
...I WANT MORE /// NA JAEMIN...
...by : hi_cliene_hi...
...IG : hi_cleine_hi...
...Sesuai dengan yang direncanakan bahwa novel ini akan di bagi menjadi 3 buku dengan judul yang sama dan alur yang berbeda...
...~~~~~~~~...
Keesokan harinya Lucy menemui sang ratu di istana bagian timur EPERANTO.
Karena rasa penasaran yang amat sangat mendalam Lucy bergegas ke istana timur untuk menyapa dan bertanya atas kejadian kemarin.
"Yang mulia ratu anda kedatangan Dukess BERLIARD!" ....
"Silakan untuk masuk" ratu Oddie
"Salam hangat ratu Oddie Obely" Lucy.
"Salam hangat juga dariku nona Dukess BERLIARD, ada apa anda sampai datang menemui saya?" Ratu Oddie.
"Saya hanya ingin memberikan salam kepada anda dan...." Lucy.
"Dan? ada apa? Apakah sangat penting?" Ratu Oddie.
"Maaf yang mulai bisakah anda memberikan perintah kepada pelayan anda yang ada di sini untuk keluar sebentar, karena saya ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada anda, hanya kepada anda!" Lucy.
"Tentu saja" ratu Oddie.
Setelah itu para pelayan ratu Oddie keluar tanpa membantah apapun yang dikatakan sang ratu.
"Sekarang anda ingin mengatakan apa Dukess?" Ratu Oddie
"Ini soal anda yang mulia!" Lucy.
"Kenapa saya? Memangnya ada apa dengan saya?" Ratu Oddie.
"Ini soal anda yang kemarin, kenapa anda ber ekspresi seperti itu setelah dari medium?" Lucy.
"Itu.... Bukan apa-apa, hanya mengenang masa kecil saja saat melihat jasad mendiang ayahku!" Ratu Oddie.
"Aku tahu namun ekspresi yang kau keluar berbeda dengan yang kau ucapkan. Apakah ada masalah saat kau melihat jasad itu?" Lucy.
"Tidak ada" ratu Oddie.
"Maafkan saya jika mencampuri urusan anda namun ini juga menyangkut persahabatan antara dua negara yang mulai ratu!" Lucy.
"Apakah anda benar-benar akan menjaga rahasia ini?" Ratu Oddie.
"Tentu saja saya akan menjaga rahasia ini sampai matipun" Lucy.
"Terutama dari kekaisaran EPERANTO?" Ratu Oddie.
"Tentu saja, memangnya ada apa?" Lucy.
"Jujur saja Dukess saat aku melihat jasad ayahku itu terlihat berbeda" ratu Oddie
"Lalu, apa yang berbeda memangnya?" Lucy.
"Jadi saat aku amati pada tengkorak itu seharusnya pada bagian kepala ada sebuah jahitan di kepala namun itu tidak ada dan di bagian yang lain yaitu gigi seharusnya ada tiga gigi yang hilang namun kenapa hanya ada dua saja yang hilang, ku pikir mungkin karena aku lupa atau kenapa, namun sepertinya tidak, aku sangat tahu tengkorak ayahku tersebut" ratu Oddie.
"Menurut anda begitu kah? Tapi apakah anda tidak marah?" Lucy.
"Entahlah Dukess aku juga tidak tahu harus bagaimana, melaporkan kejadian ini kepada kekaisaran EPERANTO atau aku pendam sendiri masalah ini" ratu Oddie.
...πΈπ»πΈπ»πΈπ»...
Disisi lain putri dari Count polli yaitu Wendy sedang mempersiapkan gaun pertunangannya dengan Duke Dekis Pheron.
Butik ternama milik keluarga bangsawan Earl Vergans adalah tempat dimana Dekis Pheron dan Wendy polli memilih gaun pertunangan mereka.
"Nona Wendy kenapa anda tidak memilih warna yang ini saja?" Syche.
"Maafkan saya Syche tapi aku kurang tertarik dengan warnanya!" Wendy.
"Lalu bagaimana dengan warna padupadan ini?" Syche.
"Terlalu mencolok untuk acara seperti ini, ini acara pertunangan bukan acara pesta topeng atau pesta dansa!" Wendy.
"Bagaimana kalau warna yang anggun saja!" Helio.
"Tuan Helio! Apa kabar?" Dekis
"Aku baik-baik saja tuan Duke Pheron!" Helio.
"Tapi... Kenapa anda kemari tuan Marquess?" Syche
"Oh itu! Aku dengar dari beberapa bangsawan bahwa teman saya akan mengadakan pertunangan jadi saya berinisiatif untuk membantu jika ada sesuatu!" Helio
"Anda sangat baik tuan Marquess! Tapi kami sedang memilih gaun untuk nona Wendy!" Syche.
"Aku suka pilihan tuan Marquess, warna dan desain nya sangat simpel dan elegan!" Wendy.
"Hah? Kau menyukainya?" Dekis.
"Tentu, tapi bagaimana anda mengetahui gaun yang pas untuk acara seperti ini?" Wendy.
"Itu... Karena...!" Helio.
"Sudahlah aku mengetahuinya tuan Marquess, karena nona Dukess Lucy kan? Aku tahu betul anda!" Dekis
"Wah sebegitu dekatnya anda dengan nona Lucy ternyata!" Syche.
Wendy pun mulai mencoba mengenakan gaun yang dipilih oleh Helio.
Dan saat mencobanya ternyata gaunnya sangat cocok dengan warna kulit dan bentuk tubuh Wendy.
Semua orang yang ada di sana dan termasuk Wendy terus saja menyanjungi Helio karena pilihannya yang sangat akurat.
"Dan sekarang hanya tinggal baju yang digunakan oleh sang pria!" Syche.
"Aku lebih suka yang simpel namun terlihat mewah dan berwibawa, apakah seperti itu ada nona Syche Vergans?" Dekis.
"Semua yang kalian butuhkan ada di butik keluarga ku, akan ku carikan, namun sepertinya aku membutuhkan bantuan seseorang!" Syche.
Semua orang yang di butik tiba-tiba menatap Helio yang sedang menikmati teh nya.
"Tuan Marquess apakah anda berkenan untuk membantu saya?" Syche.
"O...oh, baik dengan senang hati!" Helio.
Helio pun langsung mencarikan baju yang sesuai dengan selera Duke Dekis.
Tidak sulit mencari tipe yang ia sukai.
Berkali-kali mencari model yang sama namun memiliki warna yang pas dengan gaunnya akhirnya bisa di temukan juga.
Semua orang sangat suka dengan motif yang dipilih oleh Helio.
"Memang selera tuan Marquess Helio Tropium tidak pernah salah, selain pandai mengayunkan pedang anda juga ternyata mahir dalam memilih fashion!" Dekis.
"Oh itu hanya sesuatu yang saya cermati dari para bangsawan yang memiliki butik di luar EPERANTO" Helio.
" Wah pasti pertemanan anda sangat luas tuan!" Wendy.
"Itu hanya kebetulan saja!" Helio.
"Tapi apakah kau akan mengundang Dukess Lucy juga?" Dekis.
"Tentu dia adalah temanku, dia mengajarkan banyak hal kepadaku tentang persetanan EPERANTO" Wendy.
"Baiklah aku titipkan undangan ini kepada tuan Marquess!" Dekis.
"Aku? Kenapa aku?" Helio
"Tentu saja karena anda paling dekat dengan nona Dukess!" Syche.
...Β πΈπ»πΈπ»πΈπ»...
Di hari lain Helio tidak sengaja bertemu dengan putri Tara di kuil utama.
Helio bukan tipe bangsawan yang taat kepada dewa namun jika ia pergi ke kuil pasti sedang menemui seseorang yang rahasia.
"Oh tuan Marquess apa kabar anda?" Tara.
"Kabar saya sangat baik putri! Lalu anda bagaimana kabarnya?" Helio.
"Sama baiknya, tuan kenapa anda kemari?" Tara.
"Hanya menemui seseorang!" Helio.
'sifatnya memang dingin seperti ini atau hanya kepada orang tertentu?' tara
"Tuan apakah anda sudah mendengar tentang pertunangan nona Wendy polli dan Duke Dekis?" Tara.
"Tentu saya sudah mendengarnya dan sudah mendapatkan undangan dari mereka!" Helio.
"Wahhhhh apakah anda akan datang?" Tara
"Tergantung keadaan jika tidak sibuk saya akan datang, jika sibuk saya hanya akan mengutus bawahan saya untuk mengirimkan hadiah kepada mereka!" Helio.
Setelah mengatakan hal tersebut Helio pergi tanpa berpamitan kepada Tara.
"Aku belum selesai berbicara kenapa dia langsung pergi begitu saja?, Apakah aku salah berbicara kepada tuan Marquess?" Tara.
...πΈπ»πΈπ»πΈπ»...
Ditempat yang berbeda Lucy tengah menggarap beberapa tugasnya menjadi kepala keluarga di keluarga Berliard ini.
Banyak tumpukan data yang harus di selesaikan sesegera mungkin.
Selain tumpukan data ada juga tumpukan surat dan undangan dari beberapa bangsawan di EPERANTO maupun luar EPERANTO.
"Maaf mengganggu anda nona!" Kepala pelayan.
"Ada apa? Apakah ada surat atau undangan baru lagi?" Lucy.
"Tidak, tapi anda kedatangan tuan Marquess hari ini!" Kepala pelayan.
"Baiklah, suruh dia datang ke rumah kaca!" Lucy.
Karena kedatangan Helio ke kediaman keluarga Berliard, Lucy langsung menghentikan pekerjaannya dan bergegas ke tempat yang sudah ia suruh tadi.
Sesampainya di sana benar saja Helio sedang menunggunya sambil melihat pemandangan di rumah kaca.
" Oh apa kabar nona?" Helio
"Kabarku baik-baik saja heley! Ada apa kau datang kemari?" Lucy.
"Saya hanya ingin menjenguk anda dan saya juga membawakan undangan pertunangan dari Wendy polli dan Duke Dekis!" Helio.
"Berikan undangan tersebut!, Tapi bagaimana undangan ini ada pada dirimu?" Lucy.
"Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan mereka di butik keluarga Earl Vergans, bukan bertemu namun saya yang datang kepada mereka karena mendengar mereka akan mengadakan pertunangan!" Helio.
"Jadi kau mulai dekat dengan para bangsawan?" Lucy.
"Iya nona, maafkan saya karena dekat dengan para bangsawan yang lain!" Helio.
"Kenapa kau meminta maaf kepadaku?, Itu hal yang baik bukan, jadi kau bisa mendapatkan teman selain diriku!" Lucy.
"Iya nona, maaf!" Helio.
"Kenapa lagi?" Lucy.
"Saya harus pulang sekarang karena harus memilih hadiah pertunangan kepada mereka!" Helio.
"Baiklah heley, hati-hati saat pulang!" Lucy.
Lucy masuk ke kamarnya dan beristirahat di kamarnya.
Memikirkan tentang undangan tersebut Lucy tidak percaya bahwa mereka masih ingat tentangnya yang sudah menjebak keluarganya karena kesalahan mereka.
Memikirkan hal ini Lucy berinisiatif untuk memberikan hadiah yang sangat jarang di EPERANTO.
Sesuatu yang ada di EPERANTO namun jenisnya berbeda dan jarang ada di wilayah EPERANTO.
"Kepala pelayan!" Lucy.
"Iya nona, apakah anda membutuhkan sesuatu?" Kepala pelayan.
"Iya tolong kau pergi dan carikan hadiah pertunangan untuk Wendy polli dan Dekis Pheron!" Lucy.
"Hadiah mana yang anda maksud nona?" Kepala pelayan.
"Untuk Duke Dekis Pheron kau carikan kuda jenis tracker paling patuh dan untuk Earl Wendy polli kau carikan perhiasan yang akan memancarkan kegembiraan dari dirinya!" Lucy.
"Tapi itu semua tidak ada di wilayah EPERANTO nona!" Kepala pelayan.
"Kau cari saja sampai dapat entah itu di negeri seberang atau di negeri Utara pokoknya kau cari saja!" Lucy.
Setelah mengatakan hal tersebut Lucy segera membersihkan dirinya dan beranjak tidur di kamarnya.
...~~~~~~~~...
...Ini mungkin belum bisa menebus maaf saya karena jarang update...
...Tapi terimakasih untuk yang sudah menunggu dengan sabar untuk update an kisah iniππ»...