
Matahari yang cerah dan langit yang indah, namun sayangnya aku menatap semua itu dengan tatapan yang cukup redup.
Bagaimana bisa TARA sangat tenang melihat dunia ini dengan tatapan redup seperti ini.
Hari ini adalah hari dimana aku akan berbincang dengan seseorang yang aku undangan (baca #4).
Kini aku tengah duduk sambil memandang taman keluarga COUNT NIGARA.
Seketika saat aku tengah memandangi taman tersebut aku menyadari, bahwa hawa kediaman keluarga ini sangat tenang, tanpa ada suara rintihan kesaksian dan tangisan akan rasa sakit tersebut.
Memang ini semua berbeda dengan hawa kediaman keluarga DUKE BERLIARD yang sangat kelam dan terdapat hawa bau anyir darah di setiap langkah orang yang melewatinya.
"Putri TARA, para putri yang anda undangan telah datang"
"Baiklah silakan kau pergi"
"Baik putri"
Disisi lain para pelayan sedang bergosip tentang diriku yang sebenarnya bukan putri TARA.
"Apa kau menyadarinya, akhir akhir ini putri TARA agak tegas dan terkadang ia sedikit terlihat misterius?" Ucap salah satu pelayan.
"Benar setelah ia terbangun dari tidurnya ia sedikit berbeda dari biasanya yang lemah lembut, dan anehnya sejak kapan ia dekat dengan para anak dari keluarga COUNT POLLI, EARL VERGANS, dan VERCOUNT AGATHA" jawab pelayan yang lain.
"Mungkin ia mulai dekat ketika ia diangkat sebagai putri mahkota karena masalah politik"
"Mungkin saja begitu"
Akhirnya para putri dari ketiga keluarga yang digosipkan oleh para pelayan pun tiba di kediaman keluarga COUNT NIGARA.
Mengetahui hal itu aku langsung menemui mereka dan mengajak mereka untuk masuk keruang yang telah aku siapkan.
"Jangan ada yang masuk kecuali ku panggil!" Perintah ku.
"Baiklah tuan putri" sahut salah satu pelayan.
Saat pelayan itu pergi dari ruangan itu aku langsung menutup pintu rapat-rapat.
"Jangan ada yang berisik aku tak yakin mereka semua benar benar sudah menjauh dari ruangan ini, pasti dari mereka ada yang sedang menguping dekat pintu maupun dekat cela cela jendela"
"Baik putri, tetapi sebenarnya apa yang anda inginkan katakan kepada kami bertiga?" Wendy
"TARA?" YUSY.
"Iya sebenarnya sekarang ini aku dan TARA sedang bertukar tubuh, entah mengapa tetapi saat aku terbangun dari tidurku aku telah berada di tubuh lemah ini"
"Tubuh lemah? Ku kira putri TARA memiliki tubuh yang sangat kuat, karena ia memiliki kekuatan penyembuhan dari sang DEWA" Syche.
"Yang benar saja,itu tidaklah mungkin putri Syche!" YUSY
"Emm... Itu tak heran karena ia ini adalah anak yang dikasihi oleh sang DEWA dan bahkan Sri paus pun sangat mengagumi nya lebih dari seorang kaisar istana ternama"
"Jadi kesimpulannya tubuh anda berada di rumah anda namun jiwanya adalah jiwa putri TARA? Wendy.
"Begitulah, tetapi jangan sampai ada yang mengetahui hal ini hanya kita saja yang boleh mengetahui hal ini, jika kalian membocorkannya aku tak akan segan membunuh kalian dan keluarga kalian"
"Namun, apakah tuan Helio sudah mengetahui hal ini?" Syche.
"Aku yakin dia pasti langsung mengetahui hal ini karena ia sangat mengenal diriku"
Setelah sekian lama kami berbincang-bincang dengan nada suara yang rendah akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi perbincangan ini.
Benar saja saat putri Wendy membuka pintu ruangan didepannya banyak pelayan yang sedang menguping pembicaraan kami yang rahasia ini.
Terbukalah pintu ruangan ini dan saat yang bersamaan pelayan yang menguping pembicaraan kami terjatuh di hadapan kami.
Wajah mereka yang tadinya terlihat polos langsung berubah menjadi wajah yang tegang karena ketahuan menguping pembicaraan yang rahasia.
"Sedang apa kalian ini? Kalian ini tak mempunyai perkejaan atau bagaimana?"
"Maafkan kami putri TARA kami tak sengaja" ucap salah satu pelayan.
"Yang benar saja, cepat pergi dari sini"
"Baiklah putri TARA"
MENURUT KALIAN APAKAH PARA PELAYAN ITU MENDENGAR PEMBICARAAN KAMI YANG RAHASIA?
HAPPY READING GUYS ❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻