
Apa yang kau bawa itu?"
"Sepucuk surat, tadi saat saya berjalan di taman saya menemukan surat ini terikat di ekor kucing liar, mungkin ini untuk tuan Helio"
"Bawa kemari aku ingin melihat isi surat tersebut"
Pelayan itu langsung membawakan surat tersebut kepada Helio.
"Ini tuan!"
"Terimakasih, kau pergilah dan masuk jika saya memanggil anda"
"Surat apa ini?"
Saat Helio membuka surat tersebut ia sudah langsung mengetahui dari siapa surat tersebut
"Nona Lucy? Dia ingin bertemu dengan putri TARA?, Dengan keadaan mereka yang sedang bertukar tubuh?"
"PELAYAN!"
"Iya ada apa tuan?"
"Tolong siapkan kereta kuda untukku, dan antarkan saya ke kediaman keluarga BERLIARD"
Pelayan pun bergegas pergi untuk menyiapkan kereta kuda untuk Helio.
Saat kereta kuda tersebut telah siap Helio dan kusir pun langsung bergegas ke kediaman BERLIARD.
Sesampainya di sana ia langsung mencari putri TARA yang bertukar tubuh dengan nona Lucy.
"Putri ayo kita pergi keluar!"
"Memangnya ada apa tuan.. maksudnya HELEY?"
"Sudah kau ikut saja"
Mereka langsung bergegas pergi dari kediaman BERLIARD.
Sekarang mereka sedang menuju sebuah cafe kelas bangsawan di ibu kota.
"Tuan mengapa kita kemari?"
"Ikuti saja, pasti nona Lucy sedang menunggu kita didalam"
"Putri LUCY?"
Saat mereka sampai di tempat yang dijanjikan mereka langsung bertemu dengan Lucy yang tengah duduk manis.
"Akhirnya sampai juga kalian"
"Maafkan atas keterlibatan kami nona"
"Tidak apa-apa HELEY, sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu kepada putri TARA"
"Bertanya apa putri?"
"Kau tahu kalung apa ini?"
"Itu kalung jimat yang berasal dari kuil utama, dari mana putri LUCY mendapatkan nya?"
"Pangeran mahkota yang memberikan nya"
"Memangnya apa fungsi jimat itu putri?"
"Fungsi jimat tersebut ialah untuk membuktikan bahwa orang yang memakainya memiliki kekuatan dari dewa atau tidak"
"Memangnya kau memiliki kekuatan seperti itu?"
"Tentu, namun hanya keluargaku yang tahu akan kekuatan ini"
"Sebelum itu, HELEY saat perjamuan tolong kau temui aku di teras atas, dan bawakan aku sebuah belati yang bisa ku sembunyikan dengan mudah"
"Baiklah nona Lucy, namun untuk apa kau membutuhkan belati itu?"
"Aku yakin satu hal, jika pangeran mahkota memberikan jimat seperti ini pasti ia akan mengambil kekuatan yang didapat dari jimat ini"
"Maksudnya putri pangeran mahkota berencana membunuhku jika aku tetap di dalam tubuh itu?"
"Tentu saja karena tubuhmu ini sangat lemah, tak mungkin kau melawan mereka"
"Kau benar juga putri"
"Dan satu hal lagi, aku ingin kau bertarung dengan sungguh-sungguh dalam keluarga BERLIARD, karena hal yang tak terduga selalu terjadi di dalam rumah itu"
"Baiklah putri aku mengerti apa yang anda maksud"
Setelah percakapan tersebut mereka langsung pergi dan meninggalkan cafe itu.
_-_-_-_-_-_
Hari perjamuan untuk ulangan tahun pangeran mahkota pun tiba.
Semua keluarga kerajaan dan keluarga bangsawan di seluruh negeri EPERANTO pun datang untuk memeriahkan perjamuan tersebut.
Suara terompet yang menandakan kedatangan sang pemilik perjamuan.
"Pangeran mahkota Emperor Zeth Eperanto dan putri mahkota Count Tara Nigara memasuki ruangan"
Saat pengumuman tersebut bergumam di depan pintu ruangan kami pun masuk ke dalam untuk memeriahkan perjamuan.
"Tara kau duduklah di sisiku"
"Tentu pangeran"
Tak lama kami duduk bersebelahan tiba-tiba ada seorang kesatria yang mendekati tempat duduk kami
Kesatria tersebut tak mengatakan keperluannya dengan lantang namun dengan cara berbisik kepada pangeran mahkota.
"Tara aku akan pergi sebentar karena ada urusan yang mendesak"
"Baiklah pangeran, aku akan menunggumu, cepatlah kembali"
Setelah itu kesatria dan pangeran mahkota pun pergi meninggalkan ruangan perjamuan.
Saat tidak ada yang memperhatikan aku langsung bergegas mencari putri TARA dan HELEY di dalam ruangan tersebut.
Setelah sekian lama mencari akhirnya aku menemukan mereka yang tengah berbincang-bincang di sudut ruangan.
"Akhirnya aku menemukan kalian juga"
"Putri LUCY!"
"HELEY apa kau membawa apa yang aku butuhkan?"
"Tentu nona aku membawanya dengan aman"
"Serahkan itu sekarang juga"
HELEY pun menyerahkan sebuah belati kecil namun tajam kepada ku.
"Baiklah aku akan pergi"
Di sisi lain pangeran mahkota sedang merencanakan sebuah siasat bersama kesatria tadi untuk melenyapkan putri TARA, namun sayangnya ia tak mengetahui bahwa di dalam tubuh putri TARA terdapat jiwa putri LUCY.
" Yang mulia bagaimana cara melenyapkan putri TARA?"
"Mudah saja, pertama kau ajak ia pergi ke taman belakang istana sebaiknya kau langsung menusuknya saja karena ia sangat lemah jadi ia tak mungkin bisa melawan serangan kalian"
"Baiklah yang mulia, kami akan melaksanakan tugas yang diberikan yang mulia"
_-_-_-_-_-_
Suara bising mulai memenuhi ruangan, disaat aku sendirian tiba-tiba aku dihampiri oleh putri Wendy, putri Syche, dan putri Yusy.
"Putri LUCY mengapa anda sendirian?" Wendy
"Tak mengapa, kebetulan sekali kalian datang menghampiri ku, ada sesuatu yang ingin aku katakan"
"Maaf memotong tapi aku juga ingin memberikan kabar baik dari kami" Syche
"Kabar baik apa?"
"Saya akan bertunangan dengan anak dari keluarga Duke Pheron" Wendy
"Maksudnya Duke Dekis Pheron, si ahli berkuda?"
"Iya putri" Wendy.
"Sedangkan aku akan bertunangan dengan anak dari keluarga Marquess Terthio" Syche
"Marquess Iaros Terthio...., Si ahli taktik perang"
"Aku juga akan bertunangan dengan anak dari keluarga Baron Genatha" Yusy
"Baron..? Ah.. Baron Fhell Genatha, si ahli tafsir firman dewa"
"Wah putri kau tahu semuanya, padahal anda tak pernah bertemu dengan mereka, namun apa yang ingin anda sampaikan tadi?" Yusy
"Aku ingin nanti kau terus berada didekat putri TARA, karena bisa saja ia membocorkan rahasia tentang pertukaran tubuh ini"
"Baiklah putri" Syche
"Dan jangan pernah membiarkan ia lepas dari mata kalian. Sekali lagi selamat atas pertunangan kalian"
"Terimakasih putri" Wendy
MENURUT KALIAN AKANKAH PUTRI LUCY TAK BISA MENYELAMATKAN TUBUH PUTRI TARA SAAT DISERANG NANTI?
DAN APA YANG AKAN TERJADI JIKA PUTRI LUCY TAK BISA MENYELAMATKAN TUBUH PUTRI TARA?
Happy reading guys ❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻