KAI ALANDY MAHESWARA

KAI ALANDY MAHESWARA
MALUUU!!!!!!.



Tiba-tiba..


" Tuan. " Lisa.


" Kau. " Kai.


Mereka saling memandang ketika mengucapkan kata bersamaan. Kai terlihat malu dan langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Sedangkan Lisa langsung menundukkan kepalanya.


Enji yang melihat dari balik kaca spion dalam mobil itu hanya ikut menahan senyumnya setelah mendengar Kai dan Lisa mengucapkan kata bersamaan.


" Ehemm. " dehem Enji sambil membenarkan posisi duduknya.


" Ada apa?. " tanya Kai dengan nada yang sedikit tinggi.


" Ahh,, tidak tuan,, tenggorokan ku hanya sedikit kering saja. " ucapnya berdalih, karena ia memang sengaja mengeluarkan deheman itu untuk Kai dan Lisa.


Kai yang sudah sangat hafal betul sikap dan prilaku sekertarisnya itu tidak langsung mempercayainya begitu saja. Ia masih menatap Enji dari kaca spion dalam mobilnya.


Enji yang tau jika ia masih di tatap oleh Kai pun tak berani melirik ke kaca spion itu lagi dan memutuskan untuk fokus mengemudikan mobil.


*


Akhirnya mereka sampai di restoran yang di tuju, restoran mewah dengan dekorasi yang sangat elegan di temani alunan musik yang di mainkan oleh orang-orang yang profesional.


Kai duduk bersama dengan Lisa, sedangkan Enji duduk sendiri di meja yang berbeda. Mereka mulai memesan makanan yang akan di santap nya malam itu.


Setelah memesan, Kai terlihat mencuri-curi pandang ke arah Lisa, Lisa yang sedang asyik melihat orang-orang yang sedang memainkan alat musik pun tak sadar jika ia di perhatikan oleh Kai.


DEG


Astaga, gadis ini!!, kenapa dia berdandan seperti itu malam ini!!!.


" Daebak!. " ucapnya menggunakan bahasa Korea, Lisa tersenyum riang melihat penampilan dari orang-orang yang memainkan musik di restoran malam itu.


Lisa kemudian melirik Kai dan tersenyum, Kai yang tak tau jika Lisa akan melirik nya pun gelagapan karena ia ketahuan jika sedang memandangi wajah Lisa yang sangat cantik malam itu.


Lisa yang sudah terlanjur tau jika Kai sedang memandangi nya pun langsung salah tingkah dan terlihat malu, ia tersenyum senang sesekali sambil mencuri-curi pandang ke arah Kai.


Enji yang melihat dari awal kejadian itupun ikut tertawa, walau tak mengeluarkan suaranya karena ia tau jika Kai sudah malu karena kelakuannya ketahuan oleh Lisa, apalagi kalau ia sampai tau jika Enji pun ikut melihat dan mentertawakan nya, Jadi ia memilih diam dan tak ikut campur.


Setelah selesai makan malam, mereka langsung pergi meninggalkan restoran itu.


" Kita langsung pulang saja. " ucap Kai dengan wajah yang sudah sangat badmood.


Lisa langsung melirik nya


Kenapa langsung pulang sih!, aku kan masih mau bersamamu. Lisa


" Kenapa pulang?. " tanya Lisa polos.


Kai langsung melirik nya dengan tajam


" Kenapa?!!, memangnya kau mau kemana?!!, kau akan menginap disini hah?!!. " ucapnya malah emosi.


Lisa langsung diam dan menundukkan kepalanya, Enji yang sudah mendengar perintah dari bosnya pun tak bisa membantah dan memilih menuruti perintahnya.


Mereka pulang mengantarkan Lisa terlebih dahulu kemudian baru pulang ke hotel.


Sesampainya di rumah Tuan Han.


" Terimakasih atas makan malamnya. " ucap Lisa yang sudah turun dari mobil dan berdiri tepat di samping mobil Kai.


Kai melirik Lisa sekilas tanpa menjawab ucapan terimakasih nya, lalu ia kembali memandang lurus ke depan.


Lisa terlihat sedih, Enji yang melihatnya pun langsung mengambil alih.


" Sama-sama Nona, sebaiknya anda segera masuk ke dalam, ini sudah malam dan udaranya sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan mu, kami juga ijin langsung pamit untuk pulang, sampaikan salam kami untuk Tuan Han dan Nyonya Eden ya. " ucap Enji tersenyum, Lisa mengangguk dan ia pun langsung masuk ke dalam tanpa berbicara lagi.


Enji hanya menarik nafas melihat sikap Kai barusan, tapi ia tak berani berkomentar apapun pada bosnya itu.


Mereka pun kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Tak terasa sudah satu bulan lamanya Kai dan Enji berada di Negri Ginseng itu, selama satu bulan penuh Kai dan Enji bekerja setiap hari melalui gadget mereka, dan setiap hari pula Kai mengajak Lisa berpergian walah hanya sekedar makan dan berjalan-jalan saja.


Tapi usaha Kai membuahkan hasil, kini sikap dan prilaku Lisa mulai kembali lagi seperti dulu, ia sekarang mudah tersenyum dan kembali ceria seperti dulu lagi.


Tuan Han dan Nyonya Eden juga menyadari perubahan anak mereka, mereka sangat yakin jika keberadaan Kai lah yang membuat Lisa kembali ceria.


Tepat satu bulan dua minggu, jam tujuh pagi waktu Busan, Korea Selatan.


" Bagaimana Enji, apa Devan sudah menghubungi mu?. " ucap Kai berbaring di sofa dalam kamarnya.


" Ya, dia sudah menghubungi ku. " ucapnya.


" Lalu bagaimana?. " tanya Kai lagi yang langsung duduk menatap sekertarisnya.


" Pesawat baru mu sudah menunggu untuk menjemput mu pulang Tuan. " ucap Enji tersenyum pada Kai.


Kai terlihat senang ia langsung tersenyum lebar sambil menatap sekertarisnya.


" Sungguh?. "


" Iya. "


Kai terlihat sangat gembira, pikirannya langsung ingin segera pulang ke Indonesia dan meninggalkan Korea, sebenarnya bukan karena ia tidak ingin berada di Korea, tapi karena ia ingin segera terbebas dari Lisa.


" Apa kau juga menyuruhnya mencarikan pilot untuk ku?. " tanya Kai memastikan, dan Enji mengangguk.


" Aku juga menyuruhnya mencarikan pramugari untuk melayani mu selama di pesawat mu nanti Tuan. " ucap Enji tersenyum.


" Pramugari?. " mengerutkan keningnya.


" iya. "


" Tidak! aku tidak mau! aku hanya membutuhkan satu pilot dan satu co-pilot saja, itu sudah cukup, lagi pula kan ada kau Enji, jadi nanti yang akan melayani ku selama di pesawat ku nanti adalah kau!. " ucapnya tegas menunjuk Enji dengan telunjuknya.


" Tap..


" Jangan membantah ku!. " ucapnya dengan mata melotot tajam ke arah Enji.


Lagi-lagi Enji hanya bisa menarik nafasnya dan pasrah, ia tak berani membantah perintah dari tuannya.


*


Hari itu, Kai beraktivitas seperti biasanya, ia bekerja dan makan serta berjalan-jalan bersama Lisa, terlihat Kai hari itu sedikit bersemangat, karena ini adalah hari-hari terakhirnya berada di Korea bersama Lisa, ia berfikir jika ia akan segera pulang ke Indonesia dan meninggalkannya.


Malam pun tiba, Kai malam itu berinisiatif untuk menjemput dan mengajak Lisa makan malam bersama dengannya, dan tentu saja inisiatif nya itu di sambut dengan gembira oleh Lisa.


Sesampainya di rumah Tuan Han.


" Aku atau kau tuan yang menjemputnya?. " tanyanya yang melirik Kai lewat kaca spion dalam mobil.


" Kau saja, aku menunggu di sini. " jawabnya sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil.


Enji mengangguk lalu ia mulai melepaskan seatbelt nya kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Tuan Han untuk menjemput Lisa.


Setelah lima menit menunggu, akhirnya Kai melihat Lisa yang berjalan beriringan bersama Enji, mereka berdua berjalan menuju mobil Kai.


" Silakan Nona. " ucap Enji tersenyum sambil membukakan pintu mobil untuknya.


" Terimakasih sekertaris Enji. " balas Lisa tersenyum manis sambil melangkahkan satu kakinya ke dalam mobil.


Tenang Kai, tenang,, ini adalah malam terakhirmu di Korea bersama gadis ini,, jadi kau jangan terlalu memikirkannya karena besok kau sudah meninggalkan tempat ini. mencoba menenangkan dan tak mau memikirkannya.


Sementara itu, Lisa terlihat berbunga-bunga malam itu, ia sangat senang karena Kai yang langsung mengajaknya untuk makan malam tanpa paksaan dari siapapun. Lisa sempat berfikir jika Kai mulai menyukainya.


Akhirnya mereka pun sampai di restoran tempat biasanya mereka makan malam bersama.


Kai duduk bersama Lisa dan Enji seperti biasa duduk sendirian.


" Kau mau makan apa?. " tanya Kai cuek tanpa melihatnya dan fokus melihat buku menu restoran itu.


Lisa terkejut, dan terbengong tanpa memperdulikan pertanyaan dari Kai, karena ini kali pertama nya Kai berbicara langsung kepadanya selama mereka makan malam dan berjalan-jalan hampir dua bulan lamanya.


Kai tak pernah berbicara sepatah katapun pada Lisa, padahal hampir setiap hari mereka pergi bersama, namun karena kecuekan Kai yang sangat mendarah daging di dalam tubuhnya, ia tak pernah mengeluarkan satu katapun untuk Lisa.


Itu yang membuat Lisa sampai terbengong mendengar ucapan Kai yang di tujukan untuk dirinya itu.


BRUAKK!!


Tiba-tiba seorang lelaki datang menghampiri Kai dan Lisa sambil menggebrak meja mereka.


Enji yang mendengar suara santer itupun langsung berdiri dan bergegas menghampiri mereka.


Holahoyy🤣, maaff jarang up gaes, lagi sibuk-sibuknya nugas. Selamat membaca hongeyy😘.