KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
DINNER.*



CKLEK..


Kai membalikan badannya ketika mendengar suara pintu terbuka, dan betapa terkejutnya, ia melihat Lisa sedang berdiri mematung hanya berbalut kan jubah mandi saja dengan mata melotot tajam ke arahnya.


" AARRRRGGGGHHHHH!!!!!!. " teriak Lisa histeris sambil menutup bagian dadanya dengan kedua lengannya.


BRUAK!!


" SEDANG APA KAU DI DALAM KAMARKU!!!!. " teriaknya sambil melemparkan barang-barang yang ada di sekitarnya ke arah Kai.


" Aww,, aww,, HEII!! HEII!! HENTIKAN!!. " ucap Kai yang juga ikut berteriak karena suaranya hampir tak terdengar oleh teriakan Lisa.


" PERGII!!! PERGII!!! DASAR LELAKI MESUUM!!!!. "


" Apa??, HEY!! HAT...


" Tuan, Tuan,, sudah ayo kita pergi saja!. " ucap Enji yang juga ikut berlindung menggunakan kedua tangannya.


Kai yang masih kesal itu langsung di tarik keluar oleh Enji karena Lisa yang semakin nafsu melempari mereka.


BRUAK


" Wanita itu!!, apa dia sudah gila?!!, hampir saja aku terluka oleh perbuatannya!!, menyebalkan!!. " gerutunya yang sudah keluar dari kamar Lisa.


" Maklum saja Tuan, itu juga salah kita yang main masuk saja ke kamar orang lain. " ucap Enji membenarkan jasnya yang berantakan.


" Tapi tadi,, Nona Lisa terlihat sangat sexy ya ketika memakai jubah mandi. " tersenyum menatap Kai.


PLATAKK!!


" AWW!!,, Sakit Tuan!. " mengelus Keningnya yang di sentil oleh Kai.


" Kapan kau mulai seperti ini?. " tanya Kai menatap tajam sekretarisnya.


" Hehe,, aku hanya bercanda, kenapa serius begitu?. " jawabnya menyengir, dan Kai menatapnya dengan tatapan malas.


*


Semua orang berkumpul di ruang keluarga lantai dua rumah Tuan Han, terlihat Kai masih menatap tajam ke arah Lisa, begitu juga Lisa yang masih enggan mengalihkan pandangannya dari Kai setelah kejadian pagi tadi di kamarnya.


" Lelaki mesum ini!, kena..


" Heyy!! heyy!!,, hati-hati dengan ucapanmu!!. " teriak Kai yang memotong ucapan Lisa.


" Apa?!!, hati-hati katamu?, itu memang kenyataannya!!, kau masuk ke kamarku tanpa seijin ku dan melihatku yang sedang memakai jubah mandi saja, itu apa namanya jika bukan lelaki mesum?!!!. " teriaknya yang kembali emosi.


" Lisa. " ucap Nyonya Eden mencoba menenangkannya.


" Sebelumnya kami minta maaf Nona Lisa, sungguh, kami tidak bermaksud seperti itu, saya dan Tuan Kai hanya ingin melihat keadaan Nona saja, kami juga sudah meminta ijin kepada Tuan Han dan Nyonya Eden. " ucap Enji menjelaskan. Lisa melirik kedua orang tuanya, dan mereka mengangguk bersamaan.


" Lalu kenapa kalian bisa ada di sini?. " tanya Lisa menatap Kai dan Enji bergantian.


Enji yang melihat Kai masih diam dan masih menatap tajam ke arah Lisa pun harus angkat bicara untuk menjelaskan.


" Sebenarnya kami sedang ada pekerjaan di sini, jadi sekalian saja kami datang kemari mengunjungi Tuan Han dan Nyonya Eden. " ucap Enji berbohong, karena sebelumnya Tuan Han dan Nyonya Eden meminta agar mereka tak mengatakan yang sebenarnya kepada Lisa.


" Saya sungguh minta maaf, jika sudah membuat keributan di rumah ini. " ucap Enji yang tak enak hati.


" Ah, tidak apa-apa sekertaris Enji, ini hanya kesalahpahaman saja. " ucap Tuan Han dan di angguki oleh istrinya.


" Lisa, apa kau tak mau mengatakan sesuatu pada Kai dan sekertaris Enji?. " ucap Nyonya Eden menatap anak gadisnya.


" Aku juga minta maaf sekertaris Enji, jika sudah bertindak kurang sopan kepadamu. " ucap Lisa meringis menahan malu mengingat kejadian tadi pagi.


" Tidak apa-apa Nona, saya mengerti, saya yang harusnya meminta maaf. " ucap Enji tersenyum manis menatapnya, Lisa mengangguk dan kini pandangannya beralih menatap Kai.


" Saya juga minta maaf kepada anda Tuan Kai. " ucap Lisa tersenyum manis, tapi bukan senyuman manis yang di balas oleh Kai, melainkan ia mengabaikan permintaan maaf darinya.


" Tuan Han, terimakasih karena telah memperbolehkan saya berkunjung kemari, tapi masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, jadi saya tidak bisa lama-lama disini, lain kali saya akan berkunjung lagi kemari, saya permisi dulu Tuan, Nyonya. " ucap Kai yang sudah berdiri berpamitan pada Tuan Han dan Nyonya Eden.


Lisa yang merasa dirinya sengaja di abaikan oleh Kai pun merasa tersinggung.


" Heii!!, ak..


" Iya Kai, terimakasih juga sudah menyempatkan waktumu untuk mengunjungi kami kesini, hati-hati ya. " ucap Tuan Han yang memotong ucapan Lisa dan langsung menjabat tangan Kai.


Kai tersenyum dan mengangguk, ia merasa menang karena telah berhasil membuat Lisa kesal sama seperti dirinya yang di buat kesal oleh Lisa.


Akhirnya Kai pergi meninggalkan rumah Tuan Han dan ia kembali ke hotel bersama Enji, Kai menghabiskan waktunya di dalam kamar bersama Enji mereka tetap bekerja walau berada di negara yang berbeda.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam waktu Busan, Korea Selatan. Enji mengajak Kai untuk makan malam di luar sambil berjalan-jalan melihat pemandangan kota Busan di malam hari.


Tapi sebelum berangkat Enji mengatakan sesuatu pada Kai yang membuat moodnya yang mulai bagus kembali hilang.


" Bagaimana kalau kita mengajak Nona Lisa makan malam bersama Tuan?. " usulnya bersemangat.


Sontak saja Kai yang sedang asyik-asyiknya membenarkan dasi sambil bercermin pun langsung membalikan badannya dan menatap sekertaris nya tajam.


" Kenapa kau selalu menyebutkan nama gadis itu?!!!. " pekik Kai kesal setengah mati.


" Kenapa kau selalu marah-marah Tuan?, aku hanya mengusulkan saja. " ucap Enji memonyongkan bibirnya.


" Kalau begitu kau saja yang pergi dan makan malam bersama dengan dia!!, jangan mengajakku!!. " bentak nya pada Enji.


Enji hanya diam dan ia tak berani bicara lagi setelah Kai membentak nya, selesai menunggu Kai, akhirnya merekapun mulai pergi meninggalkan hotel. Saat mereka berada di parkiran mobil, tiba-tiba handphone Enji berdering dan membuat mereka harus berhenti sebentar.


" Tuan Han?. " ucapnya menatap Kai setelah ia melihat siapa yang meneleponnya.


" Ya Tuan, ada apa? . " tanya Enji yang sudah mengangkat telepon darinya.


" Sekertaris Enji, apa kau bisa menolongku?. " ucap Tuan Han dari balik telepon.


" Tolong kau ajak Lisa untuk makan malam bersamamu dan Kai, ia tak mau makan dari pagi, kami sudah membujuknya, tapi ia tetap tidak mau. " ucapnya dengan nada sedikit cemas.


Enji yang mendengar ucapan Tuan Han barusan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kai.


" Sebaiknya kau langsung bicara saja pada Tuan Kai, Tuan. " ucap Enji menatap Kai, Kai yang bingung itu mengerutkan keningnya sambil mengucapkan Apa dengan suara lirih.


" Baik, berikan handphone mu pada Kai. " ucap Tuan Han, dan dengan segera Enji langsung menyerahkan handphone nya pada Kai.


" Iya Tuan?. " ucap Kai ramah.


" Kai, maukah kau membantuku?. " kini Nyonya Eden yang bicara.


" Membantu apa?. " tanya Kai mengerutkan keningnya.


" Kau ajak Lisa untuk makan malam bersamamu, dia kembali mengurung dirinya di dalam kamar Kai, ia tak memakan makanan apapun dari tadi pagi, kami sudah membujuknya tapi ia tetap tidak mau, kami bingung harus meminta bantuan pada siapa lagi selain dirimu. " ucapnya dengan nada sedih.


Kai melirik Enji dengan tatapan membunuh, Enji yang merasa dirinya akan disalahkan pun langsung menggelengkan kepalanya cepat.


Kai menarik nafasnya dalam.


" Maaf Nyonya, tapi ak..


" Aku mohon kepadamu Kai, bantu kami sekali lagi,, hiks,, aku mohon kepadamu. " ucapnya mulai menangis.


DUAKK!!!


Kai melampiaskan kekesalannya dengan menendang ban mobilnya. Enji yang sudah tau akan seperti apa ekspresi Kai itu pun hanya bisa menundukkan kepalanya dan berharap jika semua akan baik-baik saja.


" Suruh dia bersiap, aku akan menjemputnya 20 menit lagi. " ucap Kai menahan amarahnya.


" Hiks,, terimakasih Kai. " ucapnya, Kai langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Nyonya Eden dan melemparkan handphone Enji kasar.


" Ke rumah gadis pembawa SIAL itu!!. " ucapnya ketus sambil berjalan masuk ke dalam mobil, Enji hanya mengangguk dan ikut masuk ke dalam mobil ia tak berani berkomentar apapun melihat tuannya sedang dalam suasana hati yang sangat kacau.


Nyonya Eden langsung tersenyum saat mengetahui Kai mau menolongnya untuk mengajak Lisa makan malam bersamanya.


" Kai bilang ia akan kesini untuk menjemput Lisa. " ucapnya tersenyum menatap Tuan Han.


" Sungguh?!!, ah, ya Tuhan, syukurlah ia masih mau membantu kita untuk membujuk Lisa,, kau sebaiknya ke atas, dan beritahu Lisa jika Kai akan menjemputnya untuk mengajaknya makan malam bersama. " ucap Tuan Han menyuruh istrinya, Nyonya Eden mengangguk dan langsung bergegas menuju kamar anak gadisnya. Sesampainya di atas..


Tok tok tok


" Lisa, sayang?!!. " panggilnya, tapi tak ada jawaban dari dalam.


" Lisa, cepat bersiap ya!. " ucapnya mulai memancing.


Lisa yang mendengar ucapan ibunya dari luar itu masih menahan rasa penasarannya, ia masih diam tak menjawab.


" Kai bilang ia akan kesini untuk menjemputmu!, ia mengajakmu untuk makan malam bersamanya!!. " teriaknya agar Lisa bisa mendengar ucapannya dengan jelas, tapi masih belum ada jawaban dari Lisa.


" Waktumu tidak banyak loh,, Kai bilang ia akan sampai dua puluh menit lagi!. " ucap Nyonya Eden tersenyum di depan pintu.


" Kau tidak mau ya?. " ucapnya yang berpura-pura terdengar sedih agar Lisa meresponnya.


" Tinggal lima belas menit lagi, jika kau mau mamah akan membantumu untuk bersiap. " ucapnya melirik jam tangan yang dipakainya.


Tiba-tiba..


CKLEK..


Lisa membukakan pintu kamarnya, terlihat Nyonya Eden tersenyum lebar dengan bergegas ia langsung masuk ke dalam kamar Lisa.


*


Kai hanya diam selama perjalanan menuju ke rumah Tuan Han, Enji yang paham betul alasannya pun hanya bisa ikut diam, ia juga tak berani bertanya apapun pada tuannya.


" Kita sudah sampai Tuan. " ucap Enji yang sudah berada di halaman rumah besar itu.


Kai tak menjawab ucapan Enji, ia hanya diam sambil melirik ke arah pintu utama rumah Tuan Han.


" Kau saja yang masuk, aku menunggu di mobil. " ucap Kai malas, Enji hanya mengangguk, ia pun keluar dari mobil dan bergegas masuk ke rumah Tuan Han untuk menyusul Lisa.


Sampai tiba-tiba, Kai melihat Enji keluar bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik, berbalut kan gaun berwarna emas, dan beberapa perhiasan yang di tempelkan di tubuhnya, dengan polesan make up yang tipis. Lisa, malam itu berhasil membuat Kai tercengang dengan perubahannya.


Kai memandangi Lisa yang di papah oleh Enji untuk masuk ke dalam mobilnya, sampai tiba-tiba..


" Silakan Nona. " ucap Enji membukakan pintu mobil untuk Lisa.


Lisa terlihat ragu untuk masuk, karena ia harus duduk di kursi yang sama dengan kursi yang di duduki oleh Kai.


" Tak apa, silakan. " ucap Enji lagi yang mencoba membujuknya untuk segera masuk.


Lisa mengangguk dan dengan hati-hati ia mulai menaikan kakinya ke dalam mobil, lalu duduk bersama Kai di kursi yang sama.


" Terimakasih Sekertaris Enji. " ucapnya tersenyum, Enji balas tersenyum dan ia pun kembali menutupkan pintu mobilnya.


Merekapun mulai pergi meninggalkan rumah Tuan Han dan menuju ke restoran mewah untuk makan malam bersama.


Selama perjalanan Kai menahan matanya, agar ia tak melirik Lisa yang duduk tepat di sebelahnya, ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela mencoba memandangi ramainya kota Busan di malam hari. Sampai tiba-tiba...


_ _ _ _ _ _ _ _


ILUSTRASI LISA


BY: PINTEREST



Up lagi satu eps hehe😁, btw yang mampir dan udah baca novel ini, tinggalkan jejak kalian ya gaes dengan cara like komen atau vote, biar aku tau kalau novel ini ada yang baca, dan kalau banyak yang suka, aku juga kan tambah semangat buat nulisnya. Thank you :)