Just Call My Name

Just Call My Name
Bab 27. Ternyata...



Seminggu setelah kejadian malam itu dimana Arkhan mabuk dan tidur bersama Riana, kini pria itu pun kembali ke Indonesia karena urusannya disana telah selesai. Ya hubungan Arkhan dan Riana tidak sampai disitu saja, mereka juga berulang kali mengulangi kejadian tersebut dengan alasan untuk refreshing setelah lelah mengurus pekerjaan yang tidak ada habisnya.


Akhirnya Arkhan dengan sangat terpaksa meninggalkan Riana disana, ia pun pulang ke villa miliknya dimana disana ada Qeiza yang sudah menunggu. Arkhan memang sengaja datang kesana lebih dulu, sebab ia cemas karena sebelumnya Berliana sempat menghubunginya dan menanyakan mengenai foto yang dia lihat saat Arkhan tengah bercumbu dengan Riana di bar.


Setibanya di villa, Arkhan langsung disambut oleh Qeiza yang mengenakan gaun tipisnya tanpa baju dalam. Sontak Arkhan yang mudah baper tak mau menyia-nyiakan momen itu, ia mengajak Qeiza ke kamar untuk menuntaskan hasratnya. Permainan itu berlangsung selama beberapa jam, sampai akhirnya Arkhan berhenti setelah dirasa sangat puas.


Mereka pun mandi bersama-sama untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka, tetapi di dalam kamar mandi mereka juga mengulangi kegiatan panas itu. Barulah setelah selesai mandi, mereka kini benar-benar berhenti dan berbincang bersama di ruang keluarga dengan duduk pada sofa serta minuman yang sudah tersedia.


"Mas, kamu kenapa lama banget sih sayang? Kamu gak tahu apa aku kesepian disini? Aku nungguin kamu tahu dari lama, eh kamu malah gak pulang-pulang juga," ucap Qeiza cemberut.


"Hahaha, ya aku tahu sayang. Kamu pasti rindu ya sama permainan aku? Sampai kamu keluar banyak banget tadi," kekeh Arkhan.


"Ih kamu mah malah ngeledek, aku lagi serius tau! Emang kamu ada urusan apa aja sih di luar negeri? Kenapa bisa sampai selama ini perginya?" ucap Qeiza.


"Urusan kerjaan dong sayang, kamu kan tau perusahaan aku lagi diambang keruntuhan sekarang. Makanya aku terbang kesana untuk memperbaiki semuanya," jelas Arkhan.


"Tapi, sekarang semua sudah beres kan sayang?" tanya Qeiza.


"Ya sudah berkurang kok, tapi aku masih belum bisa ungkap siapa orang yang tega menggelapkan dana perusahaan itu," jawab Arkhan.


Qeiza mendekat dan menaruh tangannya di bahu sang kekasih, "Sabar aja sayang! Aku yakin nanti kamu pasti bisa temukan pelakunya," ucapnya.


"Iya sayang, makasih ya udah mau support aku?" ucap Arkhan tersenyum.


"Sama-sama sayang, terus kapan kamu mau urus perceraian kamu dengan Liana? Aku udah gak sabar nunggu nih," ujar Qeiza.


"Sabar sayang! Setelah semua urusan kantor selesai, aku akan langsung ceraikan Liana," ucap Arkhan.


"Ah kamu mah begitu terus, tapi sampai sekarang kamu belum juga cerai sama Liana. Aku tuh butuh kepastian sayang, bukan cuma kata-kata!" ucap Qeiza.


Arkhan yang gemas langsung mendekap tubuh Qeiza dan menciuminya, "Ya ya ya, gak akan sampai seminggu aku sama Liana udah resmi cerai kok. Kamu tunggu aja ya manis, cantik!" ujarnya.


Qeiza pun tersenyum puas, "Bagus deh, awas loh ya kalau kamu bohongin aku lagi! Aku bakal bongkar semuanya ke Liana," ucapnya mengancam.


"Jangan dong sayang! Aku gak mau ketahuan kalau aku selingkuh dari dia, nanti yang ada aku disalahin di pengadilan," ucap Arkhan memohon.


"Iya iya sayang..." Arkhan menurut saja.


Mereka lalu saling berpelukan dan menyatukan bibir disana, Qeiza sangat senang karena perlahan-lahan segala rencana yang sudah ia buat akan berhasil untuk bisa menghancurkan keluarga serta karir pria yang dibencinya itu.




Disisi lain, Berliana sangat terkejut saat seorang pria dengan masker dan topi di kepalanya datang ke rumahnya. Pria itu memaksa masuk karena ingin berbincang dengan Berliana, akhirnya Berliana membiarkan saja pria itu masuk dan mengajaknya duduk berdua di ruang tamu. Jujur saja Berliana penasaran dengan sosok pria tersebut.


Setelah duduk bersama, kini sang pria pun mulai menunjukkan wajahnya. Ia membuka topi serta masker yang ia kenakan itu dan menoleh ke arah Berliana, betapa kagetnya Berliana saat melihat si pria yang tengah tersenyum memandangnya itu. Berliana pun sampai harus menutup mulutnya karena sangking tak percaya.


"Hah? Mas Wisnu? Ka-kamu ngapain kesini, mau cari mas Arkhan? Dia belum pulang, lebih baik kamu pergi aja dulu ya!" ucap Berliana ketakutan.


Ya pria yang datang ke rumahnya adalah Wisnu, sahabat Arkhan yang juga merupakan mantan kekasihnya. Akan tetapi, Arkhan sama sekali tak mengetahui kalau sahabatnya pernah menjalin hubungan dengan istrinya itu. Dan hingga kini Wisnu memang masih mencintai Berliana.


"Enggak Liana, aku gak mau ketemu sama Arkhan kok. Aku justru pengennya sama kamu, udah lama kan kita gak kumpul kayak gini? Ah seru sekali rasanya," ujar Wisnu seraya merentangkan kedua tangannya di atas sofa.


"Kamu apa-apaan sih Wisnu? Kamu harus ingat kalau aku udah punya suami, dan suami aku itu sahabat kamu loh!" tegur Berliana.


"Ya terus kenapa? Masalahnya dimana kalau kamu udah punya suami? Aku gak boleh gitu mampir kesini buat ketemu kamu?" ujar Wisnu.


"Wisnu, tolong jangan main-main ya! Jelaskan apa maksud kamu datang kesini!" pinta Berliana.


"It's okay, aku cuma mau mastiin aja kamu udah lihat foto dan video yang aku kirim itu. Gimana reaksi kamu Liana? Suami kamu selingkuh loh, masa gak dimarahin sih?" ucap Wisnu.


Deg!


Berliana tersentak kaget mendengar perkataan Wisnu, kini misteri terpecahkan bahwa Wisnu adalah si penelpon misterius yang waktu itu juga mengirimkan foto serta video suaminya saat sedang bersama wanita lain. Namun, Berliana masih tak mengerti apa maksud Wisnu melakukan itu semua.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...