
...I WANT MORE /// NA JAEMIN...
...by : hi cliene hi...
...IG : hi cleine hi...
...~~~~~~~~...
Pagi datang dengan sangat indah, mentari pun terlihat sangat senang hari ini.
Wendy polli...
Bangsawan dengan tingkat sosialisasi antar bangsawan yang sangat kuat.
Dia adalah sumber dari segala informasi di EPERANTO.
Dia bukan tipe bangsawan yang menentang kekuasaan pangeran mahkota secara blak-blakan.
Semua orang berpikir bahwa dia dekat dengan Dukess Lucy Berliard hanya untuk mengetahui rencana dibalik kedekatannya dengan putri Tara yang sebenarnya adalah musuh Lucy di sayembara pangeran mahkota.
Pikiran para bangsawan dan rakyat EPERANTO adalah salah besar.
Wendy polli... Dekat dengan Dukess Lucy karena rasa penasarannya dan karena Duke Dekis yang dekat dengan Dukess Lucy.
Pagi ini saat Wendy membuka matanya ia dikejutkan oleh hadiah yang ada di depannya.
Hadiah mewah berserakan di depan ranjangnya.
Entah dari siapa saja, Wendy hanya berpikir apakah ini dari sang tunangan atau dari teman para bangsawannya.
"Anda sudah bangun nona?" ....
"Ya saya sudah bangun, liz katakan ini hadiah dari siapa saja?" Wendy.
"Nona semua hadiah ini dari Dukess Lucy, tadi pagi pelayan Dukess datang kesini dan memberikan ini untuk anda" ....
"Dukess ya... Baiklah kirimkan surat terimakasih dan buket bunga violet yang cantik" Wendy.
"Kenapa bunga violet nona, seharusnya kan bunga mawar atau apapun itu kecuali violet!" ...
"Apa kau tidak sadar, bunga violet sangat cocok untuk Dukess yang memiliki warna dan bola mata yang berwarna ungu violet" Wendy.
"Benar juga, baiklah nona saya akan siapkan segera!" ....
Wendy langsung bergegas untuk berendam dan membersihkan diri lalu pergi untuk menyiapkan segalanya.
Perasaan Wendy sangat senang hari ini, entah karena hadiah yang sangat langka atau yang lainnya dia pun tidak bisa mengetahuinya.
Setelah selesai Wendy pergi ke kediaman keluarga Earl Vergans.
...πΈπ»πΈπ»πΈπ»...
Ruangan penuh dengan lembaran kertas penting berserakan.
Kini Helio tengah tertidur dimeja kerjanya, semalaman penuh Helio bergadang untuk menyelesaikan tugas negaranya.
"Pagi tuan Helio.."...
"Eung? Pagi..." Helio
"Sepertinya semalam anda bergadang lagi?"...
"Iya, aku sudah banyak menumpukkan berkas-berkas ini" Helio
"Tuan, pagi ini anda kedatangan tuan Baron Fhell"....
"Apakah dia masih di sini?" Helio
"Tentu dia menunggu anda di depan pintu ruangan ini"....
"Kenapa tidak disuruh masuk saja?" Helio
"Baiklah tuan...."...
Baron Fhell... Entah karena apa dia tiba di kediaman Marquess Tropium pagi-pagi begini.
"Maaf mengganggu pagi anda tuan Helio" Fhell.
"Tidak apa-apa, ada apa anda datang sepagi ini?" Helio.
"Benar juga, setelah persidangan kita tidak sempat bertemu lagi!" Helio.
"Maaf sebelumnya, mengenai pertunangan nona Wendy polli, apakah anda tidak ada niatan untuk melamar nona Dukess Berliard?" Fhell
"Soal itu, sepertinya akan sangat sulit, karena saya bersama dengannya semenjak saya kehilangan orang tua saya dulu!" Helio.
"Bukankah itu akan menjadi keuntungan untuk anda karena sudah mengenal Dukess dengan sangat dekat dan lama?" Fhell
"Tuan Baron coba anda berfikir seperti pemikiran Dukess, baginya pernikahan adalah sebuah sarana politik saja!" Helio.
"Terkadang saya memikirkan apakah Dukess masih menginginkan posisi Putri mahkota yang sekarang di pegang oleh lawannya dulu?" Fhell.
"Kemungkinan tapi sepertinya juga Dukess menginginkan lebih dari kekuasaan putri mahkota saja, bisa saja dia menginginkan kekuasaan kekaisaran EPERANTO!" Helio
"Terkadang saya bingung dengan apa yang dipikirkan oleh Dukess Berliard, terkadang dia bisa di tebak dengan mudah tapi juga terkadang dia sulit di tebak layaknya peta harta zaman kuno" Fhell.
Mereka berbincang cukup lama di sana sampai akhirnya Baron berpamitan pulang karena ada urusan yang harus ia hadiri di siang hari ini.
...πΈπ»πΈπ»πΈπ»...
Disisi lain ratu Oddie Obely tengah mengunjungi kekaisaran EPERANTO untuk segera kembali ke kekaisarannya secepatnya.
Saat baru memasuki istana ratu sangat terkejut karena disana dia sudah di sambut hangat oleh pangeran mahkota.
Sambutan hangat yang manis diberikan oleh pangeran mahkota karena kemungkinan dia sudah tahu maksud dari kedatangan ratu Oddie Obely tersebut.
Pangeran mahkota pun mengajaknya untuk makan di istana EPERANTO lebih dahulu sebelum ke intinya.
"Maafkan saya pangeran, saya datang kemari untuk berpamitan kepada anda" ratu.
"Maksudnya anda akan kembali je negeri anda yang mulia ratu?" Pangeran mahkota.
"Iya karena tidak pantas jika sebuah negeri di biarkan terlalu lama tanpa ada sang penguasa di dalamnya" ratu.
"Baiklah, ini juga sudah keputusan dari anda sendiri, sebelumnya berkeliling lah di wilayah EPERANTO sebelum anda berpulang ke negeri anda" pangeran mahkota.
"Dengan senang hati saya menerima masukan anda untuk melihat-lihat sejenak sebelum saya kembali" ratu.
Banyak yang mereka bicarakan, banyak pula kecurigaan dari sang ratu terhadap pangeran mahkota atas sikapnya.
Setelah berbincang dan meminta izin kepada pangeran mahkota selaku pewaris langsung dari kekaisaran EPERANTO, ratu Oddie Obely kini akan berpamitan kepada rakyatnya yang sedang merantau di EPERANTO, dan kepada para bangsawan yang ada di negeri ini yang telah menyambutnya dengan sangat hangat.
Ratu datang ke setiap pelosok EPERANTO untuk menemui para warganya dan memberikan beberapa koin emas untuk mereka yang tengah berdagang di EPERANTO.
Saat ratu Oddie Obely berjalan di area timur EPERANTO ia bertemu dengan seorang bangsawan yaitu Vercount Yusi Agatha.
"Apa kabar nona Agatha?" Ratu.
"Kabar saya sangat baik yang mulia ratu Obely!" Yusi.
"Sebuah kejutan bisa berjumpa anda dj sini!" Ratu.
"Seharusnya saya yang mengatakan hal itu ratu, dan sangat mengejutkan juga anda mengetahui nama keluarga saya!" Yusi.
"Tentu saja karena keluarga anda sangat terkenal di Obely" ratu.
"Benarkah itu? Sungguh saya tidak mengetahuinya sedikitpun tentang hal ini" Yusi.
"Apakah keluarga anda tidak mengatakan atau menceritakannya kepada anda nona?" Ratu.
"Tidak, maaf sebelumnya kenapa anda kemari yang mulia ratu?" Yusi.
"Saya kemari untuk menjenguk para warga saya yang tengah merantau ke negeri ini, dan kenapa anda juga ada di sini?" Ratu.
"Saya kemari ingin memilih bahan untuk gaun baru saya yang mulia, saya akui memang kualitas bahan dari negeri anda sangat bagus dan lembut" Yusi.
"Sanjungan anda terlalu tinggi nona" ratu.
Mereka terus mengobrol sambil berjalan dan akhirnya berhenti di sebuah resto kecil di pinggir balai kota.
Resto yang sangat klasik pada zamannya.
Bahkan sang mereka pun sangat menyukai menu di resto tersebut, padahal mereka baru pertama kali memasuki resto tersebut dan mencicipi rasa dari menu yang telah disediakan.
Sampai pada akhirnya ratu Oddie Obely memutuskan untuk menyudahi perbincangan mereka dan bersiap untuk pulang ke negaranya.
...~~~~~~~~~...