I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#39



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi_cliene_hi...


...IG : hi_cleine_hi...


...Pemberitahuan untuk para pembaca novel Cliene...


...Untuk beberapa saat ini saya selaku author Utama novel akan pending cerita atau kisah dari novel yang saya terbitkan di NovelToon....


...Dimohon untuk kesabarannya karena saat ini saya sedang berfokus kepada pendidikan dan kesehatan saya πŸ™πŸ»...


...~~~~~~~~...


Keesokan harinya Helio datang ke kediaman keluarga BERLIARD, Helio tidak sembarangan datang ke kediaman BERLIARD, Helio datang dengan undangan resmi dari Lucy.


"Nona tuan Helio telah sampai disini!" ....


"Baiklah, sambut dan persilakan dia untuk masuk!" Lucy.


Tak lama kemudian Helio memasuki kediaman keluarga BERLIARD, Helio melihat sekelilingnya, dan benar adanya sekarang kediaman keluarga BERLIARD terlihat sangat lopong dan juga sepi, seperti tak berpenghuni.


"Kenapa kau melihat sekeliling dengan tatapan seperti itu Heley?" Lucy.


"Maafkan saya putri, namun bukankah ini terlihat seperti rumah yang tak berpenghuni?" Helio.


"Biarkan saja!" Lucy.


"Dan... Mengapa anda memanggil saya lewat undangan resmi?" Helio.


"Karena aku ingin terlihat seperti calon Dukess yang baru di keluarga BERLIARD!" Lucy.


"Maksud anda, anda akan menjadi Dukess yang baru di keluarga ini?" Helio.


"Sudah ku katakan tadi!" Lucy.


"Maafkan saya, lalu anda memanggil saya untuk apa?" Helio.


"Aku ingin kau membantuku untuk menyiapkan pesta bangsawan!" Lucy.


"Baiklah putri, tapi kenapa anda sampai memanggil saya padahal anda bisa saja menyuruh pelayan untuk membantu anda?" Helio.


"Kau sudah mengetahuinya bukan, sebagian pelayan ku semuanya sakit parah akibat rencana ku untuk hal yang baru saja terjadi akhir akhir ini!" Lucy.


"Benar, lalu pesta apa yang anda ingin selenggarakan?" Helio.


"Aku hanya menginginkan pesta yang tidak megah, hanya beberapa bangsawan teratas saja yang datang!" Lucy.


"Namun jika dipikirkan kembali, mengundang bangsawan kelas atas saja akan membuat kegaduhan dan membuat pandangan orang-orang terhadap anda jauh lebih buruk lagi!" Helio.


"Benar juga, aku hampir melupakan hal tersebut!, Jadi bagaimana baiknya Heley?" Lucy.


"Menurut saya anda sebaiknya mengundang seluruh keluarga bangsawan yang ada di EPERANTO ini, karena dari mulut mereka lah anda bisa mendapatkan perhatian banyak dan anda juga bisa membuat perhatian itu menjadi senjata untuk melawan pangeran mahkota!" Helio.


"Tak ku sangka kau sekarang jauh lebih jeli" Lucy.


"Saya tersanjung dan berterimakasih atas perkataan anda putri!" Helio.


"Jadi kita mulai persiapannya besok pagi!" Lucy.


"Baiklah putri!" Helio.


Tak lama kemudian Helio pun pergi meninggalkan kediaman keluarga BERLIARD dan bergegas pulang.


"Apa kau melihatnya tadi?" ....


"Melihat apa maksudmu?" ....


"Ku rasa nona Lucy dan juga tuan Helio sangat cocok untuk menjadi sepasang kekasih!" ....


"Oh itu! Benar juga entah mengapa aku juga merasakan keserasian tersebut saat mereka sedang bersama!" ....


Malam pun tiba dengan cahaya sinar rembulan yang indah.


"Jika terjadi apa apa pada mereka apa yang harus aku lakukan?" Lucy.


Ditengah lamunannya itu lucy sekejap terpikirkan sesuatu yang akan berguna baginya jika dia menjadi Dukess nanti.


"Benar, kenapa aku memikirkan pelayan ku sekarang sedangkan aku sedang membutuhkan dukungan dari rakyat agar mereka percaya kepadaku dan berfikiran bahwa aku tidak sama dengan Duke yang lama" Lucy.


Tak lama kemudian dalam lamunannya Lucy tertidur dengan lelap namun masih duduk di depan jendela yang tak terbuka.


...πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»...


Keesokan harinya Heley kembali datang di kediaman keluarga BERLIARD,, Heley tak datang sendirian ia datang bersama dengan Duke Dekis Pheron dan Count Wendy Polli.


Disana Dekis dan Wendy terkejut dengan keadaan rumah Duke Lucy yang terlihat sangat lopong.


"Selamat datang tuan dan nona!" ....


"Dimana putri Lucy sekarang?" Wendy.


"Dia sedang berada di ruang kerjanya" ....


"Baiklah terimakasih!" Wendy.


"Anu.. tuan, nona!" ....


"Ada apa lagi?" Dekis.


"Nona Lucy sedang di ruang kerjanya, tetapi bukan di ruang kerja pribadinya!" ....


"Aku sudah mengetahuinya" Heley.


"Oh.... Iyaa!" ....


Akhirnya mereka pun bergegas ke ruang kerja milik keluarga BERLIARD.


Disana mereka hanya melihat kursi yang dihiasi permata zamrud dan tidak ada Lucy disana.


"Kalian melihat sekeliling karena mencariku?" Lucy.


"Ya ampun,, kau mengejutkan ku putri, kenapa kau berada di sana?" Wendy.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal tersebut.. kenapa kalian hanya berdiri di sana, dan bukannya duduk di kursi?" Lucy.


"Oh iya maaf kan ketidak sopanan kami!"Β  Heley.


"Putri bolehkah saya bertanya?" Dekis.


"Ada apa? Katakan saja! Aku akan menjawabnya!" Lucy.


"Mengapa kursi itu masih ada?" Dekis.


"Ohh kursi ini ternyata yang menjadi pertanyaan mu!, Kursi ini tidak ku sumbangkan karena ini adalah pemberian dari mendiang kaisar yang pertama untuk para keturunan keluarga BERLIARD" Lucy.


"Maka dari itu anda tidak menyumbangkannya?" Dekis.


"Tentu saja,, kenapa anda menjadi setumpul ini tuan Dekis?" Wendy.


"Ahh... Iya benar juga" Dekis.


Waktu terus berputar dan akhirnya mereka pulang setelah membicarakan banyak hal yang akan dipersiapkan untuk hari penobatan Lucy menjadi pemimpin keluarga BERLIARD yang baru.


...~~~~~~~~~...


...Haiii apa kabar?...


... Terima telah menunggu kisah baru yang tak seberapa ini......


...Kemungkinan untuk Minggu depan akan lebih sering update kisah-kisah dari novel saya......


...See you later...