
Arkhan tersentak mendengar ucapan istrinya, lalu tiba-tiba saja sebuah mobil hitam berhenti di depan halaman rumahnya dan membuat mereka spontan menoleh ke arah mobil itu. Arkhan langsung membelalakkan matanya saat melihat sahabatnya keluar dari dalam mobil tersebut, ya dia adalah Wisnu yang merupakan sahabat Arkhan sendiri.
"Halo semuanya! Kebetulan banget nih kamu ada disini Arkhan, jadinya kamu bisa tahu kemana aku akan membawa istri kamu pergi," ucap Wisnu sambil tersenyum lebar.
Arkhan benar-benar dibuat emosi, ia merasa jika sahabatnya itu sedang memanfaatkan situasi disaat dirinya dan Berliana tengah tertimpa masalah. Arkhan pun tidak tinggal diam, tentunya ia tak ingin istrinya dibawa kabur oleh Wisnu meski belum tentu Wisnu akan merebut Berliana darinya.
"Wisnu, untuk apa kamu datang kesini?" tanya Berliana.
"Tenanglah Liana, aku disini untuk membela kamu dari pria brengsek ini!" jawab Wisnu tegas.
"Apa-apaan kamu Wisnu? Lancang sekali kamu bicara begitu tentang saya, kamu memang sahabat yang kurang ajar!" sentak Arkhan.
"Kenapa Arkhan? Kamu gak terima? Aku cinta sama istri kamu Arkhan, jadi apa salahnya kalau aku mau bela dia sekarang? Toh kamu juga udah punya yang lain kan di luar sana?" ucap Wisnu santai.
"Sialan kamu Wisnu! Kamu sudah menusuk saya dari belakang, dasar pengkhianat!" Arkhan emosi dan hendak memukul sahabatnya itu.
Wisnu yang tak mau diam saja, langsung menangkis tangan Arkhan itu dan malah berbalik memukulnya sampai mengenai tepat bagian depan wajah Arkhan hingga mengeluarkan darah. Sontak suasana disana semakin memanas, kedua pria itu saling baku hantam balas membalas pukulan.
Berliana serta sang suster yang berdiri di depan pintu pun tak kuasa berteriak melihat perkelahian tersebut, Berliana juga meminta tolong pada penjaga di rumahnya untuk bisa memisahkan Arkhan dan Wisnu yang berkelahi itu. Tentu Berliana masih tak sanggup jika harus melihat suaminya terluka.
"Arkhan, Wisnu stop!" tiba-tiba saja seorang wanita berteriak keras dari arah pagar bermaksud menyudahi aksi keributan tersebut.
Akhirnya Wisnu menghentikan serangannya dan tidak lagi menyerang Arkhan yang terlihat sudah tak berdaya, mereka sama-sama menoleh ke asal suara dan menemukan Qeiza tengah berdiri disana. Wisnu sontak tersenyum menyeringai seraya menaikkan kedua alisnya seolah sedang merencanakan sesuatu.
"Qeiza, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu datang kesini?" tanya Arkhan tampak panik.
"Hahaha, kok kamu kelihatan cemas gitu Arkhan? Santai aja kali, udah kayak ngeliat setan aja kamu!" cibir Wisnu.
"Diam kamu Wisnu! Pengkhianat seperti kamu tidak perlu ikut campur ke dalam urusan saya!" sentak Arkhan.
"Wah wah wah, kelihatannya ada yang takut semua rahasianya terbongkar nih!" sindir Wisnu.
Arkhan menggeleng dan kembali menatap Berliana lalu mendekatinya, Arkhan ingin memastikan jika istrinya itu tidak terpengaruh oleh ucapan Wisnu karena menurutnya Wisnu hanya ingin membuat hubungan rumah tangganya dengan Berliana hancur dan Berliana harus percaya padanya.
"Liana, sayang kamu jangan dengerin kata-kata dia ya! Dia itu cuma gak suka sama hubungan kita, makanya dia bicara begitu. Kamu harus percaya sama aku sayang, aku suami kamu!" ucap Arkhan.
"Aku gak tahu mas, aku bingung harus percaya sama siapa sekarang. Aku benar-benar gak tahu lagi," ucap Berliana terisak.
"Kamu gausah bingung sayang, percaya aja sama aku karena aku ini suami kamu dan sudah seharusnya kamu percaya sama aku!" ucap Arkhan dengan tegas.
Namun, Berliana tetap sulit untuk mempercayai suaminya itu. "Maaf mas, tapi aku belum bisa percaya sepenuhnya sama kamu. Kamu udah selingkuh di belakang aku mas," ucapnya.
Arkhan menggeleng cepat, "Enggak Liana, yang kamu bilang itu gak bener. Aku gak pernah selingkuh dari kamu, percaya sama aku!" ucapnya.
"Bohong!" sentak Berliana diiringi isak tangis.
"Apa maksud kamu?" tanya Arkhan pura-pura.
Arkhan terdiam saja dibuatnya, pria itu sudah tak bisa mengelak lagi karena memang benar apa yang dikatakan istrinya itu. Namun, tentu Arkhan tetap berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Berliana, sebab ia sangat mencintai wanita itu dan tak ingin berpisah dengannya.
"Kenapa kamu diam mas? Benar kan yang aku bilang tadi soal kamu selingkuh? Kamu sudah gak bisa ngelak lagi sekarang, akui saja perbuatan kamu malam itu mas!" sentak Berliana.
"Bicara apa sih kamu? Aku khilaf sayang, aku gak sengaja. Semuanya terjadi diluar keinginan aku, dan aku juga tidak bisa menghindar. Kamu percaya dong sama aku!" ucap Arkhan.
Berliana terus menggeleng sembari menutupi kedua telinganya, "Enggak mas, cukup! Mau sampai kapan kamu ngelak terus kayak gini? Apa kamu gak kasihan sama anak kita mas? Dia masih kecil loh, kenapa kamu tega sih mas?" ujarnya dengan kesal.
Arkhan tertunduk lesu, dirinya benar-benar menyesali semua perbuatan yang sudah ia lakukan selama ini di belakang istrinya itu. Tapi tentu semua sudah terlambat, penyesalan pun tidak akan cukup membayar semua yang sudah terjadi dan Berliana tak mungkin begitu saja memaafkannya. Arkhan kini hanya bisa pasrah menerima semuanya, meskipun ia tidak ikhlas jika Berliana pergi darinya.
Pria itu kini bersimpuh di hadapan Berliana dan coba memohon padanya, "Aku minta maaf sayang, tolong kamu jangan tinggalin aku!" ucapnya memelas.
Berliana menangis saat itu juga, ia tak sanggup menerima semua ini. Berliana juga tidak menyangka kalau suami yang sangat ia cintai dan sayangi itu ternyata bermain di belakangnya dengan wanita lain, sungguh Berliana sangat menyesal pernah percaya pada lelaki seperti Arkhan.
"Terlambat mas, permohonan maaf kamu itu sudah tidak berarti lagi buat aku sekarang. Aku harus pergi, dan perceraian kita akan segera aku urus. Aku harap kamu mau terima semua itu," usap Berliana.
"Ta-tapi sayang—"
"Udah mas, aku gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu! Mas Wisnu, ayo kita pergi sekarang! Tolong bawa aku dari tempat ini!" sela Berliana.
"Dengan senang hati Liana," ucap Wisnu sambil tersenyum.
Wisnu langsung melangkah mendekati Berliana, tetapi Arkhan yang tak terima malah bangkit dan mencoba menahannya.
"Jangan pernah kamu sentuh istri saya!" sentak Arkhan penuh emosi.
"Wow wow, sekarang aja kamu bilang Liana istri kamu. Dulu kemana aja? Kenapa kamu bisa selingkuh coba? Apa kamu lupa udah punya istri, ha?" cibir Wisnu.
"Kamu benar-benar keterlaluan Wisnu! Kamu itu duri dalam daging!" geram Arkhan.
"Terserah kamu mau bilang apa, sekarang jangan halangi saya!" ujar Wisnu.
Bruuukkk
Wisnu mendorong tubuh Arkhan sampai terjatuh ke lantai, lalu dengan cepat Wisnu membawa Berliana pergi bersama Siena serta sang suster menuju mobilnya. Arkhan berusaha mengejar mereka lagi, tapi kali ini ia ditahan oleh Qeiza yang mendekat dan mencoba menolongnya.
"Liana, Liana tunggu!" teriak Arkhan yang masih tampak kesal dan sedih.
"Arkhan stop! Udah lah, kamu lupain aja istri kamu yang lumpuh itu, toh dia juga gak ada gunanya! Mending kamu sama aku aja, ya kan?" ucap Qeiza.
Arkhan menatap tajam ke arah Qeiza dengan tangan terkepal, membuat Qeiza yang menyadarinya pun dibuat kaget dan bingung mengapa Arkhan terlihat sangat marah padanya. Sedetik kemudian, Arkhan menyingkirkan tangan Qeiza dari tubuhnya dan mendorong kasar wanita itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...