I am Not a Girl

I am Not a Girl
Chapter 2



Semua orang memandang ke arah pria tinggi bersurai hitam itu, tatapan matanya tajam dan dingin mempertegas ekspresi mukanya yang tidak bersahabat.


Pemuda yang sebelumnya marah pada Olivia, kini ia terlihat menunduk ketakutan, bahkan tak berani menatap muka pria itu meski sedikit saja.


"Ya.. Yang Mulia.. " ucap sang pemuda dengan tergagap.


"Tadi kau bilang tidak akan ada yang mau melamar gadis ini selain dirimu hah?" ucap Raja Luke dengan suaranya yang datar dan begitu dingin.


Pemuda itu tambah menundukkan kepalanya, badannya terlihat bergetar yang membuat Olivia bingung, kenapa dia terlihat begitu ketakutan?


"Prajurit! Bawa Rakyat jelata ini untuk di penjara!" teriak Raja Luke dengan tegas.


Para prajurit langsung mematuhi perintah Raja mereka, dan sang pemuda terlihat begitu ketakutan, dia mencoba memberontak dan melepaskan dirinya dari tangkapan para prajurit kerajaan. Akhirnya dengan segenap kekuatan dia dapat melepaskan dirinya dan langsung bersimpuh di hadapan Raja Luke.


"Yang Mulia! Yang Mulia! Tolong ampuni hamba Yang Mulia!" teriak pemuda itu dengan putus asa.


Mata tajam berwarna mirip dengan yang dimiliki Olivia itu menatap rendah pemuda yang sedang bersimpuh di depannya, dia sangat benci pada orang yang berteriak kasar pada seorang wanita, maka dari itu Raja Luke sangat marah saat dia melihat pemuda di hadapannya ini meneriaki Olivia di depan banyak orang.


"Kau ingin aku mengampuni mu hmm?" tanyanya.


Pemuda itu menganggukkan kepalanya dengan cepat, "iya Yang Mulia," ucapnya dengan suara bergetar.


"Baiklah, kau aku ampuni," ucap Raja Luke yang membuat si pemuda sangat senang.


"Terimakasih Yang Mulia, terimakasih."


Saat sang pemuda berdiri dan membalikkan badanya dengan cepat pedang Raja Luke menebas leher si pemuda sampai putus, tentu saja itu membuat orang-orang di sekitar langsung berteriak histeris melihatnya, terutama Olivia yang berada tepat di depan si pemuda yang sekarang tubuhnya telah tergeletak begitu saja dekat dengan kakinya.


Ini adalah pertama kalinya Olivia melihat pembunuhan kejam tepat didepan matanya, antara ingin berteriak dan menangis membuat pikiran nya sangat kacau, dia menutup mulutnya yang menganga karena kaget.


"Ya, aku telah mengampuni hidupmu," ucap Raja Luke dengan suara yang datar, seakan dia baru saja memotong setangkai bunga atau mengelupas kulit buah.


Raja Luke mendekat ke arah Olivia, dan entah kenapa gadis itu malah melangkah mundur menjauh dari sang Raja. Menyadari bahwa Olivia mundur ketakutan terhadapnya dia berhenti berjalan.


"Nona, aku tidak akan menyakitimu, jadi jangan takut," ucapnya sambil kembali melangkah mendekati Olivia.


Olivia terdiam di tempat, sebenarnya dia sendiri tidak sadar bahwa kakinya melangkah mundur tadi, hanya saja jantungnya saat ini berdetak dengan kencang, dia merasa takut akan tatapan dingin yang di lontarkan Raja Luke terhadapnya.


Saat sang Raja sudah berada tepat di depannya dia langsung saja bersimpuh di depan Olivia, gadis itu kembali gelagapan karena bingung yang bercampur takut.


"Aku bukan orang yang pandai berbasa-basi, jadi mau kah kau menikah denganku?" tanya Raja Luke yang membuat semua orang di sana yang melihatnya tercengang tak percaya.


Pasalnya Olivia itu terlihat sangat miskin, bajunya lusuh dan kotor, bahkan di beberapa sisi terlihat robek dan berlubang, sungguh Olivia itu tidak cocok dengan Raja mereka yang sangat tampan dan memiliki tahta tertinggi di kerajaan, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh orang-orang yang melihatnya.


Olivia terdiam, dia bukan sedang bingung harus menjawab apa, tapi dia hanya mencoba untuk menenangkan dirinya dari kejadian tadi, meskipun hatinya tidak suka terhadap Raja yang saat ini sedang bersimpuh di depannya, tapi mau tidak mau dia harus menerimanya, karena begitulah jalan cerita di dalam buku dongeng yang ia baca.


"Aku.. aku mau Yang Mulia," ucap Olivia akhirnya.


Biasanya orang yang saat lamarannya di terima akan langsung merasa senang, setidaknya tersenyum akan menggambarkan suasana hatinya. Tapi saat Raja Luke mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Olivia, dia tidak terlihat senang sama sekali, bahkan senyum saja tak terlukis di bibirnya sedikitpun.


Mukanya tetap saja datar tanpa ekspresi, membuat Olivia sangat tegang karenanya, Raja Luke berdiri dari bersimpuh, perbedaan tinggi badan Olivia dengannya sangat terlihat jelas saat Luke berdiri di dekatnya seperti inj, kira-kira Raja Luke memiliki tinggi sekitar 185 cm, sedangkan Olivia memiliki tinggi 170 cm.


Olivia masih ingat dengan tinggi badannya saat dia masih menjadi Kayden Allen, tinggi badannya tidak kalah tinggi dengan Raja Luke, mungkin sekitar 180 cm, hanya saja karena Olivia masuk kedalam tubuh seorang gadis, tinggi badannya pun juga ikut berubah.


Raja Luke menggiring Olivia untuk mengikutinya, saat mereka berjalan tatapan orang-orang disekitarnya seakan merasa kasihan pada Olivia, dia tahu bahwa menjadi istri dari Raja Luke tidak seindah seperti di dalam cerita dongeng yang akan hidup bahagia di dalam kerajaan, karena Olivia juga sudah tahu banyak hal buruk yang akan menimpanya nanti.


Setalah cukup lama berjalan dari kejauhan terlihat kuda hitam yang begitu elegan berdiri dengan gagah, sangat kuat dan pemberani adalah kata yang terlintas di pikiran Olivia, sebenarnya dia sendiri belum pernah melihat kuda sedekat ini.


Raja Luke segera menaiki kuda itu, setelah dia berada di atas kuda dia langsung saja menyuruh Olivia untuk mendekat, awalnya Olivia pikir Raja Luke hanya akan berbicara sesutu kepadanya, namun..


"Berbalik lah," perintah Raja Luke padanya.


Olivia segera berbalik dan tidak lama setelah itu dia bisa merasakan ada sepasang tangan yang menelusup masuk di kedua ketiaknya, langsung saja tanpa aba-aba sama sekali tubuh Olivia diangkat Raja Luke untuk menaiki kudanya.


"Waaahhh.. " pekik Olivia.


Karena kaget tiba-tiba diangkat seperti itu membuat Olivia reflek langsung memeluk leher Raja Luke dengan erat, sedangkan Raja Luke sendiri juga kaget dengan pelukan yang tiba-tiba saja dia dapat dari Olivia.


Keduanya cukup lama terdiam dengan posisi seperti itu, sampai Olivia tersadar bahwa dia sedang memeluk Raja Luke dengan erat, langsung saja dia melepas pelukan itu dan meminta maaf.


"Ma.. maafkan aku Yang Mulia, saya telah lancang memeluk anda seperti itu," ucap Olivia dengan sedikit takut.


Olivia sendiri merasa sangat khwatir kalau Raja Luke akan marah padanya, tapi tak terdengar sepatah katapun keluar dari mulut Luke yang membuat Olivia merasa penasaran, mengapa sang Raja tidak berkata apa-apa padanya?


Olivia memberanikan diri untuk menatap muka sang Raja, saat mukanya terlihat jelas di matanya, dia langsung tercengang karena muka sang Raja saat ini terlihat begitu merah merona menahan malu, bahkan dia sampai menutup mukanya dengan sebelah tangan.


"Yang Mulia, anda tidak apa-apa?" tanya Olivia.


Pertanyaan Olivia membuat Raja melepas tangan yang berada di mukanya, tapi dia langsung memalingkan muka dan tak menatap kearah Olivia.


"Aku tidak apa-apa," jawabnya masih dengan suara dingin.


Melihat tingkah laku Raja membuat Olivia tersenyum geli karena dia seperti sedang berhadapan dengan seorang anak kecil yang pemalu.


"Apa yang membuatmu tersenyum?" tanya Luke yang sadar dengan senyuman yang Olivia lontarkan.


"Ahh.. aku saat ini hanya sedang merasa senang, karena ini pertama kalinya saya menaiki kuda," ucap Olivia yang masih tersenyum.


"Begitukah? Kalau begitu aku akan sering mengajakmu untuk menaiki kuda."


Olivia menatap sang Raja tidak percaya, apa sungguh dia akan melakukan itu untuk nya?


Olivia kembali teringat dengan cerita di dalam buku yang menggambarkan bahwa Raja Luke adalah seseorang yang berhati dingin dan kejam, dan itulah yang membuat Allen tertarik untuk terus membaca buku dongeng itu.


Bukankah sang tokoh utama di dalam cerita sudah cukup menderita dengan kehidupan sebelumnya, dimana dia berwajah buruk rupa dan sangat miskin. Tapi mengapa dia harus mengalami penderitaan lagi saat dia menjadi istri Raja.


Setidaknya buat ceritanya mengisahkan si tokoh utama menikahi seorang Raja yang berhati baik dan lemah lembut, murah senyum dan sangat ramah. Bukannya malah bedarah dingin dan bermuka Fokerface, yang bahkan mudah sekali membunuh orang tanpa merasa bersalah sedikitpun setelahnya.


Kuda mulai dijalankan oleh Luke, untuk kedua kali Olivia kaget dan langsung memegang baju depan Luke, tapi kali ini Luke tidak bereaksi sama sekali, mukanya tetap datar dan fokus melihat ke depan.


Mereka akhirnya sampai di Kerajaan, para pelayan istana berhamburan keluar untuk menyambut Raja mereka, biasanya mereka akan menundukkan kepala kalau berhadapan dengan Luke, tapi untuk kali ini mereka berani untuk melihat kearah seorang gadis yang sedang dibawa Luke yang duduk tepat di depannya itu.


Mereka semua sedikit kaget karena ini adalah pertama kalinya Raja membiarkan seseorang duduk diatas kuda hitamnya itu, kalau sampai orang itu dibiarkan duduk diatas kuda hitam kebanggaannya berarti dia adalah orang yang sangat berarti di hati Raja.


"Oliver!" panggil Luke.


Seorang kesatria dengan cepat langsung berada di hadapan Luke lalu membungkukkan badannya, "Ya Yang Mulia, apa yang bisa saya bantu?" ucapnya.


"Tolong bantu aku menurunkan calon Ratu ku," ucapnya sambil memegang tangan Olivia.


Setelah berkata seperti itu semua orang di istana benera-benar dibuat kaget, pasalnya Raja keluar dari Kerajaan hanya untuk melihat keadaan kota, bukan untuk mencari calon Ratu. Terlebih Raja adalah orang yang sangat anti membicarakan pernikahan maupun calon istri nya nanti, maka dari itu orang-orang di istana hanya bisa pasrah menghadapi Raja mereka yang seakan tidak ingin memiliki keturunan itu.


Tapi sekarang, keadaannya berubah, bahkan ini semua sangat mendadak sekali, mereka bahkan belum mempersiapkan apapun untuk menyambut calon Ratu.


"Baik Yang Mulia."


Kesatria itu menyodorkan tangannya untuk di pegang oleh Olivia, hanya saja dia sedikit takut untuk turun dengan posisi seperti itu, dan entah kenapa hatinya mengatakan dia lebih baik diturunkan oleh Yang Mulia Raja sendiri.


"Tunggu dulu! Aku ingat adegan ini," batin Olivia.


Olivia teringat salah satu adegan seperti ini, tokoh utama yang sedang ingin turun kuda tidak sengaja terjatuh yang untungnya sang kesatria dengan sigap menangkap tubuh tokoh utama, dan karena posisi mereka yang sangat dekat, bahkan bisa dibilang saling berpelukan membuat Raja marah, ia langsung memerintahkan agar si kesatria di penjara.


Memang sedikit keterlaluan bila mengingatnya, tapi Olivia tidak boleh melakukan kesalahan yang membuat orang lain rugi, tapi dia harus bagaimana?


"Nona, berpegangan lah pada kesatria itu," ucap Luke yang membuat lamunan Olivia buyar.


"Ahh.. ee.. Ya.. Yang Mulia.. aku tidak ingin diturunkan olehnya, aku hanya ingin diturunkan olehmu saja."


Setalah berkata seperti itu semua orang di sana tercengang kaget, membuat Olivia jadi merasakan firasat buruk di hatinya, tapi kalau di pikir lagi dia memang sangat lancang pada Luke, apa yang akan terjadi padanya setelah ini? Apa dia akan langsung dibunuh dan tidak jadi menjadi permaisuri Raja?


Luke terlihat terdiam, seperti biasa muka datarnya lah yang menghiasi wajahnya itu, Kesatria yang tadinya sudah bersiap untuk membantu Olivia turun pun hanya bisa menatap mereka berdua dengan gugup.


"Baiklah, aku yang akan menurunkanmu," ucapnya dingin.


Untuk kesekian kalinya semua orang kembali kaget dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Raja mereka, padahal Olivia masih jadi calon Ratu yang belum mempunyai kedudukan, tapi dia sudah diperlakukan manja oleh Yang Mulia Raja sendiri, sungguh sangat beruntung sekali Olivia, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh orang-orang di istana.


Luke turun dari kudanya dan langsung bersiap menangkap tubuh Olivia, saat Olivia hendak turun ada sesuatu yang menyangkut kakinya, dan akhirnya dia terjatuh ke pelukan Luke dengan pipinya yang mendarat tepat di bibir sang Raja.


Sedangkan Olivia yang kaget karena dirinya jatuh tidak menyadari hal itu dan hanya memeluk Luke dengan sangat erat.


"Ahh.. kaki Nona tersangkut besi sengkang," ucap kesatria bernama Oliver.


Dia buru-buru melepaskan kaki Olivia dari besi sengkang yang dia sebutkan tadi, akhirnya kedua kaki Olivia dapat mendarat di tanah, meskipun pergelangan kakinya sedikit sakit karena tersangkut tadi.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Luke.


"Ahh.. ya, aku baik-baik saja," jawab Olivia sambil menatap muka Luke.


Luke langsung memalingkan mukanya dari Olivia, itu membuatnya bingung, "apa aku melakukan sesuatu?" tanyanya di dalam hati.


Luke berjalan menjauhi Olivia, "pelayan, urus calon istriku untuk siap-siap makan malam," perintahnya sambil terus saja melangkah dengan beberapa kesatria yang mengikutinya dari belakang.


Olivia langsung digiring oleh para pelayan menuju ke sebuah kamar, katanya kamar ini lah yang akan menjadi kamarnya untuk sementara.


Baju Olivia di lepas satu persatu oleh para pelayan Kerajaan, mata Olivia menutup dengan rapat, dia masih merasa malu dengan tubuh barunya itu, tidak bisa dipungkiri kalau jiwanya adalah seorang laki-laki yang bahkan tidak pernah melihat tubuh wanita yang telanjang bulat.


Karena matanya terus saja tertutup rapat membuat para pelayan wanita itu merasa aneh, dan salah satu dari mereka pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Nona, kenapa mata Nona terus tertutup?" tanyanya.


Olivia yang mendapat pertanyaan itu merasa bingung, apa yang harus dia jawab.


"Emm.. anu.. aku masih sedikit malu pada diriku sendiri, karena beberapa hari yang lalu tubuh ku ini hampir di setubuhi oleh orang jahat," jawab Olivia berbohong.


"Oh ya ampun, apa anda sudah tidak perawan?" tanya pelayan lainnya yang terdengar kaget.


"Ahh.. tidak! Aku masih perawan, tadi aku bilang kan hampir, jadi ya aku belum ternodai sepenuhnya."


"Oh Nona, bila Yang Mulia Raja mendengar ini dia pasti akan mencari si penjahat itu sampai ketemu dan membunuhnya."


"Iya betul, Yang Mulia tidak akan membiarkan orang seperti itu hidup di kerajaannya, apalagi pria jahat itu sampai membuat Anda trauma seperti ini," ucap pelayan yang lain.


Sungguh Olivia kaget dengan ucapan para pelayan, dia tidak pernah menyangka bahwa Raja Luke adalah orang yang berkarakter seperti itu, tapi kenapa para pelayan berbicara seakan Raja pernah mempunyai orang spesial?


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Olivia.


"Tentu saja Nona."


"Apa sebelumnya Raja memiliki orang yang dia cintai?"


Para pelayan tidak langsung menjawab, "tentu," akhirnya salah satu pelayan menjawab.


"Siapa dia?"


"Dia adalah Putri Abby,"


Kening Olivia mengerut, dia tidak pernah sekalipun mendengar nama putri itu, karena yang ia baca di buku Raja tidak pernah memiliki hubungan asmara dengan siapapun, lalu siapa Putri Abby itu?


"Siapa Putri Abby?" tanya lagi Olivia yang penasaran.


"Dia adalah adik kandung Raja Luke Nona."


TBC