Just Call My Name

Just Call My Name
Bab 28. Hendak pergi



Ya pria yang datang ke rumahnya adalah Wisnu, sahabat Arkhan yang juga merupakan mantan kekasihnya. Akan tetapi, Arkhan sama sekali tak mengetahui kalau sahabatnya pernah menjalin hubungan dengan istrinya itu. Dan hingga kini Wisnu memang masih mencintai Berliana.


"Enggak Liana, aku gak mau ketemu sama Arkhan kok. Aku justru pengennya sama kamu, udah lama kan kita gak kumpul kayak gini? Ah seru sekali rasanya," ujar Wisnu seraya merentangkan kedua tangannya di atas sofa.


"Kamu apa-apaan sih Wisnu? Kamu harus ingat kalau aku udah punya suami, dan suami aku itu sahabat kamu loh!" tegur Berliana.


"Ya terus kenapa? Masalahnya dimana kalau kamu udah punya suami? Aku gak boleh gitu mampir kesini buat ketemu kamu?" ujar Wisnu.


"Wisnu, tolong jangan main-main ya! Jelaskan apa maksud kamu datang kesini!" pinta Berliana.


"It's okay, aku cuma mau mastiin aja kamu udah lihat foto dan video yang aku kirim itu. Gimana reaksi kamu Liana? Suami kamu selingkuh loh, masa gak dimarahin sih?" ucap Wisnu.


Deg!


Berliana tersentak kaget mendengar perkataan Wisnu, kini misteri terpecahkan bahwa Wisnu adalah si penelpon misterius yang waktu itu juga mengirimkan foto serta video suaminya saat sedang bersama wanita lain. Namun, Berliana masih tak mengerti apa maksud Wisnu melakukan itu semua.


"Jadi, kamu yang kirim foto dan video mas Arkhan di bar?" tanya Berliana memastikan.


Wisnu mengangguk sebagai jawaban, sontak Berliana langsung memalingkan wajahnya berusaha menguatkan diri agar air mata tidak menetes dari pipinya. Sedangkan Wisnu tampak memperbaiki posisi duduknya menjadi lebih tegak, ia memandang wajah Berliana dari samping dan sesekali mencoleknya.


"Kamu kenapa Liana? Kaget ya kalau aku yang kirim video itu? Iya Liana, aku emang udah pantau suami kamu dari lama. Akhirnya aku ketemu juga momen yang pas itu," ucap Wisnu.


"Apa maksud kamu Wisnu? Kenapa kamu lakuin ini?" ujar Berliana.


"Gak ada maksud apa-apa kok, aku cuma pengen kasih lihat ke kamu kelakuan buruk suami kamu di belakang kamu," ucap Wisnu.


Berliana menggeleng heran, "Ini urusan rumah tangga aku, kenapa kamu harus ikut campur Wisnu?" ucapnya.


"Bukan maksud aku buat ikut campur, aku cuma kasihan sama kamu Liana. Gini deh, kamu disini urus anak kamu sendirian, dalam kondisi kaki yang seperti ini, sedangkan si Arkhan di luar sana malah main sama perempuan lain," jelas Wisnu.


Tiba-tiba saja, Berliana menangis dan menutupi wajahnya dengan dua telapak tangan. Sontak Wisnu yang melihat itu reflek menghampiri Berliana untuk menenangkannya, Wisnu terlihat menyentuh pundak Berliana dengan satu tangannya dan membawa wanita itu ke dalam dekapannya.


Berliana yang sedang bersedih, tak memprotes kelakuan Wisnu karena ia masih sangat syok setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dari foto serta video yang dikirim Wisnu ke ponselnya waktu itu. Wisnu pun semakin memanfaatkan momen itu dengan terus mendekap erat tubuh Berliana.


"Hey hey, kamu yang tenang ya Liana! Kamu gak sendirian kok, disini ada aku yang akan selalu temenin kamu. Aku juga akan lindungi kamu dari si brengsek Arkhan!" ucap Wisnu.


"Hiks hiks.." Berliana masih terus menangis dengan derasnya di dalam pelukan Wisnu, hingga ia tak sadar jika Wisnu mengeluarkan ponselnya.


Cekrek


"Rasakan kamu Arkhan! Aku akan rebut Liana dari kamu!" batin Wisnu.




Hari telah berganti, Arkhan kini berada di depan rumahnya setelah semalaman ia menginap bersama Qeiza di villa miliknya. Arkhan tampak menatap rumah besar itu dengan wajah sedihnya, jujur ia sangat menyesal karena sudah mengkhianati Berliana di luar sana.


Pria itu pun meletakkan barang bawaannya di lantai dan bersimpuh dengan wajah tertunduk, ada rasa sedih yang amat besar sehingga membuat dirinya belum berani untuk masuk ke dalam sana dan menemui istrinya. Arkhan pastinya tahu jika saat ini sang istri sedang bersedih memikirkan dirinya yang berselingkuh di belakangnya.


"Aku benar-benar bodoh, aku ini suami yang tidak berguna! Seharusnya aku tidak berselingkuh di belakang Liana, dasar bodoh kamu Arkhan!" gumam lelaki itu yang terus merutuki dirinya sendiri.


Tak lama kemudian, pintu di depannya itu terbuka sehingga membuat Arkhan mendongak kaget. Arkhan terkejut saat melihat istri beserta anak dan sang suster muncul dari dalam sana, ia pun reflek menatap mereka dan berusaha menghapus air matanya agar tak dicurigai oleh Berliana.


"Loh mas Arkhan, kamu kapan sampai? Kenapa gak masuk aja ke dalam?" tanya Berliana.


"Liana, ka-kalian mau kemana? Kenapa kamu bawa tas besar seperti kamu ingin pergi jauh saja?" Arkhan bertanya balik pada istrinya itu sembari bangkit dan berdiri tegak.


Berliana tampak memalingkan wajahnya saat Arkhan hendak mendekatinya, "Aku hanya ingin pergi ke tempat yang tenang," ucapnya.


"Apa maksud kamu? Memangnya ada apa di rumah ini? Kamu tidak bisa mendapat ketenangan disini sayang?" tanya Arkhan keheranan.


"Kamu masih bisa bertanya begitu, mas? Kamu pikir aku ini wanita bodoh yang bisa kamu bohongi terus-menerus? Aku sudah tahu semua perbuatan kamu mas, aku tahu kamu selingkuh di belakang aku!" sentak Berliana.


Deg!


Arkhan tersentak mendengar ucapan istrinya, lalu tiba-tiba saja sebuah mobil hitam berhenti di depan halaman rumahnya dan membuat mereka spontan menoleh ke arah mobil itu. Arkhan langsung membelalakkan matanya saat melihat sahabatnya keluar dari dalam mobil tersebut, ya dia adalah Wisnu yang merupakan sahabat Arkhan sendiri.


"Halo semuanya! Kebetulan banget nih kamu ada disini Arkhan, jadinya kamu bisa tahu kemana aku akan membawa istri kamu pergi," ucap Wisnu sambil tersenyum lebar.


Arkhan benar-benar dibuat emosi, ia merasa jika sahabatnya itu sedang memanfaatkan situasi disaat dirinya dan Berliana tengah tertimpa masalah. Arkhan pun tidak tinggal diam, tentunya ia tak ingin istrinya dibawa kabur oleh Wisnu meski belum tentu Wisnu akan merebut Berliana darinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...