I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#21



...Pertama tama gw sebagai wakil author meminta doanya yah buat kesembuhan cliene yang sedang terbaring lemah di rumah sakit πŸ™πŸ»...


...I WANT MORE/// NA JAEMIN...


...by : hi_cliene_hi...


...~~~~~~~~...


Hari pun berlalu kini tuan DUKE BERLIARD telah kembali ke kediamannya di EPERANTO setelah berpergian ke negeri sebelah.


Saat ia sampai di gerbang negeri EPERANTO ia disambut banyak warga Eperanto namun mereka menyambutnya dengan tatapan sendu.


"Kusir ada apa disini?, Kenapa mereka menyambut kepulanganku?, Ini tak biasa!" Tuan Duke.


"Entahlah tuan BERLIARD, hamba pun tak mengetahuinya" kusir.


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan saja perjalanan kita, karena kita sebentar lagi sampai di rumah" tuan Duke.


Disisi lain para pelayan keluarga BERLIARD sedang risih dan bergosip di seluruh penjuru rumah itu.


"Kau sudah dengar firman yang sedang merebak itu?" Pelayan.


"Tentu saja, namun tak ku sangka putri LUCY akan membunuh tuan DUKE yang tak lain adalah ayahnya sendiri" sahut pelayan yang lain.


"Aku takut jika kita terus berada disini, maka dosa kita semakin banyak" pelayan.


"Apa yang kalian katakan? Apakah dengan begitu kesetiaan kalian pada putri LUCY hilang?" Naya.


"Kau sudah lah jangan ikut berbicara, jika kau ingin menanggung dosa silakan saja, kami akan pergi dari sini" pelayan


"Tidak kalian tidak boleh pergi dari sini, apa kalian ingat dulu putri Lucy lah yang memberi pekerjaan kepada kita, jika bukan karenanya kalian semua pasti sudah terlantar dan tak mempunyai tempat tinggal" Naya.


"Benar tapi ini masalah lain, kami tak mau menanggung dosa tuan kami sebesar itu" pelayan


Setelah percakapan di ruangan pembantu tersebut Naya langsung pergi dan menemui Lucy di kamarnya.


Tok tok tok


"Maaf mengganggu waktunya putri tapi apakah saya boleh masuk?" Naya.


"Hm masuk saja" Lucy


Naya pun masuk dengan kepala yang menunduk


"Ada apa kau malam malam kemari, padahal aku tak memanggilmu sama sekali" Lucy.


"Ah, ini putri, soal para pelayan" Naya.


"Hah?" Lucy


"Para pelayan ingin mengundurkan diri dari rumah ini putri" Naya.


"Kenapa?" Lucy.


"Mereka mengatakan bahwa mereka tak ingin menanggung dosa tuannya yang akan membunuh ayahnya, tapi saya tidak akan pergi dari sisi putri" Naya.


"Oh, aku sudah memperkirakan hal itu" Lucy.


"Hah? Maksud putri?" Naya.


"Dari pada bertanya lebih baik kau kumpulan semua pelayan yang bekerja di rumah ini untuk secepatnya berkumpul di aula utama" Lucy.


"Oh iya baik putri" Naya.


Satu jam sudah Naya pergi untuk memanggil mereka dan mengumpulkan mereka di aula utama kediaman BERLIARD.


Dirasa sudah lama Lucy pun langsung pergi bergegas menuju aula utama untuk bertemu dengan para pelayannya.


Sesampainya Lucy disana ia langsung mengeluarkan senyum sinis nya dari atas aula utama.


Dan sesuai dugaan Lucy para pelayan yang bekerja di rumahnya telah berkumpul di aula utama.


Hening yang didapat dari pernyataan Lucy tadi.


"Bungkamnya kalian menjawab kan kata tidak untuk ku, dan benarkah kalian akan pergi dari sini?" Lucy.


"Em, i...iya putri" pelayan.


"Oh begitu tapi bisakah kalian memberikan penjelasannya kepada ku?" Lucy.


"Ka.. karena kami tidak mau menanggung dosa tuan kami yang akan membunuh tu--" pelayan.


Kata katanya pun langsung dipotong oleh Lucy dengan cara menembak si pelayan hingga tewas.


"Ada lagi yang ingin menjawab nya" Lucy.


Hening kembali terjadi namun kini aura ketakutan semakin cengkram.


"Baiklah aku akan mengeluarkan kalian dari rumah ini, esok hari kalian datang ke kamarku secepatnya!" Lucy.


Setelah mengatakan hal itu Lucy langsung pergi meninggalkan aula yang masih sangat mencekam karena seorang pelayan yang terbunuh oleh Lucy.


..._-_-_-_...


Keesokan harinya para pelayan pun sudah berada di depan kamar Lucy sambil membawa barang-barang nya untuk pergi.


Beberapa saat kemudian para pelayan yang akan pergi dipersilahkan masuk ke kamar Lucy.


Saat mereka masuk mereka mendapati Lucy yang tengah duduk dengan memegang beberapa dokumen di mejanya.


"Putri mereka sudah datang!" Naya.


"Masuklah dan mendekatlah!" Lucy.


Mereka pun masuk dan mendekat pada Lucy.


"Apa kalian tahu kenapa aku memanggil kalian kemari terlebih dahulu?" Lucy.


Pertanyaan yang dilontarkan Lucy kembali dijawab dengan keheningan.


"Aku memanggil kalian kemari untuk membagikan surat ini, surat ini berisi permohonan dariku untukmu tuhanmu yang baru, aku tidak akan menelantarkan kalian begitu saja, aku telah berfikir untuk mengirimkan kalian ke keluarga bangsawan yang lain" Lucy.


Mengetahui hal itu merekapun langsung terkejut tak main.


"Putri maafkan kami karena tidak setia kepada anda" pelayan.


"Tidak apa-apa aku tahu situasinya yang terjadi sekarang ini" Lucy.


Mendengar jawaban dari Lucy mereka langsung meneteskan air mata mereka karena mereka tidak tahu maksud putri Lucy yang sebenarnya.


Setelah mendengarkan perkataan Lucy mereka langsung pergi menuju ke kediaman tuan mereka yang baru.


"Putri akankah mereka dikasihi seperti yang mereka dapatkan di rumah ini?" Naya.


"Tentu saja, karena aku mengirimkan mereka ke keluarga bangsawan yang baik" Jawab Lucy namun mengandung maksud lain.


...~~~~~~~~...


MENURUT KALIAN APA YANG SEBENARNYA MAKSUD LAIN PUTRI LUCY?


...OH IYA JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL CLIENE TERBARU YANG BERJUDUL DEAN....


...UPDATE SETIAP HARI JUMAT DAN SELASA....


...HAPPY READING GUYS...


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»...