Just Call My Name

Just Call My Name
Bab 29. Keributan



Tak lama kemudian, pintu di depannya itu terbuka sehingga membuat Arkhan mendongak kaget. Arkhan terkejut saat melihat istri beserta anak dan sang suster muncul dari dalam sana, ia pun reflek menatap mereka dan berusaha menghapus air matanya agar tak dicurigai oleh Berliana.


"Loh mas Arkhan, kamu kapan sampai? Kenapa gak masuk aja ke dalam?" tanya Berliana.


"Liana, ka-kalian mau kemana? Kenapa kamu bawa tas besar seperti kamu ingin pergi jauh saja?" Arkhan bertanya balik pada istrinya itu sembari bangkit dan berdiri tegak.


Berliana tampak memalingkan wajahnya saat Arkhan hendak mendekatinya, "Aku hanya ingin pergi ke tempat yang tenang," ucapnya.


"Apa maksud kamu? Memangnya ada apa di rumah ini? Kamu tidak bisa mendapat ketenangan disini sayang?" tanya Arkhan keheranan.


"Kamu masih bisa bertanya begitu, mas? Kamu pikir aku ini wanita bodoh yang bisa kamu bohongi terus-menerus? Aku sudah tahu semua perbuatan kamu mas, aku tahu kamu selingkuh di belakang aku!" sentak Berliana.


Deg!


Arkhan tersentak mendengar ucapan istrinya, lalu tiba-tiba saja sebuah mobil hitam berhenti di depan halaman rumahnya dan membuat mereka spontan menoleh ke arah mobil itu. Arkhan langsung membelalakkan matanya saat melihat sahabatnya keluar dari dalam mobil tersebut, ya dia adalah Wisnu yang merupakan sahabat Arkhan sendiri.


"Halo semuanya! Kebetulan banget nih kamu ada disini Arkhan, jadinya kamu bisa tahu kemana aku akan membawa istri kamu pergi," ucap Wisnu sambil tersenyum lebar.


Arkhan benar-benar dibuat emosi, ia merasa jika sahabatnya itu sedang memanfaatkan situasi disaat dirinya dan Berliana tengah tertimpa masalah. Arkhan pun tidak tinggal diam, tentunya ia tak ingin istrinya dibawa kabur oleh Wisnu meski belum tentu Wisnu akan merebut Berliana darinya.


"Wisnu, untuk apa kamu datang kesini?" tanya Berliana.


"Tenanglah Liana, aku disini untuk membela kamu dari pria brengsek ini!" jawab Wisnu tegas.


"Apa-apaan kamu Wisnu? Lancang sekali kamu bicara begitu tentang saya, kamu memang sahabat yang kurang ajar!" sentak Arkhan.


"Kenapa Arkhan? Kamu gak terima? Aku cinta sama istri kamu Arkhan, jadi apa salahnya kalau aku mau bela dia sekarang? Toh kamu juga udah punya yang lain kan di luar sana?" ucap Wisnu santai.


"Sialan kamu Wisnu! Kamu sudah menusuk saya dari belakang, dasar pengkhianat!" Arkhan emosi dan hendak memukul sahabatnya itu.


Wisnu yang tak mau diam saja, langsung menangkis tangan Arkhan itu dan malah berbalik memukulnya sampai mengenai tepat bagian depan wajah Arkhan hingga mengeluarkan darah. Sontak suasana disana semakin memanas, kedua pria itu saling baku hantam balas membalas pukulan.


Berliana serta sang suster yang berdiri di depan pintu pun tak kuasa berteriak melihat perkelahian tersebut, Berliana juga meminta tolong pada penjaga di rumahnya untuk bisa memisahkan Arkhan dan Wisnu yang berkelahi itu. Tentu Berliana masih tak sanggup jika harus melihat suaminya terluka.


"Arkhan, Wisnu stop!" tiba-tiba saja seorang wanita berteriak keras dari arah pagar bermaksud menyudahi aksi keributan tersebut.


Akhirnya Wisnu menghentikan serangannya dan tidak lagi menyerang Arkhan yang terlihat sudah tak berdaya, mereka sama-sama menoleh ke asal suara dan menemukan Qeiza tengah berdiri disana. Wisnu sontak tersenyum menyeringai seraya menaikkan kedua alisnya seolah sedang merencanakan sesuatu.




Disisi lain, kedekatan antara Farah dan Bastian semakin terasa lantaran pria itu datang menjemputnya ke sekolah tepat disaat waktu pulang tiba. Sontak Farah tersenyum seraya mengernyitkan dahinya saat melihat Bastian ada di gerbang sekolahnya, ia pun langsung bergerak menghampiri pria itu dengan perasaan senang.


"Hai kak! Pasti kesini mau jemput aku ya? Kok tahu banget sih jam pulang sekolah aku?" ucap Farah dengan pede.


"Ahaha, tahu dong kan saya udah cari tahu semuanya. Jadwal kamu seharian juga udah saya cek semua, jadi kalau sewaktu-waktu kamu butuh bantuan saya bisa bantu," ucap Bastian.


"Hah? Sampai segitunya kak? Waduh, berarti aku harus sedikit waspada dong!" ucap Farah terkejut


"Kenapa gitu? Saya kan bukan orang jahat, saya cuma mau bantu kamu Farah," ucap Bastian.


"Hehe, iya bercanda kok kak. Makasih ya udah mau baik dan bantu aku terus?" ucap Farah tersenyum.


"Sama-sama, omong-omong kamu cantik banget hari ini Farah!" ucap Bastian memuji.


Dipuji seperti itu, tentu saja Farah merasa tersipu dan menunduk malu dengan wajah memerah yang berusaha ia sembunyikan. Bastian pun merasa gemas dan semakin mendekatkan diri ke tubuh gadis itu, ia juga memberanikan diri menyentuh rambut halus Farah dan mengusapnya.


Bastian juga menarik dagu Farah demi bisa menatapnya, "Kamu kalau senyum gak perlu nunduk gitu Farah, saya kan juga pengen lihat keindahan ciptaan Tuhan ini!" ucapnya.


"Umm, kita pergi sekarang aja yuk kak! Kalau lama-lama disini, nanti bisa-bisa muka aku kayak udang direbus," sarkas Farah.


"Hahaha, bisa aja kamu. Yaudah, ayo deh kamu masuk ke mobil saya!" ucap Bastian seraya membukakan pintu mobilnya untuk Farah.


Farah tersenyum dan masuk ke dalam mobil pria itu, ia duduk dengan santai sambil terus mengembangkan senyumnya menanti Bastian yang akan menyusul masuk. Akhirnya mereka pun duduk berdampingan disana, namun Bastian masih terus memandangi wajah Farah dari posisinya saat ini.


"Ada apa kak? Kenapa muka aku dilihatin terus kayak gitu? Ada yang salah nih ya?" tanya Farah setelah merasa risih karena terus-terusan ditatap oleh Bastian.


"Hahaha, maaf ya Farah? Abisnya kamu cantik banget sih, saya kan jadi gak bisa berpaling dari wajah cantik kamu itu. Soalnya saya suka banget sama kamu Farah!" jawab Bastian.


Farah sontak terbelalak kaget, "Ma-maksud kamu apa ya kak? Suka apa?" tanyanya heran.


"Kamu jangan salah paham dulu! Suka yang saya maksud itu suka ngeliatin wajah kamu, bukan suka yang lainnya Farah," jawab Bastian.


"Ohh, hehe sorry kak aku kira suka yang lain. Kayaknya aku terlalu pede deh," ujar Farah tersipu.


"Gapapa, kalau emang boleh suka yang lainnya malahan saya senang banget," ucap Bastian sambil tersenyum dan menyalakan mesin mobilnya.


"Hah??" Farah lagi-lagi terkejut dengan perkataan Bastian, ia menatap pria itu dan terus terperangah karena tak percaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...HIKS SEPI BANGET, KAPAN RAMENYA YA NIH NOVEL HUFT 🥺🥲...