I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#43



...I WANT MORE /// NA JAEMIN...


...by : hi cliene hi...


...IG : hi cleine hi...


...Sebelumnya membaca kisah ini saya dan segenap tim mengucapkan minal aidzin wal faidzin kepada kalian semuanya...


...Dan kami segenap tim mengucapkan permohonan maaf yang sangat besar karena jarangnya kami membuat cerita....


...~~~~~~~~...


Kedatangan ratu Obely disambut meriah oleh warga EPERANTO dan kekaisaran EPERANTO.


Kedatangannya memang untuk urusan negara saja tapi kekaisaran EPERANTO memberikan penginapan kepada rombongan ratu Obely itu.


Iringan berjalan dengan meriah sekali.


Banyak warga perantau yang dari Obely juga datang melihat sang ratu mereka datang ke EPERANTO.


Sesampainya di gerbang kekaisaran EPERANTO, pangeran mahkota dan Sri paus memberikan salam selamat datang kepada mereka.


Ratu Obely sangat senang atas penghormatan tersebut.


Setelah itu Sri paus dan pangeran mahkota mengajak ratu Obely itu masuk ke kuil utama di ibu kota EPERANTO.


Di medium sudah ada peti mati milik kekaisaran Obely yang menjadi lamban persahabatan antara kedua negara tersebut.


Di dalam peti tersebut terdapat jasad mendiang kaisar Obely ayah dari ratu Obely.


Peti dibuka dan ratu Obely pun mendekati peti tersebut untuk memberikan penghormatan kepada mendiang ayahnya.


Peristiwa tersebut dilihat oleh banyak orang termasuk Lucy, Helio dan para bangsawan lainnya.


Ratu Obely menunduk dan memberikan salam penghormatan kepada mendiang ayahnya tersebut.


Setelah itu ratu Obely turun dari medium dan berjalan menuju tempat duduknya di dekat Lucy dan Helio.


"Apa kabar Dukess BERLIARD?" Oddie.


"Saya baik yang mulia ratu, anda bagaimana? Apakah perjalanannya menyenangkan?" Lucy.


"Saya baik, dan perjalananku pun sangat menyenangkan penuh dengan keindahan hutan EPERANTO" Oddie.


Ratu Obely hanya menjawab pernyataan Lucy dengan anggukan kepalanya saja.


Entah perasaan Lucy saja atau memang ada yang salah terhadap jasad mendiang kaisar Obely atau kepada ratu Obely.


"Nona Lucy!" Bisik Helio.


"Ada apa heley?" Lucy.


"Anda melihat raut wajah ratu? Kenapa setelah turun dari medium wajahnya menjadi bingung seperti itu?" Helio.


"Kau ternyata menyadarinya juga heley! Aku rasa ada sesuatu yang janggal di medium sana, entah petinya atau jasadnya?" Lucy.


"Tapi mungkin itu berkaitan dengan ekspresi wajah ratu Obely saat ini!" Heley.


Kini Lucy menjadi sangat penasaran terhadap sesuatu yang ada di medium sana.


Sebenarnya apa yang terjadi di sana, dan mengapa, atau apakah ini menjadi hal buruk bagi EPERANTO dan OBELYย  nantinya?


Semua pertanyaan itu muncul di benak Lucy dan terus menerus muncul.


...๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿ‘ธ๐Ÿป...


Sudah berhari-hari ratu OBELY datang ke EPERANTO.


Kedatangannya bukan hanya untuk kekaisaran saja tapi ternyata ia juga menjenguk warganya yang merantau ke kekaisaran EPERANTO di daerah Rot.


Warga perantau terlihat baik baik saja karena mereka mendapatkan sumbangan bahan pokok dan sandang dari para bangsawan.


Dipikir kembali jika para bangsawan tidak bergerak untuk menutupi hal tersebut pasti akan menjadi bencana bagi EPERANTO pasalnya kekaisaran EPERANTO tidak mengurus daerah Rot dengan baik, sehingga daerah itu menjadi kumuh dan terlihat seperti daerah sampah.


Melihat warganya baik-baik saja ratu OBELY menjadi senang dan bahagia.


Para warga perantau pun tidak menceritakan masalah yang terjadi terhadap mereka sebelum akhirnya di tolong oleh para bangsawan.


...~~~~~~~~~...


...Tak terasa sudah hampir selesai untuk novel ini....


...Terimakasih untuk kalian yang setia menunggu update tan terbaru kisah ini๐Ÿ™๐Ÿป...