KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
MEMBUJUK KAI.*



Pagi pun tiba, Enji beraktivitas seperti biasanya, ia menjemput Kai dan berangkat ke perusahaan tempatnya bekerja, karena hari ini ada meeting penting di kantor tuannya.


Kai duduk di kursi mobil belakang sambil melihat-lihat berkas yang semalam Enji siapkan.


" Kau sudah membaca semuanya Enji?. " tanyanya.


" Sudah Tuan, aku sudah membaca semuanya. " jawab Enji.


Kai lalu menutup lagi berkas yang sudah ia baca dan meletakkannya di samping tempatnya duduk.


Sedangkan Enji, ia fokus mengemudi walau pikirannya masih terus memikirkan pembicaranya dengan Tuan Han semalam.


Ia kini sedang bingung bagaimana caranya bicara pada Kai, dan membujuknya untuk pergi ka Korea.


Enji berniat memberitahu Kai saat makan siang nanti, dan ia akan menceritakan semua permasalahannya pada Kai.


Sesampainya di kantor, Kai memasuki ruang kerjanya yang ada di lantai paling atas, bersama Enji sekertaris pribadinya.


Kai langsung duduk di singgasananya sedangkan Enji ia keluar setelah mengantarkan presdir Kai ke ruang kerjanya.


Kai duduk sambil membuka laptop dan mengecek semua bisnisnya yang ia pantau dari laptop tersebut.


Ia mendapatkan laporan-laporan dari para orang-orang kepercayaannya yang ia tugaskan untuk menjalankan usahanya yang berada di luar negeri.


" Tuan Kai, mereka sudah datang, kau ingin mulai sekarang atau sesuai jadwal saja?. " ucap Enji yang tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya.


" Kita mulai sekarang saja, suruh mereka menungguku di ruang meeting. " perintahnya yang masih fokus ke laptopnya.


Enji mengangguk dan kembali keluar untuk memberitahu para klien tuannya agar mereka segera masuk dan menunggu Kai di ruang meeting.


Setelah selesai dengan urusannya, Kai kemudian di jemput oleh Enji menuju ke ruang meeting.


Sesampainya di meeting room Kai duduk di kursinya di temani Enji yang duduk tepat di sebelahnya.


" Baiklah kita mulai meeting nya sekarang. " ucapnya menatap satu-persatu para kliennya.


Mereka mengangguk dan mulai mengeluarkan berkas-berkas dari dalam tas kerjanya dan mulai menyampaikan projek-projek yang akan mereka jalankan dengan Kai.


***


Sementara itu Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita sudah mendengar kabar tentang keadaan Lisa dari Tuan Han.


Mereka sangat terkejut setelah mendengar berita tersebut, mereka tak menyangka jika sikap Lisa berubah sampai seperti itu.


Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita yang sudah tau jika Tuan Han membutuhkan Kai itu, tentu saja langsung mengijinkannya.


Ia akan bicara pada Kai dan akan menyuruhnya untuk segera terbang ke Korea dan mempertemukan Kai dengan Lisa.


Tuan Han dan Nyonya Eden sangat berharap jika keberadaan Kai di sisi Lisa bisa mengembalikan keceriaannya seperti dulu, begitu juga dengan Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita yang berharap jika sikap Lisa bisa berubah lagi seperti dulu.


" Han aku akan usahakan agar Kai terbang ke sana, kau jangan khawatir, yang terpenting Lisa kembali lagi seperti dulu. " ucap Tuan


Adiwijaya yang sedang tersambung dengan Tuan Han lewat telepon genggamnya.


" Terimkasih Adi, aku sangat berharap jika Kai bersedia datang kemari. " ucapnya dari balik telepon.


" Ya, kau tenang saja, aku pastikan Kai datang ke sana, aku akan bicarakan hal ini setelah Kai pulang dari kantornya. Kau jaga Lisa baik-baik ya, aku tutup dulu teleponnya. " ucapnya dan menutup sambungan telepon dengan Tuan Han.


Nyonya Dita yang ikut mendengar pembicaraan itupun ikut cemas, ia menyuruh Tuan Adiwijaya untuk segera menghubungi Kai dan memberitahukan berita ini, agar ia segera pulang dan secepatnya terbang ke Korea.


" Han bilang semalam ia sudah menghubungi Enji dan menyuruhnya untuk memberitahu Kai. " ucap Tuan Adiwijaya.


" Ohh!!!, sungguh?. " tanyanya, dan Tuan Adiwijaya hanya mengangguk.


" Syukurlah, setidaknya ada Enji yang bisa kita andalkan untuk membujuk Kai. " ucap Nyonya Dita, Tuan Adiwijaya mengangguk membenarkan.


***


" Meeting hari ini selesai, untuk hasilnya kalian tunggu saja kabar dari sekertaris ku. " ucap Kai yang sudah berdiri dan membenarkan dasinya.


" Baik Tuan, terimakasih. " ucap para kliennya serempak.


Lalu Kai berjalan keluar di ikuti oleh Enji yang berjalan tepat di belakangnya. Mereka menuju ruang kerja presdir Kai.


Sesampainya di ruang presdir, Kai tak duduk di singgasananya, ia memilih duduk di sofa yang di sediakan di sana.


Kai merebahkan tubuh tingginya di sofa panjang, di temani oleh Enji yang setia di sampingnya.


" Huuffttt,, menurutmu projek mereka itu akan membuat nama Maheswara Industries malu tidak?, heh,, awas saja jika sampai mempermalukan perusahaan ku ini. " ucapnya dengan melipatkan kedua tangannya ke belakang kepala dan menjadikannya sebagai tumpuan.


" Jika kau merasa tidak cocok dengan projek yang mereka ajukan padamu, kau tidak usah menandatanganinya Tuan. " ucap Enji melirik tuannya.


" Sebenarnya aku juga tidak cocok dengan projek mereka itu, tapi aku kasihan saja pada mereka, nama perusahaan ini sudah terkenal kemana-mana, dan otomatis perusahaan yang terlibat di dalamnya juga ikut terbawa. " ucapnya yang mengganti posisinya menjadi duduk.


Enji hanya mengangguk mendengar ucapan Kai, ia tak memikirkan itu sekarang ini, yang ia pikirkan adalah, bagaimana caranya mengatakan permintaan Tuan Han yang menyuruhnya untuk terbang ke Korea menemui Lisa.


" Sudah waktunya makan siang, kita pergi ke tempat biasa?. " tanya Enji.


" Hemm. " dehemnya.


Kai lalu keluar bersama Enji menuju restoran tempat biasanya ia menghabiskan waktu makan siang.


Sesampainya di restoran, Kai dan Enji di sambut oleh manager restoran tersebut.


" Selamat siang Tuan Kai, Tuan Enji. " sapanya ramah.


" Selamat siang. " hanya Enji yang menjawab.


" Mari saya antar Tuan. " ucapnya berjalan di depan sebagai pemandu.


Manajer itu mengantarkan Kai dan Enji ke ruang VIP yang sengaja di sediakan khusus untuk pemilik restoran tersebut.


" Hari ini cukup ramai ya. " ucap Kai yang sudah duduk di sofa sambil melihat sekelilingnya.


" Iya Tuan, hari ini pengunjung meningkat 30% dari biasanya. " ucap manajer itu dengan tersenyum lebar.


" Baguslah, bekerja dengan baik, aku akan memberikan bonus dua kali lipat untuk gaji kalian bulan ini. " ucap Kai sambil masih melihat-lihat sekeliling restorannya yang sangat ramai pengunjung itu.


Manajer itu langsung tersenyum bahagia setelah mendengar ucapan Kai barusan.


" Terimakasih Tuan, terimakasih, akan saya sampaikan berita gembira ini pada para pegawai restoran, sekali lagi saya ucapkan terimakasih Tuan. " ucapnya yang terus membungkuk.


" Hemm, segera siapkan makan siang ku. " ucapnya, dan manajer restoran itupun langsung pergi menyiapkan makan siang untuk bos besarnya.


Enji ikut tersenyum senang saat mendengar ucapan Kai pada manajer tersebut.


" Kau sangat baik Tuan Kai, tak heran jika para orang-orang yang berada di bawah jajaranmu selalu setia padamu. " ucap Enji tersenyum menatap Tuan Mudanya.


" Aku juga harus membayar mereka setara dengan keringat yang mereka keluarkan saat bekerja denganku Enji. " ucapnya santai.


Enji hanya tersenyum, tapi tiba-tiba senyumannya hilang saat pikirannya kembali ke Tuan Han. Kai yang melihat perubahan mimik wajah Enji pun heran.


" Ada apa Enji?, apa kau melupakan sesuatu?. " tanyanya.


Tapi Enji hanya menatap Kai tanpa menjawab pertanyaan Tuan mudanya.


Tiba-tiba manajer yang sama kembali menghampiri Kai dan Enji bersama beberapa pegawai lainnya dengan membawa makanan untuk bos mereka.


" Silakan Tuan Kai, Tuan Enji. " ucapnya ramah dan merekapun langsung pergi setelah selesai mengantarkan makanan tersebut.


Kai yang sudah sangat lapar itu langsung menyantap makan siangnya.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku Enji. " ucapnya sambil menyuapkan makanannya.


Enji tak menjawab, ia sedang menyiapkan mentalnya sebelum menceritakan semuanya pada Kai.


" Nanti saja, kita makan dulu, aku juga sudah sangat lapar Tuan. " ucapnya dengan tersenyum menutupi kegugupan nya.


Kai hanya mengangguk dan melanjutkan makan siangnya bersama Enji.


Setelah mereka selesai makan siang, Kai kembali meminta jawaban dari pertanyaannya pada sekertaris pribadinya itu.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku. " ucapnya menatap Enji.


Enji sangat gugup, ia takut salah bicara nanti ketika memberitahu Kai tentang permintaan Tuan Han.


" Tuan,, sebenarnya,, " ucapnya terputus


Kai masih menatapnya tanpa bicara apapun.


Bagaimana ini!!!!!


" Sebenarnya,,, " ucapnya terhenti.


" Kau mau bicara atau mau membuatku kesal Enji?, kau ingin melihat ku menjadi singa lagi?. " tanyanya geram, karena Enji hanya bicara setengah-setengah dan membuatnya geregetan.


Enji menelan ludah mendengar ucapan Kai barusan.


Aaarrgghhh!!!!!, mati saja kau Enjii!!!!, aku sudah pasrah, aku tak peduli jika Tuan Kai akan mengamuk di tempat ini, tapi tolong jangan membuatnya mempermalukan ku Tuhan!!!, aku belum menikah!!.


" Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan denganmu Tuan. " ucapnya mulai lancar.


Ayoo Enji!!!,, ayoo!!!kau pasti bisa!!!!


" Katakan sekarang Enji!!. " ucapnya menahan kesal.


" Semalam Tuan Han menelepon ku dan mengatakan sesuatu,,, tentang Nona Lisa. " ucapnya hati-hati.


Kai mulai mengerutkan keningnya.


" Maksudmu?. "


" Tuan Han bilang, ketika mereka pulang dari Indonesia waktu itu, Nona Lisa menjadi pendiam, ia menjadi gadis yang pemurung, tak banyak bicara seperti biasanya. " ucapnya mulai menceritakan.


Kai masih diam menyimak.


" Tuan Han bilang, sekarang Nona Lisa tak seceria dulu lagi, ia sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di dalam kamar, dan itu membuat Nyonya Eden khawatir, bahkan sekarang ia sedang jatuh sakit karena terus memikirkan Nona Lisa yang berubah drastis. " ucapnya menceritakan kembali pembicaraan nya dengan Tuan Han.


" Apa?!!, Nyonya Eden sakit?. " tanyanya kaget


" Iya. " jawabnya mengangguk.


" Lalu sekarang bagaimana?. " tanyanya lagi.


" Tuan Han meminta mu untuk terbang ke Korea Tuan, ia berharap jika kedatangan mu akan membuat Nona Lisa senang dan mengembalikan keceriaannya. " ucap Enji menatap Tuan mudanya dengan takut.


" APA!!!!. "


_ _ _ _ _ _ _


ILUSTRASI SEKERTARIS ENJI


BY: PINTEREST