I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#16



Malam yang sangat sunyi, tapi ini lebih baik dari pada kebisingan di kediaman keluarga COUNT NIGARA yang penuh dengan penghianatan.


Saat ini aku sedang berada di kamarku, kamarku di kediaman keluarga DUKE BERLIARD yang sangat sunyi dan agak berbau anyir di beberapa tempat.


"Mengapa aku tak bisa tidur?, Sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan?" Lucy


"NAYA.!" Teriakku dari dalam kamar yang memanggil seorang pelayan kepercayaanku.


"Ada apa nona memanggil saya?" Naya.


"Bisakah kau siapkan secangkir terh untukku, dan bawalah ke perpustakaan, secepatnya"Lucy.


"Baiklah nona saya akan membawakannya secepat mungkin" Naya.


"Baiklah, sekarang pergilah dan temui aku di perpustakaan keluarga" Lucy.


"Baik nona" Naya.


Naya pun pergi dengan secepatnya dan langsung membuatkan secangkir teh hangat untukku.


Aku pun langsung pergi ke perpustakaan keluarga untuk membaca beberapa buku agar aku bisa tertidur malam ini.


Sesampainya disana aku langsung mengambil buku yang terbilang cukup tebal dan agak berat.


Aku langsung meletakkannya di sebuah meja yang menghadap ke pintu yang terbuka.


Saat aku akan membaca aku dikejutkan oleh munculnya ayahku atau tuan BERLIARD dari sebuah ruangan yang sedikit kecil dan hanya muat untuk dimasuki satu orang saja.


"Ayah sejak kapan kau berada di sana?" Lucy.


"Cukup lama, dan mengapa kau berada disini?" Tuan BERLIARD.


"Tentu untuk membaca buku, dan sedikit menenangkan pikiranku" Lucy.


"Oh begitu rupanya, baiklah ayah akan pergi untuk tidur, selamat malam Lucy" Tuan BERLIARD.


"Selamat malam" Lucy.


Sejak kepergian ibu rumah ini agak terasa sepi dan suram.


Dan semenjak kepergiannya aku menjadi agak sulit untuk berpikir jernih.


Disaat aku membaca buku Naya seorang pelayan yang aku suruh untuk membuatkan secangkir teh hangat untukku pun datang dengan membawa pesanku dan membawakan ku cemilan.


"Nona ini teh nya!" Naya.


"Baiklah, mengapa kau membawakan ku cemilan?, Aku tak meminta ini kepadamu?" Lucy.


"Itu karena aku pikir saat nona sedang membaca nona akan sedikit lapar jadi saya bawakan nona cemilan" Naya.


"Oh baiklah, akan aku makan nanti" LUCY.


"Emm----" Naya.


"Ada apa lagi? Pergilah!" Lucy


"Baik nona" Naya.


Saat aku memerintahkan Naya untuk pergi ia pun pergi dengan membawa nampan kosong.


Saat ini aku tengah membaca buku yang aku ambil tadi, di sela sela aku membaca aku melihat ruangan yang tadi ayah masuki.


Ruangan itu masih terbuka dan belum terkunci, mungkin saja ayah lupa mengunci ruangan itu tadi saat keluar.


Jujur saja dari aku kecil dan sampai sekarang aku belum pernah memasuki ruangan tersebut, karena ruangan itu selalu saja terkunci.


Karena penasaran dengan isi dari dalam ruangan tersebut aku langsung memasuki ruangan tersebut dengan sembunyi-sembunyi.


Aku sangat terkejut saat sudah memasuki ruangan tersebut, pasalnya di dalam ruangan tersebut banyak sekali buku yang berserakan di lantai.


Melihat itu aku langsung membereskan buku-buku tersebut, dan saat aku membersihkan dan merapikan nya, aku dibuatnya penasaran kembali, karena sebuah buku yang menurutku sangat asing.


Buku yang bersampulkan kulit berwarna coklat ini sangat aneh di mataku.


Entah apa isinya sampai sampai buku ini di beri segel atau gembok.


Karena penasaran yang teramat besar aku langsung mencari kunci dari buku tersebut dan saat aku mencari di sekitar rak buku aku menemukan sebuah kunci kecil yang mungkin itu adalah kunci dari buku tersebut.


Dan benar saja saat aku mencoba membuka gembok tersebut dengan kunci tersebut aku berhasil membukanya dengan mudah.


Setelah terbuka aku langsung membacanya dengan teliti, dan lagi lagi aku dikejutkan kembali pasalnya buku tersebut adalah buku kasus korupsi, pembunuhan, pemerkosaan, dan perdagangan anak yang dilakukan oleh kepala keluarga bangsawan yang sekarang.


"Apa maksudnya ini?, Kasus seperti ini ternyata terjadi di rumah ini juga?" Lucy..


"Tak hanya ayah namun juga banyak kepala keluarga bangsawan yang lainnya, pantas saja ayah selalu mengunci ruangan ini dan mengunci buku ini" Lucy


"Tapi dari sekian banyak kasus aku tak pernah mendengar bahwa pelakunya di tangkap atau pun dihukum, apa mungkin karena pelakunya adalah kaum bangsawan?, Tapi ini terdengar sangat tak adil bagi rakyat, aku harus meluruskan ini dan menghukum para tersangka, semua tersangka termasuk ayah harus membayar apa yang telah mereka lakukan, namun sebelum itu aku harus mencari berbagai bukti kuat untuk menghukum perbuatan mereka" Lucy.


Dengan cepat Lucy menyalin kasus tersebut dan langsung mengganti nya dengan yang ia salin.


Sekarang Lucy memegang kasus yang asli dan kasus yang palsu berada di dalam buku terkunci tersebut.


Karena ia semakin banyak pikiran ia langsung pergi dari ruangan tersebut dan pergi dari perpustakaan tersebut, dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


                                  _-_-_-_-_-_-_


Keesokan harinya Lucy berniat untuk menemui putri TARA di sebuah resto yang berbeda di dekat ibu kota EPERANTO.


Saat ini ia sedang berada di resto yang ia janjikan kepada putri TARA.


Dan pasal putri TARA yang terkurung saat ini ia di bebaskan karena pangeran mahkota tak lagi curiga kepada kekuatannya tersebut.


Beberapa saat aku menunggu putri TARA aku melihat ia keluar dari kereta kudanya dan berlari masuk ke resto, namun putri TARA memasuki resto yang berada di sebelah resto yang aku janjian.


Ia memasuki resto tersebut karena aku yang memintanya untuk memasuki resto di sebelah resto yang dijanjikan, pasalnya kusir kuda yang mengantarkan putri TARA adalah anak buah dari pangeran mahkota untuk mengawasi putri TARA.


Seusai dengan yang telah di rencanakan pelayanku yang aku bawa yaitu Naya melakukan aksinya agar sang kusir kuda teralihkan fokusnya menjaga putri TARA.


Melihat aksi Naya putri TARA menyadari bahwa rencananya sedang berjalan dengan sigap putri TARA langsung meminta pelayannya yang ia bawa yaitu Rin untuk menggantinya duduk di sini.


Saat putri TARA akan pergi Naya datang untuk memberi tahu bahwa kusir kuda tersebut telah pergi untuk beristirahat di sebuah cafe kecil di sebrang jalan.


Mendengar itu putri TARA langsung pergi dan menemui putri LUCY yang telah menunggunya di resto sebelah.


Saat ini putri LUCY sedang duduk sambil menunggu putri TARA sampai di tepat duduknya.


Beberapa saat kemudian putri TARA pun sampai di tempat dimana putri LUCY duduk.


"Maafkan aku atas keterlambatan ku putri" Tara.


"Tak mengapa, duduklah dan minumlah ini" Lucy.


"Tapi putri.." Tara.


"Tenang saja! Aku tak memasukkan apapun ke minuman tersebut" Lucy


"Baiklah putri" Tara.


"Singkat saja, aku bertemu denganmu saat ini karena aku ingin membahas sesuatu tentang para pelayan di rumahmu" Lucy.


"Apa maksudnya putri?" Tara


"Begini, 99% pelayan di rumahmu adalah pesuruh dari pangeran mahkota untuk membunuhmu, kecuali Rin dia ku kirimkan untuk menjagamu jika ada sesuatu padamu" Lucy.


"Itu tak mungkin putri, karena mereka sangat setia kepadaku" Tara.


"Kau ingat saat malam perjamuan jika kita tak bertukar tubuh mungkin saja kau sudah tiada oleh kesatria suruhan pangeran mahkota, mereka berpura-pura setia agar kau percaya penuh pada mereka" Lucy.


"Ini masih sangat sulit ku percaya putri" Tara


"Percaya atau tidak tapi itu kebenaran yang aku dapatkan saat aku berada di dalam tubuh lemahmu itu" Lucy.


Melihat kembalinya Naya putri LUCY paham bahwa sang kusir kuda telah kembali ke tempat dimana putri TARA datangi.


"Sampai sini saja, jika ada sesuatu yang membuatmu kesulitan bertukar tubuh lah dengan ku" Lucy.


"Baik putri LUCY" Tara


Setelah pertemuan itu baik putri LUCY maupun putri TARA tak saling bertemu beberapa minggu.


MENURUT KALIAN AKANKAH PUTRI TARA PERCAYA PADA PERKATAAN PUTRI LUCY DI RESTO?


DAN APA YANG SEBENARNYA PUTRI LUCY LAKUKAN KEPADA PARA TERSANGKA JIKA BARANG BUKTI SUDAH TERKUMPUL?


APAKAH IA AKAN MEMINTA PIHAK KEKAISARAN UNTUK MEMENJARAKAN MEREKA ATAU MEMENGGAL KEPALA MEREKA DAN MEMANJANGKANNYA DI DEPAN BENTENG PERBATASAN NEGARA EPERANTO DENGAN NEGARA LAIN?


DAN SEBENARNYA SIAPA SAJA YANG TERSANGKUT DALAM KASUS TERSEBUT?


HAPPY READING GUYS


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


TINGGALKAN JEJAKNYA GUYS 🙏🏻


👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻