
Setelah selesai mengucapkan terimakasih, Kai pamit pada semua orang karena ingin membersihkan diri dan beristirahat di kamarnya yang berada di lantai atas, di ikuti oleh Enji sekertaris pribadinya.
" Tuan, kau mau yang dingin atau yang panas?. " tanya Enji sambil membuka pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar Kai.
" Aahh,,,Aku ingin merilekskan tubuhku Enji. " ucap Kai sambil menyenderkan tubuhnya ke sofa empuk yang berada di kamarnya.
Enji hanya mengangguk dan tau apa yang di butuhkan oleh tuan mudanya itu. Ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan segala kebutuhan untuk membersihkan tubuh Kai.
Enji mengisikan air panas pada bathtub mewah milik Kai dengan suhu yang di butuhkan oleh tubuh tuannya itu, lalu ia menambahkan beberapa tetes sabun mewah yang di sediakan di sana.
Setelah selesai mempersiapkan air untuk membersihkan tubuh Kai, Enji keluar dan langsung menghampiri tuannya yang terlihat sangat lelah itu.
" Sekarang?. " tanya Enji pada Kai.
Kai hanya mengangguk dengan mata terpejam dan masih menyenderkan tubuhnya. Enji langsung mendekati tuannya itu dan melepaskan satu-persatu alas kaki
yang di gunakan olehnya.
Enji sangat telaten dan berhati-hati saat melepaskan satu persatu semua pakaian yang di gunakan oleh Kai, dan hanya menyisakan celana boxer nya saja.
Kai langsung masuk ke kamar mandi dan merendam kan tubuh atletis nya itu ke dalam bathtub mewahnya.
Sedangkan Enji berada di ruang ganti sedang mempersiapkan piyama untuk pakaian ganti tuannya,lalu setelah selesai Enji bergegas pergi keluar dari kamar Kai.
*****
Sementara itu di Indonesia, tempat kediaman Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita.
Terlihat sepasang suami-istri yang kira-kira berumur empat puluh tahun sedang duduk santai di balkon atas rumahnya.
Ditemani dua gelas cangkir teh hangat dan beberapa kue yang di sediakan oleh asisten rumah tangga nya.
" Sudah satu minggu Kai tak ada di rumah, apa dia baik-baik saja?, aku harap dia selalu menjaga kesehatannya. " ucap Nyonya Dita sambil memandang langit yang menjelang malam itu.
Tuan Adiwijaya hanya menoleh pada istrinya dan melanjutkan kegiatannya, ia tak merespon sedikitpun, bahkan ia tak mencoba menenangkan perasaan istrinya yang sedang menghawatirkan anak semata wayang mereka.
Nyonya Dita yang melihat sikap suaminya biasa-biasa saja itu langsung angkat bicara.
" Kau tak merasa khawatir pada anak semata wayang mu itu?. " ucap Nyonya Dita menatap tajam suaminya.
Seketika, Tuan Adiwijaya langsung meletakkan korannya dan melepaskan kacamata nya, lalu menatap istri tercintanya itu dengan tersenyum.
" Kenapa kau malah tersenyum, aku bertanya sungguh-sungguh padamu Adi. " ucap Nyonya Dita mulai geram.
" Kenapa kau jadi marah-marah sayang?. " ucap Tuan Adiwijaya menatap istrinya dengan tersenyum.
Nyonya Dita hanya mendengus keras, karena ia benar-benar kesal dengan suaminya itu. Tapi tiba-tiba kekesalannya pun menghilang ketika suaminya itu mengatakan sesuatu yang mengejutkannya.
" Kau ingat Tuan Han?. " ucap tuan Adiwijaya masih menatap istrinya.
Nyonya Dita langsung melirik suaminya dengan mengerutkan kening seperti mencoba mengingat-ngingat nama yang disebutkan oleh suaminya itu.
" Maksudmu Tuan Lee Han yumame?, pengusaha dari Korea Selatan itu?. " ucap Nyonya Dita mencoba menebak dugaannya.
Tuan Adiwijaya langsung mengangguk dengan tersenyum.
" Lalu apa hubungannya dengan Kai?, aku sedang membicarakan anakku, bukan Tuan Han!. " ucap Nyonya Dita dengan tatapan malas menatap suaminya.
" Haishh,, dengarkan dulu sayang, apa kau tak ingat, dulu Tuan Han mengucapkan sesuatu pada kita?. " ucap Tuan Adiwijaya mencoba mengingatkan istrinya itu.
Nyonya Dita langsung melirik tuan Adiwijaya dengan mengerutkan keningnya. Tiba-tiba Nyonya Dita membelalakan matanya ketika ia mengingat sesuatu yang hampir ia lupakan.
" Oh!!, ya Tuhan!!. " pekik Nyonya Dita langsung melotot tajam sambil memegang bahu kiri suaminya itu.
Tuan Adiwijaya lalu tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
" Tuan Han tadi menelpon ku dan mengatakan jika ia sudah bertemu langsung dengan Kai ketika rapat besar di Belanda pagi tadi. " ucap Tuan Adiwijaya memberi tahu kabar gembira ini pada istri tercintanya.
Terlihat wajah Nyonya Dita langsung gembira seakan-akan ia melupakan kekesalannya pada suaminya itu.
" Lalu apa yang terjadi sayang!!. " ucap Nyonya Dita yang langsung antusias.
" Yaah, dia memuji ku karena aku memiliki anak yang luar biasa dan tampan seperti ayahnya!. " jawab Tuan Adiwijaya dengan gaya sok nya sambil merapikan rambutnya ke belakang.
" Jangan membuatku marah lagi!. " ucap Nyonya Dita dengan wajah datar menatap suaminya.
Tuan Adiwijaya melirik istrinya yang berwajah datar itu langsung tertawa dan mengelus pipi istrinya lembut.
" Hahaha,, aku hanya bercanda sayang, walau itu memang kenyataannya. " ucapnya sambil tertawa dan masih mengelus pipi istrinya.
" Cepat katakan saja apa yang Tuan Han katakan padamu, aku ingin mengetahuinya!!. " ucap Nyonya Dita dengan tatapan memohon pada Tuan Adiwijaya.
" Aku akan memberitahu mu, tapi aku ingin makan dulu sayang, aku lapar. " ucap Tuan Adiwijaya memberitahu istrinya, karena ini sudah masuk waktu jam makan malam.
Nyonya Dita yang tak sadar jika langit mulai gelap pun terpaksa menunda rasa penasarannya dan langsung mengajak suaminya untuk masuk ke dalam dan menyuruh asisten rumah tangga mereka menyiapkan makan malam untuknya.
******
Busan, Korea Selatan, kediaman Tuan Lee Han Yumame.
Terlihat sebuah mobil mewah tipe Mercedes-Maybach S560,memasuki gerbang utama rumah mewah yang memiliki dua lantai dan halaman yang sangat luas itu.
Terlihat beberapa orang menyambut kedatangannya di depan pintu, dengan senyuman yang mengembang.
Mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama rumah tersebut. seorang supir yang menyetir mobil mewah itu pun segera turun dan bergegas membukakan pintu mobil untuk sang majikan.
Ketika pintu mobil terbuka, terlihat Tuan Han yang melangkahkan kakinya keluar dan berjalan dengan gagah menghampiri orang-orang yang sudah menunggu kedatangannya.
" Selamat datang chagiya!!. " ucap Nyonya Eden sambil memeluk suaminya.
" Terimakasih sayang. " ucapnya sambil membalas pelukan istrinya itu.
Tuan Han melihat supir yang mengantarkan nya pulang masih berada di belakangnya.
" Terimakasih Sekertaris Kim, kau pulanglah dan beristirahat!. " ucap Tuan Han pada Sekertaris kepercayaannya itu.
" Baik Tuan, saya mohon pamit dulu. " ucapnya sambil membungkuk sopan.
Nyonya Eden melepaskan pelukannya lalu masuk ke dalam rumah mewah itu sambil merangkul lengan kiri suaminya.
Sekertaris Kim pergi meninggalkan rumah mewah itu setelah ia memastikan jika Tuan besarnya telah masuk ke dalam bersama istri tercintanya.
Mereka masuk dan duduk di sofa ruang tengah rumah mewah itu.
" Sepertinya kau sangat senang sayang, ada apa?. " tanya Nyonya Eden tersenyum menatap Tuan Han.
" Aku bertemu dengan putera Tuan Adiwijaya sayang!. " ucap Tuan Han memberi tahu istrinya.
Nyonya Eden langsung tersenyum lebar.
" Sungguh?, kau bertemu dengannya?, lalu bagaimana?, ceritakan padaku sayang!!. " ucap Nyonya Eden dengan mata berbinar sambil menggenggam tangan suaminya.
Tuan Han tersenyum lebar, ia sudah menduga jika istrinya sangat menunggu kabar ini dari dulu.
" Bantu aku membersihkan badan dulu, nanti akan aku ceritakan. " ucapnya menggoda istri tercintanya.
" Aishh,, kau ini senang sekali membuat orang penasaran!, tapi setelah itu kau berjanji harus menceritakan semuanya padaku!!. " ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.
" Yagsog!.( Janji, dalam bahasa Korea). " ucapnya sambil mengangkat kelima jarinya.
Nyonya Eden dan Tuan Han lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mereka yang berada di lantai atas.
_ _ _ _
Setelah selesai membersihkan badan, Tuan Han dan Nyonya Eden turun kembali ke lantai bawah untuk makan malam bersama.
Belum selesai mereka menuruni tangga, mereka melihat seorang wanita yang sedang duduk manis di kursi meja makan menunggu kehadirannya untuk makan malam bersama.
" Ehemm!. " dehem Tuan Han sengaja memberitahu keberadaannya.
Seketika, wanita itu langsung menoleh karena ia mengenali suara itu.
" Papa!!. " ucapnya sambil melotot sampai bola matanya hampir keluar saking terkejutnya.
" Annyeong!!. " ucap Tuan Han melambaikan tangannya.
Wanita itu langsung berlari dan memeluk Tuan Han dengan erat. Tuan Han hanya tertawa ketika anak gadisnya memeluknya dengan sangat erat seperti dulu.
" Papa, kau sudah pulang?, kenapa mama tak memberitahuku!!. " ucap Lisa yang sudah melepaskan pelukannya pada Tuan Han dan kini malah menatap ibunya.
" Kejutan!!!. " ucap Tuan Han dan Nyonya Eden bersamaan.
Lisa hanya memonyongkan bibirnya ketika kedua orang tuanya malah kompak mengerjainya.
_ _ _
Mereka lalu duduk bersama di meja makan serta memakan makanan yang sudah di hidangkan, sambil mengobrol ringan, melepas rindu pada Tuan Han.
Setelah selesai makan, Tuan Han, Nyonya Eden, dan Lisa berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi yang berada di sana.
" Lisa!. " ucap Tuan Han menatap anak gadisnya.
" Nee?. " jawabnya yang mengalihkan pandangannya pada Tuan Han.
" Apa kau sudah memiliki pasangan?. " tanya Tuan Han to the poin.
Ada apa kenapa kau bertanya seperi itu, apa kau berniat menjodohkan ku?. Kira-kira begitu kata-kata yang di ucapkan oleh Lisa lewat tatapan matanya.
" Belum!. " jawabnya mengetes Tuan Han kalau dugaannya benar.
" Kalau begitu papa akan membantumu mencarikan calon suami untuk mu!. " ucap Tuan Han santai, ia tak memikirkan bagaimana perasaan Lisa.
" Apa?!!! maksudnya kau bermaksud menjodohkan ku begitu?. " ucapnya yang sudah menduga jika ayahnya akan mengatakan hal itu.
Tuan Han hanya mengangguk begitu pula dengan istrinya.
" Mama juga setuju dengan papa?. " tanya Lisa pada Nyonya Eden.
" Tentu saja, ini yang terbaik untukmu sayang!. " ucapnya sambil mengelus rambut Lisa.
" Kami sudah mengenal keluarganya dengan baik Lisa, dan keluarganya juga sama pengusaha terkenal seperti kita, tapi mereka tak sombong, papa mu bilang dia lelaki yang baik dan sopan, walaupun berasal dari keluarga yang tersohor, mereka mendidiknya dengan baik, mama yakin kau akan menyukainya jika kau sudah bertemu dengannya. " ucapnya menceritakan kembali cerita dari suaminya itu saat bertemu langsung dengan Kai.
" Iya, papa sudah bertemu langsung dengannya, kau harus percaya dengan pilihan papa mu ini Lisa!. " ucap Tuan Han menatap anak gadisnya.
Lisa tak bisa bicara apapun ketika ayahnya sudah mengatakan itu. Di tambah Lisa memang sudah waktunya untuk menikah, mengingat ia tak di perbolehkan bekerja oleh orang tuanya, dan setiap harinya ia hanya diam di rumah dan menghabiskan waktunya berjalan-jalan saja, mungkin akan sedikit menyenangkan jika mempunyai teman hidup begitu pikirnya.
" Tapi,, biarkan aku mengenalnya terlebih dahulu, aku juga ingin memastikan ia yang terbaik untukku atau tidak. " ucapnya mengajukan permintaan.
" Tentu saja, papa akan mengatur semuanya, kau tinggal duduk manis saja ya!. " syukurlah jika kau mau mencobanya Lisa, setidaknya papa tak mengkhawatirkan mu lagi tentang ketakutan papa.
_ _ _ _ _ _
Like komen jan lupa yaaaa😍