
Seminggu sudah waktu berlalu, Arkhan tak mengerti mengapa pesannya tak kunjung dibalas oleh Qeiza. Berkali-kali ia mencoba menghubungi wanita itu, tetapi entah kenapa selalu tidak berhasil dan sangat membuatnya penasaran. Arkhan benar-benar bingung saat ini, ada rasa khawatir serta cemas pada Qeiza karena tak memberi kabar padanya hingga hampir seminggu lebih.
Pria itu pun terus mengecek ponselnya untuk memastikan apakah Qeiza membalas pesannya atau tidak, dan ternyata semuanya masih sama karena Qeiza belum juga membalasnya. Arkhan sontak menggeram kesal, ia nyaris membanting ponselnya jika Berliana tidak muncul dan masuk ke dalam kamarnya dengan wajah bingung, ya Berliana melihat betul tadi saat suaminya emosi.
"Loh mas, kamu kenapa? Ada sesuatu yang bikin kamu emosi?" tanya Berliana.
Arkhan terlihat gugup, ia segera menghapus semua pesan serta riwayat telponnya ke nomor Qeiza agar Berliana tak curiga. Meskipun Arkhan yakin Berliana tidak mungkin berani memeriksa ponselnya, sebab wanita itu adalah istri yang baik dan selalu percaya padanya, walau ia telah mengkhianatinya.
"Eh sayang, iya nih aku kesal banget sama staf di kantor aku. Mereka bilang ada kendala disana dan aku diharuskan kesana, padahal kan aku mau habisin waktu aku sama kamu sayang," bohong Arkhan.
"Ohh, ya gapapa sayang kamu datang aja. Kantor pasti lebih butuh kamu dibanding aku, lagian kamu kan udah seminggu gak ke kantor," ucap Berliana.
"Iya sih sayang, tapi kan aku belum puas mesra-mesraan sama kamu istriku yang cantik," ucap Arkhan sembari mencubit pipi istrinya.
"Ahaha, kamu ah gombal terus mas! Udah sana kamu ngantor aja, jangan sampai perusahaan jadi hancur hanya karena keegoisan kamu sayang!" ucap Berliana.
"Yaudah deh, tapi beneran nih kamu gapapa aku tinggal?" tanya Arkhan memastikan.
Berliana mengangguk sambil tersenyum, "Iya mas, aku baik-baik aja kok. Lagian nanti kan kamu pulang lagi ke rumah," jawabnya.
"Kamu bener juga sih, pastinya aku bakal pulang buat ketemu kamu dan Siena lagi," ucap Arkhan.
"Hahaha, aku tunggu kamu pulang sayang. Hati-hati ya di jalan!" ucap Berliana.
"Makasih sayang, kamu emang istri yang baik dan pengertian sama aku. Aku jadi makin sayang deh sama kamu sayangku," ucap Arkhan.
"Udah ah gausah lebay terus!" cibir Berliana.
Arkhan terkekeh dan langsung bangkit dari duduknya, ia bergegas menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka sebelum berangkat ke kantornya. Berliana tetap disana menunggu suaminya, ia juga melirik ke arah ponsel Arkhan yang entah sengaja atau tidak ditinggal di atas ranjang.
Ting
Tiba-tiba saja hp itu berdering hingga layarnya menyala, Berliana yang penasaran mencoba mendekat untuk melihat siapa yang mengirim pesan ke ponsel suaminya. Tapi tanpa alasan jelas Berliana justru berhenti dan malah memalingkan wajahnya, ia ragu untuk melakukan itu.
"Enggak, aku gak boleh ambil hp mas Arkhan. Itu namanya gak sopan, aku ini kan istrinya jadi aku gak boleh ngelakuin tindakan kurang ajar itu!" gumam Berliana dalam hati.
Sebenarnya Berliana ingin sekali mengambil ponsel itu dan mengecek isinya, ia mau memastikan apakah suaminya itu benar-benar selingkuh atau itu hanya dugaannya semata. Namun, entah mengapa Berliana rasanya sulit untuk melakukan itu sebab ia tak mau membuat Arkhan emosi.
Akhirnya Berliana membatalkan niatnya, ia terus diam menatap ponsel itu dari kursi rodanya sampai Arkhan kembali. Ya Arkhan kini telah keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya sambil tersenyum, tak lupa ia juga mengecup bibir sang istri sekilas sebelum meraih pakaiannya.
"Mas, barusan ada yang kirim pesan tuh ke hp kamu. Dicek gih siapa tau penting!" ucap Berliana.
"Oh iya." Arkhan berbalik dan mengambil ponselnya, matanya langsung melotot lebar saat melihat nama Qeiza muncul di layar ponselnya.
"Duh gawat! Barusan Liana lihat gak ya isi pesan dan nama pemberi pesan ini?" batin Arkhan panik.
•
•
Di dalam, Arkhan cukup terkejut melihat penampilan Qeiza yang sangat seksi. Bahkan wanita itu terlihat tengah berbaring di ranjang dengan pose miring, dan satu tangan menopang kepalanya. Qeiza tersenyum melihat Arkhan muncul, ia menggerakkan jarinya seolah meminta Arkhan untuk mendekatinya.
Seolah terhipnotis, Arkhan menurut saja dan maju menghampiri Qeiza yang sangat seksi dan menggoda itu. Perlahan ia naik ke atas ranjang, merangkak mendekati tubuh Qeiza sembari mengendorkan dasi yang ia kenakan. Qeiza tersenyum puas melihat tatapan penuh gairah dari lelaki itu, ya memang itulah yang ia inginkan.
Akhirnya peristiwa itu kembali terjadi, Arkhan dengan semangat dan ganas langsung menghajar tubuh Qeiza tanpa ampun selama satu jam lebih hingga wanita itu tampak lemas. Sudah lama mereka tak berhubungan, sehingga Arkhan sangat merindukan saat-saat seperti ini.
"Mas, makasih ya?" ucap Qeiza lirih dengan nafas terengah-engah tapi masih bisa tersenyum.
"No no no, aku yang makasih sama kamu sayang. Kamu emang luar biasa, aku makin cinta sama kamu!" ucap Arkhan mengecupi seluruh wajah Qeiza.
Wanita itu dibuat melayang-layang dengan perkataan romantis Arkhan, pria itu memang pandai mengambil hati wanita dan membuat wanita mudah bertekuk lutut di hadapannya. Tetapi berbeda dengan Qeiza, ya wanita itu sama sekali tak terpengaruh oleh ucapan Arkhan dan tetap fokus pada tujuan utamanya.
"Mas, kapan sih kamu mau ceraikan Liana? Aku udah gak sabar tau pengen nikah sama kamu dan bangun rumah tangga yang bahagia," ucap Qeiza.
"Ya sayang, aku juga gak sabar. Masalahnya aku belum tega bicara sama Liana, aku takut dia sedih dan kecewa berat," ucap Arkhan.
"Ohh, jadi kamu lebih takut Liana sakit hati dibanding aku yang kecewa sama kamu mas? Sebenarnya kamu itu masih ada perasaan atau enggak sih sama aku?" kesal Qeiza.
"Gak gitu sayang, hey jangan salah paham dulu! Aku tuh cuma kasihan aja sama kondisi Liana yang sekarang, dia kan lagi lumpuh," ucap Arkhan.
"Alasan aja kamu mas, pasti kamu masih cinta kan sama dia? Makanya kamu perduli banget sama dia dan gak mau pisah dari dia, emang laki-laki aneh kamu mas!" ujar Qeiza.
"Sayang, aku—" ucapan Arkhan terpotong karena Qeiza beranjak dari ranjangnya.
"Eh eh sayang, kamu mau kemana sih?" Arkhan berusaha mengejar dan menahan Qeiza dengan mencekal lengannya.
"Aku mau pergi aja ah dari hidup kamu, aku kecewa sama kamu!" ketus Qeiza.
"Hey hey, jangan pergi sayang! Please, aku mohon jangan tinggalin aku! Aku gak bisa hidup tanpa kamu sayang!" ucap Arkhan.
"Pembohong kamu mas!" umpat Qeiza.
Disaat Qeiza hendak pergi, Arkhan dengan cepat menarik lengan wanita itu dan mendekap tubuhnya erat seolah tak ingin melepasnya.
"Jangan pergi sayang! Okay, aku akan segera nikahi kamu dan pisah dari Liana. Aku janji sama kamu sayang, Minggu depan semua proses itu sudah aku selesaikan!" ucap Arkhan.
Qeiza tersenyum di dalam pelukan itu, ia senang karena akhirnya Arkhan menepati janjinya untuk segera bercerai dengan Berliana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...