KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
PROBLEM



Setelah selesai sarapan, Kai langsung pamit pada kedua orang tuanya.


" Aku pergi dulu, mamah jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit lagi, pah, tolong jaga mamah selama aku tak ada di rumah ya. " ucap Kai menatap papanya.


" Kamu hati-hati ya Kai, kamu juga harus jaga kesehatan selama disana, jangan sampai telat makan,, Enji, titip Kai yah, jaga dia, dan kalian jangan sampai terpisah harus selalu bersama-sama. " ucap Nyonya Dita.


" Tenang saja Nyonya, aku akan menjaga amanah mu. " jawab Enji.


Lalu Kai memeluk satu persatu kedua orang tuanya.


" Hati-hati ya sayang. " Ucap Nyonya Dita mengelus rambutnya.


" Hati-hati Kai. " ucap Tuan Adiwijaya, lalu Kai balas mengangguk.


Mereka pun pergi di antar oleh supir pribadi Tuan Adiwijaya menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta.


Sesampainya di bandara, Kai langsung cepat-cepat naik ke pesawat setelah pemeriksaan tiket dan barang-barang nya, karena pesawat akan lepas landas lima menit lagi.


Kai mendapatkan kursi duduk di baris sebelah kanan samping jendela, sedangkan Enji mendapatkan kursi di belakang di baris sebelah kiri. Mereka duduk terpisah dan sedikit agak jauh jika ingin berkomunikasi, dan tentu saja itu membuat Tuan Muda Kai sangat kesal di tambah ia mendapatkan teman duduk bersama wanita.


" Ya Tuhan,, aku mohon jangan biarkan aku kena semburan api neraka dari mulut Tuan Kai setelah turun dari pesawat nanti. " ucapnya mengepalkan kedua tangannya sambil memejamkan mata.


" Memangnya kenapa?. " tanya seseorang yang duduk di sampingnya.


" Anda mengerti ucapan saya?. " tanya Enji kaget karena ia memang berbicara bahasa Indonesia tadi.


" Tentu saja. " ucapnya tersenyum ramah.


" Ohh!!, maaf,, saya kira anda tidak mengerti,, sekali lagi maaf jika saya mengganggu kenyamanan anda Nona. " ucap Enji balas tersenyum.


" Tidak papa,, aku mengerti,, sebenarnya aku dari Thailand,, aku sedang berlibur di Bali. " ucap wanita itu menceritakan.


" Ohh,, begitu,, lalu sekarang anda juga ingin berlibur ke Korea ya?. " tanya Enji ramah.


" Iya,, rencananya kami akan ke kota jeju,, sepertinya pemandangan disana cocok untuk ku. " ucap wanita itu.


" Kami?. " tanya Enji bingung.


" Iya,, aku berlibur dengan suamiku, itu dia. " ucapnya tersenyum sambil menunjuk laki-laki yang duduk di sebrang nya.


Sontak saja Enji langsung menoleh, dan betapa terkejutnya ia setelah melihat laki-laki itu sedang memelototinya dari sebrang sana.


GLEK!


Enji mendadak tak bisa bernafas ia mematung dan tiba-tiba saja badannya terasa tak bisa di gerakan.


" Tuan, kau kenapa?. " tanya wanita itu menatap Enji dari atas sampai bawah.


Enji mambalikan badannya yang kaku seperti ia sedang terikat oleh tali yang tak bisa terlihat oleh manusia.


" Aku baik-baik saja. " ucapnya dengan tersenyum paksa dan wanita itu hanya mengangguk. Setelah itu tak ada pembicaraan lagi di antara mereka.


" Kau ini kenapa?!!,, sana!!, jangan dekat-dekat,, kursi mu itu di sebelah sana bukan di sebelah sini!!,. "


Wanita itu hanya tersenyum mendengar ucapan Kai, ia tak peduli jika Kai terus membentaknya.


" Ayolah,, aku tau kau menyukainya kan?. " ucapnya dengan smrik.


" Menjijikkan. " ucap Kai menatapnya tajam.


Sontak saja setelah mendengar ucapan frontal Kai, wanita itu langsung menjauhinya dengan tatapan tak suka.


" Hah,, sombong sekali kau ini?,, memangnya kau pikir aku mau padamu?, maaf, tapi aku terlalu sempurna untuk lelaki sepertimu, lagipula banyak laki-laki yang mengejarku, harusnya kau merasa bangga karena aku mau mendekati mu. " ucapnya mengoceh pada Kai.


" Maaf tapi kau terlalu murah untukku, bahkan ******* saja lebih tinggi derajatnya dari mu. " ucap Kai dengan smrik dengan pandangan lurus kedepan.


PLAK!!!


" DASAR ********!!. " teriak wanita itu setelah menampar Kai. Lalu ia pergi meninggalkannya


Enji yang mendengar teriakan wanita itupun langsung berdiri karena ia mengenali siapa wanita yang berteriak tadi, dan dengan segera ia langsung menghampiri kursi yang di tinggalkan wanita itu.


" Tuan Kai!!!, kau kenapa?. " tanya Enji panik karena ia melihat tuannya berdarah di samping bibirnya.


" Kau kenapa tuan?. " tanyanya lagi karena Kai tak menjawab.


" Aww!!, sakit Enji!!, jangan memegangnya!!. " bentak Kai padanya karena Enji tak sengaja memegang lukanya.


" Aku akan meminta obat, kau tunggu disini sebentar ya. " ucap Enji lalu ia pergi.


" Sshhh,,Aww!!,, dasar wanita sialan!. " gerutunya.


_ _ _ _ _


LIKE 💜 KOMEN 😍 VOTE 😘