KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
MALAM PERTAMA YANG TERLEWAT.



Hari yang cerah, matahari pun bersinar dengan terang. Hari ini adalah hari pertama bagi Lisa dan Kai menjalani kehidupan sebagai suami-istri yang sah.


Mereka masih berada di gedung pernikahannya kemarin, karena belum sempat pulang ke hotel dikarenakan Lisa yang tertidur saat pesta dansa malam tadi.


" Semalam... kenapa aku malah tertidur!. " ucapnya lesuh dengan wajah kesal.


" Harusnya kan tadi malam, malam pertamaku dengannya! hiksss.. hiksss... " tangisnya pasrah.


Tangisan Lisa yang semakin lama semakin kencang pun berhasil mengalihkan perhatian orang-orang yang berada di gedung itu.


" Nona Lisa?, apa kau baik-baik saja?. " tanya seseorang dari balik pintu kamarnya.


Lisa yang baru sadar kalau tangisannya terdengar sampai ke luar pun cepat-cepat menghentikannya, ia langsung terdiam dan bergegas mengambil tissue yang berada didekatnya.


" Nona?. " panggil nya lagi karena tak ada jawaban dari dalam.


" Ahh, yaa ak.. aku baik-baik saja. " jawab Lisa dari dalam kamarnya.


" Bolehkah aku melihatmu?, aku harus memastikan jika kau benar baik-baik saja. " ucapnya lagi yang ingin memastikan langsung jika Nona nya benar-benar baik-baik saja.


Dengan terpaksa Lisa pun bergegas ke meja rias yang ada di kamarnya dan menebalkan kembali bedak di wajahnya untuk menyembunyikan matanya yang sedikit sembab karena tangisannya tadi.


Setelah dirasa cukup, Lisa pun keluar dan menemui seseorang yang ingin memastikan dirinya baik-baik saja.


" Selamat pagi Nona, kau baik-baik saja?. " ucapnya yang melihat Lisa dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.


" Aku baik-baik saja Sekertaris Enji. " jawab Lisa tersenyum ke arahnya.


" Syukurlah, apa kau sudah bersiap?, jika sudah kita turun ke bawah menemui Tuan Kai dan sarapan bersama, Nona belum sarapan kan?. " tanyanya, dan Lisa pun mengangguk.


Lalu mereka berdua turun ke bawah menemui Kai yang sudah berada di meja makan ditemani oleh Devan.


" Selamat pagi Tuan Kai. Silakan duduk Nona. " ucap Enji yang sudah menarik kursi untuk Lisa tepat di samping Kai.


Dengan rasa canggung pun Lisa duduk disebelahnya.


" Selamat pagi semuanya. " ucap Lisa terlihat sungkan, karena ini pertama kalinya ia duduk di sebelah Kai sebagai seorang istrinya.


" Selamat pagi Nona Lisa, waahhh kau terlihat imut dan manis jika tak berdandan seperti ini. " ucap Devan memujinya, Kai diam saja, tak peduli dengan sapaannya, sedangkan Enji ia hanya tersenyum manis.


" Ah! Terimakasih Tuan Devan. " ucap Lisa terlihat sedikit terkejut mendengar ucapan Devan, ini memang bukan kali pertama baginya mendengar pujian seperti itu, tapi ia tak habis pikir, bisa-bisanya Devan memujinya di hadapan Tuan Mudanya, padahal dia tahu jika Lisa adalah istrinya.


" Nona, semalam kenapa kau tertidur, padahal kan semalam adalah malam pert..


" Devan! tak bisakah kau diam?!, tak bisakah kau habiskan saja sarapanmu itu! jangan banyak bicara!. " ucap Kai dengan nada sedikit tinggi, Kai bisa menebak apa yang akan di ucapkan oleh mulut Devan selanjutnya.


Devan yang akhirnya kena marah Tuan mudanya pun bisa menutup mulutnya, walaupun ia masih mengajak ngobrol Nona mudanya, tapi tak seperti tadi, ia hanya berbicara seperlunya saja.


Setelah selesai sarapan, Kai dan rombongan pun pergi dari gedung itu ia berencana kembali ke hotel untuk menemui orang tuanya.


Setelah sampai di hotel, Kai melihat tak banyak mobil yang di parkirkan di tempat itu, ia berpikir bahwa sebagian besar para tamu undangan telah pulang ke rumahnya masing-masing.


" Selamat pagi Tuan Kai dan Nona Lisa, Selamat atas pernikahan kalian berdua ya, semoga Tuhan memberkati amin. " sapa Tuan Al pemilik hotel itu.


" Saya ikut bahagia, selamat ya Tuan, Nona. " sambung manajer Earth.


Lisa tersenyum lebar dan mengucapkan terimakasih kepada dua orang yang berada di hadapannya itu, sedangkan Kai, ia hanya diam saja.


" Papa saya masih di atas?. " tanya Kai menatap pemilik hotel itu.


" Masih Tuan, mari saya antarkan. " ucapnya, lalu di ikuti oleh orang-orang di belakangnya.


Sesampainya di lantai atas Kai melihat kedua orang tuanya bersama mertuanya sedang duduk santai di tepi kolam renang hotel mewah itu.


Mereka berbincang dan tak habis-habisnya membicarakan Kai dan Lisa yang kini menjadi pasangan suami istri.


Kai hanya menghela nafasnya, ia sangat ingin menghentikan pembicaraan yang mengganggu telinganya itu, tapi ia menahannya, karena bagaimana pun ia yang menginginkan Lisa menjadi istrinya, dan kedua orang tua serta mertuanya berfikir jika Kai memang benar-benar mencintai Lisa.


Kini ke empat orang tua itupun menghujani Kai dan Lisa dengan rentetan pertanyaan tentang rencana mereka setelah menikah, dan tentu saja juga rencana honeymoon mereka berdua ingin kemana.


Kai sampai kewalahan meladeni mereka, sedangkan Lisa ia hanya tersenyum malu membayangkan saat-saat mereka berduaan nanti. Ya ampun Lisa!!.


" Oh iya Kai, papa sampai lupa, sore ini rencana nya papa akan pulang ke Indonesia, ada beberapa hal yang harus papa urus, jadi papa dan mama ingin berpamitan padamu dan Lisa. " ucapnya menatap Kai.


" Memangnya ada hal apa?. " tanyanya.


" Hal yang sangat penting. " ucapnya.


" Papa juga ingin berpamitan pada kalian, kami juga berencana pulang ke Korea besok pagi, sekertaris Kim bilang lusa adalah jadwal papa bertemu dengan client papa, sebenarnya kami berdua masih ingin disini menemani kalian, tapi pertemuannya tak bisa di tunda, karena ini sangat penting, kami minta maaf ya. " ucap Tuan Han tak enak hati.


" Apa papa tidak lelah?, perjalanan dari London ke Korea itu memakan waktu yang cukup lama, setidaknya tunda dulu sampai kalian benar-benar mendapatkan istirahat yang cukup. " ucap Lisa khawatir.


" Jangan khawatir sayang, kami baik-baik saja. " ucap Nyonya Eden, dan suaminya ikut mengangguk.


Akhirnya Sore hari pun Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita lepas landas meninggalkan London, Kai dan kedua orang kepercayaan nya pun ikut mengantarkan kepergian mereka ke bandara, Kai sudah menawarkan pesawat pribadinya untuk digunakan oleh kedua orang tuanya itu, tapi mereka berdua menolak, alasannya cukup konyol menurut Kai.


" Berpergian lah bersama Lisa, habiskan waktu bersama dengannya, aku ingin segera menggendong cucu. " Tolong tersenyum saja Kai :').


Setelah mengantarkan orang tuanya, Kai bersama Enji dan Devan pun kembali ke hotel di hari yang mulai menjelang malam. Kai menemui Lisa dan orang tuanya yang sedang duduk santai.


" Sudah pah. " jawabnya.


Kai pun duduk di sebelah Lisa, karena kursi yang tersisa hanya itu saja.


" Besok pagi giliran kami yang pulang, besok kalian antarkan kami ke bandara ya, bisa kan?. " tanya Nyonya Eden melirik Kai dan Lisa bergantian.


Lisa melirik Kai, dengan perasaan was-was takut suaminya menolak permintaan orang tuanya.


Dengan perasaan terpaksa pun akhirnya Kai mengangguk dan menyanggupi permintaan mertuanya itu.


*


Pagi pun tiba, Kai dan Lisa sudah bersiap mengantar kepergian Tuan Han dan Nyonya Eden ke bandara.


Kai berada satu mobil dengan Lisa, Tuan Han, Nyonya Eden, dan Sekertaris Kim. Tuan Han memaksanya untuk tidak membawa mobil lain, Kai sempat menolak tapi sepertinya ia masih bisa sabar atas sikap mertuanya yang menurutnya semena-mena terhadapnya itu.


Sesampainya di bandara, mereka pun berpamitan, Kai dan Lisa mengantarkan mereka bertiga sampai ke dalam dan menyaksikan pesawat yang ditumpangi oleh mereka lepas landas meninggalkan London.


Lisa masih diam mematung menyaksikan pesawat yang di tumpangi oleh kedua orang tuanya terbang meninggalkannya. Kini sepenuhnya ia sudah dimiliki oleh orang lain, pria yang dicintainya, tapi rasanya berat bagi lisa berpisah antar negara dengan mama papanya, walaupun begitu, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia ingin menjalani kehidupannya yang baru bersama lelaki pilihannya itu.


Kai pergi setelah melihat pesawat yang di tumpangi oleh mertuanya lepas landas, ia berjalan begitu saja, Lisa yang menyadari suaminya itu melangkah meninggalkannya pun bergegas mengejarnya.


" Tunggu aku!. "


*


Sesampainya di depan mobil.


" Ckk. " decak Kai sambil memandangi mobilnya.


" Padahal aku sedang malas menyetir. " ucapnya kesal.


Lisa yang tak enak hati pada suaminya itu merasa bersalah karena bagaimana pun papa nya yang memaksa Kai agar tak membawa mobil lain, dan alhasil sekarang Kai yang harus menyetir.


" Aku minta maaf ya, gara-gara menuruti permintaan papa, kamu harus mengemudikan mobil ini sekarang. " ucapnya penuh penyesalan.


Kai tak menjawab, ia malah berjalan meninggalkan Lisa dan masuk ke dalam mobilnya.


" Jika tak enak badan jangan memaksakan, aku tidak mau jika terjadi hal yang tak di inginkan. Aku minta tolong saja pada petugas hotel untuk mengambil mobil ini, kita naik taxi saja. " ucap Lisa panjang lebar.


Seketika Kai pun menghentikan aktifitasnya ia yang hendak membuka pintu mobil pun di buat berhenti oleh ucapan Lisa.


" Jangan banyak bicara!, masuk saja! Kau pikir aku selemah itu apa?!. " ucap Kai dengan tatapan mematikan.


Lisa yang merasa ucapannya menyinggung suaminya pun langsung menutup mulutnya dan bergegas masuk ke mobil.


Merekapun akhirnya pergi meninggalkan bandara, dan dengan terpaksa pun akhirnya Kai kembali menyetir mobilnya sendiri setelah sekian lama ia tak mengemudikan mobilnya itu.


Di jalan.


Tak ada obrolan di antara mereka setelah setengah perjalan pulang, Lisa yang mengamati suaminya itu sedikit heran karena Kai selalu menggerakkan jari-jarinya saat menyetir. Dengan perasaan takut pun akhirnya Lisa memberanikan diri untuk menanyakan pada suaminya itu.


" Ada apa? kamu kenapa?. " tanya Lisa menatap Kai.


Kai yang masih kesal pun hanya diam saja tak menggubris pertanyaan dari istrinya.


Setelah Lisa amati, ternyata tangan Kai keram saat mengemudikan mobilnya itu, ia khawatir dan berniat menawarkan dirinya untuk mengemudikan mobil. Tapi niat baiknya itu malah ditolak mentah-mentah oleh Kai.


" Kau hanya akan memperburuk suasana!. " ucapan Kai membuat Lisa kesal, ia yang sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya itu menjadi malas seketika.


Akhirnya mereka berdua pun sampai dengan selamat, Enji yang melihat mobil tuannya sudah pulang pun bergegas menghampirinya.


" Tuan Kai kau baik-baik saja?. " ucap Enji khawatir sambil membukakan pintu mobil.


" Seperti biasa. " jawab Kai yang kembali menggerak-gerakan lagi tangannya yang keram.


Enji yang sudah paham pun segera membawa Kai ke kamarnya, ia tau apa yang harus dilakukannya.


Lisa yang masih di dalam mobil pun hanya melongo saja dengan apa yang terjadi, ia seperti tak di anggap oleh dua orang itu.


Dengan perasaan kesal pun akhirnya Lisa keluar dari mobil dan ikut masuk ke dalam hotel menyusul suaminya.


**


Akhirnya Kai memutuskan untuk pulang ke Indonesia, ia bersama rombongan pun tiba di kediaman Papanya, Tuan Adiwijaya.


Sudah dua minggu lamanya Kai dan Lisa menjalani hidup sebagai suami istri. Kai berfikir untuk membeli sebuah rumah di Indonesia sebagai tempat tinggalnya bersama Lisa.


Ia memilih membeli rumah di kota yang biasa di kenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya, Kai memilih kota Yogyakarta sebagai tempat tinggalnya bersama Lisa, ia punya alasan tersendiri memilih kota romantis itu.


____________________*


**MAAPIN GA PERNAH UPDATE WKWK, MOHON DO'ANYA AJA YA TEMAN-TEMAN SUPAYA TANGAN INI TIDAK MALAS DAN OTAK JUGA TERUS BER INSPIRASI, SELAMAT MEMBACA!


JANGAN LUPA LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA WKWK**