I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#29



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi_cliene_hi...


...~~~~~~~...


Malam tiba dengan sangat mencengangkan di keluarga BERLIARD.


Hal tersebut dikarenakan oleh kelakuan tuan BERLIARD yang sedang marah marah du kamarnya.


Para pelayan yang merasa takut karena kemarahan tuan BERLIARD itu sampai tak berani masuk kedalam kamarnya.


Mereka ketakutan sampai bulu kuduk mereka berdiri. Sebenarnya mereka takut jika mereka harus kehilangan nyawanya hanya karena kemarahan sang tuannya.


Lucy yang melihat itu pun paham sepenuhnya sebab ekspresi wajah mereka yang sangat menggambarkan akan ketakutan.


Lucy menghampiri mereka dan mencoba menenangkan mereka agar tidak takut kepada kemarahan sang ayahnya yang sangat meluap untuk saat ini.


Mengetahui didalam kamar ayahnya sudah tenang Lucy memasuki ruangan tersebut, namun saat Lucy akan membuka pintu Lucy ditahan oleh beberapa pelayannya.


Mereka menahannya karena mereka takut jika Lucy akan terluka ataupun terbunuh.


"Tenang saja aku pasti tidak akan kenapa kenapa" Lucy.


Pernyataan Lucy langsung dijawab dengan anggukan oleh para pelayannya walaupun anggukan tersebut terlihat sangat berat untuk dilakukan.


Setelah mengatakan hal itu Lucy langsung membuka pintu, dan benar seperti dugaannya kamar sang ayah sangatlah berantakan.


Dan saat ini ayahnya atau tuan BERLIARD sedang duduk di kursi kepala keluarga dengan wajah yang penuh dengan amarah.


Mengetahui bahwa Lucy datang tuan BERLIARD hanya meliriknya dan kembali menunduk.


Lucy dengan cepat duduk di bawah dan memegang tangan sang ayahnya dengan wajah penuh teka-teki.


"Ayah tanganmu sangat kusut!, Aku tak tahu sejak kapan tangan ayah menjadi sangat kusut, atau aku saja yang tidak pernah menyadarinya bahwa tangan ayah sangat kusut karena ayah tak pernah memegang tanganku jadi aku tak pernah mengetahui hal ini" Lucy.


Mendengar ucapan Lucy tuan BERLIARD hanya diam saja dan tak menjawab sekata pun kepada Lucy.


Melihat sang ayah yang tak menjawab ucapannya tersebut Lucy langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Lucy menutup kamar sang ayah dan pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Dan didalam kamar tuan BERLIARD, ia hanya terus bergumam kesal di sana.


"Kenapa Lucy ingin meracuniku? Padahal aku adalah ayahnya, aku yang telah membesarkan, mengajarkan cara untuk menjadi penerus keluarga ini" tuan BERLIARD.


"Tunggu jika kepala pelayan keracunan mengapa aku tidak? Padahal aku makan makanan yang ia cicipi?" Tuan BERLIARD.


"Lucy.... Ternyata aku membesarkan anak iblis di dunia ini, berani beraninya dia meracuniku! Aku tak akan tinggal diam aku akan membuat racun yang lebih mematikan dari ini" tuan BERLIARD.


..._-_-_-_-_-_...


Disisi lain rumah kediaman keluarga BERLIARD, kepala pelayan kini sedang menunggu seseorang untuk mengantarnya ke tempat yang dimaksud oleh Lucy.


"Bagaimana apakah kau sudah meminum penangkal racun yang aku berikan?" Lucy.


"Sudah putri!, Dan sekarang ini keadaanku mulai agak membaik" kepala pelayan.


"Syukurlah!" Lucy.


'tak ku sangka ternyata ada kepribadian yang seperti ini pada diri putri Lucy, luar biasa' gumam kepala pelayan.


Tak lama kemudian Dekis Pheron pun datang dengan kereta kudanya.


Sebenarnya Lucy sudah mengetahui hal ini dan malam sebelum kejadian ini Lucy telah mengirimkan utusannya untuk menghubungi Iaros dan Dekis di tempat yang Lucy siapkan.


"I...itu tidak mungkin, tidak mungkin saya berada di dalam kereta kuda yang dikendarai oleh tuan Dekis" kepala pelayan.


"Tak mengapa, kau anggap saja ini perintah dari putri Lucy" Dekis.


"Masuk dan naiklah, percayakan semuanya kepadaku!" Lucy.


"Baiklah putri, dan sebelumnya apakah saya boleh meminta sesuatu dari putri?" Kepala pelayan.


"Silakan!" Lucy.


"Saya ingin putri menjaga kesehatan dan selalu waspada terhadap siapapun itu, hanya itu kemauan saya!" Kepala pelayan.


"Emm! Baiklah aku akan selalu mengingat hal itu!" Lucy.


"Terimakasih!" Kepala pelayan.


Dan akhirnya kepala pelayan pun masuk ke dalam kereta kuda yang dikendarai oleh Dekis Pheron.


Diperjalanan malam ini seluruh jalanan menjadi seperti baik itu di desa maupun di ibu kota EPERANTO.


Kereta kuda melaju dan melewati perbatasan EPERANTO.


Kepala pelayan yang melihat seluruh perjalanan tersebut terheran-heran oleh rute yang di lalui oleh Dekis Pheron.


Sebenarnya kepala pelayan tersebut ingin sekali bertanya tentang kemana ia pergi dan mengapa mengambil rute lewat perbukitan di luar EPERANTO, namun hal itu ia tak ungkapan sedikitpun dari mulutnya.


Dan saat beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah pondok yang cukup besar namun terpencil dan jarang orang yang melewati bahkan bisa dikatakan tak pernah ada orang yang melewatinya.


Mengetahui bahwa ia sudah sampai kepala pelayan pun langsung turun walaupun sebenarnya ia sedikit kesusahan untuk berjalan.


Namun ia terkejut saat ada tangan yang memapah tubuhnya agar bisa berjalan masuk ke pondok tersebut.


Tangan itu adalah milik Iaros Terthio yang sebenarnya telah menunggu kedatangannya dengan sangat lama.


Iaros memapah tubuh kepala pelayan keluarga BERLIARD dengan hati hati dan saat kepala pelayan tersebut memasuki pondok ia terkejut saat melihat isi pondok tersebut.


Disana banyak sekali para mantan pelayan keluarga BERLIARD yang telah keluar dari kediaman keluarga BERLIARD saat mengetahui fiman tersebut.


Sebenarnya para mantan pelayan tersebut berhasil ditemukan oleh Iaros dan Dekis saat mereka berusaha kabur dari tuan baru mereka yang sering menyiksa mereka.


Kepala pelayan tersebut prihatin melihat mantan pelayan itu terluka dan bahkan ada yang kehilangan sebelah tangan maupun kakinya akibat penyiksaan yang mereka dapatkan dari tuan baru mereka.


'Kenapa aku sangat pusing, sebenarnya apa yang putri Lucy rencanakan? Dan mengapa para mantan pelayan ini berada disini padahal waktu itu putri Lucy terlihat sudah mengusirnya dan memindahkan mereka ke tuan barunya, namun apa ini? Aku sama sekali tak mengetahui apa yang berada di otak putri Lucy sedikitpun' gumam kepala pelayan dalam hatinya yang penuh tanda tanya untuk putri Lucy.


...~~~~~~~~...


...Hai para reading ๐Ÿ‘‹๐Ÿป...


...Apa kabarnya? Sehatkah?...


...Sebenarnya saya selaku author utama ingin mengucapkan ini kepada kalian!...


...Pertama saya ingin meminta maaf atas lamanya saya untuk update episode baru...


...Dan yang kedua saya sangat berterimakasih dan bersyukur karena kalian selalu setia menunggu update baruku ini....


...๐Ÿค—Terimakasih๐Ÿค—...


...Happy reading...


...โ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธโ‡๏ธ...


...๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป...