I WANT MORE /// Empress

I WANT MORE /// Empress
#14



Pagi hari pun tiba dengan sangat cerah, namun dikediaman keluarga Marquess Tropium sama sekali tak secerah fajar.


Saat ini keluarga Marquess Tropium sedang berduka atas kematian sang pemimpi keluarga yaitu tuan Tropium.


Entah kerena apa ia meninggal dan bagaimana bisa ia meninggal, semua itu tak ada yang mengetahuinya.


Fajar sekarang telah berubah menjadi siang hari yang terik, jazad tuan Tropium pun telah di kremasi dengan baik.


Seluruh tamu yang datang pun telah pulang kecuali putri TARA atau LUCY yang masih menemani Helio sampai sekarang.


"Haley makan lah, sedari pagi kau tak makan apapun, makanlah!" Lucy.


"Tidak nona, aku tak lapar sama sekali" Helio.


"Baiklah jika kau berprilaku seperti ini, jika kau terus seperti ini aku juga tak akan makan seperti mu" Lucy.


"Jangan bercanda nona Lucy, kau harus makan, jangan mengikuti apa yang aku lakukan sekarang, kau seharusnya ingat bahwa kau sedang dalam tubuh putri TARA yang sangat lemah" Helio.


"Benar juga, sungguh aku berkata jujur kepada mu" Lucy.


"Apa? Berkata apa nona?"


"Tubuh ini, sangat lemah, kau tahu Zeth telah mengurungku selama sehari penuh, dan pulang nanti aku juga akan dikurung kembali di ruang bawah tanah milik keluarga COUNT NIGARA." Lucy.


"Kenapa bisa seperti itu?" Helio


"Mungkin ia mulai curiga bahwa aku bukanlah putri TARA yang asli, karena aku tak bisa menggunakan sihir apapun" LUCY.


"Jika seperti itu maka akan berbahaya bagi kita semua yang ikut terlibat" Helio.


"Kau benar, baiklah aku akan pergi jika aku terlalu lama disini ia akan semakin curiga kepada ku" Lucy.


"Berhati-hatilah nona, maaf karena aku tak bisa mengantarkan anda sampai di depan" Helio.


"Saya mengerti, maksud anda nona" Helio.


Putri pun pergi dari kediaman keluarga Marquess Tropium dengan menggunakan kereta kuda yang telah menjemputnya di depan rumah Helio.


Saat ia sampai disana pangeran mahkota sudah berada di depan kediaman keluarga COUNT NIGARA dengan berdiri di gerbang.


Tanpa basa-basi pangeran langsung menyeret ku masuk ke dalam ruang bawah tanah dan menguncinya dari luar.


Aku hanya bisa berfikir agar bisa mengeluarkan kekuatan milik Tara dengan cepat.


Namun hasilnya nihil aku tak bisa berfikir apapun untuk bisa mengeluarkan kekuatan dari firman dewa itu.


"Sial aku tak bisa berfikir harus apa sekarang"


"Jika aku memohon untuk dikeluarkan itu rasanya sangat rendahan"


"Lalu aku harus apa agar pangeran mahkota tak curiga kepadaku sekarang?"


Benak putri LUCY semakin tak karuan, sekarang ia tak tahu harus apa.


HAPPY READING GUYS


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


MAAF KARENA TELAT UNTUK UPDATE CERITA SELANJUTNYA, KARENA SAAT INI AUTHOR SEDANG KURANG SEHAT 🙏🏻


MAAF ATAS KETERLAMBATANNYA 🙏🏻


👸🏻👸🏻👸🏻👸🏻