaman Gedung mewah itu, terlihat orang-orang dari team WO menghampiri mobil Kai dan Lisa mereka menyambut sang kedua mempelai pengantin dengan ramah.
Enji dan Devan segera turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Kai dan Lisa.
" Selamat datang Tuan Kai, Nona Lisa. " ucap ketua dari team WO tersebut, ia juga tersenyum dan membungkuk pada Enji dan Devan yang berdiri tepat di belakang Tuan dan Nona mudanya.
" Langsung saja, kita masuk kedalam Tuan, Nona. " ucapnya lagi, lalu mereka di tuntun oleh orang-orang dari team WO ke tempat ruang tunggu untuk sang pengantin.
Sesampainya di ruang tunggu, team WO memberitahu arahan-arahan untuk Kai dan Lisa selama upacara pernikahan nanti agar mereka tak melakukan kesalahan selama upacara pernikahan di langsungkan.
Kai dan Lisa mengerti dengan apa yang di beritahukan nya pada mereka, akhirnya orang dari team WO pun mohon pamit keluar untuk mengecek apakah upacara pernikahan sudah bisa di langsungkan atau belum.
Kai dan Lisa di tinggalkan di dalam ruang tunggu bersama Enji dan Devan yang menemani mereka.
" Waahhh, kalian terlihat sangat serasi sekali. " ucap Devan dengan mata berbinar dan senyum mengembang dibarengi anggukan dari Enji.
" Benar, kalian terlihat sangat cocok, cantik dan tampan, aku sampai terpesona. " timpal Enji bersemangat.
" Apa kalian bisa diam?, kalian berisik sekali!. " ucap Kai sedikit kesal. Sepertinya pujian-pujian yang di lontarkan oleh Enji dan Devan tidak mempan pada Tuan Muda yang dingin itu.
Tiba-tiba Kai berdiri dari dudukannya, sontak saja membuat orang-orang yang berada di dekatnya kebingungan dan bertanya-tanya.
" Mau ke mana?. " tanya Lisa spontan yang terkejut melihat Kai sudah berdiri.
Kai hanya melirik nya saja tanpa menjawab pertanyaan dari calon istrinya itu.
Lalu ia pergi begitu saja meninggalkan orang-orang di dalam ruangan itu. Ketika Enji hendak mengikutinya Kai yang sangat sensitif terhadap orang pun langsung angkat bicara.
" Kau mau ikut ke kamar mandi bersamaku Enji?. " tanya Kai yang masih melenggang tanpa menoleh ke belakang.
Enji yang mengerti maksud dari ucapan Tuannya pun langsung menghentikan langkahnya seketika, lalu kembali duduk di samping Devan.
Lisa hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi di depan matanya tanpa bisa ikut bicara, karena menurutnya apapun yang di ucapkan nya pada Kai tak akan pernah di balas olehnya.
Sesampainya di toilet, Kai tak bisa lagi menyembunyikan rasa gugup di wajahnya, kini terlihat pucat dan kadang juga keringat keluar di wajah tampannya.
" Apa ini.. aku harus bagaimana. " ucapnya gemetar.
Ia mengambil tissu dan menyeka keringat yang mengucur di wajahnya.
" Huuffhhhh..... rileks Kai, tarik nafas.. huuffhh.. kau pasti bisa. " ucapnya mantab sambil menatap wajahnya di cermin yang ada di sana.
CKLEK...
" Kai?, apa yang kau lakukan di sini?. "
ILUSTRASI KAI DAN LISA
BY:PINTEREST
.
LIKE KOMEN AND VOTE 😚 jempolnya tolong di gerakin ya guyss🤗