Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 9



*


*


*


Lovely berbalik melihat daddy nya yang tengah memasang wajah frustasi.


" Apakah tidak bisa di ganti dengan yang lain saja permintaan mu itu, sayang,?" Tanya Jeffry berharap Putrinya akan iba padanya..


" Tidak!.." Jawab Lovely tegas sama sekali tidak tergoyahkan.


Jeffry menghela nafas kasar. Pria paruh baya itu memikirkan sesuatu dan keputusan apa yang harus diambilnya.


" Baiklah daddy akan turuti kemauan mu dan bersiaplah datang ke RD CORP untuk membahas kerjasama." Putus Jeffry, setelah dipikir pikir membiarkan putrinya untuk menyetur kembali tidaklah buruk. Toh selama ini walaupun lovely tidak menyetir tapi putrinya itu selalu naik mobil dan tidak ada tanfa ingatan putrinya itu kembali.


" Daddy Serius,?" Tanya Lovely sumringah.


" Hmm, Tapi ingat kau harus berhasil menggantikan daddy." Ucap Jeffry memalingkan muka kesamping dengan bersedekap dada.


" Uluhhh Thanks Daddy ku.!! Kau yang terbaik!" Ucap Lovely yang begitu bahagia dan mencium pipi Jeffry saking bahagianya.


" Gak usah berlebihan. Itu adalah hal kecil bagi daddy." Kata Jeffry berpura-pura Cool padahal dalam hati ingin berteriak karena tingkah putrinya begitu menggemaskan menurutnya


" Iya iya. Daddy yang paling keren deh pokoknya." Sahut Lovely terkekeh geli melihat wajah merah daddy nya.


" Apa yang kau tertawakan? Cepat pergi bekerja." Usir Jeffry karena sudah sangat malu sekali.


" Ck. Siap Boss!." Sahut Lovely memberikan hormat. Mode bawahan dan atasan. Lalu wanita itu melenggang pergi dari ruangan daddynya.


Beberapa detik setelah Lovely menutup pintu ruangan daddynya.


Jeffry menghela nafas lega. " Dasar anak itu tidak bisakah berpura-pura tidak tahu dan menganggap ku sebagai daddy ter Cool." Gumanya sedikit kesal.


Ceklekk!!!


" Daddy paling lucu dengan wajah merah malu itu!! Hahahaha!!!" Ucap Lovely yang menjulurkan kepalanya di sela pintu yang dirinya buka dan Tertawa terbahak-bahak.


" LOVELY STAR LAWRENCE!!!! KAU!!!!!" Geram Jeffry berkacak pinggang.


" Ups Sorry!" Ucap Lovely


Brak!!!!


Lovely menutup pintu dengan keras dan berlari meninggalkan area itu menuju ruangan sembari tertawa.


Lovely sampai di ruangannya dengan nafas terengah dan perutnya terasa kaku akibat terlalu banyak Tertawa. Mungkin itulah yang dinamakan karma karena mengejek daddynya.


Setelah menenggak satu gelas air barulah Lovely merasa lega dan menyiapkan berkas untuk dibawanya ke RD CORP. Berkas yang sebenarnya di siapaokan sang daddy dirinya hanya tinggal presentasi saja karena dirinya sifah membaca isi berkas yang dibuat sang daddy itu.


" Perang sesungguhnya akan di mulai Lovely!!.. semangat demi daddy dan perusahaan hilangkan sifat pengecutmu dan tunjukan kemampuan mu yang sesungguhnya!!" Ucap Lovely mengangkat dua kepal tangannya di udara penuh tekat.


" Tapi bagaimana ini? aku belum pernah meeting sebelumnya aku masih sangat baru di dunia bisnis bagaimana jika aku malah menghancurkan harapan daddy!" Katanya lagi mengacak rambut panjangnya dengan kasar..


Dengan langkah gontai Lovely berjalan keluar dengan membawa sebuah berkas tidak lupa dirinya juga akan membawa Mila yang baru tiga hari ini menjadi Asistennya.


" Nona Lovely apa anda baik-baik saja,?" Tanya Mila khawatir.


Lovely mengangkat satu tangannya keatas dan itu membuat Mila langsung terdiam.


Lovely menyerahkan map berisikan berkas yang disambut dengan tangan terbuka oleh Mila.


" Aku tidak sedang baik-baik saja!.. Lebih baik kau ikut bersamaku jika tidak ingin hal yang lebih buruk terjadi pada atasan mu ini Mila." Jelas Lovely melenggang pergi di ikuti Mila walaupun bingung tapi wanita itu tetap mengekor di belakang atasannya yang memang terlihat tidak sedang baik-baik saja. Bahkan Mila hanya ingin memberitahu atasannya itu untuk membenahi penampilan nya terlebih dulu pun tidak berani dan alhasil Mila membiarkan atasannya itu bertindak sesuai keinginannya dengan penampilan yang terkesan jauh dari kata anggun.


Di selama perjalanan menuju RD CORP. Mila sibuk dengan berkasnya sementara Lovely sibuk dengan pikirannya sendiri dan membangun benteng agar bisa tegas sebagai perwakilan perusahaan saat meeting nanti dirinya tidak boleh mengecewakan daddy nya.


" Nona. Kita sudah sampai." Ucap Mila sembari membuka seat belt.


Lovely pun mengangguk dan turun dari mobil.


Lovely dan Mila memasuki perusahaan itu.


" Apa ini benar perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita Mil,?" Tanya Lovely yang teringat dirinya kemarin datang kesini untuk mengantar seorang anak kecil.


" Benar Nona, apa ada masalah atau ada sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman,?" Tanya Mila yang selalu perhatian pada putri kesayangan Presedir itu walaupun baru beberapa hari dirinya bekerja dengan Lovely.


" Tidak." Jawab Lovely singkat dan Kembali melangkahkan kakinya kerah meja resepsionis.


Disana Mila pun langsung memberitahukan kedatangannya dan dari perusahaan mana dirinya berasal. Resepsionis yang sudah diberitahu sebelumnya langsung memberitahu mereka untuk naik kelantai dua puluh tiga dimana ruang pertemuan itu berada.


*


Sementara itu di ruangan Presedir Marvel melihat komputer yang menampilkan cctv lantai bawah dimana sang pujaan hatinya berada. Sembari memangku Glen Pria itu memperhatikan setiap gerak gerik Lovely. Dan senyum pun tidak pernah luntur selama melihat cctv itu.


" Are you ready Boy,? Kita akan bertemu mommy sebentar lagi." Kata Marvel yang diangguki dengan cepat oleh Glen.


" Tapi Dad, Ada Apa dengan Mommy,?" Tanya Glen dengan wajah bingungnya sedari tadi bicah itu tidak bersuara karena tengah mengamati di layar komputer itu.


" Hmm ada apa dengan Mommy?, Apa maksudmu Glen,?" Tanya Marvel yang ikut bingung dengan pertanyaan putranya.


" Lihatlah Bukankah Mommy terlihat aneh,? Rambutnya begitu berantakan Seperti baru bangun tidur." Ucap Glen polos sembari menunjuk layar yang memperlihatkan sang mommy.


Marvel nenepuk dahinya. Saking fokusnya dengan istrinya Marvel sampai tidak sadar jika penampilan wanita itu begitu ambrul adul. Dia itu mau meeting atau mau berkelahi dengan penampilan yang seperti itu?, Pikir Marvel menggeleng pelan.


" Mommy lupa sisiran mungkin." Jawab Marvel sekenanya.


" Kalau begitu biarkan Glen yang membantu menyisir rambut Mommy." Ucap Glen ingin turun dari pangkuan daddy nya tapi Marvel tidak membiarkan hal itu terjadi.


" Stop! Jangan membuat semua kacau ada saatnya kau bertemu dengan mommy tapi nanti setelah daddy bertemu mommy terlebih dahulu." Kata Marvel.


" Kenapa begitu Dad,?" Tanya Glen merasa itu tidak adil baginya.


" Tentu untuk memberi mommy kejutan." Jawab Marvel asal.


" Kau jangan kemana-mana. Aunty Siska akan menjagamu jangan menemui Mommy mu sebelum daddy suruh. Mengerti,?" Kata Marvel.


Glen mengangguk dengan enggan. Dalam hati bocah itu berfikir licik. Atas dasar apa dirinya harus menuruti perintah daddy nya itu,? Kenapa bertemu Mommynya sendiri harus menunggu izin daddy terkebih dahulu? Apa daddy pikir dirinya ini bodoh dan mudah tertipu.


" Lihat saja aku akan menyelinap masuk ke ruang pertemuan untuk bertemu Mommy ku!" Batin Glen.