I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#13



Beberapa hari setelah pangeran mahkota datang ke kediaman keluarga COUNT NIGARA, kini putri TARA telah sembuh total akibat penyerangan yang terjadi padanya.


Kini matahari telah berada di atas dan pangeran mahkota telah sampai di kediaman keluarga COUNT NIGARA untuk menjenguk putri TARA.


Ia berjalan di menuju kamar putri TARA, namun saat memasuki kamarnya disana tiada ada orang satupun.


Seorang pelayan mengatakan kepada pangeran mahkota bahwa putri TARA kini sedang berada di taman sedang minum teh sendirian.


Mengetahui hal itu pangeran mahkota langsung mendatangi putri TARA.


Sesampainya di sana pangeran langsung mendekatinya dan mengajaknya berjalan-jalan di taman untuk bersantai bersamanya.


"Putri apakah kau mau berjalan-jalan di sekitar sini untuk meregangkan otot-ototmu?"


"Tentu pangeran aku senang bisa bersantai dengan yang mulia" LUCY.


Mereka kini sedang berjalan-jalan di kebun mawar keluarga COUNT NIGARA yang agak luas.


Saat berjalan-jalan pangeran melihat ada seekor burung yang terluka di sayapnya.


"Putri lihatlah disana ada burung yang sedang kesakitan!"


"Benarkah dimana itu yang mulia?"


"Kemarilah, burung itu ada disini". "Datanglah dan tunjukanlah kekuatan yang kau dapatkan dari firman dewa" gumam pangeran mahkota.


"Benar ia terluka saat ini"


"Obati lah, kau bisakah mengobatinya dengan kekuatan firman dewa mu itu"


"Bagaimana bisa Zeth tahu kalau TARA memiliki kekuatan penyembuhan, eh benar juga waktu itu pangeran memberiku kalung jimat, pasti ia memberikan untuk melihat apakah rumor itu benar" gumam LUCY.


"TARA mengapa kau diam saja, sembuhkan lah burung itu!"


"Tetapi pangeran aku...aku tak bisa melakukannya"


"Apa maksudnya kau tak bisa?, Bukankah kau memiliki kekuatan firman dewa?"


"Tapi pangeran..."


Tanpa basa-basi pangeran langsung menarikku menuju ruang bawah tanah milik keluarga COUNT NIGARA.


Saat kami sampai di depan aku tiba-tiba melihat ingatan tentang Tara dan ruangan ini.


Pintu langsung di buka dan ternyata di dalam sana ada seorang pelayan yang masih sangat muda terkurung di sana.


Aku ingat ia adalah orang yang dulu aku suruh untuk mengawasi putri TARA saat kami melakukan sayembara waktu itu.


Dengan agak kasar pangeran mahkota langsung melemparku ke dalam ruangan itu.


Dan pelayanan pun kaget karena pangeran akan mengurung sang putri di ruangan seperti ini.


"Putri kau tidak apa-apa?" Pelayan


"Tentu saja aku tidak apa-apa!"


"Aku akan mengeluarkan mu saat kekuatan mu telah kembali lagi, aku juga telah diizinkan oleh orang tua mu untuk mengurung mu di sini" pangeran mahkota.


Lalu pangeran pun pergi begitu saja, dan tak lupa ia mengunci ruangan itu dari luar.


_-_-_-_-_-_


"Apa ini kenapa aku tak bisa menyembuhkan kaki ini dengan kekuatan ku?" TARA.


Saat aku sadar darah mulai bercucuran lagi aku langsung melepaskan perban yang menyelimuti kaki ini.


Dan benar saja bukanya sembuh malah lukanya bertambah parah karena kecerobohan ku.


Saat aku menyelimuti luka ini dengan perban baru aku mendengar bahwa nanti malam pangeran mahkota akan datang ke kediaman keluarga DUKE BERLIARD.


"Apa lagi ini?, Pangeran akan datang kemari? Apakah ia sudah tahu kalau aku dan putri LUCY sedang bertukar tubuh?"


Hari pun kini mulai menunjukkan bulannya, benar saja pangeran mahkota datang ke kediaman keluarga DUKE BERLIARD dengan seorang pengawal.


"Selamat datang yang mulia, silakan masuk" Tuan DUKE.


"Tumben sekali kau yang menyambutku secara langsung di depan pintu"


"Memangnya ada apa yang mulia datang kemari?" Tuan Duke.


"Aku dengan putri LUCY sekarang sedang sakit karena jatuh dari jendela atas, jadi aku berinisiatif untuk menjenguknya"


"Tak usah repot-repot yang mulia, yang mulia mengetahuinya saja sudah sangat bagus"


"Sekarang dimana putri LUCY"


"Sekarang ia sedang berada di kamarnya, akan aku panggilkan ia untuk turun" Tuan Duke.


"Tak usah biar aku saja yang kesana!"


"Tidak boleh pangeran, karena pangeran telah bertunangan jadi jangan memasuki kamar gadis seenaknya" Tuan Duke


"Pengawal cegat dia"


"Jangan masuk yang mulia tolong jangan masuk, jika anda masuk pasti keluarga ini akan dalam bahaya"


Pangeran sama sekali tak mendengarkan perkataan tuan DUKE yang tengah khawatir.


Ia langsung membuka kamar putri LUCY dengan lembut dan menutupnya kembali.


Ia melihat putri LUCY kini sedang tiduran di ranjangnya.


"Apakah itu sangat sakit?"


"Hah? Dia sudah datang" gumam Tara.


"Iya yang mulia" Tara.


"LUCY apakah kau masih bisa berjalan?"


"Maafkan saya yang mulia, tapi kini saya sedang tidak berjalan sedikit pun" Tara.


"Baiklah"


Dengan cepat pangeran mahkota membuka ordeng yang menutupi ranjang putri LUCY.


Melihat kaki putri LUCY yang tengah diperban pangeran langsung meremas sedikit kaki Lucy dengan sangat keras.


"Apakah ini sakit?"


"Tentu saja sakit, ah.. tolong yang mulia jangan di tekan begitu kakiku rasanya akan patah!" Tara.


"Benarkah, baiklah aku akan berhenti"


Pangeran pun melepaskan cengkeramannya dari kaki Lucy.


Tapi tak secepat itu pangeran melepaskan putri LUCY.


Kini ia mulai memainkan rambut putri LUCY.


"Rambutmu sangat indah LUCY, dan warna violet ini sangat cocok dengan warna bola matamu"


"Te.. terimakasih pangeran atas pu.. pujiannya"TARA.


"Bermainlah dengan ku sebentar saja"


"Apa?" Tara.


Saat pangeran memainkan rambut putri LUCY ia langsung mengecup bibir putri LUCY dan menidurkan di ranjangnya.


"Maafkan aku putri LUCY aku tak bisa melawannya dan menjaga tubuh anda sekarang karena aku sangat lemah dalam keadaan seperti ini" gumam putri TARA saat pangeran menciumnya dan mulai membuka kancing bajunya sedikit demi sedikit.


Setelah pangeran membuka bajunya ia langsung melanjutkan ciumannya tadi.


Kini ciumannya semakin ganas dan semakin sulit untuk dihindari ataupun dilawan.


Ditengah tengah ia menciumi putri LUCY ia juga mulai membuka baju Lucy dan mulai menciumi tubuh Putri LUCY.


"Ahh... Pangeran tolong hentikan ini sekarang" Tara.


"Bertahanlah sebentar Lucy"


"Hhhhh, sss... sakit" Tara.


Kini pergelangan pangeran sudah sangat liar, dengan paksa pangeran memasukkan miliknya kedalam milik putri LUCY.


Berjam-jam mereka melakukan hal itu dan akhirnya merekapun berhenti.


Pangeran langsung memakai bajunya kembali dan putri pun sama mulai memakai bajunya kembali.


"Rahasiakan hal ini sampai kapanpun, hal yang kita lakukan tak akan membuat mu hamil"


"B.. baiklah p.. pangeran" Tara.


"Aku sangat suka wajahmu yang seperti ini Lucy"


Pangeran pun keluar dan bersikap baik baik saja setelah melakukan hal seperti itu dengan putri LUCY.


Pangeran pun pergi meninggalkan kediaman keluarga BERLIARD


Tuan BERLIARD memasuki kamar putri LUCY dan bertanya tentang apa yang dilakukan pangeran padanya.


Namun putri hanya menjawab bahwa pangeran hanya mengobrol dengan dan memberikan nasihat untuknya.


Mengetahui hal itu tuan BERLIARD langsung keluar kamar dan melupakan hal itu, tapi tidak dengan Tara, menurutnya ia telah menodai dirinya dan putri LUCY secara bersamaan.


MENURUT KALIAN AKANKAH PUTRI LUCY MENGETAHUI BAHWA TUBUHNYA TELAH DINODAI OLEH PANGERAN MAHKOTA?


PLEASE COMENT, LIKE, OKEYπŸ™πŸ»


HAPPY READING GUYS


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»