I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#28



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi_cliene_hi...


...~~~~~~~~...


Pagi akhirnya pun datang, saat ini Lucy sudah berada di dapur untuk menuangkan racun kedalam makanan untuk ayahnya.


Lucy tahu bahwa ayahnya akan mengecek makanan itu dengan cara memperintahkan kepala pelayan untuk mencicipinya terlebih dahulu.


Ayah Lucy tak mengetahui bahwa kepala pelayan menyimpan penangkal racun yang Lucy berikan.


Seharusnya penangkal itu ia minum setelah memakan makanan tersebut namun kepala pelayan malah menyimpannya saja dan tak menggunakannya.


Dan kamipun akhirnya duduk diruang makan untuk menyantap makanan yang telah disiapkan.


"Kepala pelayan kau cicipi lah makananku ini" tuan BERLIARD.


"Baik tuan" kepala pelayan.


Dan kepala pelayan pun mencicipi makanan tersebut, namun sayangnya racun tersebut telah bekerja setelah beberapa kali kepala pelayan itu mencicipi makanan tuan BERLIARD.


Hoekk


Darah keluar dari mulut sang kepala pelayan.


Semua yang ada disana panik kecuali Lucy yang sebenarnya telah mengetahui akan hal ini.


Dengan cepat para pelayan yang lain memanggil dokter dan membawa kepala pelayan ke kamarnya.


Dan beberapa menit kemudian dokter pribadi keluarga BERLIARD pun datang dengan membawa peralatan kedokterannya.


Dokter memeriksa sang kepala pelayan dengan cermat dan teliti.


Dan akhirnya pun dokter selesai memeriksa si kepala pelayan.


"Apa yang terjadi padanya dokter?" Tuan BERLIARD.


"Pelayan anda mengalami keracunan yang sedikit serius, karena racun yang ada dalam tubuhnya bukanlah racun yang ganas dan cepat melumpuhkan" dokter.


"Lalu?" Lucy.


"Sebaiknya pelayan anda ini diberikan waktu untuk beristirahat hingga racun yang ada dalam tubuhnya itu menghilang" dokter.


Dan tak lama kemudian tuan BERLIARD pun pergi dari kamar tersebut dengan wajah gusar dan penuh rasa bersalah.


Dan sekarang hanya ada aku dan kepala pelayan di kamar tersebut.


"Tuan, apakah kau masih menyimpan cairan yang aku berikan?" Lucy.


"Tentu saja putri saya masih menyimpannya!" Kepala pelayan.


"Dimana kau menyimpannya?" Lucy.


"Aku menyimpannya di laci meja itu putri!" Kepala pelayan.


Dan saat Lucy membuka laci meja tersebut benar saja penawaran racun yang Lucy berikan masih ada dan masih utuh.


"Kenapa belum kau minum?" Lucy.


"Karena saya pikir itu untuk tuan BERLIARD" kepala pelayan.


"Bodoh sekali kau, aku menyuruhmu untuk menyimpan ini adalah untuk kau gunakan sendiri" Lucy.


"Maafkan saya putri saya benar benar tidak mengetahuinya" kepala pelayan.


"Minumlah penawara ini dan bersiaplah karena nanti malam akan ada yang menjemput mu!" Lucy.


"Memangnya saya akan dibawa kemana putri?" Kepala pelayan.


"Kau ikuti orang yang menjemput mu nanti, dan kau pasti akan tahu kemana kau pergi dan untuk apa kau pergi!" Lucy.


Ucapan Lucy pun dijawab dengan anggukan oleh kepala pelayan tersebut.


...~~~~~~~~~~...


...Maaf telat menunggu cukup lama untuk update an episode kali ini....


...Happy reading...


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻...