KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
AKU (KAI) MEMILIHMU



Enji dan Devan masih menatap Kai dengan wajah yang sangat terkejut, tapi tidak dengan Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita. Mereka malah terlihat sangat senang setelah mendengar ucapan Kai barusan.


" Apa kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu Kai?. " tanya Tuan Adiwijaya menatapnya.


Kai mengangguk sambil balas menatap papanya.


" Apa Lisa sudah tau soal ini?. " tanyanya lagi.


Kai menggelengkan kepalanya.


" Kalau begitu kita harus segera memberitahukan soal rencana mu ini pada Lisa dan orang tuanya Kai. " ucap Nyonya Dita bersemangat.


Dan lagi-lagi Kai hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.


Terlihat rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita, mereka tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya ketika mengetahui jika Kai akan menikah dengan Lisa.


*


" APA?!!.. JA.. JADI KAI AKAN MENIKAHI LISA?!!. " pekik Tuan Han dari balik telepon ia terkejut seketika setelah mendengar kabar ini.


" Ya Han, Kai sendiri yang mengatakannya langsung padaku dan Dita, bahkan disana ada Enji dan Devan orang kepercayaan kami. " ucap Tuan Adiwijaya memberitahu.


" Ahh.. aku tidak bisa berkata-kata lagi Adi, aku sangat bahagia mendengar kabar ini, tapi, kenapa Kai tak mengatakan rencananya itu padaku saat ia masih disini?. " tanyanya heran.


" Entahlah, aku juga tidak tau, mungkin ia masih bingung ketika berada di sana, dan ia kembali memikirkan rencananya itu lalu memutuskannya setelah sampai di sini. " pikir Tuan Adiwijaya.


Tuan Han hanya mengangguk dari balik teleponnya, ia masih merasa aneh, tapi ia tak mau terlalu memikirkannya.


" Baiklah Adi, aku rasa kita jangan menundanya terlalu lama, aku takut jika nanti malah terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada Kai dan Lisa. " ucap Tuan Han sedikit cemas.


" Ya, aku juga berfikir begitu Han, bagaimana kalau kita langsungkan pernikahan Kai dan Lisa bulan depan?, sambil kita mempersiapkan acara pestanya?. " usul Tuan Adiwijaya.


" Ya, ya, aku setuju denganmu, tapi, ngomong-ngomong, dimana kita akan melangsungkan pernikahan anak kita Adi?, apa kau punya rekomendasi tempat yang bagus?. " tanyanya dari balik telepon.


" Ya, aku ada satu. " ucap Tuan Adiwijaya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


*


Terlihat Kai sedang melamun di dalam kamarnya, ia berdiri tepat di depan kaca jendela kamarnya sambil melihat bintang-bintang yang malam itu bertebaran di langit malam.


Tekadnya sangat kuat untuk menikah dengan Lisa, entah apa yang di rencanakan nya, yang pasti ini bukan perasaan cinta, apalagi rasa ingin memiliki.


" Hmm,, tunggu aku Lisa. " seringai nya.


*


Pagi pun tiba, matahari sudah memancarkan sinarnya, siap menghangatkan setiap insan yang beraktifitas seperti biasanya.


" Ya Beny, aku mau yang terbaik untuk anak dan calon menantuku, aku mempercayakan semuanya padamu!. " ucap Nyonya Dita yang sedang bicara dengan seseorang lewat telepon genggamnya.


" Tentu saja, aku yang akan menanggung semua biayanya, kau pergilah minggu depan bersama semua anak buahmu, dan pastikan semuanya berjalan dengan lancar, aku tidak mau sampai ada kesalahan sekecil apapun, ingat itu!. " ucapnya penuh penekanan, lalu ia langsung mematikan sambungan teleponnya.


" Kai!. " panggil Nyonya Dita yang melihat anaknya sudah duduk manis di meja makan.


" Kamu mau sarapan apa sayang?, mama siapkan ya. " ucapnya yang sudah berdiri tepat di samping Kai.


" Mama bicara dengan siapa?. " tanya Kai menatap mamanya.


" Ohh, dia Beny, desainer terkenal di Indonesia, bahkan sudah internasional, mamah akan memakai jasanya untuk membantu persiapan pesta pernikahan mu dengan Lisa nanti. " jawabnya sambil mengoleskan selai rasa stroberi ke roti untuk sarapan Kai.


Kai hanya diam sambil melihat mamanya menyiapkan sarapan untuknya.


" Memangnya pesta pernikahan ku dengan Lisa akan di adakan dimana?. " tanyanya sedikit penasaran.


Nyonya Dita melirik Kai dengan tersenyum.


Sontak saja Kai yang mendengar langsung kabar dari mamanya pun terkejut seketika, ia tak tau jika pesta pernikahannya dengan Lisa akan di adakan di luar negeri.


" Apa mama tidak salah?!!, London itu cukup jauh mah!. " ucap Kai sedikit meninggikan intonasi suaranya.


" Memangnya kenapa?. " tanyanya sambil menarik kursi lalu duduk di samping Kai.


" Mama hanya ingin yang terbaik untukmu Kai, kau satu-satunya anak mama dan papa, dan kami akan melepaskan mu, kau akan menjalani kehidupan mu yang sesungguhnya bersama Lisa, jadi tolong jangan menolak untuk yang satu ini ya, lagi pula ini kan akan jadi pernikahan mu yang pertama dan terakhir kalinya. " ucapnya sambil mengelus pundak Kai.


" Ya, terserah mamah


saja. " ucapnya malas.


*


Hari pun berganti begitu cepat, tak terasa tinggal satu minggu menuju hari pernikahan Kai dengan Lisa.


Semua orang sibuk menyiapkan segala sesuatu yang harus di persiapkan untuk pernikahan sang Presdir Maheswara, tapi, Kai malah sibuk mengurusi bisnisnya.


Ya, bisa di bilang Kai sebenarnya tidak terlalu memikirkan pernikahannya ini, ia menyerahkan semuanya pada orang tuanya, dan orang-orang kepercayaannya untuk mengurusi acara pernikahannya nanti.


**


Tepat jam tujuh malam waktu Indonesia.


Kai, Tuan Adiwijaya, dan Nyonya Dita duduk bersama di meja makan sambil menikmati hidangan makan malam.


" Kai, besok kita berangkat ke London jam tujuh pagi, kau harus sudah siap. " ucap Tuan Adiwijaya.


" Besok?, kenapa mendadak sekali?, besok aku ada meeting penting bersama klien ku. " ucapnya cuek sambil mengunyah makanannya.


" Hentikan Kai!, apa kau mempermainkan kami semua? kau itu akan menikah!, jangan sibukkan dirimu dengan pekerjaanmu itu, kau punya banyak orang kepercayaan!, biarkan saja mereka yang mengurusi bisnis mu!, jangan membuat papa marah!. " ucap Tuan Adiwijaya meninggikan suaranya.


" Tapi pah, besok ak..


" Tidak ada tapi-tapian Kai!, jangan membantahku!. " ucapnya penuh penekanan.


Kai hanya bisa mengehelai nafasnya, ia tak bisa bicara apa-apa lagi, karena ini semua memang atas keinginannya.


" Iya Kai, waktu kita hanya tinggal satu minggu lagi, Lisa, Tuan Han dan Nyonya Eden bahkan sudah berada disana, kau dan Lisa bahkan belum melakukan fitting baju pengantin kan?, setelah sampai di London, kau akan melakukan fitting baju pengantin bersama Lisa. " ucap Nyonya Dita menatap anaknya.


" Papa sudah membeli tiket pesawat?. " tanya Kai menatapnya.


" Ya, kita tinggal pergi saja besok. " jawabnya.


" Batalkan saja, kita pergi menggunakan pesawat pribadi ku. " ucapnya santai.


Sontak saja Tuan Adiwijaya dan Nyonya Dita yang tak mengetahui jika anak mereka membeli pesawat pribadi pun berhasil dibuat terkejut olehnya.


" APA?!!, k.. kau membeli pesawat pribadi?. " tanya Nyonya Dita dengan wajah yang sangat terkejut.


Kai mengangguk sambil menyuapkan makanan ke mulutnya dengan santai.


" Kapan?. " tanya papanya.


" Saat aku pulang dari Busan kemarin, memangnya kenapa?. " tanyanya menatap orang tuanya bergantian.


" Kenapa kau tak pernah ceritakan ini pada papa?. " ucap Tuan Adiwijaya memonyongkan bibirnya seperti anak kecil yang cemburu jika melihat temannya mempunyai mainan baru.


Kai hanya tersenyum sambil menunjukkan gigi putihnya, begitu pula dengan Nyonya Dita yang ikut tertawa melihat ekspresi suaminya.


Seketika, suasana pun kembali hangat dan tak ada pembicaraan saling tarik menarik urat.


**