
Qeiza turut membalas senyuman itu, "Gitu dong sayang, itu yang mau aku dengar dari mulut kamu," ucapnya.
"Yaudah, tapi aku minta sama kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kamu datang lagi tanpa persetujuan aku!" ucap Arkhan.
"Itu semua bisa diatur mas, aku bakal nurut sama kamu asalkan kamu juga bisa pastikan kalau kamu akan ceraikan istri kamu itu," ucap Qeiza.
"Iya iya, itu mulu sih yang dibahas. Udah ya aku keluar dulu, aku takut Liana nyariin kita dan nanti dia malah salah paham. Kamu juga ikut keluar ayo biar gak ada yang curiga!" ucap Arkhan.
"Iya mas, kamu santai aja kali gausah tegang kayak gitu! Rileks mas, tenang!" goda Qeiza sensual.
Arkhan mengangguk pelan, kemudian menarik kepala Qeiza dan mengecup keningnya lembut. Barulah mereka sama-sama bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu keluar, Arkhan membuka pintu dengan perlahan lalu memastikan tidak ada siapapun di luar sana.
Setelah dipastikan aman, Arkhan pun keluar dari kamar itu bersama kekasih simpanannya dengan hati-hati. Tentu Arkhan tak mau orang rumahnya sampai melihat mereka keluar bersamaan dari dalam kamar itu, untungnya keadaan disana kosong sehingga mereka bisa keluar dengan aman.
"Huh syukurlah disini gak ada orang, awas ya lain kali kamu jangan kesini lagi! Aku gak mau istri aku sampe curiga tau!" ujar Arkhan.
"Iya iya mas.." Qeiza menurut saja dengan perkataan prianya itu.
"Mas!" keduanya sama-sama terkejut saat suara lembut terdengar disana, Arkhan langsung menoleh dan melongok lebar menemukan istrinya tengah menatap ke arahnya.
Arkhan pun panik, ia bingung harus bagaimana menjelaskan pada istrinya saat ini. Ia khawatir Berliana akan curiga dan mengira ia bermain dengan Qeiza di kamar itu, apalagi posisi mereka saat ini masih berada tepat di depan kamar tersebut.
"Mas, kamu sama Bu Qeiza ngapain ada disini?" tanya Berliana.
"Eee kamu sendiri kenapa malah kesini? Bukannya kamu tadi katanya mau main sama Siena ya? Dimana dia? Masa kamu tinggal sendiri sih?" Arkhan justru membalikkan pertanyaan istrinya.
"Aku tinggalin dia sebentar karena aku haus, mas. Eh aku malah gak sengaja ketemu kalian disini, emang kalian lagi apa sih? Kok kelihatannya kamu panik banget waktu lihat aku ada disini?" ujar Berliana berusaha memancing sang suami.
"Hah panik? Buat apa coba aku panik? Aku tuh sama Bu Qeiza abis dari balkon, enakan ngobrol disana ternyata ada anginnya gitu," bohong Arkhan.
"Oalah, terus ini kalian udahan ngobrolnya?" tanya Berliana.
Arkhan mengangguk, "Ah iya sayang, kita udah selesai ngobrolnya. Ini baru aja aku mau antar Bu Qeiza ke luar," jawabnya.
"Oh gitu, yaudah hati-hati ya Bu Qeiza! Jangan lupa mampir lagi kesini kalau ada waktu!" ucap Berliana.
"Pasti dong Bu, kemungkinan saya akan sering kesini karena saya dan pak Arkhan sedang terlibat urusan bisnis yang panjang. Semoga ibu gak bosan ya sama kehadiran saya," ucap Qeiza.
"Pastinya enggak, saya justru senang kalau Bu Qeiza mau mampir kesini. Lumayan lah saya jadi ada teman ngobrol gitu," ucap Berliana.
"Ah iya Bu, makasih atas sambutan hangatnya ya? Saya senang sekali!" ucap Qeiza.
"Sama-sama, Bu." Berliana tersenyum lebar memandangi wajah Qeiza dan Arkhan secara bergantian, tanpa beralih sedikitpun.
Arkhan dapat merasakan adanya hawa aneh dari tatapan istrinya itu, seolah Berliana tengah menyembunyikan sesuatu yang ia tidak ketahui. Namun, Arkhan menepis semua pikiran itu dan memilih tetap tenang agar Berliana tak semakin menaruh curiga padanya.
•
•
"Qeiza, kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa kamu bilang begitu tadi ke Liana? Pake acara ngomong mau mampir terus lagi kesini," kesal Arkhan.
"Apa sih mas? Biasa aja dong gausah marah-marah, salahnya dimana coba kalau aku mampir kesini? Toh istri kamu aja tadi gak larang kok aku main ke rumah kamu," ucap Qeiza.
"Ingat ya Qeiza, kamu tadi udah janji gak akan datang lagi ke rumah aku tanpa seizin aku! Kenapa kamu malah seakan lupa?" ujar Arkhan.
"Iya iya, aku minta maaf mas. Aku tuh tadi cuma mau bikin istri kamu senang aja, kan kasihan kalau aku tolak keinginan dia. Kelihatannya dia suka loh aku ada di rumah ini," ucap Qeiza.
"Terserah kamu mau bilang apa, intinya aku gak suka kamu datang lagi kesini! Kalau kamu masih nekat, aku gak akan pernah nikahin kamu Qeiza!" tegas Arkhan.
Setelah mengatakan itu, Arkhan langsung pergi begitu saja kembali ke dalam rumahnya. Qeiza merasa kesal dan coba menahan pria itu, tetapi tampaknya Arkhan tak perduli dan malah tetap melangkah meninggalkan Qeiza yang berada di luar pagar rumahnya.
"Arkhan, ih nyebelin banget sih! Masa kamu tega ninggalin aku sendirian disini?!" geram Qeiza.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering dan menampakkan nama ibunya di layar ponsel. Dengan kesal Qeiza pun mengangkat telpon itu, ya Qeiza masih belum terima karena ditinggal begitu saja oleh Arkhan.
📞"Halo! Kenapa Bu?" ujar Qeiza ketus.
📞"Ya halo sayang, syukurlah kamu angkat telpon ibu nak! Kamu dimana sekarang? Kamu bisa pulang sekarang gak?" ucap Marni.
📞"Emangnya kenapa Bu? Kok suara ibu kedengaran kayak panik gitu?" tanya Qeiza mulai heran.
📞"Ini nak Irzan sama anak buahnya datang ke rumah buat tagih hutang, mereka maksa ibu buat bayar semua hutang-hutangnya. Tapi, ibu udah gak ada uang sama sekali nak," jawab Marni.
📞"Waduh! Yaudah, aku pulang sekarang ya Bu? Ibu sama Farah disana hati-hati ya, tunggu aku sebentar!" ucap Qeiza panik.
📞"Iya iya sayang, kamu juga hati-hati di jalan!" ucap Marni.
Setelahnya, Qeiza langsung menutup telpon dan menyimpan ponselnya. Taksi yang ia pesan pun sudah datang, ia naik begitu saja ke dalam taksi lalu merubah tujuannya dari apartemen Arkhan menuju rumahnya. Ia sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah menemui ibunya.
"Pak, kita ubah tujuan ke jalan mutiara ya pak! Saya harus segera kesana sekarang, dan tolong agak cepat ya pak!" ucap Qeiza pada sang supir.
"Baik mbak!" ucap supir itu patuh.
Taksi mulai melaju, namun ponselnya justru kembali berdering dan kali ini dari nomor Wisnu yang merupakan mantan atasannya sebelum ia dibeli resmi oleh Arkhan. Qeiza sedikit bingung karena sudah lama ia tak berhubungan dengan pria itu, tetapi ia tetap memilih mengangkatnya.
📞"Halo pak! Ada apa?" tanya Qeiza di telpon dengan suara lembutnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...