Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 10



*


*


*


Lovely dan Mila menaiki Lift menuju lantai ruangan pertemuan. Lovely terus berfikir kenapa daddy nya mati matian memintanya untuk menggantikan dalam pertemuin dan anehnya sang daddy tidak memberikan alasan yang jelas dan hanya meminta untuk membantunya saja.


“ Nona, Sebaiknya anda merapikan penampilan anda sebelum masuk ke dalam.” Ucap Mila yang membuyarkan pikiran Lovely tang sedan melayang.


“ Merapikan penampilan,? Aku sudah sangat rapi Mila.” Jawab Lovely yang belum sadar jika rambutnya lah yang menjadi masalah di sini.


“ Rambut anda seperti orang sehabis bangun tidur, Nona.” Ucap Mila menunjuk rambut atasanya denga hati hati.


Lovely memegang kepalanya dan buru buru menggunakan ponselnya untuk mengaca.


“ Astaga!! Kenapa kau baru bilang Mila?! Jadi sedari tadi semua orang melihatku karena rambut singaku ini?!” Ucap Lovely kesal sembari merapikan rambutnya dengan jari tanganya.


“ Maaf Nona, sedari tadi saya selalu berusaha memberitahu anda hanya saja anda terlalu terburu buru untuk segera pergi ke perusahaan ini.” Jawab Mila penuh sesal.


“ sudahlah lupakan saja!” Kata Lovely berjalan keluar Lift sembari fokus merapikan penampilanya di ikuti mila.


“ Nona, Kearah Ini.” Kata Mila Melihat Lovely salah jalan.


Tanpa menjawab Lovely berbalik arah dan berjalan sesuai arahan dari Mila.


Lovely menarik nafasnya dalam dalam begitu sampai di depan pintu besar dimana sudah dipastikan banyak petinggi yang duduk menunggu di dalam ruangan itu.


“ Nona apa anda butuh minum terpebih dahulu?” Tanya Mila.


“ tidak perlu, terimakasih mila.” Sahut Lovely.


Mila mengerti dan perlahan membuka pintu besar itu untuk Nona nya.


Ceklek…


Pintu dibuka Mila dan dengan langkah percaya diri Lovely memasuki ruangan itu. sejenak jantungnnya terpacu dengan kencang saat semua mata tertuju padanya tapi Lovely segera tersadar dan bersikap sebagai wanita tegas berwibawa.


Setelah sedikit menyapa secara formal hanya untuk berbosa basi akhirnya Lovely dan Mila duduk di tempatnya yang sudah di sediakan.


Beberapa saat kemudian.


“ Apa yang sedang kita tunggu kenapa rapat ini tidak kunjung dimulai,?” Bisik Lovely pada Mila karena sudah begitu bosan menunggu.


“ Sabar Nona, Kita harus menunggu presedir perusahaan ini untuk bisa memulai pertemuan ini.” Jawab Mila dengan berbisik.


Lovely mendengus kesal, Mentang mentang presedir perusahaan besar, Bisa seenaknya terlambat dan membuat utusan perusahaan lain untuk menunggu, pikir Lovely yang menggerutu.


Pasalnya para utusan dari beberapa perusahaan sudah menunggu terlalu lama iya kalau sang presedir itu terlambat hanya lima atau sepuluh menit saja itu bisa lovely maklumi lah ini dirinya sudah berada di ruangan itu selama empat puluh lima menit tapi batang hidung sang presedir tidak kunjung terlihat.


*


*


Jika diruangan pertemuan Lovely sedang menahan kesal dan utusan perusahaan lain sedang menunggu pemimpin datang sementara itu orang yang ditunggu itu justru duduk di depan cermin besar dengan dua pria gemulai di belakangnya. Yah orang yang di tunggu itu adalah Marvel yang justru mengundang stylists untuk membantunya berpenampilan menawan di pertemuan pertamanya dengan sang pujaan.


" Yang benar!! ini tidak sesuai dengan gayaku!" Omel Marvel kesekian kalinya merasa tidak puas dengan gaya rambutnya.


Sementara itu Marco berdiri dengan gusar sesekali melihat arlojinya karena Tuan Mudanya yang begitu menyebalkan itu.


" Tuan Anda sudah sangat terlambat dan para utusan sudah sangat lama menunggu kedatangan anda." Ucap Marco Kembali memperingati Tuan nya.


" Maaf Tuan, Jika anda terus seperti ini dan tak kunjung datang ke pertemuan bisa saja Nona Starla. Eh maksud saya Nona Lovely akan bosan dan pergi dari pertemuan sebelum anda datang kesana." Kata Marco memanfaatkan nama wanita yang di cintai boss nya agar pria itu berhenti dari tingkah gilanya.


Mendengar itu mata Marvel langsung membola dan beranjak dari duduknya untuk turun kelantai dua puluh tiga menuju ruang pertemuan. Bahkan Marvel setengah berlari agar cepat sampai ke ruangan itu karena perkataan Marco membuatnya takut jika wanitanya akan benar-benar pergi sebelum dirinya datang.


" Sia sia aku berdandan selama satu jam jika itu terjadi." Batin Marvel yang terus melangkah dengan langkah cepat.


Marco yang menyusul di belakangnya hanya bisa menggeleng karena sikap boss nya yang kembali aneh seperti dulu..


Marco lega dan ada sedikit kesal. Lega karena Tuanya tidak lagi bersedih berkepanjangan dan kesal karena mulai sekarang hidupnya akan lebih sengsara dengan kemauan Tuan Mudanya yang jekas akan menyita waktu dan pikirannya.


Brak!!!


Marvel membuka kasar pintu besar itu.


Semua mata tertuju pada pria tampan itu tidak terkecuali Lovely dan Mila. Bahkan tanpa sada Mila hampir meneteskan air liurnya saking terpesonanya dengan pria yang baru masuk itu.


" Mila air liur mu banjir," kata Lovely.


" Ah Nona. Aku tidak meneteskan air liur ku kok." Jawab Mila cepat.


" Tapi hampir." Kata Lovely dan Mila hanya menyengir.


Sementara itu begitu Membuka pintu pandangan Marvel hanya tertuju pada wajah cantik wanitanya seorang tanpa di sadari sang empunya.


" Nona, Sepertinya Pria tampan itu sedang melihat kearah ku." Ucap Mila dengan pede nya sembari merapikan rambutnya dengan malu malu.


" Jangan terlalu GR pria itu hanya ilfil melihatmu Mila," Jawab Lovely acuh.


" Anda terlalu kejam Nona." Sahut Mila berpura-pura terluka.


Merasa tidak menarik perhatian wanitanya. Marvel perlahan mendekat dan menarik tangan Lovely hingga wanita itu berdiri dari duduknya dan menatap bingung pada pria tampan yang tidak di kenalnya itu.


" I Found You, Honey." Bisik Marvel di telinga Lovely sembari menggenggam kuat lengan wanita itu.


Semua yang ada disana membungkam mulutnya tak percaya. Marvel Presedir RD CORP yang terkenal tak berdekatan dengan wanita semenjak hilangnya sang istri kini secara terang-terangan menggioda seorang wanita di ruang rapat. Sungguh mengejutkan untuk mereka.


Pikiran Lovely mendadak kosong. Wanita itu berusaha melepaskan genggaman tangan Marvel taoi tidak bisa karena Marvel menggenggam lengan itu begitu kuat.


" Do you know me sir?" Tanya Lovely dengan wajah bingungnya. Dirinya tidak mengenal pria ini bahkan ingatan pun tidak ada.


Lovely melirik dimana semua orang tengah melihat kearahnya dengan tanpa berkedip dan Lovely tahu arti dari tatapan itu. Tatapan penasaran .


" Kau tanya aku mengenalmu,?" Ulang Marvel dan Lovely mengangguk cepat.


" Tentu aku mengenalmu. Aku mengenalmu baik luar maupun dalam pada dirimu." Kata Marvel yang membuat langkah Lovely mundur seketika.


" Jangan kurang ajar ya Tuan!! Saya tidak mengenal anda dan ini adalah pertemuan pertama kita lalu bagaimana anda dengan tidak taju malunya mengatakan hal seperti itu pada seorang gadis!" Ucap Lovely yang sudah di ambang batas kesabaran.


Marvel terseyum manis melihat kemarahan wanitanya. Itu begitu lucu menurutnya sesuatu yang telah lama tidak dilihatnya. Dan tidak ada yang berubah dari istrinya itu. Selalu mudah meledak.


Lovely semakin kesal karena pria itu justru tersenyum dan lovely berfikir itu adalah senyum mengejek.


Plak!!!!


Tidak tahan lagi karena dirinya memiliki kesabaran setipis tisue akhirnya Lovely menampar wajah tampan menyebalkan itu.


Semua orang hening dan membekap mulutnya tak percaya.