
Berhari-hari sudah firman palsu yang Lucy karang tersebar luas di negeri EPERANTO, sesuai dugaan Lucy warga EPERANTO memang mudah dikelabui, buktinya mereka langsung percaya pada firman palsu yang tersebar itu.
Walaupun firman itu sudah tersebar luas sayangnya tuan Duke BERLIARD belum jugaΒ mengetahui ataupun mendengar firman palsu itu karena ia sedang berada di luar Eperanto.
Kini Lucy tengah berada di taman kediamannya dan sedang menunggu para putri bangsawan atau ketiga temannya itu datang ke kediamannya.
Bukan Lucy yang mengundang mereka namun mereka sendiri yang mengirim surat untuk menemui Lucy secara pribadi di kediaman keluarga BERLIARD.
Berjam-jam kemudian mereka akhirnya datang dan langsung bergegas ke tempat pribadiku.
"PUTRI!" Wendy.
"Bisakah kau tidak berteriak?" Lucy.
"Maafkan aku putri" Wendy.
"Masuklah, Naya bisakah kau bawakan teh hangat dan cemilan kemari!" Lucy.
"Baik nona" Naya.
Naya pun pergi untuk membuat pesanan Lucy setelah mengantar ketiga putri bangsawan itu sampai.
"Ada apa kau ingin bertemu secara pribadi?" Lucy.
"Kami ingin membicarakan tentang firman yang sedang menyebar itu!" Syche.
"Ahh, rupanya itu" Lucy.
"Putri apakah benar firman itu?" Yusy.
"Firman itu kan mengatakan bahwa kau akan membunuh ayahmu sendiri!" Wendy.
"Kau percaya itu?" Lucy.
"Tentu saja kami percaya karena itu berasal dari kuil utama" Syche.
"Hahhahhaa, bodoh sekali kalian ternyata, asalkan kalian ketahui firman yang sedang merebak itu adalah palsu!" Lucy.
"Tak mungkin, jelas jelas firman itu berasal dari kuil utama" Yusy.
"Firman itu saya yang karang dan heley yang menyebarkannya lewat bawahnya di kuil utama"LUCY.
"Tidak mungkin putri, kenapa putri melakukan itu? Apa yang sedang putri pikirkan sekarang? Sampai sampai anda melakukan hal itu?" Yusy.
"Kau akan mengetahuinya jika heley telah sampai di sini, karena dia yang akan menjelaskan semuanya kepada kalian!" Jawab Lucy sembari menampakkan senyum sinis nya.
Tanpa disadari Lucy telah mengirimkan surat undangan resmi kepada heley untuk datang ke kediaman keluarga BERLIARD.
Tak lama kemudian Heley pun sampai di kediaman BERLIARD dan langsung bergegas ke tempat dimana Lucy kini berada.
"Permisi apakah saya boleh masuk nona Lucy?" Heley
"Masuklah heley" Lucy.
"Maafkan saya nona tapi kenapa anda undangan saya untuk datang kemari?" Heley
"Heley aku ingin kau memberitahu tentang firman yang sedang merebak ini,dan beritahu juga apa yang sebenarnya saya akan lakukan" Lucy.
"Oh baiklah nona" Heley.
"Cepatlah jelaskan tuan Helio!" Wendy.
"Firman yang sedang merebak adalah palsu adanya, firman yang asli berbunyi bahwa EPERANTO akan hancur oleh jantung Eperanto" heley
"Hah? Jantung Eperanto? Maksudnya putri TARA dan pangeran mahkota?" Syche
"Tak mungkin, mereka adalah penerus negeri ini" Wendy.
"Dan soal rencana nona Lucy, ia melakukan ini karena ia ingin menghukum para kepala keluarga bangsawan yang sekarang" Heley.
"Hah? Apa lagi ini maksudnya?" Syche.
"Asalkan kalian ketahui para kepala keluarga bangsawan yang sekarang telah melakukan banyak pelanggan hukum dan kekerasan di negeri ini" Lucy.
Setelah Lucy mengatakan hal ini mereka langsung membeku dan tak berkutik.
"Jika kalian tak mempercayainya itu tak apa namun aku mempunyai bukti kuat" Lucy pun langsung menyerahkan beberapa lembar kertas yang ia temukan di ruangan rahasia milik ayahnya.
"Masih tak percaya? Baiklah, Heley bisakah kau perintah bawahan mu yang berada di kuil utama untuk membawakanku satu mangkuk penuh air suci dari bawah tanah kuil utama?" Lucy.
"Oh tentu baiklah saya pamit untuk memerintah bawahan ku melaksanakannya!" Heley.
"Baiklah" jawab Lucy singkat dan jelas.
Heley pun pergi meninggalkan mereka yang tengah membeku akibat pernyataan yang dilontarkan tadi.
Berjam-jam sudah heley pergi dan akhirnya Heley pun sampai di kediaman keluarga BERLIARD lagi, tapi sekarang ia datang dengan membawa semangkuk penuh air suci kuil utama.
Karena sesuai mitos yang berlaku mengatakan bahwa jika apapun barang yang asli akan tetapi utuh jika sudah di celupkan air suci dan dibakar api.
Heley langsung pergi ke tempat dimana para putri bangsawan menunggunya.
"Putri saya telah membawanya dari kuil utama" Heley.
"Oh bagus, saya suka kerja cepat mu itu!" Lucy.
"Baiklah para putri sekalian, aku akan membuktikan bahwa kertas ini adalah bukti asli yang disimpan oleh ayahku atas kejahatan mereka kaum bangsawan terhadap warga EPERANTO" Lucy.
Dengan cepat Lucy langsung mencelupkan kertas itu dan membakarnya di api yang berada dekat ruangan itu.
Dan benar saja selembaran kertas tersebut tak terbakar sama sekali dan malah masih utuh beserta tulisan tulisan itu.
Mereka yang melihat itu lang membeku kembali, merasa tak nyata mereka langsung meminta Lucy untuk membakarnya kembali namun di tempat yang apinya berkobar-kobar.
Mendengar itu Lucy langsung mengajak mereka bertiga dan Heley menunju tempat cerobong asap.
Lucy langsung mengumpulkan kayu bakar dan menyalakannya, saat api mulai berkobar-kobar Lucy melemparkan selembar itu kedalam api yang tengah berkobar-kobar.
Dan lagi lagi selembaran itu tak hangus ataupun terbakar, mempercayai hal itu ketiga putri bangsawan tadi langsung menunduk dan merasa malu atas tindakan ayahnya yang telah tertulis di selembaran itu.
"Maafkan kami putri karena tak mempercayainya" Wendy
"Tam mengapa, itu juga karena kalian belum mengetahuinya" Lucy.
"Tapi saya sangat malu atas perilaku ayah kami" Syche.
"Tenanglah bukan hanya ayah anda namun juga ayah kami juga melakukan hal yang sama" Lucy.
"Lalu apa yang akan putri lakukan pada mereka, setelah anda mengetahui semuanya?" Yusy.
"Jujur saya masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk mereka" Lucy.
"Selain itu apakah kami bisa membantu tujuan anda putri?" Wendy.
"Emmm,hmm, kau bisa membantuku dengan cara carilah para korban perdagangan yang mereka lakukan dan berikan aku banyak bukti untuk bisa menuntut mereka" Lucy.
"Baiklah putri kami akan melaksanakan hal itu" Syche
"Bagus, bekerja cepat dan rapih lah, agar para bangsawan tak curiga pada pergerakan kita" lucy.
"Tentu, kalau begitu kami pamit undur diri dan pulang ke kediaman kami masing-masing" Yusy.
"Dan tolong jaga rahasia ini juga, jaga jangan sampai bocor" lucy.
"Tentu putri" Yusy.
Setelah percakapan itu merekapun pergi meninggalkan kediaman BERLIARD bersama dengan heley.
...Hai para reading, π seperti biasanya saya hanya meminta komentar dan like nyaππ»...
...Maaf karena novel ini jarang update nya....
...Dan menurut kalian apakah saya harus mencetak novel ini atau tidak?...
...Please pendapatnya....
...Kagak ada pertanyaan buat episode selanjutnya kasihan gw sama lu pada "eaaa"...
...Happy Reading Guys...
...βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ...
...πΈπ»πΈπ»πΈπ»πΈπ»πΈπ»...