
Prang.....
Nyaring sekali suara pecahan kaca itu
Aku benar-benar sudah menduga jika ayah sedang sangat marah karena sesuatu yang bahkan aku tak tahu itu.
Aku memasuki rumah dan saat aku membuka pintu depan aku melihat banyak pelayan yang sedang merintih kesakitan dan berlumuran darah dari bekas luka mereka.
Aku tahu ini pasti ulah ayahku, seorang ayah dari keluarga bangsawan yang tak bisa mengontrol emosinya sendiri.
Keluarga DUKE BERLIARD hah sungguh kelam, selalu saja ada pertumpahan darah di keluarga ini.
Selain pertumpahan darah kami para keluarga DUKE BERLIARD diajarkan untuk tidak pernah tunduk kepada siapapun dan tidak boleh meminta maaf atas kesalahan yang kami perbuat.
Aku berjalan menuju tempat kerja keluarga disana aku melihat banyak benda berserakan dan ayah yang sedang duduk sambil memegang kepalanya.
"Ayah ada apa ini, kenapa ayah sangat marah?"
"Ah Lucy! Kau tahu kalau dokter mengatakan kepada ayah jika ibumu tak bisa diselamatkan"
"Tak mungkin,ayah tahu kan kalau ibu sangat kuat,ia tak akan meninggalkan kita secara tak terhormat seperti ini, jika ia akan meninggalkan kita seperti ini pasti akan banyak orang yang mengira jika ayahlah yang telah melenyapkan ibu"
"Kau benar Lucy,, ibumu pasti akan meninggal dengan cara yang terhormat"
"Ayah tenanglah,dan tidurlah ini sudah sangat malam"
Setelah itu aku pun pergi ke kamar ku untuk mandi dan beristirahat sampai pagi tiba.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu yang tak asing untukku.
HELEY begitulah aku memanggil MARQUESS HELIO TROPIUM.
Ketukkan tiga kali untuk isyarat rahasia kami, atau pertemuan rahasia kami berdua.
"Masuklah Heley"
"Nona wajahmu terlihat sangat lesu, apakah ada sesuatu yang terjadi hari ini?"
"Iya ayahku mengamuk lagi hari ini"
"Tuan Duke?"
"Iya, Heley!"
"Ada apa nona?"
"Jangan sering menemui ku,kau sudah dengar kan kabar yang sedang beredar di masyarakat Eperanto ini?"
"Iya kabar yang mengatakan bahwa kita ini adalah sepasang kekasih,aku mengetahuinya nona,tapi nona jika aku datang dengan undangan resmi apakah tidak apa apa?"
"Tentu tapi jangan keseringan kesini hanya untuk membereskan rambutku saja"
"Baiklah nona Lucy"
Setelah HELEY pergi aku langsung bergegas untuk tidur.
_-_-_-_-_-_-_
Pagi telah datang,aku langsung bangun dan bergegas untuk mandi.
Aku bersiap-siap dan dibantu oleh beberapa pelayan di rumahku.
Saat para pelayan merias rambutku ayah pun datang ke kamarku dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Lucy! Ayah membawakan kabar baik untukmu"
"Kabar baik apa?"
"Kau akan dijodohkan dengan putra mahkota minggu depan"
"Apakah ini tak tik ayah untuk menaikkan kembali keluarga DUKE BERLIARD?"
"Tentu, perjodohan ini atas kesepakatan sang kaisar dan pangeran mahkota sendiri"
"Aku ragu, sangat sangat ragu untuk hal ini"
"Tak perlu ragu sebaiknya kau bersiaplah dan cepatlah turun kaisar dan pangeran mahkota akan segera datang, berdandan lah semenarik mungkin"
Setelah percakapan itu ayah pergi dari kamar ku dengan wajah yang bahagia.
"Putri anda ingin mengenakan gaun yang mana?"
"Aku ingin mengenakan gaun yang berwarna biru laut"
"Baiklah akan aku ambilkan"
Beberapa menit kemudian kaisar dan pangeran mahkota pun tiba di kediaman keluarga DUKE BERLIARD.
"Pelayan panggilkan Lucy untuk segera turun kebawah"
"Baik tuan DUKE"
Pelayan langsung bergegas kearah kamarku dan memanggil ku untuk segera turun menemui keluarga kerajaan tersebut.
Tak lama kemudian aku pun turun dengan penampilan yang menurutku sudah sangat menarik (bagiku).
Aku langsung memberikan salam kepada keluarga kerajaan tersebut dan aku menatap pangeran mahkota dengan tatapan yang tegas.
"Sungguh mengesankan baru pertama kalinya aku mendapatkan tatapan yang tajam dari seorang gadis"gumam pangeran mahkota.
👸🏻👸🏻👸🏻
BAGAIMANA? APAKAH KALIAN MENYUKAINYA?
DI BAB BERIKUTNYA AKAN BANYAK PRO DAN KONTRA.
HAPPY READING GUYS ❇️❇️❇️❇️