I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#41



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi cliene hi...


...IG : hi cleine hi...


...Sehubungan dengan akan di terbitkan nya novel terbaru saya, dihimbau untuk kalian yang masih di bawah umurΒ  untuk lebih bisa membaca dan mencermati agar tidak mengikuti tokoh tersebut....


...Belajarlah memilah baik dan benar karena Novel yang akan di terbitkan berisi 18+ dari awal hingga akhir πŸ™πŸ»...


...Terimakasih...


...~~~~~~~~...


Hari kenaikan Lucy pun tiba, para bangsawan yang tertinggi hingga terendah pun datang dengan membawa banyak sekali hadiah.


Bukan hanya para bangsawan saja tetapi pangeran mahkota pun datang untuk datang membawa sebuah hadiah.


Lucy yang melihat kedatangan pangeran mahkota pun langsung duduk disebelah Helio.


"Mangsa ku sudah datang!" Gumam Lucy.


"Apa maksudmu nona?" Helio.


"Zeth EPERANTO, di sudah datang!" Lucy.


"Maksudnya apa nona? Ada apa dengan kedatangan pangeran mahkota?" Helio.


"Sebenernya aku mengadakan pesta ini untuk memancing pangeran mahkota agar menunjukkan akting nya di depan para bangsawan yang lain" Lucy.


"Maafkan aku nona, tetapi aku tidak mengerti dengan perkataan anda!" Helio.


Acara kenaikan jabatan pun dilaksanakan, sampai detik ini belum ada sedikitpun gerak gerik mencurigakan dari siapapun.


Namun di tengah tengah acara pangeran mahkota pergi meninggalkan tempat acara tersebut.


Entah karena apa ia pergi dari kursinya, yang jelas saat ia akan pergi ia seperti melakukan kontak mata dengan seseorang yang entah dimana orang itu berada.


Acara kenaikan jabatan pun selesai dengan baik tanpa keributan dari beberapa orang yang rusuh.


Menyadari perginya pangeran mahkota dan tidak adanya putri Tara, Lucy yakin bahwa mereka sedang membicarakan sesuatu, namun satu hal yang pasti putri Tara tidak mungkin melakukan kejahatan karena fisiknya saja sudah lemah ditambah dia adalah incaran pangeran mahkota.


...πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»...


Malam pun tiba dengan sangat tenang setelah pesta tadi.


Lucy sekarang sedang mengganti bajunya, setelah selesai ia pun duduk di ranjangnya sembari membaca buku.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamar Lucy.


Lucy mengira itu adalah pelayan atau salah satu kerabat yang ingin membicarakan hal bodoh di depannya.


Tak disangka saat Lucy mengatakan agar dia masuk ternyata itu adalah Trevis.


"Kenapa kau malam malam seperti ini datang ke kamarku?" Lucy.


"Maafkan saya nona, itu..." Trevis.


"Sudahlah jika itu tidak penting maka pergilah dan beristirahat!" Lucy.


'gawat jika aku pergi maka rencananya akan gagal' gumam lirih Trevis.


"Ada apa?" Lucy.


"Tidak, apakah saya boleh duduk nona?" Trevis.


"Silahkan!" Lucy.


Dengan tiba-tiba Trevis membuka baju yang ia kenakan di depan Lucy.


Lucy yang melihatnya agak sedikit terkejut, karena ini diluar dugaan.


Bagaimana bisa seorang anak angkat juga bisa dijadikan pesuruh.


"Pakai bajumu!" Lucy.


"Namun nona, saya dengar nona sangat suka dengan pria yang berotot?" Trevis.


"Cih, hentikan ini dan pergilah kau mulai membuatku muak" ucap Lucy sembari menarik tengkuk Trevis.


"Tapi nona, apakah saya kurang disukai oleh nona Lucy?" Trevis.


"Jika sudah tahu kenapa kau terus bertanya?, Lebih baik pergilah sekarang juga atau aku akan melakukan hal yang menyakitkan!" Lucy.


Dengan rasa takut Trevis langsung pergi, namun langkahnya tiba-tiba terhenti oleh panggilan Lucy.


"Jangan lupa bawa bajumu, atau mereka yang melihatmu akan mengira kita berbuat intim" Lucy.


Trevis pun langsung mengambil bajunya dan memakainya lalu pergi.


...πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»...


Pagi pun tiba, baru saja bangun kepala pelayan masuk ke dalam sembari membawa surat dari para bangsawan.


"Maaf putri ini ada surat dari para bangsawan!" Kepala pelayan.


"Baik putri, izin pergi!" Kepala pelayan.


"Iya" Lucy.


Lucy bangun dari tidurnya dan langsung mandi, setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Lucy langsung membuka surat yang ada di meja kerjanya.


Tertulis disana bahwa diadakan sebuah konvensi bangsawan yang akan membahas tentang keuangan negara siang ini.


Lucy tahu maksud dari surat ini, karena agak janggal jika mereka langsung mengundang dirinya untuk membahas tentang negara yang sementara dirinya baru saja naik jabatan kemarin.


Tanpa memikirkan panjang lebar, Lucy langsung menerima undangan tersebut dan akan berangkat siang ini.


Entah apa lagi yang akan dipikirkan oleh Lucy saat ini.


Lucy turun ke bawah untuk sarapan, sepi. Itu yang menggambarkan suasana ruang makan, biasanya ada kerabat bodohnya disana yang sedang sarapan, namun ini kebalikannya.


"Pelayan kemana semua orang itu?" Lucy.


"Saya tidak tahu kemana mereka putri namun tadi pagi saya hanya melihat tuan Duke Lourik pergi dengan kuda" pelayan.


'dengan kuda yah?' gumam Lucy.


"Baiklah kau siapkan saja makananku" Lucy.


"Iya baik putri" pelayan.


Baru saja Lucy akan duduk di kursi meja makan, tiba-tiba ada suara teriakan dari seseorang di atas.


Lucy langsung pergi ke sumber suara, ternyata itu adalah bibi dan anak angkatnya.


"Ada apa?, Kenapa pagi-pagi sudah teriak?" Lucy.


"Lihatlah anak kecil ini menginjak gaunku!" Bibi.


"Hanya karena itu kau teriak?, Lalu bagaimana malam tadi, apakah aku teriak melihat anak angkat mu ingin melakukan hal senonoh denganku?" Lucy.


"Apa maksud anda?" Bibi


"Jangan pura pura tidak tahu, aku yakin Trevis tidak akan melakukan hal tersebut jika bibi tidak menyuruhnya melakukannya!" Lucy.


Tanpa disadari para keluarga datang melihat dan mendengarkan.


"Dan kenapa kau marah? Padahal anak ini hanya menginjak ujung gaun mu yang bahkan tidak akan orang lihat jika robek sedikit?" Lucy.


"Namun putri!" Bibi.


"Sudahlah kalian semua makan, aku akan pergi" Lucy


"Maafkan saya nona namun bagaimana sarapan anda?" Pelayan.


"Aku tidak nafsu lagi untuk makan sekarang!" Lucy.


Dengan cepat Lucy pergi meninggalkan tempat tersebut, dan anak tersebut dibawa oleh pelayan untuk pergi ke taman.


...πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»...


Siang pun tiba dengan sangat terik.


Mengingat bahwa jadwal ini adalah pergi ke konversi bangsawan, Lucy langsung segera berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan.


Terlihat disana sudah banyak kepala keluarga bangsawan yang baru.


Tak di sangka mereka adalah calon orang orang yang sama seperti bangsawan sebelumnya.


"Wah kejutan sekali anda bisa datang kemari Dukess BERLIARD!" ....


"Anda terlihat sangat cantik dan elegan, saya menjadi sangat iri!" ....


"Sudah hentikan basa basi nya!" ....


Berjam-jam konversi itu berlangsung, pembahasan mereka masuk akal tentang negara namun tetap saja ada yang janggal karena Lucy masih belum mendapatkan apa yang ingin ia dengarkan dari lubuk hati mereka dan niat terselubung mereka semua.


"Maaf Dukess saya dengan anda berlatih pedang, apakah itu benar?" ....


"Tentu, saya baru saja belajar menggunakan pedang akhir-akhir ini!" Lucy.


"Wahhh itu bagus, karena seorang bangsawan, apa lagi kepala keluarga harus bisa menggunakan pedang!" ...


"Jadi bisakah kita bertanding besok hari?, Saya yakin saya pasti bisa menang karena saya sudah lama menggunakan pedang" ...


Dengan sekali hentakan Lucy langsung mematahkan tangan salah satu bangsawan tadi.


"Apa anda mengganggap saya lemah tuan Duke Azhary?" Lucy.


...~~~~~~...


...Wah lelah yah buat ketik update kali iniπŸ˜‚...


...Tapi tidak apa-apa karena ini juga untuk kalian yang sangat setia dengan kisah Lucy dan cs nya...


...Terimakasih banyak...