
TARA PROV :
Aku akhirnya membuka mata setelah beberapa hari tertidur.
"Kenapa seluruh ruangan menjadi sangat jelas dan tajam?" Gumamku*Tara*.
"Putri LUCY akhirnya anda bangun juga dari tidur lama anda" ucap sang pelayan Lucy
"LUCY, apa maksud anda saya adalah putri TARA" ungkapku dengan tegas.
"Anda ini sedang bergurau ya?, Lihatlah anda di cermin putri, anda adalah putri LUCY bukan putri TARA!" Jawab pelayan
Aku langsung bergegas menuju cermin untuk memastikan bahwa pelayan itu salah paham.
Namun sayangnya sang pelayan benar, di pantulan cermin besar itu hanya ada wajah putri LUCY.
"Apa ini? Kenapa dipantulan itu ada putri LUCY dan bukanya aku?, Dan kenapa tubuh ini terasa sangat ringan walaupun telah tidur berhari hari tanpa bangun?" Gumam ku.
"Pelayan kenapa aku terasa sangat kuat, biasanya aku akan terjatuh setelah pingsan?"
"Apa maksud anda putri? Kenapa harus pingsan jika putri terlahir dengan tubuh yang sangat kuat?"
"Benarkah? Putri LUCY sekuat ini? Mengesankan" gumamku.
"Em putri sebaiknya anda bersihkan diri anda tuan HELIO akan segera kemari!"
"Apa HELIO?"
"Iya tuan HELIO mengapa putri terkejut kan sudah biasa tuan HELIO datang untuk menemui anda?"
"A..ah iya aku lupa hihihi"
Pelayan itupun pergi setelah membantuku untuk membersihkan diri dan berdandan.
Akhirnya HELIO pun datang keruangan ku yaitu di kamarku.
Ia terlihat sangat sedih untuk sesaat, aku sungguh takut untuk bertemu dengannya karena keluarga ku dan keluarga HELIO termasuk keluarga bangsawan yang kurang harmonis bukan hanya dengan keluarga dari tuan HELIO saja tetapi juga dengan keluarga putri LUCY pun sama.
"Nona akhirnya anda bangun setelah tiga hari tertidur pulas"
"Ah iya tuan HELIO terima kasih telah menjengukku"
"Apa HELIO? Terimakasih? Apa maksudnya ini? Anda pasti bukan nona Lucy?"
"Ahahha apakah sudah ketahuan?"
"Sebenarnya siapa kau ini?"
"A...an...anu ak..aku adalah putri TARA"
"Sedang apa kau menyamar sebagai nona Lucy?"
"Maksudnya kau sedang bertukar tubuh dengan nona Lucy?"
"Mungkin begitu?"
"Tetapi kenapa harus nona Lucy?"
"Aku pun tak mengetahuinya sama sekali, terakhir aku bertemu dengan putri LUCY adalah di kuil utama depan patung dewa, lalu tak sengaja ia terpeleset dan jatuh ke kolam jadi aku menolongnya dan akhirnya kami terjatuh bersama, setelah itu aku tak mengetahuinya lagi"
"Jadi sekarang nona Lucy sedang berada di tubuhmu itu?"
"Benar tuan HELIO"
"Baiklah, sebaiknya kau sembunyikan itu semua dan belajarlah menjadi putri LUCY"
"Mengapa harus begitu tuan?"
"Agar semua orang tak curiga terhadap mu dan nona LUCY"
"Lalu aku harus memulainya dari mana tuan?"
"Pertama jangan panggil aku tuan HELIO tetapi HELEY, nona LUCY sering memanggilku dengan nama HELEY tanpa tuan"
"Baiklah tuan HELIO.., eh.. maksudnya HELEY, ini agak tak sopan"
"Lupakan itu dan selanjutnya kau harus bersikap angkuh terhadap siapapun dan dibiasakan untuk menata orang lain dengan tatapan tajam"
"Wah tuan, maksudku HELEY anda sangat mengenal putri LUCY?"
"Tentu saja karena aku sudah bersamanya sedari kecil dan aku adalah murid nya, setelah kau sembuh total kau harus berlatih pedagang"
"Tetapi aku tak biasa menggunakan pedang sama sekali".
"Tenang saja aku akan mengajarimu, lagi pula jarang orang yang tahu kalau nona LUCY pandai bermain pedang dan alat perang yang lain"
"Wah luar biasa".
Setelah pembicaraan yang panjang akhirnya HELIO pun pergi untuk pulang.
Aku tadinya sangat takut saat HELIO mengetahui bahwa aku bukanlah putri LUCY yang sebenarnya, namun itu salah ternyata dibalik wajah dinginnya dan bau aura yang anyir itu dia sangat perhatian terhadap putri LUCY dan semua tentang putri LUCY.
MENURUT KALIAN APAKAH TARA BISA BERSIFAT SEPERTI PUTRI LUCY AGAR RAHASIANYA ITU TAK TERBUKA OLEH ORANG LAIN?
DAN APAKAH TARA BISA MENGANGKAT PEDANGNYA DI SAAT IA AKAN BERLATIH PEDANG BERSAMA HELIO ATAU HELEY?
HAPPY READING ❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻