KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
FITTING BAJU



Malam itu, malam yang sangat indah sekaligus malam yang paling membahagiakan untuk Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita.


Mereka sangat bahagia, begitu juga dengan Lisa dan kedua orang tuanya, suara tawa pun tak pernah terdengar berhenti dari mulut mereka semua, tapi sepertinya tidak dengan lelaki dingin itu.


Enji yang sedari tadi memperhatikan raut wajah tuan mudanya pun sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi di depan matanya sekarang.


Sampai detik ini pun Enji tak tau alasan Kai mau menikahi Lisa, karena menurutnya, jika melihat sikap Kai sebelumnya, ia tidak menunjukkan tanda-tanda menyukai gadis itu.


" Enji, besok antarkan Kai dan Lisa untuk fitting baju pengantin ya. " ucap Nyonya Dita meliriknya.


" Tentu Nyonya. " jawab Enji sambil tersenyum.


" Kai, Lisa, besok kalian pergi bersama Enji ya. " ucap Nyonya Dita melirik mereka bergantian.


Lisa mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Kai, ia hanya diam sambil melihat pemandangan ramainya kota London di malam hari.


*


Tepat jam delapan pagi waktu London, Enji membawa Kai dan Lisa pergi dari hotel mewah tempat penginapan mereka menuju tempat fitting baju pengantin Tuan dan Nona mudanya.


Tak ada yang berbicara selama perjalanan mereka, sampai tiba-tiba Lisa angkat bicara.


" Sekretaris Enji, aku tidak melihat mu sarapan tadi pagi, kau kemana? apa kau sudah makan?. " tanya Lisa memecahkan keheningan.


" Tadi pagi saya keluar untuk mencari udara segar Nona, sekaligus sarapan di luar. " jawabnya sopan sambil melirik Lisa dari kaca spion dalam mobil.


" Ah, jadi kau berjalan-jalan ya tadi pagi. " ucapnya sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.


" Aku juga ingin sekali berjalan-jalan keliling London. " ucapnya memonyongkan bibir sambil memandangi orang-orang yang sedang berlalu-lalang di luar.


Kai yang tidak tuli pun meliriknya dengan tatapan tidak suka, karena ia merasa sedikit risih dengan Lisa yang menurutnya sangat banyak bicara itu.


" Jika kau mau, kita bisa berjalan-jalan nanti bersama Tuan Muda. " ucap Enji tersenyum sambil meliriknya.


" Sungguh?!. " tanyanya dengan mata yang berbinar.


" Tentu Nona, tapi sebaiknya kau tanyakan terlebih dahulu pada Tuan Kai. " ucapnya.


Lisa yang mendengar ucapan Enji pun langsung melirik Kai, saat ia hendak membuka mulutnya untuk bertanya, Kai terlebih dulu menjawabnya.


" Kalian pergi saja berdua, aku sedang malas. " ucap Kai sambil memejamkan matanya.


" YAA! KENAPA BEGITU!. " teriak Lisa menggunakan bahasa Korea, ia spontan melakukan itu dan baru tersadar dengan apa yang sudah di perbuatnya, lalu ia langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


Sontak saja Kai yang sedang asyik-asyiknya bersandar sambil memejamkan matanya pun berhasil di buat terkejut oleh calon istrinya itu.


Bahkan Enji sampai mengerem mendadak karena ia juga ikut terkejut oleh suara yang tiba-tiba saja di keluarkan oleh calon Nona Mudanya.


" Apa yang kau lakukan?. " ucap Kai dengan wajah dan suara datar sambil menatap tajam gadis itu.


" M,,mian, mi,,mianhae oppa. " ucap Lisa tergagap yang ketakutan setengah mati.


Kai masih menatap tajam calon istrinya itu, ia masih kesal karena Lisa yang tak sengaja membentaknya.


*


Kai, Lisa, dan Enji naik ke lantai sembilan menuju kamar yang paling besar dimana tempat itu memang sudah di siapkan oleh pemilik hotel tersebut atas permintaan Nyonya Dita.


Sampai di depan pintu kamar hotel, Enji pun mengetuk pintu itu.


Tok... Tok... Tok...


" Permisi. " ucap Enji.


Dan tiba-tiba pintu kamar itupun terbuka...


" Aww!!!,, Halloooo!!!!, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, silakan masuk. " ucap seorang lelaki itu dengan penuh enerjik di barengi gelagatnya yang sangat mirip dengan wanita.


Enji dan Kai sampai di buat melongo olehnya, karena mereka baru pertama kali melihat seorang lelaki tapi juga seperti wanita.


Mereka pun masuk ke dalam dan betapa terkejutnya ketika mereka masuk, mereka di suguhkan dengan pemandangan banyaknya baju-baju pengantin dan jas-jas mewah yang di pajang di kamar itu.


Layaknya sebuah Butik mewah dan megah, Kai, Lisa, dan Enji pun di buat takjub seketika, tapi tentu saja Kai dan Enji, para lelaki itu tetap berusaha terlihat biasa-biasa saja agar mereka tidak terlalu terlihat mengagumi dengan apa yang ada di hadapannya itu.


Merekapun duduk di sofa yang di sediakan disana.


" Pasti ini Tuan Kai, ini Sekertaris Enji, dan yang paling cantik itu Nona Lisa?, benar kan? . " ucapnya manja dengan menunjukkan tangannya tiap memperkenalkan satu-persatu tamu di hadapannya.


" Benar Tuan. " jawab Enji.


" Kenalin aku Beny, Desainer dari Indonesia, tapi kalian pasti sudah tau kalau aku sudah mendunia. " ucapnya manja sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya, padahal rambut dia sama seperti Kai dan Enji.


Lisa hanya menahan tawanya ketika melihat Kai dan Enji langsung memegangi rambut mereka setelah melihat kelakuan desainer itu.


" Ohh iyaa,, aku dengar dari Nyonya Dita, kalau menantunya berasal dari Korea, apa benar?. " tanyanya menatap Kai dan Enji.


" Benar Tuan, jadi kalau bisa jika berbicara dengan Nona Lisa, pakai bahasa Inggris saja. " ucap Enji sopan, dan Beny pun hanya mengangguk.


" Hello Miss Lisa, introduce me Beny, a famous designer in Indonesia, even internationally. " ucapnya lagi. Enji dan Kai sampai bosan mendengarnya.


" Ahh, really ?, amazing, you're so great. " ucap Lisa yang kini baru mengerti dengan apa yang di ucapkan nya.


" Jadi dari tadi dia hanya ikut senyum² saja tapi tidak mengerti apa yang kita bicarakan?. " ucap Beny melirik heran ke arah Enji dan Kai, kedua lelaki itupun hanya tersenyum kecut.


*


Sudah tiga jam lamanya mereka menghabiskan waktu untuk melakukan fitting baju, dan semuanya terlihat puas ketika selesai.


" Sempurna kan?. " tanya Beny sambil menyelipkan lagi bayangan rambut ke belakang telinganya.


Enji sampai takut berada di dekatnya, karena sikapnya sungguh mirip dengan wanita.


" Miss Lisa, what do you think? do you like the dress of my choice? . " tanyanya.


" Of course I like it, it's so pretty, it looks like we have the same taste, hahaha, you really are a talented designer. " jawab Lisa, mereka berdua pun langsung tertawa, layaknya seorang teman, padahal mereka baru pertama kali bertemu.


Kai dan Enji pun saling menatap dan mulai berpikir, mereka setuju jika Beny dan Lisa memang memiliki selera yang sama, bahkan mereka terlihat serasi. Begitu kira-kira kata-kata yang di ucapkan lewat tatapannya.