
...I WANT MORE /// NA JAEMIN...
...by : hi cliene hi...
...IG : hi_cleine_hi...
...~~~~~~~~...
Kepergian ratu Obely telah berlalu dan sekarang adalah hari pertunangannya dengan anak tunggal dari keluarga Duke Pheron yaitu Dekis Pheron yang sekarang telah memegang kendali atau menjadi kepala keluarga Pheron yang baru.
Terpampang di cermin kecantikan dan kebahagiaan dari raut wajah Wendy polli.
Di ruang ganti pun nampak nona Syche dan nona Yusi yang sedang menunggu sang pihak perempuan selesai berdandan.
"Menurut mu apakah gaun itu memang cocok dengan Wendy?" Yusi.
"Emm mungkin karena warna nya senada dengan manik matanya" Syche.
Secara tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan wajah Lucy di ambang pintu.
Dengan mengenakan gaun formal berwarna merah gelap di lengkapi dengan hiasan rambut dan sarung tangan yang sedikit tembus pandang, membuat perbedaan untuk citra Lucy yang kuat.
"Apakah nona Wendy sudah selesai berdandan?" Lucy
"Nona Lucy? Anda akhirnya datang!" Syche.
"Ya mungkin sebentar lagi selesai" Yusi.
"Aku tidak sedang bermimpi kan Yusi?" Syche.
"Apa maksudmu?" Yusi.
"Nona Lucy di sini sekarang!" Syche.
"Memang tidak sedang mimpi" Yusi.
Karena mendengar kegaduhan di balik ruang rias dan mendengarkan bahwa nama Lucy Berliard di ucapkan, Wendy akhirnya membuka suaranya.
"Lucy? Dukess ada di sini?" Wendy.
"Iyaa aku ada di sini untuk menemanimu!" Lucy.
Mendengar jawaban dari suara yang tak asing akhirnya Wendy bergegas keluar dari ruang rias dan mengehentikan melihat dirinya yang begitu cocok menggunakan gaun yang dipilih kan oleh tuan Marquess.
Terpampang wajah sang Dukchess Lucy.
Sebuah kejutan yang tak terduga untuk Wendy.
"Dukchess selamat datang di kediaman ku ini!" Wendy.
"Tak perlu se formal itu kepadaku Wendy, sebelumnya selamat untukmu" Lucy.
"Terimakasih" Wendy.
Setelah menunggu lama untuk acara akhirnya acara pun dimulai.
Semua bangsawan dari faksi kaisar dan faksi putra mahkota pun ikut memeriahkan acara tersebut.
Kebanyakan dari mereka terlihat meremehkan Lucy yang sekarang telah menjabat menjadi Dukchess Berliard yang baru.
Tak hanya faksi bangsawan saja, putra mahkota Zeth EPERANTO pun datang untuk memberikan ucapan kepada sang penyelenggara pesta.
••••••••
Berjam-jam Lucy berada di ruang pesta, karena merasa mulai sebal dengan obrolan para bangsawan yang sangat tidak penting untuk didengar Lucy memutuskan untuk pergi ke taman keluarga Polli mencari udara segar sejenak.
Tak disangka-sangka dari belakang Helio menguntit Dukchess Lucy yang keluar dari ruangan pesta.
Menyadari ada yang menguntit Lucy tidak kaget sama sekali karena dia sudah tahu aroma parfum yang dikenakan oleh Helio.
Parfum yang memiliki wangi yang sangat lembut dan segar bagaikan mawar di pagi hari.
Lucy menghentikan langkahnya di depan taman kaca keluarga Polli.
"Kenapa kau mengikutiku heley?" Lucy.
"Oh.. maaf saya hanya penasaran saja, karena anda tiba-tiba keluar dari pesta!" Helio.
"Maaf Dukchess, jika diperkenankan apa saya boleh mengetahui kenapa anda keluar dari pesta?" Helio.
"Hanya mencari udara segar saja!" Lucy.
'ku kira karena ada pangeran mahkota' pikir helio.
"Kalau begitu bolehkah saya menemani anda di taman?" Helio.
"Jika kau tak keberatan silahkan saja" Lucy.
Seketika wajah cemas Helio berubah menjadi kemerahan karena senang bisa berduaan dengan Dukchess Lucy lagi.
Mereka duduk di taman bunga Lily yang indah walaupun masih kuncup.
Keheningan melanda atmosfer antara mereka.
"Emm.. anu.. nona" heley.
"Kenapa? Katakan saja apa yang ingin kau katakan!" Lucy.
"Mungkin ini adalah pertanyaan pribadi tapi saya sangat memikirkan hal ini!" Helio.
"Katakan saja" Lucy.
"Apakah anda masih menyukai pangeran mahkota? Dan apakah anda masih menginginkan tahta EPERANTO?" Helio.
"Sejak kapan kau berpikiran seperti itu? Jawabannya tentu tidak!" Lucy.
"Lalu kenapa anda terlihat menjadi sangat inisiatif lagi terhadap pangeran mahkota?" Helio.
"Sebenarnya aku hanya ingin menunjukkan sifat busuk yang disembunyikan Zeth, dia sangat manipulatif dan dengan wajah dan statusnya itu dia dengan mudah memperdaya rakyatnya" Lucy.
"Ohh... Saya kira anda..." Helio.
"Tentu tidak, pikiranmu itu salah" Lucy.
Di sisi lain Baron Fhell Genatha dan Marquess Iaros Terthio sedang menatap Lucy dan Helio dari kejauhan.
Terpampang wajah penasaran namun disisi dengan keyakinan terhadap sesuatu.
"Tuan Marquess Helio Tropium, kaki tangan Dukchess Lucy Berliard" Iaros
"Kenapa nada bicaramu seperti itu?" Fhell.
"Mereka terlihat serasi bukan? Namun sayang sekali yang memiliki perasaan suka hanya tuan Helio saja" Iaros.
"Benar, tapi sebenarnya Nyonya Dukchess Berliard menyukai siapa? Pangeran mahkota atau tuan Helio?" Fhell.
"Dilihat dari sifat sang Dukchess tidak mungkin dia menginginkan cinta, wajah nya menunjukkan kesimpulan bahwa menurutnya pernikahan dan cinta hanyalah hubungan politik saja!" Iaros.
"Itu pemikiran yang sangat kejam untuk seorang perempuan, namun saya yakin Nyonya Dukchess menginginkan lebih dari jabatan atau status sosial saja" Fhell.
"Saya juga berpikiran seperti itu" Iaros.
"Kasian sekali perasaan yang disimpan oleh tuan Helio akan hangus jika nyonya Dukchess memilih untuk merebut kembali posisi Putri mahkota dari nona Count Tara Nigra" Fhell.
"Tapi sebenarnya mereka sedang membicarakan apa sampai sangat serius begitu?" Iaros.
"Entahlah, mungkin urusan pribadi" Fhell.
Acara berlangsung hingga tengah malam.
Namun saat jam menunjukkan pukul 22.00 Lucy telah pergi untuk pulang.
Yahh meningkat bahwa Lucy sangat tidak suka dengan acara berbau alcohol seperti itu, jadi dia izin untuk pulang, dan sahabatnya pun sudah tahu ketidak sukaan nya itu terhadap alcohol.
...~~~~~~...
...Terimakasih sudah menunggu kisah ini update 🙏🏻...
...Dan sedikit pengumuman novel yang saya buat akan update setiap satu kali sebulan🙏🏻...
...Terimakasih banyak...
...See you next time ...