
BUSAN, KOREA SELATAN.
" Sayang,, kau sudah bangun?,,, apa kau sudah sehat?. " tanya Tuan Han yang melihat istrinya sudah berjalan-jalan di taman belakang rumah.
" Aku sudah sehat,, aku harus banyak bergerak dan menghirup udara segar, agar tubuhku juga ikut segar. " ucapnya tersenyum menatap Tuan Han.
Tuan Han ikut tersenyum sambil berjalan menghampiri istrinya.
" Tapi jangan terlalu memaksakan diri,, kalau kau masih lemas istirahat saja ya,, jangan terlalu lelah. " ucapnya sambil merangkul istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam.
" Uhh!!, mamah sudah sehat??. " ucap Lisa yang tiba-tiba datang dan tak sengaja melihat papa dan mamahnya,,lalu ia ikut menuntun Nyonya Eden untuk duduk di ruang keluarga.
" Lisa!,, mama sudah sehat nak,, kau sudah makan?. " tanya Nyonya Eden yang sudah duduk di sofa ruang keluarga.
" Mmmhh,, belum,, aku sedang tidak enak makan. " ucapnya kembali murung.
" Kau kenapa?,, apa kau sakit sayang?. " ucap Nyonya Eden panik yang langsung memegang jidatnya.
" Emmm,, tidak, sudah ya,, aku ingin istirahat dulu,, belakangan ini badanku terasa pegal-pegal. " ucapnya yang langsung pergi meninggalkan Nyonya Eden dan Tuan Han.
Tuan Han hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Lisa sekarang ini,, ia sungguh tak tau apa penyebabnya sampai Lisa bisa sampai berubah seperti itu.
Sedangkan Nyonya Eden kembali cemas dengan sikap Lisa, ia pikir setelah ia jatuh sakit kemarin, Lisa akan berubah, tapi kenyataannya tidak.
" Jangan terlalu di pikirkan sayang, semuanya akan baik-baik saja, kau tenang saja ya, lebih baik sekarang kau fokus dulu pada kesehatan mu ini. " ucap Tuan Han menenangkan istrinya dan Nyonya Eden hanya tersenyum tipis.
" Ohh!!, aku hampir lupa, bagaimana dengan Kai?,, apa dia bersedia kemari?. " tanyanya pada Tuan Han.
" Entahlah,, Adi belum memberikan kabar padaku,, begitu juga Enji, kita berdoa saja, semoga Kai datang kemari dan semoga saja kedatangannya bisa membuat Lisa seceria dulu lagi. " ucap Tuan Han menatap istrinya dengan tersenyum tipis.
Nyonya Eden hanya mengangguk, berharap Kai mau berkunjung ke rumahnya dan menemui Lisa.
INDONESIA, KEDIAMAN KELUARGA MAHESWARA.
Pagi itu Nyonya Dita sudah kembali beraktivitas seperti biasanya, di temani Tuan Adiwijaya dan Enji di ruang TV lantai dua.
" Semalam Tuan Kai sangat putus asa. " ucap Enji.
" Ia sampai menga...
" Enji!!. "
Panggil Kai tiba-tiba dari balik pintu, dan sontak saja ketiga orang yang sedang mengobrol serius itupun langsung mengalihkan pandangan mereka padanya.
" Mamah!!!,, mamah sudah baikan?, apa mamah masih lemas?, jika iya istirahat saja jangan terlalu banyak beraktivitas. " ucap Kai yang melihat mamanya sedang duduk di samping papanya.
" Syukurlah. " ucap Kai mengangguk dan tersenyum.
" Enji!!, kenapa kau malah diam saja, cepat kemasi barang-barang mu kita bisa ketinggalan pesawat nanti!. "
" Pesawat?. " ucap Enji bingung karena setaunya hari ini Kai tidak ada jadwal untuk berpergian jauh, jika iya pun orang yang paling pertama tau adalah dirinya.
" Memangnya kau mau kemana Kai?. " tanya Tuan Adiwijaya.
" Menemui Lisa. " ucapnya tersenyum dengan menatap mamanya.
Sontak saja ketiga orang itupun terkejut mendengar ucapan Kai barusan.
" Setelah kejadian kemarin,, aku merasa bersalah pada mamah,, mamah sampai jatuh sakit karena kelakuanku, aku sungguh minta maaf,, aku juga minta maaf padamu pah,, kemarin aku tak bisa mengontrol emosiku, mungkin karena aku lelah,, terlalu banyak masalah yang aku pikirkan,,jadi, sebagai gantinya, aku akan turuti keinginan mu. " ucapnya menatap kedua orang tuanya.
" Kai,,. " ucap Nyonya Dita yang memegang kedua pipi Kai.
" Terimakasih. " ucapnya menangis dan langsung memeluk anaknya.
Kai balas memeluk Nyonya Dita, ia tersenyum dari balik pelukannya ia merasa sangat bahagia melihat mamanya juga ikut bahagia.
Tuan Adiwijaya ikut tersenyum melihat Kai telah mengambil keputusan yang tepat, ia tersenyum menatap Kai sambil mengelus rambut anaknya, begitu juga dengan Kai yang balas tersenyum menatap papanya dari balik pelukannya dengan Nyonya Dita.
Enji yang melihat kebahagiaan itupun ikut terharu, tapi ia cepat- cepat menghapus kesedihannya.
" Tuan Kai,, kau belum sarapan kan,, tadi aku menyuruh bibi untuk membuat sarapan untuk mu,, sebaiknya kau sarapan dulu,, aku akan mengemasi barangku. " ucap Enji.
Kai pun mengangguk dan segera berdiri.
" Ayo,, mamah temani. " ucap Nyonya Dita yang juga ikut berdiri dan langsung menggandeng tangan Kai. Lalu mereka berdua turun ke bawah menuju meja makan.
Tuan Adiwijaya hanya tersenyum melihat kedua orang yang di sayanginya terlihat bahagia hari itu.
" Kau segera kemasi barangmu ya, aku ingin menyusul Dita dan Kai ke bawah. " ucap Tuan Adiwijaya.
" Baik Tuan. " jawab Enji.
Lalu Tuan Adiwijaya pergi meninggalkannya sendiri.
" Huufftt,, syukurlah Tuan Kai. " ucapnya tersenyum.
_ _ _ _ _ _ _
LIKE 💜 KOMEN 😍 VOTE 😘