KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
PELAJARAN PERTAMA.



BRUAKK!!!


Tiba-tiba seorang lelaki datang menghampiri Kai dan Lisa sambil menggebrak meja mereka.


Enji yang mendengar suara santer itupun langsung berdiri dan bergegas menghampiri mereka.


" Ohh,, jadi dia yang membuatmu berpaling dariku Lisa?. " ucapnya sambil melirik Lisa kemudian melirik Kai.


" Sehebat apa dia sampai bisa membuatmu meninggalkanku?. " ucapnya lagi yang kini memandangi Kai dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


Lisa terlihat sangat terkejut dan ketakutan di waktu yang bersamaan, ia tak percaya jika orang yang berada di hadapannya bisa ada disini dan mengacaukan semuanya.


Kai terlihat sangat terganggu dan merasa di permalukan oleh lelaki itu, tapi ia mencoba untuk menahan amarahnya.


" Maaf Tuan, ada apa?. " tanya Enji sesopan mungkin walau tak bisa di pungkiri jika dirinya pun ikut tersulut emosi melihat Kai di permalukan seperti itu.


Lelaki itu mengalihkan pandangannya ke arah Enji.


" Siapa lagi dia?. " tanya lelaki itu yang juga menatap Enji dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.


Enji tak menjawab pertanyaannya, ia balik menatap lelaki itu, mereka saling beradu tatapan tajam.


Kai yang sudah sangat kesal dan sangat marah pun tak bisa lagi menahannya, ia lalu berdiri dan pergi meninggalkan semua orang.


Enji yang melihat tuannya pergi pun mengikutinya dari belakang walau pandangannya tak lepas dari lelaki itu.


Kini tinggal Lisa bersama lelaki yang membuat keributan dan mengacaukan acara makan malamnya bersama Kai.


" Kau?,,, kenapa kau bisa ada disini?. " tanya Lisa menatap lelaki itu.


Lelaki itu hanya tersenyum sambil mendekati Lisa.


" Sayang, akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu,, aku sangat merindukanmu Lisa, sangat merindukanmu. " ucapnya menatap Lisa dan mencoba memeluknya, tapi dengan segera Lisa berjalan mundur dan menghindari pelukan dari lelaki itu.


Lelaki itu hanya tersenyum melihat Lisa menghindari pelukannya.


" Kemari sayang, peluk aku. " ucapnya lagi yang kini merentangkan tangannya mencoba membujuk Lisa agar ia mau memeluknya.


" Cukup William, cukup,, aku sudah katakan padamu, jangan menggangguku lagi!, apa kau sudah lupa jika kita sudah tak ada hubungan apa-apa?!!. " ucapnya tegas pada lelaki itu yang diketahui bernama William.


William hanya tersenyum kecut tanpa memperdulikan ucapan Lisa barusan.


" Itukan menurutmu, kau memutuskan hubungan kita secara sepihak, bahkan aku tidak pernah merasa mengucapkan IYA atau TIDAK ketika kau mengakhiri hubungan ini!!. " ucapnya yang ikut tersulut emosi.


Lisa hanya menggelengkan kepalanya, ia tak percaya jika William bisa berpikiran seperti itu.


*


Sementara itu, Kai terlihat murka ketika keluar dari restoran tadi, ia pergi ke mobilnya yang berada di parkiran.


" Kita pulang malam ini juga. " ucapnya dengan wajah yang sudah memerah karena menahan amarahnya.


Enji hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia juga ikut marah dan tak terima jika Kai di perlakukan seperti tadi.


Merekapun kembali ke hotel dan mengemasi barang-barangnya setelah Enji berhasil menghubungi Devan dan mengatakan jika mereka akan pulang malam itu juga.


Devan mengatakan jika pesawat pribadi Kai akan sampai sekitar sepuluh jam lamanya untuk ijin landing di bandara tempat penjemputan Kai dan Enji nanti.


Terhitung dari Busan, kini waktu menunjukkan jam delapan malam waktu Busan Korea Selatan, sedangkan di Indonesia waktu menunjukkan jam enam sore.


Jika di perkirakan, pesawat pribadi Kai akan landing di Busan sekitar jam empat pagi, Devan meminta jika penerbangan ditunda saja sampai matahari terbit esok, tapi Kai tak mendengarkannya ia malah marah-marah pada Devan.


" Kau tau kan Enji apa yang harus kau lakukan?. " tanya Kai dengan wajah datar tanpa melirik nya.


Enji mengangguk dalam diamnya selang beberapa saat ia keluar sambil mengotak-ngatikan ponselnya dan menghubungi seseorang entah siapa, yang jelas Enji terlihat sangat serius ketika berbicara dengannya lewat telepon genggam itu.


*


" Aku mohon padamu William, jangan ganggu aku lagi, aku sudah bilang jika hubungan kita berakhir sampai disini. " ucap Lisa sambil berlinang air mata.


Tapi William seakan tak memperdulikan ucapan Lisa, ia terlihat sangat santai saat duduk bersamanya sambil meneguk segelas minuman di restoran itu.


Tiba-tiba, lampu restoran yang terang benderang pun padam seketika dan dengan mudah membuat seluruh pengunjung restoran yang malam itu sedikit ramai pun berhamburan kemana-mana.


Lisa ikut panik dan hampir terjatuh karena kerusuhan orang-orang yang masih berada di dalam restoran itu, William yang juga ikut panik dengan sigap menggenggam tangan Lisa.


Tapi tiba-tiba genggamannya di lepaskan paksa oleh seseorang yang entah siapa William dan Lisa pun tak tau, karena kondisi saat itu sedang gelap gulita.


" Aaagghhh,, Will,, William!!!. " teriak Lisa saat di bawa paksa oleh seseorang yang entah siapa.


" Lisaa!!!!, Lisaa kau dimana??!!!. " ucap William yang juga ikut berteriak karena genggamannya terlepas dari tangan Lisa.


William semakin panik karena ia tak kunjung menemukan Lisa, ia berjalan kesana kemari sambil meraba-raba benda apapun yang di pegangnya untuk memudahkannya berjalan.


" Kemana semua orang? kenapa sepi sekali??!!!!. " ucapnya lirih yang mulai takut karena tak ada suara teriakan orang-orang seperti tadi.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekatinya.


" Lisa?. "


Tap... Tap...


" Lisa, sayang?. " panggilnya saat suara langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya.


" Lisa jangan mem...


SLUPP


" AAAGGHHHH,, APA-APAAN INII!!!!!, LEPASKAN!!!!. " teriak William saat wajahnya di tutupi oleh kain.


William berontak saat wajahnya di tutupi dan tubuhnya di pegang erat oleh seseorang, ia terus berteriak dan memberontak mencoba melepaskan diri dari dekapan seseorang itu.


Sampai akhirnya matanya terpejam dan badannya terkulai lemas di lantai.


*


Jam menunjukkan pukul dua dinihari waktu Busan, Korea Selatan, sedangkan di Indonesia jam menunjukkan pukul dua belas malam, malam itu Devan ikut terbang menjemput Kai dan Enji di Korea, ia sudah tau alasan Kai pulang mendadak karena Enji yang memberitahunya.


Kai masih duduk di balkon kamar hotelnya, ia duduk ditemani segelas kopi tak peduli jika malam itu udara di Busan sedang dingin.


" Tuan, mereka sudah mendapatkannya. " ucap Enji yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.


*


" B******K!!!!!, LEPASKAN AKU!!!!!. " teriaknya yang masih berontak mencoba melepaskan diri.


William di ikat oleh tali di sebuah kursi kecil, matanya di tutup rapat oleh kain hitam yang membuatnya tak bisa melihat apa-apa.


" Hallo William. "


Ucap seorang lelaki dalam telepon yang di genggam oleh orang-orang yang membawa William