I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#25



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi_cliene_hi...


...~~~~~~~~...


Malam tiba dengan sangat tenang tanpa ada darah yang bercucuran di kediaman BERLIARD.


Saat ini Lucy tengah berada di dapur,bukan untuk memasak melainkan untuk mengecek makanan sang ayah atau tuan BERLIARD.


Secara diam-diam Lucy menaruh racun kedalam makanan sang ayah.


Racun itu tak secepat racun yang lainnya yang sangat mudah membuat korbannya meninggal.


Setelah menaruh racun tersebut Lucy pergi menghampiri sang kepala pelayan yang bekerja di kediamannya.


"Kepala pelayan!" Lucy.


"Ada apa putri memanggil saya?" Kepala pelayan.


"Ada perintah untukmu yang harus kau jaga dengan baik dan digunakan untuk dirimu sendiri pada waktu yang tepat!" Lucy.


"Memangnya apa itu?" Kepala pelayan.


"Aku ingin kau menyimpan penawar racun ini!" Lucy.


"Tetapi mengapa?" Kepala pelayan.


"Simpan saja, dan jangan berikan ataupun kau tunjukkan kepada siapapun!" Lucy.


"Mm... Baiklah putri!" Kepala pelayan.


Setelah membeli penawar racun tersebut Lucy langsung bergegas ke meja makan untuk makan malam.


Disana sudah ada sang ayah yaitu tuan BERLIARD yang tengah duduk sembari meminum secangkir teh hangat dan sembari menunggu makan malam datang.


Beberapa saat kemudian makan malam yang dibawakan oleh kepala pelayan dan beberapa pelayan pun datang.


Mereka langsung menata makanan tersebut di meja makan yang sangat luas.


Setelah para pelayan itu menata makannya mereka langsung pergi namun kepala pelayan tidak pergi tetapi ia malah berjalan ke sisi tuan BERLIARD.


"Ayah makanlah!" Lucy.


"Iya. Kepala pelayan coba kau cek makanan ku siapa tahu seseorang menaruh racun ke makananku!"  Tuan BERLIARD.


"Baik tuan!" Kepala pelayan.


"Mengapa ayah melakukan hal itu?" Lucy


"Aku takut jika kau meracuniku, karena aku tahu kau akan membunuhku!" Tuan BERLIARD.


"Hah? Apakah ayah mempercayai firman yang tengah merebak ini?, Lalu apakah ayah tidak akan mempercayai ku?"  Lucy.


"Tentu untuk saat ini ayah tidak bisa mempercayai mu sedikitpun bahkan untuk bawahanmu" Tuan BERLIARD.


"Ah.. seperti itu rupanya?" Lucy.


Sebelum memakan makan malam kepala pelayan terlebih dahulu mencicipi masakan yang dihidangkan untuk tuan BERLIARD.


Setelah mencicipinya dan melihat tidak ada reaksi akan sebuah racun tuan BERLIARD pun langsung memakan makan malamnya tersebut.


Selesai makan malam Lucy langsung bergegas ke kamarnya untuk istirahat namun hal itu terhentikan oleh sebuah ketukan pada kaca jendelanya.


Tok tok tok.


Ketukan tiga kali yang mengisyaratkan kedatangan Helio secara diam-diam ke kamar Lucy.


Tanpa disuruh Helio langsung masuk ke kamar Lucy dan langsung mendekati Lucy dan mencium telapak tangannya untuk penghormatan.


"Ada apa kau datang kemari Heley?" Lucy.


"Bukan karena apa apa nona, kedatangan saya kemari hanya untuk berkunjung!" Helio.


"Ohh, Heley! Saya ada tugas untukmu!" Lucy.


"Apakah itu nona?" Helio.


"Aku ingin kau kau berada di sisiku untuk rencana baru ini!" Lucy.


"Saya bersedia nona, dengan senang hati saya bersedia menjalankan" Helio.


"Namun tugas inti mu bukan hanya untuk berada di sisiku saja namun kau juga harus selalu bersedia jika saya memperintahkan tugas yang lain" Lucy.


"Tentu saya akan selalu bersedia nona! Kapanpun anda memintanya saya akan selalu bersedia!" Helio.


"Dan untuk esok hari kau datang lah kemari tanpa bersembunyi, datang sebagai tamu undangan" Lucy.


"Baik nona, namun untuk apa?" Helio.


"Aku ingin kau menemaniku pergi ke tempat para warga Eperanto yang kesusahan dan membantu mereka yang sedang kesulitan. Karena dalam rencana ini sangat dibutuhkan kepercayaan dari para warga Eperanto!" Lucy.


"Baiklah nona, saya akan datang esok hari untuk melaksanakan tugas ini!" Helio.


Setelah percakapan tersebut Helio pun kembali ke kediamannya melewati jendela kamar Lucy.


..._-_-_-_-_-_...


Disisi lain pangeran mahkota sedang sibuk mempersiapkan dan memilih hadiah untuk Tara. Pasalnya sudah beberapa hari ini Tara sama sekali tidak ingin bertemu dengan pangeran mahkota dan bahkan hadiah yang pangeran mahkota kirim setiap harinya selalu dibuang begitu saja.


Hadiah yang berupa berlian maupun emas dan yang lainnya, selalu saja ditolak oleh Tara secara terang-terangan dan membuang hadiah hadiah tersebut lewat jendela kamarnya.


Namun sayangnya banyak orang yang tidak tahu tentang perilaku yang sangat baru dari Tara ini.


Baik itu keluarga Tara sendiri maupun para pelayan yang sering berada disisinya, mereka tidak mengetahui tentang sifat baru yang sangat liar dari Tara ini.


...~~~~~~~~...


...TANYA JAWAB........


...DI NOVEL INI SIAPA TOKOH FAVORIT KALIAN?...


...DAN KEPRIBADIAN SEPERTI APA YANG KALIAN KETAHUI DARI LUCY?...


...Jangan lupa baca juga novel Cliene yang lain yang berjudul DEAN......


...Happy reading guys...


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻...